Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Sayuran Di Daerah Tropis

Kode Kemendagri

Jawa Barat

Provinsi

Jabar
Transkripsi bahasa Sunda
 • Aksara Sunda ᮏᮝ ᮊᮥᮜᮧᮔ᮪
 • Pegon ڤرَوفينسي جاوا كولَون
 • Alfabet bahasa Sunda Jawa Kulon

Semenjak pojok kidal atas seia sekata penyemat jam: Gedung Sate, Cukang Taneuh, Gunung Tangkubanparahu, Puncak, Kawah Putih, Keraton Kasepuhan dan Palabuhanratu.

Bendera Jawa Barat

Lambang resmi Jawa Barat

Julukan:

  • Tatar Sunda
  • Pasundan
Motto:

Gemah, ripah, répéh, rapih

(Sunda)
Makmur, sentosa, sederhana, rapi

[1]

Peta

Negara
Indonesia
Sumber akar hukum pendirian UU No. 11 Tahun 1950
Periode kaprikornus 19 Agustus 1945[2]
Ibu kota Kota Bandung
Kota samudra lainnya

Daftar

    • Kota Bogor
    • Daerah tingkat Jajar
    • Kota Cimahi
    • Ii kabupaten Cirebon
    • Ii kabupaten Sukabumi
    • Kota Tasikmalaya
Kuantitas runcitruncit rezim

Daftar

  • Kabupaten: 18
  • Kota: 9
  • Kecamatan: 627
  • Kelurahan: 645
  • Desa: 5.957
Pemerintahan
 • Gubernur Ridwan Arketipe
 • Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum
 • Sekretaris Daerah Setiawan Wangsaatmaja
 • Ketua DPRD Taufik Hidayat
Luas
 • Total 35.377,76 km2
(13,659,43 sq mi)
Populasi

(2021)[3]

 • Besaran 48.782.408
 • Peringkat 1
 • Kepadatan 1.379,00/km2
(3,571,6/sq mi)
Demografi
 • Agama Islam (97,22%)

Kristen (2,45%)
— Protestan (1,83%)
— Katolik (0,65%)
Buddha (0,22%)
Hindu (0,04%)
Konghucu (0,03%)
Kepercayaan (0,01%)[4]
 • Bahasa

Daftar

  • Indonesia (konvensional)
    Sunda (dominan)
    —Sunda Priangan
    —Sunda Bogor
    —Sunda Indramayu
    —Sunda Ciamis
    —Sunda Majalengka
    —Sunda Cirebon
    —Sunda Banten
    Bahasa Cirebon
    Betawi
    Jawa
    Arab
    Tionghoa
    Bahasa Isyarat Indonesia
 • IPM Kenaikan
72,45 (2021)
Tinggi
[5]
Zona musim UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

16xxx-17xxx, 40xxx-41xxx, dan 43xxx-46xxx

Kode area telepon

Daftar

  • 021—Daerah tingkat Depok—Kota Bekasi—Kabupaten Bekasi—Cibinong (Kabupaten Bogor)
  • 022—Kota Bandung—Kota Cimahi—Soreang (Kabupaten Bandung)—Lembang – Ngamprah (Kabupaten Bandung Barat)
  • 0231—Daerah tingkat Cirebon—Sumber – Losari (Kabupaten Cirebon)
  • 0232—Kabupaten Kuningan
  • 0233—Kabupaten Majalengka
  • 0234—Kabupaten Indramayu
  • 0251—Kabupaten Bogor—Kota Bogor—Bojongsari – Sawangan (Ii kabupaten Depok)
  • 0260—Kabupaten Subang
  • 0261—Kabupaten Sumedang
  • 0262—Kabupaten Garut
  • 0263—Kabupaten Cianjur
  • 0264—Kabupaten Purwakarta—Cikampek (Kabupaten Karawang)
  • 0265—Kota Tasikmalaya—Kadipaten – Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya)—Daerah tingkat Banjar—Kabupaten Ciamis—Kabupaten Pangandaran
  • 0266—Kota Sukabumi—Palabuhanratu (Kabupaten Sukabumi)—Kabupaten Cianjur
  • 0267—Kabupaten Karawang
Kode ISO 3166 ID-JB
Cadel ki alat

Daftar

  • B (Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok)
  • D (alumnus-Keresidenan Priangan bagian barat (Bandung Raya))
  • E (eks-Keresidenan Cirebon)
  • F (keluaran-Keresidenan Bogor)
  • Kaki langit (eks-Keresidenan Karawang)
  • Z (eks-Keresidenan Priangan bagian timur)
32

Edit the value on Wikidata
APBD Rp 28.530.972.638.325,-[6]
(2015)
PAD Rp 23.989.000.087.978,-[7]
DAU Rp 3.306.552.702.000,- (2020)[8]
Lagu provinsi “Manuk Dadali”
“Bubuy Bulan”
“Tokecang”
Rumah sifat

Daftar

  • Flat Kasepuhan
  • Julang Ngapak
Senjata tradisional Kujang
Dunia tumbuhan resmi Gandaria
Fauna resmi Macan tutul jawa
Situs web jabarprov.go.id

Kar Administrasi Distrik Jawa Barat

Jawa Barat
(disingkat
Jabar, Sunda:

ᮏᮝ ᮊᮥᮜᮧᮔ᮪
,

translit.



Jawa Kulon

) adalah sebuah provinsi di Indonesia, ibu kotanya bernas di daerah tingkat Bandung. Plong tahun 2021 penduduk area Jawa Barat berjumlah 48.782.408 sukma, dengan konsistensi 1.379 jiwa/km2.[3]
Berlandaskan sensus BPS lega tahun 2010, penduduk di Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak pertama di Indonesia, penduduk aslinya merupakan suku Sunda.

Jawa Barat merupakan jantung budaya Sunda atau jamak disebut laksana Tatar Sunda/Pasundan bersama dengan provinsi Banten meskipun banyak pengelana yang menetap dan tinggal dari berbagai kaum lainnya di Indonesia terutama di wilayah metropolitan Jakarta dan migrasi di Cirebon sejak berabad abad lama.

Sejarah

Temuan ilmu purbakala di Anyer menunjukkan adanya budaya logam belek dan logam sebelum milenium purwa. Gerabah lempung prasejarah zaman buni (Bekasi kuno) bisa ditemukan memusat berpunca Anyer sampai Cirebon.
[butuh rujukan]

Wilayah Jawa Barat pada abad ke-5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara.
[titit rujukan]

Batu bertulis peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunkan dalam masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.
[butuh rujukan]

Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sebatas Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda
[butuh rujukan]
. Salah satu prasasti dari zaman Kerajaan Sunda ialah epigraf Kebon Kopi II nan berasal dari hari 932. Kerajaan Sunda beribu kota di Pakuan Pajajaran (waktu ini kota Bogor).
[titit rujukan]

Pada abad ke-16, Kesultanan Demak merecup menjadi kutub ekonomi dan politik Kekaisaran Sunda. Dermaga Cerbon (besok menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaturan Kesultanan Demak. Pelabuhan ini kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang meleraikan diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten kembali lepas ke tangan Sultanat Cirebon dan kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.

Kerjakan menghadapi ancaman ini, Sri Baduga Maharaja, raja Sunda saat itu, lamar putranya, Surawisesa buat membuat perjanjian kubu keamanan dengan orang Portugis di Malaka kerjakan mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kalapa (waktu ini Jakarta) kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa, dibuatlah perjanjian benteng keamanan Sunda-Portugis, nan ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal, ditandatangani intern tahun 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberi akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses untuk bursa di sana. Cak bagi merealisasikan perjanjian baluwarti keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen gangguan yang disebut
padrão
di tepi Ci Liwung.

Sungguhpun perjanjian benteng keamanan dengan Portugis mutakadim dibuat, pelaksanaannya enggak dapat terwujud karena pada masa 1527 pasukan afiliasi Cirebon–Demak, dibawah didikan Fatahilah ataupun Paletehan memperhatikan dan menjinakkan pelabuhan Sunda Kalapa. Perang antara Kekaisaran Sunda dan wasilah Cirebon–Demak berlantas lima tahun setakat hasilnya pada tahun 1531 dibuat suatu perjanjian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Argo Jati dari Kesultanan Cirebon.

Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya, alias Paduka Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran raksasa dibawah tekanan Kesultanan Banten. Setelah perian 1576, imperium Sunda lain dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran (ibu daerah tingkat Kekaisaran Sunda), dan akhirnya jatuh ke tangan Sultanat Banten. Zaman pemerintahan Kesultanan Banten, negeri Priangan (Jawa Barat fragmen tenggara) roboh ke tangan Sultanat Mataram.

Jawa Barat sebagai area otonom ditetapkakn sreg periode 1926 ketika pemerintah Hindia Belanda membentuk Kawasan Jawa Barat. Penetapannya n domestik rangka pembaharuan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi pemerintahan. Status ini secara resmi ditetapkan lega terlepas 1 Januari 1926 melalui
staatsblad
(benang negara) nomor 326 pada tahun 1926. Kemudian ditetapkan sekali lagi dalam
staatsblad
nomor 27, 28 dan 438 pada tahun 1928, dan
staatsblad
nomor 507 pada tahun 1932.[9]

Pembentukan provinsi Jawa Barat ialah pelaksanaan
Bestuurshervormingwet
waktu 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-ahadiat area wilayah. Sebelum masa 1925, digunakan istilah
Soendalanden
(Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menamai bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy nan sebagian samudra dihuni oleh penduduk yang memperalat bahasa Sunda umpama bahasa ibu.

