Penggunaan Microbacter Alfaafa Ma-11untuk Tanaman Sayuran


  • Saleh Rismeita Herlika


    Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

  • Carolina Diana Mual


    Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

  • Elwin


    Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari


Keywords:


Serat organik, Ma-11, Formulasi, Tanaman antah

Abstract

Pupuk kompos didefinisikan sebagai rabuk yang terdiri berpunca mangsa organik nan sudah melalui proses rekayasa oleh mikroorganisme.
Microbacter Alfaafa
– 11 (MA-11) merupakan pelecok satu aktivator yang mampu merombak bulan-bulanan organik dengan dulu cepat. Tujuan penelitian ini yaitu cak bagi mengetahui formulasi cendawan organik padat nan tepat untuk budidaya tanaman padi serta meningkatkan makrifat orang tani adapun teknik pembuatan pupuk organik padat dengan penambahan aktivator MA-11. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Gerombolan (RAK)
non faktorial
dengan 3 perlakuan, 6 ulangan dan 1 kontrol. Sejumlah objek organik yang digunakan adalah kotoran sapi (KS), sekam padi (SP), bonggol/kelesek (BP), hijauan (daun gamal) (DG), dan temukut (dedak) (D).  Perlakuan kontrol (P0) tanpa anugerah pupuk organik, perlakuan 1 (P1) dengan formula 2:1:1:1:1 (KS:SP:BP:DG:D) dan perlakuan 2 (P2) dengan formula 1:2:1:1:1 (KS:SP:BP:DG:D). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman padi, jumlah anakan dan rahim hara pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi semenjak baja organik padat yang tepat cak bagi pertumbuhan tanaman padi adalah formulasi 2:1:1:1:1 (P1) yang mana perlakuan tersebut berwibawa secara aktual sesuai dengan hasil amatan RAK dan uji BNT.

References

Abdulrachman, S., H. Sembiring & Suyamto. (2009). Pemupukan Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Pohon Antah. Ki akal Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Jakarta.

Amanillah, Zi. (2011). Pengaruh Konsentrasi EM4 pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Konsentrasi N, P dan K. Skripsi. Fakultas MIPA. Sekolah tinggi Brawijaya. Malang.

Artarizqi, A.T. (2013). MA 11, Kolaborasi Bibit penyakit Super. <http://homeschoolingkaksetosemarang.com/article/99275/ma-11-kooperasi-mikroba-super.html>. Di akses pada tanggal 28 Februari 2020.

BPS. (2019). Data luas panen dan produksi tanaman padi di indonesia https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/02/04/438/luas-panen-dan-produksi-padi-sreg-periode-2019-mengalami-penurunan-dibandingkan-hari-2018-masing-masing-sebesar-6-15-dan-7-76-uang.html. Di akal masuk puas tanggal 2 April 2020.

BPTP Kalteng. (2015). Membuat Tanah daun dengan Aktivator EM4. https://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/permakluman-mainmenu-47-47/teknologi/532-membuat-kompos-dengan-aktivator-em424. Di akses pada rontok 28 Februari 2020.

Choudhury A.Cakrawala.M.A. & Kennedy I.R. (2004). Decomposition of Silicate Minerals by Bacillus Mucilaginous In Liquid Cultures. Environ Geochem and Health Journal (28): 133 – 140.

D.J Tanaman Alas. (2016). Upaya meninggkatkan produksi antah

Fisher. (1935). Metoda Fisher’s LSD (Least Significance Difference) atau Uji Beda Nyata Terkecil (BNT).

Hanafiah, K.A. (2013). Dasar – pangkal Ilmu Tanah. Rajawali Pers. Jakarta.

Indriani, Y.H. (2007). Membuat Bunga tanah Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kurniawan, D., dkk. (2013). Pengaruh Piutang Penambahan Effective Microorganism 4 (EM4) 1% dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Cendawan Bokashi dari Sempelah Terwelu dan Limbah Nangka. Harian Industria, 2(1), 57-66.

Kurniawan, H.Tepi langit.A., dkk. (2014). Pengaruh Penambahan Pemusatan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan Interpolasi Urea Terhadap Kualitas Serat Kompos dari Kombinasi Kulit dan Jerami Nangka dengan Kotoran Kucing tupai. Jurusan Teknologi Industri Pertanaman Fakultas Teknologi Perladangan Sekolah tinggi Brawijaya. Malang.

Kompas. (2012). Nugroho Widiasmadi : Berburu Jawaban dengan Alfaafa https://nasional.kompas.com/read/2012/11/28/17224489/mengejar.jawaban.dengan.alfaafa. Di akses sreg copot 28 Februari 2020

Lakitan. (2011). Asal – dasar Fisiologi Pokok kayu. Pt. Sinuhun Grafindo Persada. Jakarta.

Lingga & Marsono. (2003). Tanzil Pemakaian Rabuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Medan Daily. (2016). pengolahan cendawan organik berbasis alfaafa, http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/06/20/241176/pengolahan-serabut-organik-berbasis-alfaafa/ . Di akses lega rontok 20 Januari 2020.

Muyassir, Sufardi & Saputra. (2012). Perubahan sifat fisika Inceptisol akibat perbedaan macam dan dosis pupuk organik. Lampion 12 (1): 1-8.

Nurman Ihsan. (2013). Pedoman khusus pembuatan pupuk bokhasi dengan menggunakan MA-11.

Nyoman P. Aryantha, dkk. (2010). Peningkatan hasil daya produksi tanaman padi dengan pemberian serat organik.

Padmanagara. (2012). Bapak Penyuluhan Pertanian Pengabdi Pekebun Sepanjang Hayat, Cet. 1. Jakarta : PT Wakil Karya Swasta.

Palacious, R. (2005). Genomes and Genomics of Nitrogen-Fixing Organisms. Springer. Dordrecht. Netherlands.

Sasongko. (2011). Yuridiksi Alat angkut Penyuluhan Melalui Folder . Jamiah Diponegoro. Kabupaten Semarang.

Subagiyo & Setyati. (2012). Keterpencilan dan Seleksi Bakteri Penghasil Enzim Ekstraselular (proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik) yang Berasal bermula Endapan Area Mangrove. Koran Hobatan Bahari, 17 (3): 164 – 168.

Wellang, R.M. (2015). Studi Kelayakan Kompos Menggunakan Diversifikasi Bioaktivator (EM4 dan Ragi). Jurusan Sipil Fakultas Teknik. Sekolah tinggi Hasanuddin. Makasar.

Yurmiati, H. (2012). Kualitas Pupuk Organik Hasil Biokonversi Limbah Peternakan Kucing belanda. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Bandung. Hal 23-25.

Source: https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/139

Posted by: holymayhem.com