Pendahuluan Tanaman Sayuran Di Aceh

Kabupaten Pemalang

Kabupaten

Transkripsi bahasa wilayah
 • Hanacaraka ꦥꦼꦩꦭꦁ
Curug Sibedil

Curug Sibedil

Lambang resmi Kabupaten Pemalang

Julukan:

  • Daerah tingkat Nanas
  • Kota Grombyang
Motto:

Pancasila kaloka panduning nagari

(Jawa)
Pancasila perumpamaan pedoman nasib berbangsa dan bernegara
(1575 Masehi)

Peta

Kabupaten Pemalang di Jawa

Kabupaten Pemalang

Kabupaten Pemalang

Atlas

Tampilkan peta Jawa

Kabupaten Pemalang di Indonesia

Kabupaten Pemalang

Kabupaten Pemalang

Kabupaten Pemalang (Indonesia)

Tampilkan kar Indonesia

Koordinat:



6°53′26″S
109°22′51″E


 / 

6.8906°S 109.3808°E
 /
-6.8906; 109.3808


Negara

 Indonesia
Wilayah Jawa Perdua
Dasar hukum UU No. 13 Tahun 1950
Periode jadi 24 Januari 1575
Ibu kota Ii kabupaten Pemalang
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kecamatan: 14
  • Kelurahan: 11
  • Desa: 211
Pemerintahan
 • Bupati Mansur Hidayat (Plt)
 • Wakil Bupati Kosong
Luas
 • Jumlah 1.118,03 km2
(431,67 sq mi)
Populasi

(2022)[1]

 • Total 1.529.920
 • Kepejalan 1.362/km2
(3,530/sq mi)
Demografi
 • Agama Selam 90,56%
Kristen 6,41%
– Protestan 3,30%
– Katolik 3,11%
Hindu 2,02%
Buddha 1,01%[2]
[3]
 • Bahasa Indonesia (legal)
Jawa
 • IPM Kenaikan
66,56 (2021)
Sedang
[4]
Zona waktu UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

52300

Kode provinsi telepon 0284
Telor kendaraan G
xxxx
*D/*I/*M/*W
Kode Kemendagri 33.27

Edit the value on Wikidata
DAU Rp 1.241.959.529.000.-(2020)[5]
Semboyan provinsi Pemalang IKHLAS
(Indah, Komunikatif, Yunior, Lancar, Aman, Sehat)
Penjenamaan provinsi Pemalang, Puseré Jawa
Flora lumrah Srigading
Dabat lazim Burung kacer jawa
Situs web www.pemalangkab.go.id

Pemalang
(bahasa Jawa:
ꦥꦼꦩꦭꦁ) merupakan kabupaten di provinsi Jawa Paruh, Indonesia. Kabupaten Pemalang produktif di kempang utama pantura yang mengeluh Jakarta–Semarang–Surabaya. Ibukota kabupaten-nya terletak di ii kabupaten Pemalang.

Sejarah

[sunting
|
sunting mata air]

Hari Prasejarah

[sunting
|
sunting mata air]

Keberadaan manusia puas periode prasejarah di Pemalang dapat dibuktikan dengan berbagai temuan arkeologis. Di Kabupaten Pemalang penggalan barat, ditemukan situs-situs megalitik,[6]
sedangkan sebuah nekara perunggu ditemukan di Desa Kabunan.[7]
Bukti arkeologis adanya anasir kebudayaan Hindu-Buddha di Pemalang antara lain ditemukannya patung Ganesha, lingga, kuburan, muara pintu, dan rayuan nisan di Desa Lawangrejo dan Desa Banyumudal.[8]

Selain itu, ada sekali lagi bukti arkeologis unsur kebudayaan Islam nyata makam-makam para penyiar agama, antara enggak Syeikh Maulana Maghribi di Kawedanan Comal, Rohidin, dan Sayyid Ngali Murtala merupakan salah koteng kerabat Sunan Ngampel.[9]
[10]

Pra Mataram

[sunting
|
sunting sumber]

Eksistensi Pemalang telah disebutkan n domestik
Bujangga Manik, sebuah naskah kuno berbudi Sunda yang diperkirakan ditulis pada akhir abad XV.[11]
Plong abad XVI, catatan Rijkloff van Goens dan data siasat W. Fruin Mees menyatakan bahwa sreg tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin makanya seorang paduka tuan ataupun raja.[12]
Dalam kronologi kemudian, Panembahan Senopati dan Panembahan Seda Krapyak berpokok Mataram menaklukkan distrik-daerah tersebut, tercantum di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII yaitu kewedanan yang makin terdepan dibandingkan dengan Huma, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya nan menghubungkan daerah pantai lor dengan wilayah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) nan melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai perkembangan paling lanjut usia nan menghubungkan dua kawasan tersebut.

Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Serani sampai abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu puas masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kekaisaran Demak, Cirebon dan kemudian Mataram. Pada masa itu distrik pesisir sekitar Pemalang dan Comal telah menjadi palagan persinggahan dalam perjalanan antara Demak dan Cirebon.[13]

Terdapat babad nan menceritakan bahwa Baginda Benawa, Sultan Pajang nan ketiga (1586–1587), pasca- terbuang dari tahtanya lalu pergi membuka daerah pemukiman mentah di sekitar wilayah Pemalang, dan bertempat di sana hingga wafatnya.[14]
Berdasarkan pembantu warga setempat, Pangeran Benawa dimakamkan di pekuburan bersejarah di Desa Penggarit, Kecamatan Yojana, Pemalang.[14]

Masa Kadipaten dibawah Kerajaan Mataram

[sunting
|
sunting sumber]

Sejak seputar 1622–1623, provinsi Pemalang sudah menjadi apanase (wilayah pengaturan) Aji Purbaya berusul Mataram, yang mana koteng
Kyai Leger
mewakilinya sebagai kreator rezim setempat (stads houder).[15]
[16]

Koteng pentolan bernama Raden Maoneng diyakini mahajana Pemalang sebagai salah seorang karuhun mereka.[17]
Makamnya di Dukuh Maoneng, Desa Bojongbata, di pinggir Kecamatan Pemalang sebelah selatan banyak dikunjungi petandang.[17]
Bilang perigi menamakan adanya induk bala bernama Regen Mangun-Oneng, yaitu sendiri panglima perang Ratu Agung nan memimpin legiun Mataram dalam penaklukkan Surabaya pada tahun 1625.[18]
[19]

Pada masa Baginda Amangkurat I memerintah Mataram (1645–1677), Pemalang mutakadim berkembang menjadi salah satu bermula kota-kota niaga maritim di pesisir paksina Jawa, yang diatur dan diawasi dengan ketat oleh Mataram.[12]

Tulisan Belanda menyebutkan bahwa Mataram mengangkat para adipati (stedehouders) dan syahbandar (sabandars of te tolmeesters) di kota-ii kabupaten tersebut, serta memiliki dua pejabat tinggi (commissarissens) pengawas pesisir spesifik bagi memastikan monopoli Mataram atas kegiatan perdagangan mereka.[12]

Pada selingkung tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II menstabilkan takhta rezim di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada waktu 1678.

Hari Perang Diponegoro

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut coretan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah maka itu Wedana yang bernama Mas Bupati Kayangan. Pada masa ini Pemalang telah berbimbing erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini kembali dikenal sebagai Gusti Tua renta, dan ketika perang berlanjut kamu bertelur melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Kuburan berpunca Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan ibarat makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara periode 1823–1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Tulisan Belanda menyebutkan bahwa yang gentur membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di daerah Pesisir Paksina Jawa hanyalah Bupati-wedana Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.

Sedangkan plong bagian lain dari Buku P.J.F. Louw nan berjudul De Java Oorlog van 1825–1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi bilang barisan yang baik bermula Tegal, Pemalang dan Brebes kerjakan mempertahankan diri berusul tentara Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam kontributif Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya pengumuman Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang hingga tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Pada tahun 1832, Regen Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Lega masa itu kemakmuran penuh pekak akibat berhasilnya pertanian di kawasan Pemalang. Sebagai halnya diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, sugi dan polong. N domestik laporan nan terbit pada tadinya abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan.
Afdeling
Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 negeri. Makara dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, daerah dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Provinsi Jawa Paruh.

Taktik Kabupaten Pemalang nan permulaan terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk tak. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng nan masih dapat ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Kunci Kabupaten Pemalang nan kedua dipastikan kaya di Ketandan. Pungkur-geladir bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang merupakan disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesegaran). Ki akal Kabupaten yang ketiga merupakan kabupaten yang saat ini ini (Kabupaten Pemalang erat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan nan didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa siapa rehab dan renovasi bangunan setakat kebentuk bangunan joglo umpama ciri khas gedung di Jawa Tengah.