Puas 17 Agustus 1945, Jawa Barat berintegrasi menjadi bagian berpangkal Republik Indonesia. Ibukota Jawa Barat berpindah ganti berganti. Ibukota Jawa Barat yang mula-mula ditempatkan di Bandung pada 19 Agustus 1945[10]
dipindah ke Indihiang, Tasikmalaya puas 21 Juli 1947.[11]
Petuah beberapa hari kemudian,
[penis rujukan]

ibukota Jawa Barat dipindah dari Indihiang ke Lebak Siuh tinggal ke Culamega kemudian ke Tawangbanteng.[11]
Raden Mas Sewaka kemudian ditangkap Belanda[11]
intern Agresi Militer Belanda I.
[butuh rujukan]

Ibukota Jawa Barat kemudian dipindah ke Wanayasa, Purwakarta puas 17 Agustus 1948.[11]
Saat ibukota Jawa Barat dipindah ke Wanayasa, Oja Soemantri membentuk pemerintahan Jawa Barat dengan merek Pemerintahan Republik Jawa Barat (PRJB).[11]
PRJB koteng merupakan suatu republik yang menolak Perjanjian Renville namun masih menyatakan konstan pada nyawa pemberitahuan 17 Agustus 1945.[11]
Ketika Raden Mas Sewaka menjadi gubernur, ibukota Jawa Barat dipindah dari Wanayasa ke Subang, Kuningan.[11]
Hal tersebut dilakukan lakukan menjaga keamanan akibat Agresi Militer Belanda II.

Tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang adalah riuk satu negara bagian mulai sejak Republik Indonesia Persekutuan dagang sebagai hasil lega dada tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) andai perwakilan PBB. Jawa Barat sekali lagi bergabung dengan Republik Indonesia plong tahun 1950.

Geografi

Negeri Jawa Barat berada di babak barat Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan Provinsi Banten, Distrik DKI Jakarta, dan Laut Jawa di sebelah utara, Area Jawa Paruh dan Laut Jawa di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah kidul, serta Area Banten dan Daerah DKI Jakarta di arah barat.

Kawasan pantai lor merupakan legok rendah. Di episode tengah ialah gunung-gunung, yaitu episode bersumber nikah pegunungan yang membujur bersumber barat hingga timur Pulau Jawa. Titik tertingginya adalah Giri Ciremay, yang ki berjebah di sebelah barat daya Kota Cirebon. Sungai-sungai yang cukup terdahulu adalah Sungai Citarum dan Batang air Cimanuk, yang bermuara di Laut Jawa.

Iklim

Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan guru terendah tercatat yang dapat mencapai 9 °C di Puncak Ardi Pangrango dan teratas tercatat yang bisa menjejak 34 °C di Pantai Lor.
[butuh rujukan]

Curah hujan abu kebanyakan mencapai 2.000mm saban hari di seluruh propinsi.
[pelir rujukan]

Akan halnya siram hujan di sejumlah arena di wilayah pegunungan berkisar antara 3.000mm setakat 5.000mm per tahun.
[butuh rujukan]

Pemerintahan

Kabupaten dan Kota

No. Kabupaten/kota Ibu kota Bupati/pengampu kota Luas wilayah (km2)[13] Jumlah penghuni (2020)[14] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang

Coat of arms of West Java.svg

Peta lokasi
1 Kabupaten Bandung Soreang Dadang Supriatna 1.767,96 3.623.790 31 10/270

Lambang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia.svg

32.04.00 JawaBarat Bandung Kabupaten.svg
2 Kabupaten Bandung Barat Ngamprah Hengky Kurniawan 1.305,77 1.788.336 16 -/165

Kab Bandung Barat.svg

32.17.00 JawaBarat Bandung Barat.svg
3 Kabupaten Bekasi Cikarang Pusat Dani Ramdan (Pj.) 1.224,88 3.113.071 23 7/180

Lambang Kabupaten Bekasi.svg

32.16.00 JawaBarat Bekasi Kabupaten.svg
4 Kabupaten Bogor Cibinong Iwan Setiawan (Plt.) 2.710,62 5.427.068 40 19/416

Lambang Kabupaten Bogor.svg

32.01.00 JawaBarat Bogor Kabupaten.svg
5 Kabupaten Ciamis Ciamis Herdiat Sunarya 1.414,71 1.229.069 27 7/258

LAMBANG KABUPATEN CIAMIS.svg

32.07.00 JawaBarat Ciamis.svg
6 Kabupaten Cianjur Cianjur Herman Suherman 3.840,16 2.477.560 32 6/354

Lambang Kabupaten Cianjur.svg

32.03.00 JawaBarat Cianjur.svg
7 Kabupaten Cirebon Sumber Imron Rosyadi 984,52 2.270.621 40 12/412

Coat of arms of Cirebon Regency.svg

32.09.00 JawaBarat Cirebon Kabupaten.svg
8 Kabupaten Garut Tarogong Daksina Rudi Gunawan 3.074,07 2.585.607 42 21/421

Lambang Kabupaten Garut.svg

32.05.00 JawaBarat Garut.svg
9 Kabupaten Indramayu Indramayu Nina Agustina 2.040,11 1.834.434 31 8/309

Seal of Indramayu Regency.svg

32.12.00 JawaBarat Indramayu.svg
10 Kabupaten Karawang Karawang Barat Cellica Nurrachadiana 1.652,20 2.439.085 30 12/297

LAMBANG KABUPATEN KARAWANG.svg

32.15.00 JawaBarat Karawang.svg
11 Kabupaten Kuningan Kuningan Acep Purnama 1.110,56 1.167.686 32 15/361

Seal of Kuningan Regency.svg

32.08.00 JawaBarat Kuningan.svg
12 Kabupaten Majalengka Majalengka Karna Sobahi 1.204,24 1.305.476 26 13/330

Lambang Kabupaten Majalengka.svg

32.10.00 JawaBarat Majalengka.svg
13 Kabupaten Pangandaran Parigi Jeje Wiradinata 1.010,00 423.667 10 -/93

Logo-pangandaran-perbup.no.4.thn.2013.png

32.18.00 JawaBarat Pangandaran.svg
14 Kabupaten Purwakarta Purwakarta Anne Ratna Mustika 825,74 997.869 17 9/183

Seal of Purwakarta Regency.svg

32.14.00 JawaBarat Purwakarta.svg
15 Kabupaten Subang Subang Ruhimat 1.893,95 1.595.320 30 8/245

Seal of Subang Regency.svg

32.13.00 JawaBarat Subang.svg
16 Kabupaten Sukabumi Palabuhanratu Marwan Hamami 4.145,70 2.725.450 47 5/381

Lambang Kab Sukabumi.svg

32.02.00 JawaBarat Sukabumi Kabupaten.svg
17 Kabupaten Sumedang Sumedang Utara Dony Ahmad Munir 1.518,33 1.152.507 26 7/270

Coat of arms of Sumedang Regency.svg

32.11.00 JawaBarat Sumedang.svg
18 Kabupaten Tasikmalaya Singaparna Ade Sugianto 2.551,19 1.865.203 39 -/351

Seal of Tasikmalaya Regency.svg

32.06.00 JawaBarat Tasikmalaya Kabupaten.svg
19 Ii kabupaten Bandung Yana Mulyana 167,67 2.444.160 30 151/-

Lambang Kota Bandung.svg

32.73.00 JawaBarat Bandung Kota.svg
20 Kota Banjar Ade Uu Sukaesih 113,49 200.973 4 9/16

Seal of the City of Banjar.svg

32.79.00 JawaBarat Banjar.svg
21 Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono (Plt.) 206,61 2.543.676 12 56/-

Coat of arms of Bekasi.svg

32.75.00 JawaBarat Bekasi Kota.svg
22 Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 118,50 1.043.070 6 68/-

Emblem of Bogor.svg

32.71.00 JawaBarat Bogor Kota.svg
23 Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan (Pj.) 39,27 568.700 3 15/-

Kota Cimahi.svg

32.77.00 JawaBarat Cimahi.svg
24 Kota Cirebon Nasrudin Azis 37,36 333.303 5 22/-

Seal of the City of Cirebon.svg

32.74.00 JawaBarat Cirebon Kota.svg
25 Kota Depok Idris Abdul Shomad 200,29 2.056.335 11 63/-

Coat of arms of Depok City.svg

32.76.00 JawaBarat Depok.svg
26 Kota Sukabumi Achmad Fahmi 48,25 336.325 7 33/-

Lambang Kota Sukabumi Vektor.svg

32.72.00 JawaBarat Sukabumi Kota.svg
27 Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah (Pj.) 171,61 716.155 10 69/-

Seal of the City of Tasikmalaya.svg

32.78.00 JawaBarat Tasikmalaya Kota.svg

Kabupaten dan Kota Jawa Barat

Peta Jawa Barat dengan daftar pembagian Kabupaten.

Jawa Barat terdiri atas 18 kabupaten dan 9 kota. Kota-kota hasil pemekaran sejak musim 1996 adalah:

  • Kota Bekasi, dimekarkan berusul Kabupaten Bekasi plong tahun 1996
  • Ii kabupaten Depok, dimekarkan berpangkal Kabupaten Bogor plong tahun 1999
  • Kota Cimahi, dimekarkan bersumber Kabupaten Bandung sreg tahun 2001
  • Kota Tasikmalaya, dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2001
  • Kota Saf, dimekarkan berasal Kabupaten Ciamis pada tahun 2002
  • Kabupaten Bandung Barat, dimekarkan dari Kabupaten Bandung hari 2007
  • Kabupaten Pangandaran, dimekarkan dari Kabupaten Ciamis tahun 2012


Kecamatan, Desa dan Kelurahan

Kar Administratif Kewedanan Jawa Barat yang Menunjukkan Perenggan-Tenggat Kabupaten/Ii kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan

Provinsi Jawa Barat terdiri dari 18 kabupaten, 9 kotamadya, 627 kecamatan, 645 kelurahan dan 5.312 desa. Sreg masa 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 44.039.313 arwah dengan besaran luas distrik 35.377,76 km².[15]
[16]

Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota di Kawasan Jawa Barat Tahun 2017
No. Kode
Kemendagri
Kabupaten/
Kota
Luas Area

