Penyakit Pada Tanaman Kopi Dan Cara Pengendaliannya

I.

PENDAHULUAN

Dokumen menjadi salah satu komoditas andalan nan untuk meningkatkan kesejahteraan mahajana pekebun.  Selain karena mudah dalam penanaman, tanaman ini bernilai jual cukup tingkatan, khususnya bakal diversifikasi kopi-kopi premium, misalnya keberagaman arabica.

Keuntungannya lagi, tumbuhan kopi tidak membutuhkan persyaratan agroklimat yang ketat.  Bahkan ditanam plong petak-tanah yang nisbi kurang subur pun, tanaman kopi masih memberikan hasil yang nisbi tinggi.

Pekebun kopi bahkan banyak yang membudidayakannya secara subsisten, belaka kopi yang dihasilkan masih layak tinggi.  Apalagi, bila tanaman sertifikat dibudidayakan secara intensif.

Obstruksi privat memelihara tembusan, berpunca dari hambatan agroklimat dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).  Dalam kejadian serangan OPT, digolongkan dalam dua kerumunan, yaitu hama dan ki kesulitan.

Lakukan kali ini akan dibahas secara mendetail mengenai keburukan yang yang mengaibkan tanaman kopi dan metode pengendaliannya.

II.  PENYAKIT TANAMAN KOPI

1.

Ki kesulitan Layu Semai

Penyakit ini terjadi pada bibit kopi remaja di persemaian.  Umumnya terjadi setelah bibit berkecambah sahaja belum mencapai umur bikin dipindahkan.  Penyakit ini disebabkan makanya kawul Phytium spp.

Gejala serangannya yakni bibit arsip muda mati dengan cepat.  Batang bibit lunak dan mengalami pembusukan.  Cendawan ini menular habis persil, dan lazimnya terjadi apabila kapling berlebih basah dan lokasi persemaian kurang semarak.

Pengendalian. Jangan memperalat media tanam berusul persemaian sebelumnya karena sangat dimungkinkan mutakadim mengandung spora jamur Phytium spp.  Hindari penyiraman air berlebihan.  Jangan menguburkan pati terlalu karib (2,5 x 10 cm).

Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprot lahan ataupun media dengan menunggangi fungisida berbahan aktif mankozeb, misalnya Benlate, Benomyl, Dithane dll.

2.

Kebobrokan Totol Coklat Daun Cercospora

Penyakit totol patera disebabkan oleh jamur pron bila tanaman mengalami stres.  Cendawan boleh menyerang tumbuhan kopi, baik di persemaian alias di persil penghutanan.  Apabila membidas di persemaian, ini menunjukkan manajemen persemaian yang buruku.

Gejala gempuran ki aib ini adalah munculnya totol-totol berwarna coklat dengan pinggir berwarna coklat kemerahan.  Totol-totol ini terbantah di kedua sisi satah daun.  Ketika totol-totol semakin banyak, daun akan terpandang seperti mana gosong.

Ki aib ini biasanya muncul apabila kondisi persemaian maupun kapling terlalu basah, terlalu rindang atau bersisa banyak cahaya, revolusi udara kurang baik, serta kekurangan nitrogan dan potasium.

Pengendalian. Hindari penyiraman air secara jebah.  Tingkat kerindangan dipertahankan sekitar 50%.  Jarak tanam konsentrat dan tanaman harus sesuai seyogiannya memudahkan jendela.  Penggunaan kawul yang cukup.

Pemakaian fungisida kimiawi berbahan sumber akar copper.  Misalnya copper cupravit 85WP dan copper oksiklorida dengan pemfokusan 80 g/20 l air.  Atau menggunakan copper hidroksida dengan konsentrasi 40 g/20 l air.

3.

Penyakit Bercak Biji pelir Cercospora

Cendawan Cercospora seringkali membidas dedaunan kopi, doang terkadang juga mencaci buah arsip, yang dikenal laksana penyakit noda buah.  Gejala serangan kelainan ini ialah munculnya totol-totol sreg dedaunan yang semakin lama semakin lebar, dengan pinggir totol berwarna coklat kemerahan.  Totol-totol akan nampak di kedua sisi permukaan patera.  Sedangkan pada biji zakar akan unjuk bercak-bercak coklat terlarang nan dikelilingi cincin berma sorot.

Penyebab ki kesulitan ini adalah kekurangan hara nitrogen dan kalium pada daun, semarak rawi yang lain cukup, stres karena kekurangan air, terlalu banyak kurat matari, anugerah kawul yang invalid dan terlalu banyak gulma di lahan.

Pengendalian. Untuk penangkalan munculnya penyakit ini, pastikan pohon kopi mendapat pas hara dan sinar matahari sekeliling 50%.  Penggunaan fungisida kimiawi berbahan dasar copper.  Misalnya copper cupravit 85WP dan copper oksiklorida dengan konsentrasi 80 g/20 l air.  Atau menggunakan copper hidroksida dengan konsentrasi 40 g/20 l air.

4.

Penyakit Karat Patera Manuskrip

Komplikasi ini disebabkan oleh baja Hemileia vatatrix nan menyebabkan dedaunan mengalami keguguran patut parah.  Gejala serangan dimulai dengan munculnya spot-spot berukuran 3 mm bercat kuning pucat pada permukaan daun adegan pangkal.

Spot-spot ini kemudian melebar, muncul serbuk berwarna kuning sampai jingga, dengan sengkang mencapai 20 mm.  Seringkali, keseluruhan daun terkatup maka itu spot-spot karat daun.  Karat yang sudah tua akan menjadi coklat pada bagian tengah, dikelilingi spot-spot berwarna jingga.

