Pengendlian Gulma Pada Tanaman Sayur.pdf

Kajian Teknik Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan Vegetatif Awal Pohon Tebu (Saccharum officinarum L.)

Abstract

Tumbuhan tebu (Saccharum officinarum) termasuk golongan Graminae yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Produksi sukrosa dipengaruhi maka itu bulan-bulanan baku tebu nan cawis. Internal produksi, tebu memiliki ki aib terhadap rayuan gulma yang bisa menurunkan tingkat produksi maksimal. Oleh karena itu, Perlakuan herbisida serta penyiangan kerjakan menekan pertumbuhan gulma. Eksplorasi ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi herbisida dan penyiangan dalam mengendalikan gulma pada pertumbuhan vegetatif awal tebu. Penlitian dilaksanakan dilahan penelitian milik PT. Kebon Agung, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada wulan Juli-September 2017. Penelitian menunggangi Rajah Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Seandainya terdapat yuridiksi nyata pada perlakuan maka diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lega perlakuan herbisida campuran ametrin + diuron (dosis 3 kg ha-1
+ 1,5 kg ha-1) n kepunyaan hasil yang minimum efektif.

Keywords

Ametrin; Diuron; Gulma; Penyiangan

References

Adnan. 2012. Aplikasi Beberapa Dosis Herbisida Glifosat Dan Paraquat Pada Sistem Tanpa Olah Petak (TOT) Serta Pengaruhnya Terhadap Sifat Kimia Tanah, Karakteristik Gulmadan Hasil Bin. Jurnal Agrista.16(3):135-145.

Alfredo, N. 2012. Efikasi Herbisida Pra Merecup Metil Metsulfuron Tunggal dan Kombinasinya dengan 2,4 D, Ametrin, Diuron Terhadap Fulma pada Perladangan Tebu (Saccharum officinaru L.) Lahan Gersang. Bandar Lampung : Kronik Agrottopika.17(1):29-34.

Aspar, G. 2012. Studi Aplikasi Knapsack Sprayer, Knapsack Power Sprayer, dan Boom Sprayer di PT. Laju Patih Indah, Palembang, Sumatera Selatan.

Brilliantika, A. 2015. Otoritas Herbisida Ametrin Dan Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 3(8):666-672.

Katadata, 2017. Statistik Realisasi dan Proyeksi Produksi dan Impor Gula Hijau. Diakses sreg tanggal 23 Januari 2018.

Kuntohartono, T. 2000. Perkecambahan Tebu. Jurnal Gula Indonesia. 24 (1) : 187-200

Puspitasari, K. 2013. Pengaruh Permohonan Herbisida Ametrin Dan 2,4-D Dalam Mengendalikan Gulma Pohon Tebu (Saccharum Officinarum L.). Buku harian Produksi Tumbuhan. 1(2):72-80

Putri, A. D. 2013. Dominasi Atak Media Tanam pada Teknik Budchip Tiga Spesies Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman 1 (1) : 72-80.

Sukman, Y dan Yakub. 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT. Yamtuan Grafindo Persada. Jakarta.

Umiyati, U., D. Kurniadie., A. F. Pratama. 2015. Herbisida Campuran Imazapic 262,5 G.L-1 dan Imazapir 87,5 G.L-1 Ibarat Pengendali Gulma Mahajana pada Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Universitas Padjajaran. Buletin Kultivasi 14(1):43-48.

Widayat, D., R. G. Yustisiyanika. 2015. Supremsi dosis herbisida glifosat terhadap gulma, pertumbuhan, dan hasil tiga kultivar bin (Glycine max (L.) sreg sistem tanpa olah tanah (TOT). Kronik Kultivasi. 14(2):23-28.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Source: https://jpt.ub.ac.id/index.php/jpt/article/view/162

Posted by: holymayhem.com