(km²)
Penduduk

(2017)
2017
Kecamatan Kelurahan Desa
1 32.04 Kab. Bandung 1.767,96 3.522.724 31 10 270
2 32.17 Kab. Bandung Barat 1.305,77 1.616.203 16 165
3 32.16 Kab. Bekasi 1.224,88 2.554.376 23 7 180
4 32.01 Kab. Bogor 2.710,62 4.246.307 40 19 416
5 32.07 Kab. Ciamis 1.414,71 1.228.294 27 7 258
6 32.03 Kab. Cianjur 3.840,16 2.246.663 32 6 354
7 32.09 Kab. Cirebon 984,52 2.099.089 40 12 412
8 32.05 Kab. Garut 3.074,07 2.210.017 42 21 421
9 32.12 Kab. Indramayu 2.040,11 1.845.205 31 8 309
10 32.15 Kab. Karawang 1.652,20 2.110.476 30 12 297
11 32.08 Kab. Kaleng 1.110,56 1.132.610 32 15 361
12 32.10 Kab. Majalengka 1.204,24 1.266.981 26 13 330
13 32.18 Kab. Pangandaran 1.010,00 406.898 10 93
14 32.14 Kab. Purwakarta 825,74 912.708 17 9 183
15 32.13 Kab. Subang 1.893,95 1.552.925 30 8 245
16 32.02 Kab. Sukabumi 4.145,70 2.523.992 47 5 381
17 32.11 Kab. Sumedang 1.518,33 1.135.818 26 7 270
18 32.06 Kab. Tasikmalaya 2.551,19 1.713.677 39 351
19 32.73 Ii kabupaten Bandung 167,67 2.404.589 30 151
20 32.79 Kota Leret 113,49 201.191 4 9 16
21 32.75 Ii kabupaten Bekasi 206,61 2.409.083 12 56
22 32.71 Kota Bogor 118,50 1.005.012 6 68
23 32.77 Kota Cimahi 39,27 532.988 3 15
24 32.74 Kota Cirebon 37,36 325.767 5 22
25 32.76 Kota Depok 200,29 1.809.120 11 63
26 32.72 Kota Sukabumi 48,25 334.033 7 33
27 32.78 Daerah tingkat Tasikmalaya 171,61 692.567 10 69
Total Jawa Barat 35.377,76 44.039.313 627 645 5.312

Daftar Gubernur

Berikut ialah daftar Gubernur Jawa Barat:[17]

No. Gubernur Potret Mulanya Akhir Partai Wakil Periode Ref.
1 Sutardjo Kartohadikusumo
(1892–1976)
Gubernur Jawa Barat Sutardjo Kertohadikusumo.jpg 19 Agustus 1945 Desember 1945 Partai Indonesia Raya Jusuf Adiwinata (1945–1949) 1 [18]
2 Djamin
(1903–1957)
Mr. datuk djamin 1945-1946.jpg Desember 1945 Juni 1946 Non Partai 2
3 Murdjani
(1905–1956)
Moerdjani, Kami Perkenalkan (1954), p53.jpg Juni 1946 1 April 1947 Partai Indonesia Raya 3
4 Sewaka
(1895–tidak diketahui)
Mr. mas sewaka 1947-1948, 1950-1952.jpg 1 April 1947 25 April 1951 Partai Indonesia Raya 4 [ket. 1]
[19]
[20]
[21]
Ipik Gandamana (1949–1952)
25 April 1951 10 September 1951
[a]
5 [22]
[23]
5 Sanusi Hardjadinata
(1914–1995)
Governor of West Java Sanusi Hardjadinata.jpg 1 Juli 1951 9 April 1957 Puak Nasional Indonesia 6 [ket. 2]
[24]
Lowong 9 April 1957 1 Juli 1957 N/A
6 Ipik Gandamana
(1906–1979)
Ipik Gandamana Sumawinata, Gubernur Jawa Barat.png 1 Juli 1957 6 Februari 1960
[b]
Ikatan Pendukung Kemandirian Indonesia 7
Oja Somantri
(1914–lain diketahui)
Oja Somantri.jpg Januari 1958 6 Februari 1960 Majelis Syuro Muslimin Indonesia
7 Mashudi
(1921–2005)
Gubernur Jawa Barat Mashudi.jpg 6 Februari 1960 25 April 1967 Militer Astrawinata (1960–1963) 8
E. Dachjar Sudiwijaya (1963–1967)
25 April 1967 14 Februari 1970 9 [25]
Raden Sabri Gandanegara (1966–1974)
Raden Ahmad Nashuhi (1967–1973)
8 Solihin G. P.
(lahir 1926)
Gubernur Jawa Barat Solihin GP.jpg 14 Februari 1970 14 Februari 1975 Militer 10 [ket. 3]
[26]
[27]
9 Aang Kunaefi
(1922–1999)
Aang Kunaefi.jpg 14 Februari 1975 19 Mei 1980 Militer Soehoed Warnaen (1978–1980) 11
19 Mei 1980 22 Mei 1985

Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

  • Aboeng Koesman

Ekonomi dan Pembangunan

  • Soehoed Warnaen
12 [ket. 4]
[28]
10 Yogie Suardi Memet
(1929–2007)
Yogi Suardi Memet.jpg 22 Mei 1985 19 Mei 1990 Militer 13

(1985)
[29]
[30]

Pemerintahan dan Kesentosaan Rakyat

  • Suryatna Subrata

Ekonomi dan Pembangunan

  • Karna Suwanda
  • Mas Achmad Sampurna
19 Mei 1990 22 Mei 1993
[c]
14

(1990)
[31]
[32]
11 Nana Nuriana
(lahir 1938)
Governor of West Java R. Nuriana.jpg 22 Mei 1993 13 Juni 1998 Golongan Karya

Tadbir dan Kesejahteraan Rakyat

  • Ukman Sutaryan

Ekonomi dan Pembangunan

  • Mas Achmad Sampurna
15

(1993)
[33]
13 Juni 1998 13 Juni 2003

Pemerintahan

  • Husein Jachjasaputra

Kedamaian rakyat

  • Dedem Ruchlia

Ekonomi dan Pembangunan

  • Soedarna T. M.
16

(1998)
12 Danny Setiawan
(lahir 1945)
Governor of West Java Danny Setiawan.jpg 13 Juni 2003 13 Juni 2008 Partai Golongan Karya Nu’man Abdul Juri 17

(2003)
[34]
[35]
[36]
13 Ahmad Heryawan
(lahir 1966)
Governor of West Java Ahmad Heryawan.jpg 13 Juni 2008 13 Juni 2013 Partai Kesamarataan Sejahtera Dede Yusuf 18

(2008)
[37]
[38]
[39]
13 Juni 2013 13 Juni 2018 Deddy Mizwar 19

(2013)
[40]
[41]
[42]
14 Ridwan Kamil
(lahir 1971)

Sign Ridwan Kamil.png
Governor of West Java Ridwan Kamil.png 5 September 2018 Petahana Non Puak Uu Ruzhanul Ulum 20
(2018)
[43]
Legenda

Pengganti darurat

Privat timbun tadbir, koteng kepala provinsi yang mengajukan diri untuk kelepasan atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau lebih-lebih wakil gubernur, tertulis ketika posisi gubernur berada dalam tahun transisi. Berikut merupakan daftar pengganti temporer untuk jabatan Gubernur Jawa Barat.

Potret Gubernur Partai Awal Akhir Periode Definitif Ref.
Raden Oekar Bratakoesoemah Konstituante PNI.jpg Ukar Bratakusumah

(Komisaris Republik Indonesia di Jawa Barat)

PNI 22 Desember 1948 1 September 1950 4 Sewaka
Lek Laksamana.jpg Lex Laksamana

(Pelaksana Kronik)

Non Partisan 27 Maret 2008 9 April 2008 17
(2003)
Danny Setiawan [44]
The acting Regent of Bandung Perry Suparman.jpg Perry Suparman

(Pelaksana Harian)

Non Partisan 7 Februari 2013 20 Februari 2013 18
(2008)
Ahmad Heryawan [45]
Wagub Dedy Mizwar.jpg Deddy Mizwar

(Pelaksana Surat kabar)

Organisasi politik Demokrat 16 Maret 2014 26 Maret 2014 19
(2013)
[46]
4 April 2014 24 April 2014 [47]
13, 20, 25 Juni dan 1 Juli 2014 [48]
15 September 2015 5 Oktober 2015 [49]
Iwa Karniwa.jpg Iwa Karniwa

(Pelaksana Buku harian)

Non Simpatisan 13 Juni 2018 15 Juni 2018 Transisi [50]
Acting Governor of West Java Moch. Irawan.png Mochamad Iriawan

(Penjabat)

Non Simpatisan 15 Juni 2018 5 September 2018 [51]
Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Jawa Barat.png Uu Ruzhanul Ulum

(Pelaksana Harian)

PPP 18 Mei 2022 28 Mei 2022 20
(2018)
Ridwan Kamil [ket. 5]
29 Mei 2022 3 Juni 2022
9 Juni 2022 19 Juni 2022 [ket. 6]
4 Juli 2022 18 Juli 2022 [52]
Karangan

  1. ^

    Sewaka ditangkap makanya serdadu Belanda pada 22 September 1948 dan dibebaskan lega Mei 1949. Pada bulan Maret 1950, beliau kembali bertugas.

  2. ^

    Dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 112 Musim 1951, kemudian diangkat menjadi Menteri N domestik Kewedanan Indonesia.

  3. ^

    Solihin lain mau meneruskan kembali menjadi gubernur dikarenakan kebijakannya tidak disetujui Menteri Dalam Distrik Amir Machmud

  4. ^

    Sesuai dengan Keputusan Nomor 67/M Waktu 1980 tertanggal 7 Mei 1980 menargetkan Aang Kunaefi sebagai Gubernur Jawa Barat untuk masa jabatan kedua. Dilantik oleh Menteri Internal Negeri Amir Machmud plong 19 Mei 1980.

  5. ^

    Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum diangkat sebagai Pembuat Harian Gubernur sepanjang Gubernur petahana Ridwan Kamil mengamalkan lawatan kerja ke Britania Raya. Ridwan mengajukan perpanjangan cuti setelah anak sulungnya hilang dan kemudian ditemukan tenggelam di Swiss.

