Pengendalian Opt Tanaman Sayuran Syrbex

Gbr 1.  Pengawalan Kegiatan Pengendalian OPT Dengan Pesnab
Sumur:  Ditlinbun, 2021

Penggunaan racun hama yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kebugaran makhluk dan kelestarian lingkungan kehidupan. Keseimbangan pan-ji-panji terganggu akan mengakibatkan timbulnya hama yang resisten, gertakan bakal predator, parasit, ikan, butuh dan satwa enggak. Riuk satu penyebab terjadinya dampak subversif pestisida terhadap lingkungan yakni adanya residu racun hama di dalam tanah sehingga dapat meracuni organisme non bahan, bahkan residu pestisida puas tanaman dapat terbawa sampai pada gelang rantai makanan, sehingga dapat meracuni konsumen, baik satwa alias manusia.

Tingginya tingkat ketergantungan pertanian Indonesia terhadap pestisida ilmu pisah akan membawa dampak negatif sreg upaya pengembangan produk pertanian ke pasar bebas, yang seringkali menghendaki barang bermutu dengan tingkat pendayagunaan racun hama yang tekor. Dengan demikian secara berangsur-angsur harus buru-buru diupayakan pengurangan penggunaan pestisida kimia dan mulai beralih kepada jenis-jenis pestisida hayati (biopestisida) yang lega dada bagi lingkungan.

Pestisida nabati merupakan salah satu jenis pestisida hayati yang memanfaatkan bahan-bahan berpokok alam terdaftar tara alami hama, sehingga lega dada terhadap lingkungan dan aman terhadap pengguna. Mekanisme kerja racun hama nabati dalam mengendalikan OPT berbeda-beda terjemur dari tipe bahan alami yang digunakan dan jenis OPT yang dikendalikan. Ibarat pengendali OPT, pestisida nabati rani bersifat mencegah, menakutnakuti, repellent, memerangkap, membendung pertumbuhan, sporulasi, menurunkan bobot badan dan aktivitas hormonal, mengganggu komunikasi, pergantian jangat, menimbulkan tekanan sampai kematian.

Pengendalian OPT pokok kayu perkebunan dengan Pestisida Nabati adalah: (i) kondusif/mendorong pekebun dalam melakukan pengendalian OPT di areal pokok kayu perkebunan (kakao, tembusan, cengkeh, cili dan tebu) secara ramah mileu pada pusat-pusat serangan agar serangan OPT terkendali dan tidak meluas pada areal tanaman lainnya; (ii) mengurangi resiko kehilangan hasil; dan (iii) menghasilkan produk perkebunan nan memiliki sendi saing ekspor.

Pengendalian OPT tumbuhan perladangan dengan pestisida nabati mempunyai alamat: (i) tersedianya dan terdistribusinya bantuan pestisida nabati ke Maktab yang membidangi Perkebunan Daerah alias UPTD Proteksi Daerah lingkup Perkebunan di 20 Provinsi (Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Paruh, D.I Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Paruh, Sulawesi Paksina, Sulawesi Barat, dan Gorontalo); dan (ii) terkendalinya serbuan OPT seluas 3.180 ha areal tanaman perkebunan (kakao, kopi, cengkeh, lada dan tebu) pada taktik-taktik gempuran.

Aplikasi racun hama nabati di pelan sebanyak 3 mungkin dengan selang antara 15 masa. Sedangkan pengamatan oleh petani dilakukan sebanyak 4 kali, ialah pengamatan semula dan 3 kali pengamatan selepas aplikasi pestisida yang didampingi makanya Petugas Lapang. Pengamatan dilakukan menunggangi form pengamatan dan penjumlahan mengacu pada Pedoman Teknis kegiatan pengendalian OPT pokok kayu pertanian dengan menggunakan racun hama nabati sreg 20 wilayah penerima sambung tangan. Pada pengamatan sediakala, umumnya menunjukan adanya keseriusan gempuran OPT tumbuhan persawahan nan cukup panjang di semua provinsi penerima bantuan. Hanya, setelah dilakukan penyemprotan memperalat pestisida nabati dan diamati dengan tiga kali ulangan, menunjukan terjadinya penerjunan kesungguhan serangan di semua negeri. Rekapitulasi hasil pengamatan puas 20 kawasan bisa dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Pengamatan Awal dan Akhir Aplikasi Pesnab (%)



Gambar 2. Tabel hasil pengamatan pengendalian OPT
tanaman perkebunan menunggangi pestisida nabati
Sumber: Ditlinbun, 2021

Hasil penurunan kesungguhan serangan baik per area ataupun tiap-tiap OPT seperti pada Grafik 2.

Tabulasi 2. Penurunan Keseriusan Serbuan Hama dan Kelainan setelah menggunakan Pestisida Nabati


Berpangkal hasil Pengamatan diperoleh penurunan intensitas ofensif per produk saban OPT berkisar antara 35-68% sedangkan rata –rata penurunan intensitas serangan tiap-tiap negeri sebesar 52%.  Hal ini menujukan efektivitas dari pestisida nabati dalam memintasi OPT plong pohon perkebunan dapat diandalkan.

Juru tulis : Alimin, Esther M. Silitonga, dan Nilam Sardjono

Perigi Wacana

BPTP Kalteng. 2014.  Pestisida Nabati, Pembuatan dan Manfaat. Internet: https://kalteng.litbang.pertanaman.go.id.  Diakses copot 13 Juni 2022.

Ditjenbun. 2021.  Perangkaan Perkebunan Unggulan Kewarganegaraan Tahun 2018-2021. Ditjennbun, Kementan.  Jjakarta.

Ditlinbun. 2021. Keterangan Akhir Kegiatan Pengendalian OPT Tanaman Pertanian dengan Pestisida Nabati. Ditlinbun, Ditjenbun.  Kementan, Jakarta.

Source: https://ditjenbun.pertanian.go.id/pelaksanaan-pengendalian-opt-tanaman-perkebunan-dengan-pestisida-nabati-di-indonesia-tahun-2021/

Posted by: holymayhem.com