Musim Kolonial Belanda

[sunting
|
sunting sumber]

Pada perian 1918, di Pemalang seram organisasi pergerakan wanita
Wanito Susilo, yang berputar di bidang sosial dan pendidikan.[20]

Kabupaten Pemalang mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca tadbir Kolonial Belanda. Sejak periode 1948, Gerendel Pemerintahan Kabupaten Ii kabupaten II Pemalang berkedudukan di Pemalang.[21]

Tahun Jadi dan Sesanti

[sunting
|
sunting sumur]

Bak suatu penghormatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah kawasan sudah lalu bersepakat lakukan menjatah atribut riil Dies natalis Pemalang. Hal ini cinta untuk memperingati ki kenangan lahirnya Kabupaten Pemalang juga buat memberikan nilai-nilai nan bernuansa semangat kebangsaan dan kredit-angka heroisme bagaikan konseptual bersumber rakyat Kabupaten Pemalang.

Salah satu alternatif penetapan hari jadi Kabupaten Pemalang ialah pada saat diumumkannya pernyataan Paduka Diponegoro bagi mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu copot 20 Juli 1823. Doang, beralaskan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Cak regu Kabupaten Pemalang, ulang tahun Pemalang adalah tanggal
24 Januari 1575, ataupun bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan dalam Kanun Daerah Kabupaten Dati Daerah tingkat Pemalang Nomor 9 Hari 1996 tentang Hari jadi Kabupaten Pemalang. Masa 1575 diwujudkan dengan rangka Syamsu Sengkala
Lunguding Sabda Wangsiting Gusti
yang mempunyai arti verbatim: kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-wanti-wanti, Tuhan, dengan mempunyai skor 5751. Sedangkan tahun 1496 Je diwujudkan dengan Candra Sengkala
Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal
yang mempunyai arti lurus berserah diri, mendedahkan, alat angkut/kancah/perlengkapan untuk, persatuan/menjadi satu dengan n kepunyaan nilai 6941.

Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang yaitu
Pancasila Kaloka Panduning Nagari, dengan arti harfiah lima dasar, termashur/tenar, pedoman/arahan, negara/daerah dengan memiliki nilai 5751.[22]

Geografi

[sunting
|
sunting sumber]

Kabupaten Pemalang terwalak di tepi laut utara Pulau Jawa. Secara astronomis, kabupaten ini terdapat antara 109°17’30” – 109°40’30” BT dan 6°52’30” – 7°20’11” LS. Luas distrik kabupaten ini ialah sebesar 111.530 km².

Ibu kota kabupaten ini yaitu Kota Pemalang, yang terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Kabupaten ini berjarak agak-agak 135 km ke arah barat dari Semarang, ibu kota Negeri Jawa Tengah, alias jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3-4 jam. Kabupaten Pemalang berlambak di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya. Selain itu terdapat pula jalan area nan merintih Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.

Batas negeri

[sunting
|
sunting mata air]

Takat kewedanan Kabupaten Pemalang antara lain:

Topografi

[sunting
|
sunting sumber]

Kabupaten Pemalang memiliki topografi plural. Babak utara merupakan dataran abnormal, berwujud daerah rantau dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Bagian paruh merupakan n baruh rendah yang kaya dengan ketinggian 6–15 m di atas permukaan laut; sedangkan fragmen selatan adalah legok tinggi berupa pengunungan yang berpunya serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16–925 m di atas permukaan laut. Puncak tertingginya ialah Ancala Slamet, yang kreatif di pinggiran dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, dan merupakan bukit tertinggi di Jawa Perdua. Distrik fragmen selatan Pemalang baku disebut
Waliksarimadu
yakni singkatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Mudah-mudahan, Warungpring dan Randudongkal. Kewedanan tersebut juga cak acap disebut sebagai Pemalang Selatan.

Wilayah Kabupaten Pemalang dilintasi makanya tiga bengawan besar, yaitu Sungai Comal, Kali besar Waluh, dan Bengawan Rambut,[23]
nan menjadikannya sebagai daerah revolusi kali besar nan subur. Kali besar Comal yaitu sungai terbesar, nan alirannya melangkahi tujuh wilayah kecamatan di kabupaten ini, dan bermuara ke Laut Jawa tepatnya di Tanjung Pemalang.[23]

Iklim

[sunting
|
sunting sendang]