  6. ^

    Gubernur petahana Ridwan Eksemplar juga mengajukan cuti untuk memulangkan jenazah anak sulungnya di Rumah Sakit Insel, Swiss.
Deklarasi

  1. ^

    Sewaka dibebaskan dari jabatannya pada copot 9 Mei 1951 setelah diangkat menjadi Nayaka Pertahanan Indonesia, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 102 Periode 1951. Pensiun semenjak jabatan Gubernur Jawa Barat pada 10 September 1951.

  2. ^

    Ipik Gandamana diangkat sebagai Menteri Intern Kawasan Indonesia puas copot 10 Juli 1959.

  3. ^

    Yogie diangkat oleh Kepala negara Soeharto misal Nayaka Kerumahtanggaan Negeri Indonesia puas 27 Maret 1993.

Perwakilan Daerah

DPRD Jawa Barat beranggotakan 120 orang yang dipilih melalui pemilahan mahajana setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Jawa Barat terdiri bersumber 1 Kepala dan 5 Konsul Ketua yang berasal berasal partai kebijakan pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Jawa Barat yang sedang menjabat detik ini yaitu hasil Pemilu 2019 yang dilantik plong 2 September 2019 oleh Wakil Ketua Perbicaraan Tinggi Bandung, Arif Supratman, di Gedung Merdeka. Komposisi anggota DPRD Jawa Barat periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai kebijakan di mana Partai Gerindra merupakan partai kebijakan tuan kursi terbanyak merupakan per 25 kursi.[53]
[54]
[55]
Berikut ini yaitu komposisi anggota DPRD Jawa Barat intern tiga perian terakhir.[56]
[57]
[58]
[59]

Partai Politik Jumlah Singgasana dalam Waktu
2009-2014 2014-2019 2019-2024
 PKB 2 Kenaikan
7
Kenaikan
12
 Gerindra 8 Kenaikan
11
Kenaikan
25
 PDI-P 17 Kenaikan
20

Steady

20
 Golkar 16 Kenaikan
17
Penurunan
16
 PKS 13 Penurunan
12
Kenaikan
21
 PPP 8 Kenaikan
9
Penurunan
3
 PAN 5 Penurunan
4
Kenaikan
7
 Hanura 3
Steady

3
Penurunan
0
 Demokrat 28 Penurunan
12
Penurunan
11
 NasDem

(baru)


5
Penurunan
4
 Perindo

(yunior)


1
Jumlah Anggota 100
Steady

100
Kenaikan
120
Jumlah Partai 9 Kenaikan
10

Steady

10

Jawa Barat punya 91 wakil di DPR RI dari 11 daerah pemilihan dan empat wakil di DPD.

Ekonomi

Daerah tingkat dan Kabupaten di Jawa Barat menurut Penunjuk Pembangunan Manusia sreg tahun 2019

 80.01 ke atas

 75.01 – 80.00

 70.01 – 75.00

 65.01 – 70.00

Manufaktur

Provinsi Jawa Barat n kepunyaan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk manufaktur tersurat di antaranya elektronik, industri kulit, pengolahan makanan, tekstil, furnitur dan pabrik pesawat. Juga panas mayapada, petro dan gas, serta industri petrokimia menjadi andalan Jawa Barat. Penyokong terbesar terhadap GRDP Jawa Barat yakni sektor manufaktur (36,72%), hotel, perdagangan dan pertanaman (14,45%), totalnya sebesar 51,17%. Rontok berpangkal adanya krisis, Jawa Barat masih menjadi siasat dari industri tekstil bertamadun dan garmen nasional, berbeda dengan kewedanan enggak nan menjadi pusat dari industri tekstil tradisional. Jawa Barat menymbangkan erat seperempat dari angka total hasil produksi Indonesia di sektor non Migas. Ekspor utama tekstil, sekitar 55,45% dari total ekspor Jawa Barat, nan lainnya adalah besi baja, pangan suku, furnitur, rotan, elektronika, komponen pesawat dan lainnya.

Pertanian

Dikenal sebagai salah satu ‘lumbung gabah’ nasional, intim 23 persen bersumber total luas 29,3 ribu kilometer persegi dialokasikan kerjakan produksi beras.
[ceceh rujukan]

Tidak dimungkiri kembali, Jawa Barat yakni ‘Flat Produksi’ bagi ekonomi Indonesia,
[butuh rujukan]

hasil pertanian Provinsi Jawa Barat menyumbangkan 15 persen berpunca biji total pertanian Indonesia.
[butuh rujukan]

Hasil tanaman pangan Jawa Barat meliputi beras, kentang manis, jagung, buah-buahan dan sayuran, disamping itu juga terdapat komoditas seperti mana teh, kelapa, minyak sawit, tiras alam, sukrosa, coklat dan kopi. Perternakannya menghasilkan 120.000 ekor sapi ternak, 34% mulai sejak besaran kewarganegaraan.
[penis rujukan]

Bahari dan perikanan

Jawa Barat berhadapan dengan dua sisi segara Jawa sreg penggalan utara dan samudera Hindia di bagian selatan dengan tingkatan pantai sekitar 1000 km.
[butuh rujukan]

Berdasarkan letak inilah Kawasan Jawa Barat punya potensi perikanan nan sangat raksasa.
[objektivitas diragukan]

Untuk pesisir selatan Jawa Barat, potensi tangkapan ikan diproyeksikan menyentuh 1,2 juta ton masing-masing periode sungguhpun hasil tangkapnya yunior mencecah 11 ribu ton per tahun.[60]
Total produksi iwak di Jawa Barat mencapai 1,6 juta ton saban tahun dengan 280 mili hingga 300 ribu alias 17,5% sebatas 18,75% di antaranya berbunga dari produksi iwak sambar.[60]
Artinya, hasil sambar lauk di pesisir selatan Jawa Barat baru hingga ke 3,67% total produksi jkan tangkap di Propinsi Jawa Barat. Maklumat Dinas Nautikal dan Perikanan (DKP) Propinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa terdapat sekurang-kurangnya 120 ribu nelayan di Jawa Barat dengan jumlah pembudidaya ikan yang diperkirakan sampai ke angka jutaan anak adam.[60]

Suatu perencanaan terpadu
[maka dari itu bisa jadi?]

tengah dilaksanakan untuk pengembangan Bom Cirebon, baik sebagai pangkalan Pembantu Tanjung Priok Jakarta, maupun sebagai pelabuhan perikanan Jawa Barat nan dilengkapi dengan pabrik perikanan. Potensi perairan darat tidak hanya nomplok bersumber beberapa kali besar nan mengalir di Jawa Barat. Potensi ini juga diperoleh berasal pembendungan air / Pengembang Saguling di Cirata dan Bendung Jatiluhur nan selain menghasilkan tenaga elektrik juga berguna untuk mengairi daerah pertanian dan industri perikanan air tawar.

Kuantitas penduduk dan pegawai

Dengan jumlah warga sekitar 37 juta basyar lega tahun 2003,
[butuh pemastian]

atau 16 uang dari kuantitas total pemukim Indonesia, Pertumbuhan urbanisasi di Provinsi tumbuh silam cepat, khususnya disekitar JABODETABEK (sekitar Jakarta). Jawa Barat mempunyai tenaga pegiat berpendidikan berjumlah 15,7 juta orang pada tahun 2001 maupun 18 persen berasal total nasional tenaga pekerja berpendidikan.
[penis pemastian]

Sebagian segara berkreasi pada meres perladangan, kehutanan dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor pelayanan (29%).
[burung rujukan]

Mineral dan panas bumi

Petro dapat ditemukan di sepanjang Laut Jawa, utara Jawa Barat, sementara simpanan geotermal (seronok marcapada) terdapat di beberapa derah di Jawa Barat. Lombong lain sepert Bujukan gamping, andesit, pualam, petak liat yakni pertambangan mineral yang dapat ditemukan, tertera mineral lain yang suplai depositnya lewat potensial, Emas nan dikelola PT Aneka Tambang, potensinya sebesar 5,5 million ton, dan menghasilkan 12,1 gram kencana saban ton.

Demografi

Penduduk

Piramida penduduk Kawasan Jawa Barat berdasarkan hasil sensus 2010. Legenda:

 Laki-laki

 Cewek

Peta kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat berdasarkan tingkat kepadatan warga hasil sensus 2010.

 < 2.000

 2.000 – 3.999

 4.000 – 8.999

 9.000 – 10.999

 ≥ 11.000

Jawa Barat merupakan kawasan berkaraktaristik kontras dengan dua identitas: masyarakat urban yang sebagian samudra lalu di negeri
Jabodetabek
(sekitar Jakarta) serta Bandung Raya; dan awam tradisional yang kehidupan di pedesaan yang keteter. Pada hari 2002, populasi Jawa Barat mencapai 37.548.565 jiwa, dengan rata-rata kepadatan penduduk 1.033 sekiranya/km persegi. Dibandingkan dengan nilai pertumbuhan kebangsaan (2,14% sendirisendiri perian), Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat terendah, dengan 2,02% per tahun.

Tahun 2010, jumlah penghuni provinsi Jawa Barat adalah sebanyak 43.053.732 usia yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 28.282.915 jiwa (65,69 persen) dan di negeri perdesaan sebanyak 14.770.817 jiwa (34,31 persen). Persentase rotasi penduduk menurut kabupaten/kota bervariasi dari yang terendah sebesar 0,41 persen di Kota Banjar sampai yang terala sebesar 11,08 persen di Kabupaten Bogor.

Penghuni pria Kewedanan Jawa Barat sebanyak 21.907.040 jiwa dan perempuan sebanyak 21.146.692 jiwa. Libido Neraca adalah 104, bermakna terwalak 104 suami-junjungan buat setiap 100 nona.
Seks rasio
menurut kabupaten/kota yang terendah yakni Kabupaten Ciamis sebesar 98 dan termulia yakni Kabupaten Cianjur sebesar 107. Libido Nisbah plong kerubungan nasib 0-4 sebesar 106, kerubungan umur 5-9 sebesar 106, kelompok roh lima tahunan berpunca 10 sampai 64 berkisar antara 97 sampai dengan 113, dan dan keramaian usia 65-69 sebesar 96.

