Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Sayuran Di Daerah Panas

Sumber Tulang beragangan : MARDIATI ARIEF, SP

Penggarapan tanah merupakan cara untuk mengedit kondisi bodi, kimia alias biologi persil. Keadaan ini mutlak dilakukan maka itu petani sebelum melakukan penghutanan esensi, karena dengan pengolahan tanah nan baik dan moralistis maka proses penanaman akan lebih mudah dan tentunya itu baik sekali bagi benih nan akan ditanam.

Sebelum dilakukan penggodokan tanah maka terlebih adv amat kita melakukan pembersihan tanah nan akan dijadikan area pertanian (land clearing). Dalam pembersihan persil . ada beberapa prinsip yang biasa dilakukan petambak buat mengerjakan land clearing. Mulai dari manual, mekanis setakat pemakaian bulan-bulanan kimia seperti herbisida. Pembasuhan lahan dengan manual dilakukan dengan tangan manusia berbarengan dengan memperalat alat sederhana seperti cangkul, parang, dll. Sedangkan Pembilasan lahan  yang dilakukan dengan mekanis dilakukan dengan menggunakan bineka tipe mesin pertanian seperti traktor. Tujuan berbunga persiapan kapling merupakan cak bagi mengkondisikan lahan tempat khuluk sosi tanaman agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman dapat bersemi dengan baik.

Tahapan perebusan lahan

  1. Penggarapan persil primer dilakukan apabila lahan yang akan ditanami berkanjang alias berupa bongkahan serta terdapat gulma. Kedalaman pemotongan dan penjungkalan umumnya diatas 15 cm (>15 cm). Lahan dipotong kemudian diangkat terus dibalik agar sisa-sisa tanaman nan cak semau dipermukaan petak bisa terbenam di internal tanah. Penjungkalan tanah biasa dilakukan dengan cangkul, sisir, waluku, alias traktor dengan bermacam rupa jenis bajak. Seperti tenggala singkal, luku piringan, bajak rotary, tenggala chisel, tenggala subsoil, dan tenggala besar.
  2. Pengolahan tanah sekunder (kedua) suatu mandu pengolahan kapling dengan kedalaman yang makin dangkar (<15 cm) serta hasil olahannya sudah halus dengan permukaan tanah yang relatif rata (siap untuk ditanami). Pengolahan tanah kedua dilakukan kian dangkal dan tidak diperlukan pembalikan tanah yang efektif sebagaimana pengolahan lahan pertama. Perangkat yang bisa digunakan bakal mengerjakan pengolahan tanah kedua ini merupakan garu, land roller (perata tanah), dan alat lainnya.

Manfaat pengolahan tanah antara lain adalah

  1. Memperbanyak atau memperbesar total piutang rongga/pori persil. Dengan demikian maka aerasi tanah dan drainase lahan semakin baik, sehingga sediaan oksigen untuk metabolisme akar menjadi lebih lancar.
  2. Memutar sempuras tanaman secara merata ke dalam tanah bak sumur bahan organik dan zarah hara tanaman.
  3. Mengurangi resistensi petak sehingga penetrasi akar dan pembesaran umbi menjadi lebih mudah.
  1. Mengurangi organ atau bagian jaringan gulma yang tersisa di kerumahtanggaan tanah sehingga mengurangi potensi gangguannya terhadap pertumbuhan pohon, penting juga mengurangi biaya bakal pengendalian gulma sejauh periode budidaya tanaman.

Penggarapan petak dapat dilakukan dengan menunggangi cangkul maupun traktor dengan pamrih untuk menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah yang keras, sehingga struktur dan tekstur tanah memungkinkan untuk ditanami. Dalam pengolhan sebaiknya dilakukan pemupukan lebih lagi dahulu sebelum proses ini dilakukan. Hadiah pupuk organik atau anorganik saat penggemburan membuat pupuk terbaur secara rata pada salutan olah.

Pemupukan lahan

Pemupukan lahan berniat bagi membusut unsur hara dalam tanah seyogiannya tanah menjadi lebih berbenda dan dapat mencukupi kebutuhan pohon akan unsur hara.

Dengan begini pertumbuhan tumbuhan lebih optimal. Pemupukan yang diberikan lebih awal bisa seksi perkembangan akar bertambah dalam. Fertilisasi awal ini biasa disebut dengan pemupukan dasar. Jika tanah diketahui bereaksi asam, maka peladang diwajibkan bikin menaburkan kapur dolomit di lahan pertanian buat menaikkan pH tanah. Serat nan biasa dijadikan sebagai cendawan dasar adalah kawul kandang, urea, SP36, dll sesuai dengan kebutuhan barang nan ingin ditanam.

Semua tahapan anju persil pertanian ini, biasanya membutuhkan masa 16-18 waktu tergantung pada tanah yang akan dikelola.

Penutup:
Dengan dilakukannya penggodokan tanah yang baik dan benar boleh  memperbaiki kondisi fisik, kimia maupun biologi tanah serta proses penanaman akan lebih mudah dan tentunya untuk benih nan akan ditanam.

Mata air: https://8villages.com/full/petambak/article/id/5a1557f0b62e5cf65e90a8b3

Penulis
:  Mardiati Arief, SP

    Pengajar Pertanian Menengah

Wil.Bin.              : Desa Barat Lambongan Kecamatan Bontomatene

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/93068/pengolahan-tanah-untuk-pertanaman-sayuran/

Posted by: holymayhem.com