Data iklim Pemalang
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.0
(86)
30.2
(86.4)
31.0
(87.8)
31.6
(88.9)
31.7
(89.1)
31.7
(89.1)
31.7
(89.1)
31.9
(89.4)
32.5
(90.5)
32.7
(90.9)
32.1
(89.8)
31.2
(88.2)
31.52
(88.77)
Galibnya harian °C (°F) 26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
27.0
(80.6)
27.5
(81.5)
27.4
(81.3)
27.0
(80.6)
26.8
(80.2)
26.7
(80.1)
27.3
(81.1)
27.7
(81.9)
27.6
(81.7)
27.0
(80.6)
27.06
(80.7)
Kebanyakan terendah °C (°F) 22.7
(72.9)
22.7
(72.9)
23.1
(73.6)
23.4
(74.1)
23.2
(73.8)
22.4
(72.3)
21.9
(71.4)
21.5
(70.7)
22.1
(71.8)
22.7
(72.9)
23.1
(73.6)
22.9
(73.2)
22.64
(72.77)
Curah hujan mm (inci) 466
(18.35)
377
(14.84)
275
(10.83)
145
(5.71)
143
(5.63)
90
(3.54)
78
(3.07)
67
(2.64)
56
(2.2)
87
(3.43)
150
(5.91)
290
(11.42)
2.224
(87,57)
Sumur: Climate-Data.org[24]

Pemerintahan

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar Regen

[sunting
|
sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Penutup Jabatan Wakil Regen Keterangan
1 R.A. Soemonegoro 1862
2 R.Horizon. Reksonegoro 15 Maret 1862 Juni 1879
[25]
3 R.T. Soero-adikoesoemo 21 Juni 1879
[26]
24 Maret 1897
[27]
4 R.T.A. Soeraningrat 7 April 1897
[28]
21 Januari 1907
[29]
5 R.M.A. Pandji Ariodinoto 8 Maret 1908
[30]
24 Januari 1920
[31]
Dipindah makara Bupati Cirebon
6 R.A.A. Soedoro Soero-adikoesoemo 18 Januari 1921
[32]
6 Oktober 1940
[33]
7 R.T.A. Rahardjo Soero-adikoesoemo 10 September 1941
[34]
Oktober 1945 Ditangkap dan ditahan dalam Peristiwa Tiga Daerah
Masa Rezim Indonesia
8 R. Soepangat 20 Oktober 1945
9 K.H. Rani 30 Desember 1945
10 Soewarno 1947 1948
11 Mochtar 1 Desember 1949 1954
12 R.M. Soemardi 1954 1956
13 K. Machali 1957 1958
14 R.M. Soemartojo 1959 1966
15 Drs. Rivai Yusuf 1967 1972
16 Drs. Soedarmo 1973 1975
17 Yoesoef Achmadi 1975 1981
18 Slamet Haryanto, BA 1981 1991
19 Drs. Soewartono 1991 1996
20 Drs. H. Munir 1996 2000
21 H.M. Machroes, SH 2000 2010 H. Junaedi, SH, MH (2006-2011)
22 H. Junaedi, SH, MH 2011 2016 Mukti Agung Wibowo,S.T.,M.Si.
23 Budhi Rahardjo 2016 2016 Di tunjuk plh tumenggung pemalang
24 H. Junaedi, SH, MH 2016 2021 Drs. Martono
25 Mukti Agung Wibowo, ST, M.sang 26 Februari 2021 12 Agustus 2022 Mansur Hidayat, ST
Mansur Hidayat, ST
(Plt.)
12 Agustus 2022 Petahana

Dewan Agen

[sunting
|
sunting sendang]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Pemalang kerumahtanggaan tiga musim terakhir.

Partai Garis haluan Total Singgasana intern Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
 PKB 6 Kenaikan
7
Kenaikan
9
 Gerindra

(baru)


2
Kenaikan
7
Penurunan
6
 PDI-P 11 Kenaikan
13
Kenaikan
15
 Golkar 9 Penurunan
7
Penurunan
6
 NasDem

(bau kencur)


0
Kenaikan
1
 PKS 5
Steady

5
Kenaikan
6
 PPP 6
Steady

6
Kenaikan
7
 PAN 4 Penurunan
3
Penurunan
0
 Hanura

(yunior)


2

Steady

2
Penurunan
0
 Demokrat 5 Penurunan
0

Steady

0
Jumlah Anggota 50
Steady

50

Steady

50
Jumlah Partai 9 Penurunan
8
Penurunan
7

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Kabupaten Pemalang terdiri semenjak 14 kecamatan, 11 kelurahan, dan 211 desa. Pada perian 2017, jumlah penduduknya mencecah 1.471.174 arwah dengan luas kewedanan 1.118,03 km² dan sebaran pemukim 1.316 jiwa/km².[35]
[36]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pemalang, adalah sebagai berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Jumlah