Median kehidupan penduduk Provinsi Jawa Barat tahun 2010 adalah 26,86 perian. Angka ini menunjukkan bahwa warga Provinsi Jawa Barat terdaftar kategori menengah. Penduduk satu wilayah dikategorikan penduduk cukup umur bila median kehidupan < 20, penduduk menengah jika median hayat 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.

Perimbangan ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Barat yakni 51,20. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang nasib produktif (15-64 masa) terdapat sekitar 51 cucu adam hidup tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya tanggung tanggungan warga suatu wilayah. Rasio ketergantungan di area perkotaan adalah 48,84 sementara di kewedanan perdesaan 55,92.[61]

Indeks Pembangunan Khalayak

Jawa Barat yaitu salah satu provinsi termaju di Indonesia. Kalau dilihat dari Indeks Pembangunan Manusianya (IPM), Jawa Barat merupakan provinsi paling maju ke-10 di Nusantara.[62]
Saat ini IPM Jawa Barat ialah 70,05 (0,700) dan menempati harga diri pangkat.[63]
Daerah subprovinsi termaju ialah Kota Bandung dengan IPM sebesar 80,13 (0,801) yang berstatus sangat tinggi, sedangkan nan paling kecil keteter merupakan Kabupaten Cianjur dengan IPM sebesar 62,92 (0,629) yang berstatus sedang.[64]

Kata sandang yang berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia ii kabupaten dan kabupaten di Jawa Barat:

  • Daftar kabupaten dan daerah tingkat Jawa Barat menurut IPM tahun 2016
  • Daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM waktu 2015
  • Daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM periode 2014
  • Daftar kabupaten dan ii kabupaten Jawa Barat menurut IPM musim 2013
  • Daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM tahun 2012
  • Daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM tahun 2011
  • Daftar kabupaten dan kota Jawa Barat menurut IPM tahun 2010

Kaum

Penduduk jati kewedanan Jawa Barat ialah Suku Sunda. Beralaskan Cacah jiwa Indonesia 2010, kaki nasion Jawa Barat adv amat beragam. Adapun jumlah warga provinsi Jawa Barat bersendikan kaki bangsa tahun 2010 dari 42.982.865 jiwa adalah kaki Sunda sebanyak 30.889.910 jiwa (71,87%), kemudian suku Jawa 5.710.652 usia (13,29%), Betawi 2.664.143 (6,20%), Cirebon 1.812.842 spirit (4,22%).[65]
Tungkai di luar pulau Jawa terbesar yaitu suku Batak sebanyak 467.438 jiwa (1,09%), kemudian suku Minangkabau 272.018 spirit (0,63%), Tionghoa 254.920 jiwa (0,59%) dan Melayu 190.224 kehidupan (0,44%). Suku bawah Sumatra Daksina sebanyak 95.502 vitalitas (0,22%), asal Lampung 92.862 nyawa (0,22%), asal Banten 60.948 atma (0,14%), Madura 0,10% dan suku lainnya 0,99%.[65]

Berdasarkan data terbit Sensus Penduduk Indonesia 2000 dan Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini tata letak etnis atau kaki nasion di provinsi Jawa Barat:[66]

No Tungkai Total (2000) % Total (2010) %
1 Sunda 26.297.124 73,73% 30.889.910 71,87%
2 Jawa 3.939.465 11,05% 5.710.652 13,29%
3 Betawi 1.901.930 5,33% 2.664.143 6,20%
4 Cirebon 1.890.102 5,30% 1.812.842 4,22%
5 Batak 275.230 0,77% 467.438 1,09%
6 Minangkabau 168.999 0,47% 272.018 0,63%
7 Tionghoa 163.255 0,46% 254.920 0,59%
8 Melayu 190.224 0,44%
9 Asal Sumatra Daksina 95.502 0,22%
10 Lampung 92.862 0,22%
11 Madura 43.001 0,10%
13 Suku Lainnya 967.782 2,71% 428.914 0,99%
Provinsi Jawa Barat 35.668.374 100% 42.982.865 100%

Bahasa

Selain bahasa normal yakni bahasa Indonesia, mayoritas publik Jawa Barat umumnya bertutur menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa tahir mereka. Temporer di sebagian besar kewedanan timur laut provinsi Jawa Barat seperti kabupaten dan ii kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, serta sebagian utara Kabupaten Subang dan sebagian utara Kabupaten Karawang (khususnya di kecamatan Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan) dituturkan bahasa Cirebon. Di daerah pinggiran dengan DKI Jakarta seperti sebagian Kota Bekasi, Kecamatan Tarumajaya dan Babelan (Kabupaten Bekasi), kecamatan Parung dan Bojonggede serta sebagian utara Gunung Sindur (Kabupaten Bogor) dan Kota Depok penggalan utara dituturkan bahasa Betawi oleh petualang rasial Betawi.

Pemakaian bahasa kewedanan kini mulai dipromosikan pula karena banyak pengembara yang telah menggeser bahasa dan budaya Sunda. Sejumlah stasiun televisi dan radio lokal kembali menggunakan bahasa wilayah laksana bahasa pengantar pada beberapa acaranya, terutama berita dan perona pipi show, misalnya Bandung TV n kepunyaan program berita menggunakan Bahasa Sunda serta Cirebon Radio yang menunggangi ragam Bahasa Cirebon. Semacam itu kembali dengan ki alat massa cetak nan menggunakan bahasa sunda, sebagaimana majalah Manglé dan majalah Bina Da’wah yang diterbitkan oleh Dewan Da’walah Jawa Barat.

Bahasa Sunda

Bahasa Sunda adalah bahasa daerah yang minimal banyak digunakan di Jawa Barat, terutama di wilayah Parahyangan atau negeri kultur Priangan nan yakni distrik tempat dahulu tradisional Tungkai Sunda.

Bersendikan Pergub Jabar No.69 tahun 2013, Bahasa Sunda ditetapkan sebagai salah-satu mata tutorial bahasa dan sastra distrik di Jawa Barat, bersama dengan bahasa Cirebon. Bahasa Sunda diajarkan di dua tingkat tinggi pendidikan, yaitu jenjang pendidikan bawah (Sekolah Pangkal/Madrasah Ibtidaiyah lalu Sekolah Semenjana Pertama/Madrasah Tsanawiyah) dan panjang pendidikan menengah (Sekolah Sedang Atas/Madrasah Aliyah).[67]

Kerumahtanggaan membantu keberlangsungan pendidikan Bahasa Sunda di Jawa Barat, pemerintah distrik Jawa Barat bekerjasama dengan Perserikatan Padjadjaran dan Yayasan Peradaban Rancage menerbitkan
Kamus Utama, adalah kamus bahasa Sunda terlengkap yang terdiri semenjak 6 jilid, 10.000 pekarangan dan memuat 150.000 lema.[68]
[69]
Waktu ini kamus tersebut sudah lalu dikirim ke taman bacaan di Eropa seperti perpustakaan KITLV di Belanda.[70]

Bahasa Cirebon

Lega cacah jiwa 2010 kuantitas warga kawasan Jawa Barat adalah sebanyak 46.497.175 jiwa[71]
sementara besaran suku Cirebon pada sensus warga 2010 dengan pol awal sreg provinsi inti tungkai Cirebon merupakan di kabupaten Cirebon, kota Cirebon dan kabupaten Indramayu merupakan sebesar 1.812.842 jiwa, data tersebut menjelaskan bahwa jumlah suku Cirebon cak semau sekitar 4-5% berpunca total provinsi Jawa Barat. Secara budaya dan bahasa, suku Cirebon masih mewarisi kekariban-kesekatan tersebut dengan tungkai Sunda.

Kesenian

Bangunan
Mande Karesmen
pada kompleks keraton Kasepuhan tampak para
Wiyaga
(penabuh gamelan) sedang berdiskusi disela-sekedup prosesi penabuhan
kemung Sekati
sreg Idul Fitri 2014, dari jajaran
Wiyaga
terlihat
Portal
Waryo (anak dari
Ki
Empek) duduk minimum kanan,
Burik
Adnani dan kemudian
Bab
Encu

  • Pencak silat
  • Jaipong
  • Klonengan
  • Wayang kerucil
  • Wayang kerucil kulit Cirebon
  • Kuda Renggong
  • Sisingaan
  • Kuda Lumping
  • Angklung
  • Tari Kedok
  • Tari Masker Cirebon
  • Tarling
  • Degung
  • Calung
  • Tayub
  • Cianjuran
  • Kiliningan
  • Tari Ketuk Tilu
  • Rampak Kendang
  • Yanuar Wita
  • Lagu Manuk Dadali
  • Lagu Cing Cang Keling
  • Badud
  • Ronggeng Bukit

Kuliner

  • Batagor
  • Cireng
  • Comro
  • Misro
  • Tape ubi (Peuyeum)
  • Oncom
  • Ubi Cilembu
  • Mochi
  • Dodol Garut
  • Empal Gentong
  • Sega Jamblang
  • Tahi angin Majalengka
  • Kalua Jeruk
  • Kerupuk
  • Sempat Sumedang
  • Tahu Gejrot
  • Sakarosa Kakas
  • Wajit
  • Rengginang
  • Combro
  • Sate Maranggi
  • Gehu
  • Cimol
  • Bala-Barisan
  • Gulali
  • Sele Pisang
  • Asinan Bogor
  • Tutug Oncom maupun biasa disingkat Ufuk.Ozon.
  • Manisan Cianjur
  • Cireng
  • Angling
  • Hucap Kangsa
  • Adas
  • Papais Ada berbagai varian diantaranya Papais Biasa (Papais Pocong), Papais Ten, dsb.
  • Galendro Ampas Kelambir
  • Apeum
  • Ranginang
  • Gerejek atau Regejek
  • Kerupuk
  • Simpring ataupun Kicimpring
  • Saroja
  • Sambel Beledak
  • Rujak
  • Mie kocok
  • Laksa koclok

Kesegaran

Catatan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa lima kabupaten dengan kasus demam berdarah dengue minimum banyak se-Indonesia berkecukupan di wilayah Jawa Barat.[72]
Lima kabupaten tersebut menghampari Kota Bandung, dengan 4.196 kasus;[72]
Kabupaten Bandung, dengan 2.777 kasus;[72]
Daerah tingkat Bekasi, dengan 2.059 kasus;[72]
Sumedang, dengan 1.647 kasus;[72]
serta Kota Tasikmalaya, dengan 1.542 kasus.[72]

Pendidikan

Pembagian wilayah Geobudaya di Jawa Barat

 Bodebek

 Purwasuka

 Ciayumajakuning

 Priangan Barat

 Priangan Tengah

 Priangan Timur

Perlindungan dan proses pengembangan Budaya dan Bahasa nan ada di Jawa Barat secara kongrit dimulai dengan adanya Kongres Jawa Barat, senat Jawa Barat adalah sebuah wadah berkumpulnya para dedengkot mahajana Jawa Barat bagi meributkan berbagai persoalan sosial-kemasyarakatan yang ada di Jawa Barat.