Dedaunan yang terinfestasi parah akan mengalami keguguran, bisa menyebabkan kematian tanaman serta kehilangan hasil biji zakar sahifah, baik secara jumlah maupun kualitas.  Buah kopi akan mendekati katai, tidak matang semputna dan berubah menjadi hitam.

Pengendalian.  Pengendalian kebobrokan ini moga dengan menanam jenis surat yang tahan terhadap keburukan ini, terutama pada areal pertanaman di pangkal 1.000 m dpl.  Varietas-diversifikasi kopi Arabica tidak bersisa tahan terhadap penyakit ini, jadi seyogiannya tidak ditanam pada persil dengan ketinggian di asal 1.000 m dpl.  Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan fungisida berbasis copper.

5.

Penyakit

Kapang Jelaga

Komplikasi kapang jelaga disebabkan makanya cendawan Capnodium spp.  Cendawan ini akan berkembang saat tumbuhan piagam terinfestasi wereng kutu tameng, tungau kebul, kutu daun maupun serangga perokok lainnya.

Gejala serangan adalah dedaunan tertutupi oleh jelaga bercelup hitam dan berserbuk.  Cendawan bersemi pada embun madu yang disekresikan oleh tungau perisai dan serangga hama penghisap laiinya.  Semut kebanyakan memelihara tuma kelasak dan mengawurkan kapang jelaga.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan mengendalikan tuma perisai, kutu daun dan tungau kebul dengan menggunakan prosedur yang direkomendasikan.  Tidak memerlukan pengendalian secara kimiawi.

6.

Penyakit Antraknosa

Problem antraknosa puas tumbuhan piagam disebabkan oleh kawul Colletotrichum gloeosporioides.  Cendawan ini menyerang rente, ranting dan buah.  Cendawan ini dapat menyebabkan tiga variasi masalah yang berbeda pada tanaman arsip, yakni penyakit sirep ranting, bercah buah dan nekrosis patera.

Gejala serangan pada ranting.  Dedaunan di ranting tersebut akan masak dan unjuk calit.  Ranting akan mengeriting, kehilangan dedaunan dan mati pada bagian ujungnya.

Gejala terjangan plong buah.  Sreg biji zakar kopi, muncul noda-bercak coklat haram, nan selanjutnya akan berubah menjadi hitam dan keras.  Gejala antraknosa agak runyam dibedakan dengan gejala penyakit Cercospora.

Gejala serangan plong daun.  Munculnya spot-spot nekrosis pada daun, berbentuk bulat, berwarna coklat dengan diameter sebatas 25 mm pada daun.  Serangan terburuk akan menyebabkan daun terpandang terbakar atau rusak.

Pengendalian ki kesulitan ini dilakukan dengan menjaga kesehatan tanaman kopi.  Metode pengendalian lain belum banyak dibahas.  Saja penggunaan beberapa jenis fungisida cukup efektif menyelesaikan penyakit ini.

7.

Overbearing (Over Produksi) / Mati Perlahan

Sesungguhnya tidak pek-masuk komplikasi yang disebabkan mikoorganisme, melainkan di-sebabkan keburukan fisiologis.

Gejala terjangan yaitu tanaman kehilangan banyak daun dan cabang-cabang mengalami kematian.  Perakaran pun meng-alami mortalitas.  Buah matang prematur, sahaja menjadi hitam dan keras.

Keburukan mati perlahan ini menyebabkan selisih hasil yang tinggi.  Sedikit berangsur-angsur pokok kayu akan semakin kurang sehat dan lega akhirnya akan mengalami mortalitas, apabila tidak segera mendapatkan perawatan nan tepat.

Sebagai tulisan, pokok kayu kopi membutuhkan sepasang daun untuk mensupport 5 – 6 buah hingga matang.   Apabila terlalu banyak buah dan jumlah daun bukan mencukupi, seluruh nafkah akan mengalir berbunga daun untuk melebarkan biji zakar.  Akibatnya dedaunan akan mengalami keguguran dan menyebabkan pokok kayu ranah perlahan.  Kehilangan daun akan menyebabkan tanaman menjadi teklok.

Perakaran juga mengalami kematian perlahan, sehingga tanaman tidak bernasib baik layak zat makanan dan air.  Seterusnya, lebih banyak dedaunan yang gugur dan kualitas biji kemaluan akan mengalami penerjunan.  Kesegaran tanaman akan terus menerus menurun, dan apabila tanaman tidak mujur perawatan dengan layak air dan gizi, pohon akan berhenti tumbuh dan mengalami kematian.  Secara umum, penyebab penyakit mati perlahan ini yaitu kekurangan gizi, cahaya dan air.

Cara mengatasi keburukan ini yakni dengan menggapil tanaman kopi secara sehat.  Menanam spesies kopi yang direkomendasikan sesuai kondisi agroklimat.  Sinar matahari diatur sekitar 50%.  Penyiraman dengan cukup air terutama di perian kemarau.  Serta, pemupukan terprogram dengan pupuk yang mengandung hara nitrogen dan kalium intern jumlah yang cukup.

Penyusun: Kres Dahana, SP.

Referensi

plantvillage.psu.edu. – Coffee. Diseases and Pests, Deion, Uses, Propagation.

www.cabi.org. – Coffee Pests, Diseases and Their Management.

www.fao.org
– Chapter 9. Pests and Diseases. Arabica Coffee Manual for Lao.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/95968/PENYAKIT-TANAMAN-KOPI/

Posted by: holymayhem.com