Pengaruh Pupuk Kompos Paitan Terhadap Tanaman Sayuran

Dominasi Rabuk UREA DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI ( Brassica juncea L. )

Abstract

Maksud pengkhususan cak bagi mengarifi pengaruh pupuk urea dan pupuk kompos serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih dan bikin mengetahui dosis kawul urea dan dosis serabut kompos yang tepat untuk menghasilkan tumbuhan sawi putih yang tinggi.

Penelitian menggunakan Tulangtulangan Acak Arketipe (RAL), internal percobaan faktorial 3 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah dosis pupuk urea (N). Faktor II yaitu dosis pupuk kompos (K).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk urea lain berpengaruh nyata terhadap jenjang tanaman umur 20 masa selepas tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap strata pohon sukma 10 periode dan umur 30 hari sesudah pohon, besaran daun semangat 10 musim, umur 20 hari dan spirit 30 tahun setelah tanam, serta elusif basah per tanaman.  Berat basah per tumbuhan terberat terdapat pada perlakuan cakrawala2
(dosis pupuk urea 300 kg/ha setara 4,8 g/tanaman), yakni 41,42 g/tumbuhan, sedangkan berat basah teringan terletak pada perlakuan n0
(sonder serabut urea), yaitu 35,33 g/tanaman).

Perlakuan kawul humus tak berpengaruh maujud terhadap tinggi pohon hayat 10 musim setelah tanam, jumlah daun umur 10 hari dan umur 20 musim setelah tanam dan berat basah per pohon. Berpengaruh sangat positif terhadap tinggi tanaman umur 20 hari dan vitalitas 30 hari setelah tanam dan jumlah daun umur 30 masa seteah tanam. Rumpil basah sendirisendiri tanaman terberat terwalak pada perlakuan k2
(dosis cendawan kompos 20 ton/ha sama 320 g/pokok kayu), yaitu 38,33 g/tanaman), padahal berat basah teringan terdapat pada perlakuan k0
(tanpa serabut tanah daun), adalah 30,17 g/tanaman).

Interaksi perlakuan tak berkarisma nyata terhadap tinggi tanaman umur 10 hari dan umur 20 musim setelah tanam, jumlah daun nyawa 10 hari, umur 20 hari dan sukma 30 tahun setelah tanam, serta susah basah per tanaman. Berwibawa sangat berupa terhadap janjang tanaman spirit 30 hari setelah tanam.

Keywords

Pertumbuhan, Kawul kompos, Serabut urea, Tanaman sawi

References

Gardner, F.P., R.B. Pearc dan R.L., Mitchell. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI-Press.

Haryanto, B; T. Suhartini; E. Rahayu; dan Sunarjo. (2006). Pakcoi dan Selada. Jakarta: Penebar Swadaya.

Linawati, E. (2017). Otoritas Pupuk Urea dan Serabut Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pohon Sawi putih. Skripsi. Fakultas Perladangan. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Sutedjo, M. (2008). Pupuk dan Cara Fertilisasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Rukmana, R, (2007). Bertanam Petsai dan Sawi putih.Yogyakarta: Kanisius.

Setiawati, W., Murtiningsih, R., Sopha, G.A. dan Handayani, N. (2007). Petunjuk Teknis Budidaya Pokok kayu Sayuran. Balai Penelitian Pohon Sayuran. Pusat Penekanan dan Peluasan Hortikultura. Fisik Penelitian dan Ekspansi Persawahan.

Winarso, S. (2005). Kesuburan Tanah, Sumber akar Kesehatan dan Kualitas Petak. Yogyakarta: Gaya Wahana

Yitnosumarto, S. (1993). Percobaan, Perancangan, Analisis dan Interpretasinya. Jakarta: Gramedia.

DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i1.4624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2020 AGRIFOR


Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960





Creative Commons License

AGRIFOR : Buletin Aji-aji Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Source: http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/article/view/4624

Posted by: holymayhem.com