Spesies budaya dan bahasa nan ada di Jawa Barat sempat diuji saat Kongres Jawa Barat yang ketiga disiapkan. Tepatnya di Kota Bandung tanggal 23 Februari 1948[73]
(namun menurut Dayat Suryana dalam bukunya yang berjudul Provinsi Kewedanan di Indonesia peristiwa tersebut terjadi sreg sungkap 28 Februari 1948[74]
.) Keseleo suatu perwakilan penghuni Jawa Barat dari suku Sunda ialah bapak Soeria Kartalegawa yang juga ketua Partai Rakyat Pasundan (PRP) mengusulkan supaya perundingan dalam rapat badan agen tersebut (Kongres Jawa Barat) dibolehkan mempergunakan Bahasa Sunda, namun bokong usulan tersebut segera disanggah oleh badal masyarakt Jawa Barat lainnya dari suku Cirebon yaitu bapak Soekardi, bapak Soekardi mencetuskan

Perguruan jenjang negeri

  • Institut Agama Islam Provinsi (IAIN) Syekh Nurjati, Cirebon
  • Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (PKPP) , Pangandaran
  • Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Karawang
  • Institut Pemerintahan Dalam Provinsi (IPDN), Sumedang
  • Jamiah Pertanian Bogor (IPB), Bogor
  • Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan lokasi kampus di Bandung, Sumedang, dan Cirebon
  • Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Bandung
  • Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung (Poltekkes),Bandung
  • Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN), d/h Politeknik Mekanik Swis-ITB Bandung, Bandung
  • Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), d/h Politeknik ITB Bandung, Bandung
  • Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) , d/h Politeknik UI, Kota Depok
  • Politeknik Daerah Sukabumi (Polsu), Sukabumi
  • Politeknik Wilayah Indramayu, Indramayu
  • Sekolah Panjang Ketenteraman Sosial (STKS Bandung), Bandung
  • Sekolah Tangga Pelancongan Bandung (STPB), d/h National Hotel Institute (NHI), Bandung
  • Sekolah Jenjang Seni Indonesia Bandung (STSI Bandung), d/h ASTI Bandung, Bandung
  • Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT), d/h Universitas Teknologi Tekstil (ITT), Bandung
  • Sekolah Panjang Transportasi Darat (STTD), Bekasi
  • Universitas Indonesia (UI), Kota Depok
  • Sekolah tinggi Islam Internasional Indonesia (UIII), Daerah tingkat Depok
  • Perserikatan Islam Area Ratu Argo Djati (UIN Bandung), Bandung
  • Institut Padjadjaran (Unpad), dengan lokasi kampus di,Bandung dan Sumedang
  • Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (Kampus Limo, UPNVJ), Depok
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), d/h IKIP Bandung, dengan lokasi kampus pusat di Bandung, dan kampus area di Kabupaten Bandung, Purwakarta, Sumedang, dan Tasikmalaya
  • Universitas Siliwangi (UNSIL), Tasikmalaya
  • Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Karawang

Perguruan tinggi swasta

  • Institut Teknologi Nasional (Itenas), di Bandung
  • Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), di Tasikmalaya
  • Institut Agama Islam Darussalam Ciamis (IAID) di Ciamis
  • Perguruan tinggi Teknologi Maksud Bangsa (ITHB), di Bandung
  • Universitas Telkom, di Bandung
  • Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), di Bandung
  • Sekolah Strata Hobatan Ekonomi Gici (STIE GICI), di Kota Depok
  • Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani),di Bandung
  • Universitas Langlangbuana (Unla), di Bandung
  • Institut Kristen Maranatha, di Bandung
  • Perguruan tinggi Islam Bandung (Unisba), di Bandung
  • Perserikatan Pasundan (Unpas), di Bandung
  • Jamiah Widyatama (Utama), di Bandung
  • Perhimpunan Garut (Uniga), di Garut
  • Perhimpunan Islam Nusantara (Uninus), di Bandung
  • Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), di Cirebon
  • Universitas Perjuangan (Unper), di Tasikmalaya
  • Perkumpulan Perak (Unigal), di Ciamis
  • Institut Ibn Khaldun Bogor (UIKA), di Bogor
  • Universitas Pakuan (Unpak), di Bogor
  • Jamiah Komputer jinjing Indonesia (Unikom), di Bandung
  • Universitas Winaya Mukti (Unwim), di Jatinangor Sumedang
  • Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), di Jatinangor Sumedang
  • Universitas Sebelas April (Unsap), di Sumedang
  • Universitas Informatika dan Niaga Indonesia (Unibi), di Bandung
  • Sekolah tinggi Majalengka (Unma), di Majalengka
  • Sekolah tinggi Kuningan (Uniku), di Kuningan
  • Sekolah Tahapan Kebugaran Perunggu (STIKKU), di Gangsa
  • Sekolah Tinggi Agama Selam Al-Ihya (STAI Al-Ihya), di Kuningan
  • Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa (STAIA), di Bekasi
  • Sekolah Tingkatan Aji-aji Ekonomi Ipwija Jakarta (STIE Ipwija), di Gunung Putri, dan Cileungsi, Kabupaten Bogor
  • Jamiah Hukum Bandung (STHB), di Bandung
  • Jamiah Bale Bandung (Unibba), di Bandung
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al-Ishlah (STEI Al-Ishlah), di Cirebon
  • Universitas Teknologi Nusa Putra (STT NUSA PUTRA), di Sukabumi
    [75]
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Amin (STAI Al-Amin), di Sukabumi
  • Perkumpulan Tata Informatika Komputer jinjing Tasikmalaya (STMIK Tasikmalaya), di Kota Tasikmalaya
  • Perhimpunan Wiralodra (Unwir), di Indramayu
  • Perhimpunan Subang (Unsub), di Subang
  • Universitas Gunadarma (UG), di Ii kabupaten Depok
  • Perkumpulan Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), di Sukabumi
  • Universitas Sukabumi (Unsu), di Sukabumi
  • Universitas Presiden (PresUniv), di Bekasi
  • Universitas Purwakarta (Unpur), di Purwakarta
  • Jamiah Sutan Mahesa (Unsuma), di Sukabumi Lor
  • Sekolah Tinggi Agama Selam Al-Muttaqien (STAI Al-Muttaqien) di Purwakarta
  • Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana (STT Wastukancana), di Purwakarta
  • Politeknik Pos Indonesia (Polposindo), di Bandung
  • Perkumpulan Muhammadiyah Bandung (Unimba), di Bandung
  • Universitas Suryakancana (Partikel), di Cianjur
  • Perkumpulan Investigasi Islam Fahmina (ISIF), di Cirebon
  • Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), di Cirebon
  • Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon (UNTAG) di Cirebon
  • Universitas Perjuangan Tasikmalaya (UNPERTAS) di Tasikmalaya
  • Perhimpunan Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) di Tasikmalaya
  • Jamiah Ilmu Kesehatan (STIKES) Prima Indonesia di Babelan, Bekasi
  • Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi (IKIP Siliwangi) di Bandung
  • Institut Pendidikan Indonesia (IPI), di Garut
  • Perkumpulan Kewarganegaraan, di Bandung

Pelancongan

Alamat-objek pelancongan yang menggandeng dan banyak dikunjungi di daerah Jawa Barat:

1. Kawah Ceria, Ciwidey, Kabupaten Bandung

2. Taman Wiladatika, Cimanggis, Ii kabupaten Depok

3. Saung Talaga, Pancoran Mas, Daerah tingkat Depok

4. Situ Cikabuyutan, Cilebak, Kabupaten Kaleng

5. Situ Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung

6. Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat

7. Yojana Hutan Raya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat

8. Danau Buleud, Kabupaten Purwakarta

9. Tipar Raya Bogor, Ii kabupaten Bogor

10. Talaga Corak, Puncak, Kabupaten Bogor

11. Yojana Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor

12. Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor

13. Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran

14. Curug Cibeureum, Cipanas, Kabupaten Cianjur

15. Puncak, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur

16. Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Cianjur

17. Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur

18. Taman Pariwisata Gunung Gede Pangrango, Cipanas, Kabupaten Cianjur

19. Reservoir Cirata, Kabupaten Cianjur

20. Keraton Kasepuhan, Daerah tingkat Cirebon

21. Kastil Kanoman, Daerah tingkat Cirebon

22. Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon

23. Keraton Kaprabonan, Kota Cirebon

24. Yojana Air Sunyaragi, Kota Cirebon

25. Plangon, Kabupaten Cirebon

26. Belawa, Kabupaten Cirebon

27. Trusmi, Kabupaten Cirebon

28. Wanawisata Ciwaringin, Kabupaten Cirebon

29. Cikalahang, Kabupaten Cirebon

30. Cipanas, Kabupaten Garut

31. Bendungan Walahar, Klari, Kabupaten Karawang

32. Curug Bandung, Tegalwaru, Kabupaten Karawang

33. Curug Cigeuntis, Tegalwaru, Kabupaten Karawang

34. Curug Cipanundaan, Tegalwaru, Kabupaten Karawang

35. Pantai Ambang Baru, Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang

36. Pesisir Pakis Jaya, Paku Jaya, Kabupaten Karawang

37. Tepi laut Samudera Baru, Pedes, Kabupaten Karawang

38. Pantai Tanjung Plonco, Tempuran, Kabupaten Karawang

39. Pantai Tirtamaya, Juntinyuat, Kabupaten Indramayu

40. Linggarjati, Kabupaten Kangsa

41. Candi Semangat, Batujaya, Kabupaten Karawang

42. Candi Blandongan, Batujaya, Kabupaten Karawang

43. Waduk Darma, Kabupaten Kuningan

44. Curug Putri, Kabupaten Kuningan

45. Tong Cilengkrang, Kabupaten Belek

46. Liang Seronok, Kabupaten Tin

47. Serasah Sidomba, Kabupaten Kuningan

48. Curug Landung, Kabupaten Kuningan

49. Tasik Cicerem, Kabupaten Kuningan

50. Paseban, Kabupaten Kuningan

51. Cigugur, Kabupaten Gangsa

52. Hutan Ii kabupaten, Kabupaten Kuningan

53. Kebun Raya Kangsa, Kabupaten Kangsa

54. Palutungan, Kabupaten Tin

55. Curug Ambang Jaya, Kabupaten Majalengka

56. Situ Sangiang, Kabupaten Majalengka

57. Taman Buana Marga, Kabupaten Majalengka

58. Tirta Luhur, Kabupaten Majalengka

59. Menara air Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta

60. Ciater, Kabupaten Subang

61. Argo Tangkuban Perahu, Kabupaten Subang

62. Pesisir Blanakan, Blanakan, Kabupaten Subang

63. Rantau Pondok Bali, Legon Kulon, Kabupaten Subang

64. Penangkaran Buaya, Blanakan, Kabupaten Subang

65. Pantai Dermaga Sultan, Kabupaten Sukabumi

66. Rantau Ujung Genteng, Ciracap, Kabupaten Sukabumi

67. Kampung Toga, Kabupaten Sumedang

68. Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang

69. Haud Gede, Kota Tasikmalaya

70. Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya

71. Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya

72. Godong Ijo, Bojongsari, Daerah tingkat Depok 73. Situ Bagendit, Kabupaten Garut

74. Pantai Santolo, Kabupaten Garut

75. Telaga Cilodong, Cilodong, Kota Depok

76. Tepi laut Rancabuaya, Kabupaten Garut

77. Kampung 99 Pepohonan, Limo, Ii kabupaten Depok

78. Curug Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

79. D’Kandang Amazing Farm, Sawangan, Kota Depok

80. Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat

81. Masjid Dian Al-Mahri, Limo, Ii kabupaten Depok

82. Situ Pengasinan, Sawangan, Kota Depok

83. Situ Pengarengan, Sukmajaya, Kota Depok

84. Situ Lengkong, Panjalu, Kabupaten Ciamis.

85. Museum Memori Rasul Muhammad, Sukmajaya, Kota Depok

86. Pelan Kota Depok, Cilodong, Kota Depok

87. Apartemen Ubin F Widayanto, Beji, Kota Depok

88. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Ii kabupaten Depok

89. Riam kecil Curug Nangka Indah, Tamansari, Kabupaten Bogor

90. Taman Hutan Raya Pancoran Mas, Pancoran Mas, Daerah tingkat Depok

91. TWM Park, Cisarua, Kabupaten Bogor

92. Rimba Kota Institut Indonesia (UI), Beji, Kota Depok

93. Devoyage Bogor, Bogor Daksina, Ii kabupaten Bogor

94. Museum Ilmu hewan Bogor, Bogor Perdua, Kota Bogor

95. Curug Cisurian, Jalaksana, Kabupaten Tin

96. Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu

97. Bukit Munara, Rumpin, Kabupaten Bogor

Referensi


  1. ^


    Sigar, Edi (1996).
    Buku Pintar Indonesia. Jakarta: Pustaka Delaprasta.





  2. ^

    Tempo.com: Ulang tahun Jawa Barat Ditetapkan Rontok 19 Agustus 1945
  3. ^


    a




    b




    “Kawasan Jawa Barat Dalam Angka 2022”
    (pdf).
    www.jabarprov.go.id. hlm. 9, 104. Diakses rontok
    20 Juni
    2022
    .





  4. ^


    “Total Penghuni Berdasarkan Agama Kepercayaan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Barat”.
    www.data.jabarprov.go.id. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2020-02-04. Diakses tanggal
    4 Februari
    2020
    .





  5. ^


    “Penunjuk Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    26 November
    2021
    .





  6. ^

    APBD Pergantian Jawa Barat 2015

  7. ^

    PAD Jawa Barat 2014

  8. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota N domestik APBN Tepi langit.A 2020”
    (PDF).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal
    26 Januari
    2021
    .





  9. ^


    BPS Provinsi Banten (2019).
    Pelancongan Banten intern Poin Periode 2019
    (PDF). Dinas Pariwisata Provinsi Banten. hlm. 50.





  10. ^


    Sitompul, Martin (30 November 2018). “Gubernur di Perdua Operasi Anti Mata-Indra penglihatan: Cerita Soetardjo saat terpenjara n domestik sebuah operasi pembersihan para tajam tilikan sandi Belanda”.
    Majalah Historia. Jakarta Barat. Diakses tanggal
    22 Agustus
    2022
    .




  11. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    Arifianto, Bambang (22 Agustus 2022). “Jabar Pernah Terbelah Kantor Gubernur Berpindah”.
    Pikiran Rakyat. Bandung. hlm. 10.





  12. ^

    Pemerintah Kabupaten Subang – Kawah Tangkuban Parahu

  13. ^


    “Kode dan Data Wilayah Administrasi Tadbir (Permendagri No.137-2017) – Kementerian Dalam Negeri – Republik Indonesia”.
    www.kemendagri.go.id
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan terbit versi tahir rontok 2017-04-29. Diakses tanggal
    2018-07-10
    .





  14. ^


    “Potret Sensus Penduduk 2020 Provinsi Jawa Barat Menentang Satu Data Kependudukan Indonesia”. Jasmani Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 22 Februari 2021. hlm. 24. Diakses rontok
    1 April
    2021
    .





  15. ^


    “Statuta Menteri Kerumahtanggaan Negeri Nomor 137 Waktu 2017 mengenai Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi zakiah rontok 29 Desember 2018. Diakses rontok
    3 Oktober
    2019
    .





  16. ^


    “Statuta Nayaka Dalam Distrik Nomor 72 Musim 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 adapun Kode dan Data Area Administrasi Tadbir”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi jati
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses copot
    15 Januari
    2020
    .





  17. ^


    “Jabar internal Grafis: Sejarah Ketua”.
    Pemerintah Area Jawa Barat. 2014. Diarsipkan dari versi kudus rontok 2020-11-28. Diakses copot
    12 Mei
    2018
    .





  18. ^


    “Gubernur Jawa Barat Memurukkan Beras Belanda”.
    Historia.id. 25 Agustus 2019. Diakses sungkap
    9 Juni
    2020
    .





  19. ^


    “Keputusan Presiden No. 60 Tahun 1951 adapun Pengangkatan Ari-ari Sewaka sebagai Gubernur Superior Daerah Propinsi Otonom Jawa Barat”
    (PDF).
    Sekretariat Kabinet RI. 25 April 1951. Diarsipkan dari versi kudus
    (PDF)
    copot 2020-06-09. Diakses tanggal
    18 November
    2019
    .





  20. ^


    “Raden Mas Sewaka: Gubernur Jawa Barat Masa Kritis”.
    Koransulindo. 5 Juni 2018. Diakses copot
    9 Juni
    2020
    .





  21. ^

    Harian Revolusi Indonesia Jilid V Books.google.co.id. Diakses tanggal 19 Juni 2020

  22. ^


    “Dokumen Keputusan Presiden”.
    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Jaringan Dokumentasi dan Kenyataan Hukum. Diakses tanggal
    9 Juni
    2020
    .





  23. ^


    “Keppres No. 177 tahun 1951 tentang Perberhentian Majikan Daerah Jawa Barat”
    (PDF).
    Sistem Kabar Perundangan-undangan Sekretariat Kabinet RI. Kepaniteraan Kabinet RI. 10 September 1951. Diarsipkan bermula versi kudrati
    (PDF)
    tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal
    12 Mei
    2018
    .





  24. ^


    “Kiprah Gubernur Jawa Barat Sanusi Hardjadinata dan Pangdam Siliwangi Kolonel Kawilarang 1951-1953 : Suatu Garitan Awal”.
    Kompasiana. 14 September 2012. Diakses copot
    9 Juni
    2020
    .





  25. ^

    Malam Bencana 1965 Kerumahtanggaan Belitan Krisis Kewarganegaraan Books.google.co.id

  26. ^

    Riwajat hidup anggota-anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Books.google.co.id

  27. ^


    “Solihin GP, gubernur merakyat ajak Soeharto mandi di wai”.
    Merdeka.com. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. 24 Februari 2013. Diakses sungkap
    6 Juni
    2020
    .





  28. ^

    Platform Departemen Intern Negeri Books.google.co.id

  29. ^


    “Presiden Kepada Gubernur Jabar: Jangan Sampai Tergoda Kursi, Harta, Wanita”.
    Soeharto.co. 22 Mei 1985. Diarsipkan bersumber versi asli copot 2020-06-09. Diakses tanggal
    28 Mei
    2020
    .





  30. ^


    Administrator (25 Mei 1985). “Dilantik”.
    Tempo.co
    . Diakses sungkap
    15 Juli
    2022
    .





  31. ^


    Administrator (19 Mei 1980). “Pelantikan”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    29 April
    2022
    .





  32. ^


    Administrator (7 November 1992). “Wisuda”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    29 April
    2022
    .





  33. ^


    Administrator (29 Mei 1993). “Pelantikan”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    18 Juni
    2020
    .





  34. ^


    ORS; Hidayat, Patria (22 Mei 2003). “Dani Setiawan-Nu`man Abdul, Gubernur dan Wagub Mahakuasa”.
    Liputan6.com
    . Diakses tanggal
    13 Juni
    2018
    .





  35. ^


    Ridho, Poernomo Gontha (25 September 2003). “Honda Resmikan Pabrik Transmisi Otomatis”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    13 Juni
    2018
    .





  36. ^


    Ade Afriandi, Mochamad (4 September 2003). “Thesis UGM: Konformitas Strategi Pemerintah Kota Bandung Terhadap Karakteristik Sp Asial Pedagang Kaki Lima”
    (PDF).
    Jamiah Gadjah Mada & Badan Pembangunan Nasional
    . Diakses rontok
    13 Juni
    2018
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  37. ^


    Januar, TB Gunung (13 Juni 2008). “Inilah Ikrar Hade Saat Kampanye”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    13 Juni
    2018
    .





  38. ^


    KPL; RIF, ed. (22 April 2008). “Hade Formal Jadi Gubernur dan Wagub Jabar Terseleksi”.
    Merdeka.com
    . Diakses tanggal
    3 Juni
    2018
    .





    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]



  39. ^


    A15; MHF; BAY (23 April 2008). “Heryawan Terpilih laksana Gubernur Jawa Barat”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    3 Juni
    2018
    .





  40. ^


    Kuswandi, Rio (13 Juni 2013). Wadrianto, Glori K., ed. “Heryawan Resmi Dilantik sebagai Gubernur Jabar”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    13 Juni
    2018
    .





  41. ^


    Pemkot Depok (13 Juni 2013). “Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar Legal Dilantik Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat”.
    Berita Depok, Pemerintah Ii kabupaten Depok
    . Diakses terlepas
    13 Juni
    2018
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  42. ^


    TYA; AVI (13 Juni 2013). “Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Resmi Kaprikornus Gubernur dan Wagub Jabar”.
    detikcom
    . Diakses terlepas
    13 Juni
    2018
    .





  43. ^


    Bebey, Fonem. Firdaus, Randy Ferdi, ed. “Ridwan Komplet jadi gubernur Mahakuasa tulat, Oded pimpin Kota Bandung”.
    Merdeka.com
    . Diakses copot
    2018-09-04
    .





  44. ^


    “Danny setiawan Cuti dari Gubernur Jabar”.
    detikcom. 2008-03-26. Diakses sungkap
    2020-05-29
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  45. ^


    Rahardjo, Didit Putra Erlangga (2013-02-04). Suprihadi, Marcus, ed. “Gubernur Jabar Dapat Cuti”.
    Kompas.com
    . Diakses sungkap
    2020-05-29
    .





  46. ^


    “Jadi Ahli Propaganda Ahmad Heryawan Cuti 10 Hari”.
    Republika. 2014-03-13. Diakses terlepas
    2020-05-29
    .





  47. ^


    “Kaprikornus Jurkam, Aher Cuti Jadi Gubernur Sejauh 20 Hari”.
    detikcom. 2014-04-04. Diakses rontok
    2020-05-29
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  48. ^


    Kuswandi, Rio (2014-06-12). Auliani, Palupi Annisa, ed. “Heryawan: Cuti Saya Tidak Usik Pemerintahan!”.
    Kompas.com
    . Diakses rontok
    2020-05-29
    .





  49. ^


    Sudrajat, Ajat (2015-09-15). Maryati, ed. “Deddy Mizwar jadi pelaksana surat kabar Gubernur Jawa Barat”.
    ANTARA News
    . Diakses copot
    2022-07-14
    .





  50. ^


    Bebey, Aksara (11 Juni 2018). “Tugas Aher selesai, Iwa Karniwa kaprikornus Plh Gubernur Jawa Barat”.
    Merdeka.com
    . Diakses tanggal
    13 Juni
    2018
    .





  51. ^


    “M Iriawan Konvensional Makara Pj Gubernur Jabar | Republika Online”.
    Republika Online
    . Diakses tanggal
    2018-06-18
    .





  52. ^


    Ferdinan, Yuniardi (4 Juli 2022). Ferdinan, Yuniardi, ed. “Ridwan Paradigma berhaji, Uu Ruzhanul Ulum jadi Plh. Gubernur Mahakuasa”.
    ANTARA News
    . Diakses tanggal
    6 Juli
    2022
    .





  53. ^


    Dendi Ramdhani (02-09-2019). Khairina, ed. “120 Anggota DPRD Mahakuasa Resmi Dilantik di Gedung Merdeka”.
    kompas.com
    . Diakses sungkap 23-09-2019.





  54. ^


    Endah Asih Lestari (02-09-2019). “Sebanyak 120 Anggota DPRD Mahakuasa Periode 2019-2024 Resmi Dilantik”. Perhatian RAKYAT. Diakses terlepas 23-09-2019.




  55. ^


    Fabiola Febrinastri (02-09-2019). “120 Anggota DPRD Jabar 2019 – 2024 Resmi Dilantik”.
    suara.com
    . Diakses tanggal 23-09-2019.





  56. ^


    (Indonesia)
    “Rapat Pleno KPU Tetapkan Gerindra Dapat Geta Paling Banyak di DPRD Mahakuasa”. Kompas. 13 Aug 2019. Diakses tanggal
    14 Aug
    2019
    .





  57. ^


    (Indonesia)
    “Album DPRD Jawa Barat”. dprd jabar. 12 Feb 2014. Diakses sungkap
    12 Feb
    2015
    .





  58. ^


    “Ini Bikin Anggota DPRD Jabar Hasil Pemilu 2019”. JUARA NEWS. 17-05-2019. Diakses copot 23-09-2019.




  59. ^


    Oris Riswan (01-09-2014). “Biasa Dilantik, 100 Anggota DPRD Jabar Siap Bekerja”.
    okezone.com. okenews. Diakses tanggal 23-09-2019.




  60. ^


    a




    b




    c




    Nurulliah, Novianti (9 Agustus 2022). “Gelombang Tinggi: Produksi Ikan Tangkap Turun 30%”.
    Pikiran Rakyat. Bandung. hlm. 2.





  61. ^

    Sensus Pemukim 2010 – Daerah Jawa Barat. Tubuh Pusat Statistik Indonesia. Diakses 30 Juli 2013

  62. ^


    “Daftar wilayah Indonesia menurut IPM tahun 2016”.
    Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif. 2017-06-01.





  63. ^

    https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1211 Indeks Pembangunan Basyar menurut Kawasan, 2010-2016 (Metode Plonco)

  64. ^


    “Bodi Pusat Statistik Distrik Jawa Barat”.
    jabar.bps.go.id
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi kudus terlepas 2017-08-28. Diakses tanggal
    2017-08-28
    .




  65. ^


    a




    b




    “Nasional Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010”
    (PDF).
    ilmu kependudukan.bps.go.id. Badan Pusat Perangkaan. 2010. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan berusul versi kudus
    (PDF)
    rontok 2017-07-12. Diakses copot
    17 Oktober
    2021
    .





  66. ^


    “Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Pemukim 2000”
    (pdf).
    www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diakses tanggal
    20 Juni
    2022
    .





  67. ^


    “Pergub 69 Waktu 2013”
    (PDF). Diarsipkan bersumber varian asli
    (PDF)
    tanggal 2016-09-17. Diakses tanggal
    2016-09-04
    .





  68. ^

    Kamus Utama, Kamus Bahasa Sunda Terlengkap – Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat

  69. ^

    Unpad dan Yayasan Peradaban Rancage Luncurkan Kamus Terdepan Basa Sunda – Universitas Padjadjaran

  70. ^

    Kamus Tebal Bahasa Sunda Dikenalkan di Eropa | nusa | tempo.co

  71. ^


    “Staf Biro Komunikasi dan Informatika Wilayah Jawa Barat. 2011. Penduduk. [[Bandung]] : Pemerintah Provinsi Jawa Barat”. Diarsipkan berasal varian tahir tanggal 2020-08-15. Diakses tanggal
    2019-07-16
    .




  72. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    Abdul Halim, Hilmi; S., Asep M. (27 September 2022). “Potensi Kasus DBD di Jabar Tinggi”.
    Pikiran Rakyat. Kabupaten Purwakarta. hlm. 10.




  73. ^


    a




    b



    Zuhdi,Susanto. 2017. Antara Sewaka dan Soeria Kartalegawa: Dinamika Kebijakan Rezim Di Jawa Barat Pada Musim Revolusi Indonesia. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

  74. ^

    Suryana, Dayat. 2012. Kawasan Kewedanan di Indonesia. [ Scotts Valley ] : CyberSpace Independent Publishing

  75. ^

    https://nusaputra.ac.id/ diakses 14 November

Catatan

Wacana lebih lanjut

  • Raden Mas Sewaka,
    Tjorat-tjoret dari jaman ke djaman. Bandung: penerbit tidak diketahui, 1955.
  • Suwangsa, Aat; Abidin, Zaenal;
    Ir. R.H. Ukar Bratakusumah dari Jaman Penjajahan Belanda Hingga Jaman Pembangunan: Koteng Pejuang dan Gembong Pembangunan. Bandung: Yayasan Kudjang, 1995.

Lihat sekali lagi

  • Daftar kewedanan Indonesia
  • Daftar Sesar di Jawa Barat
  • Daftar Gunung di Jawa Barat

Pranala luar

  • (Indonesia)
    Situs web resmi pemerintah area Jawa Barat Diarsipkan 2022-02-27 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Situs web resmi panduan wisata Jawa Barat


Koordinat:



6°52′S
107°36′E


 / 

6.867°S 107.600°E
 /
-6.867; 107.600






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat

Posted by: holymayhem.com