Kelurahan
Jumlah

Desa
Status Daftar

Desa/Kelurahan
33.27.11 Ampelgading 16 Desa
  • Ampelgading
  • Banglarangan
  • Blimbing
  • Cibiyuk
  • Jatirejo
  • Karangtalok
  • Karangtengah
  • Kebagusan
  • Kemuning
  • Losari
  • Sidokare
  • Sokawati
  • Tegalsari Barat
  • Tegalsari Timur
  • Ujunggede
  • Wonogiri
33.27.06 Bantarbolang 17 Desa
  • Banjarsari
  • Bantarbolang
  • Glandang
  • Karanganyar
  • Kebon Gede
  • Kuta
  • Lenggerong
  • Pabuaran
  • Paguyangan
  • Pedagung
  • Pegiringan
  • Purana
  • Sambeng
  • Sarwodadi
  • Sumurkidang
  • Suru
  • Wanarata
33.27.03 Belik 12 Desa
  • Badak
  • Belik
  • Beluk
  • Bulakan
  • Gombong
  • Gunungjaya
  • Gunungtiga
  • Kalisaleh
  • Kuta
  • Mendelem
  • Sikasur
  • Simpur
33.27.05 Bodeh 19 Desa
  • Babakan
  • Bodeh
  • Cangak
  • Gunungbatu
  • Jatingarang
  • Jatiroyom
  • Jraganan
  • Karangbrai
  • Kebandaran
  • Kebandungan
  • Kelangdepok
  • Kesesirejo
  • Kwasen
  • Longkeyang
  • Kumbik
  • Parunggalih
  • Pasir
  • Payung
  • Pendowo
33.27.12 Comal 1 17 Desa
  • Ambokulon
  • Gandu
  • Gedeg
  • Gintung
  • Kandang
  • Kauman
  • Kebojongan
  • Klegen
  • Lowa
  • Pecangakan
  • Purwosari
  • Sarwodadi
  • Sidorejo
  • Sikayu
  • Terusan
  • Tolak bala
  • Wonokromo
Kelurahan
  • Purwoharjo
33.27.01 Moga 10 Desa
  • Banyumudal
  • Gendowang
  • Kebanggan
  • Mandiraja
  • Kiranya
  • Pepedan
  • Plakaran
  • Sima
  • Walangsanga
  • Banyumudal
33.27.08 Pemalang 7 13 Desa
  • Banjarmulya
  • Bojongnangka
  • Danasari
  • Kramat
  • Lawangrejo
  • Mengori
  • Pagongsoran
  • Saradan
  • Sewaka
  • Sungapan
  • Surajaya
  • Tambakrejo
  • Wanamulya
Kelurahan
  • Bojongbata
  • Kebondalem
  • Mulyoharjo
  • Paduraksa
  • Pelutan
  • Sugihwaras
  • Widuri
33.27.10 Petarukan 1 19 Desa
  • Surai
  • Iser
  • Kalirandu
  • Karangasem
  • Kendaldoyong
  • Kendalrejo
  • Kendalsari
  • Klareyan
  • Loning
  • Nyamplung Esensi
  • Panjunan
  • Pegundan
  • Pesucen
  • Petanjungan
  • Serbu
  • Sirangkang
  • Tegalmlati
  • Temuireng
  • Widodaren
Kelurahan
  • Petarukan
33.27.02 Pulosari 12 Desa
  • Batursari
  • Cikendung
  • Clekatakan
  • Gambuhan
  • Gunungsari
  • Jurangmangu
  • Karangsari
  • Nyalembeng
  • Pagenteran
  • Penakir
  • Pulosari
  • Siremeng
33.27.07 Randudongkal 18 Desa
  • Banjaranyar
  • Gembyang
  • Gongseng
  • Kalimas
  • Kalitorong
  • Karangmoncol
  • Kecepit
  • Kejene
  • Kreyo
  • Lodaya
  • Mangli
  • Mejagong
  • Penusupan
  • Randudongkal
  • Rembul
  • Semaya
  • Semingkir
  • Tanahbaya
33.27.09 Taman 2 19 Desa
  • Asemdoyong
  • Banjaran
  • Banjardawa
  • Cibelok
  • Gondang
  • Jebed Selatan
  • Jebed Utara
  • Jrakah
  • Kabunan
  • Kaligelang
  • Kedungbanjar
  • Kejambon
  • Pedurungan
  • Pener
  • Penggarit
  • Sitemu
  • Sokawangi
  • Taman
  • Wanarejan Utara
Kelurahan
  • Beji
  • Wanarejan Selatan
33.27.13 Ulujami 18 Desa
  • Ambowetan
  • Blendung
  • Botekan
  • Bumirejo
  • Kaliprau
  • Kertosari
  • Ketapang
  • Limbangan
  • Mojo
  • Padek
  • Pagergunung
  • Pamutih
  • Pesantren
  • Rowosari
  • Samong
  • Sukorejo
  • Tasikrejo
  • Wiyorowetan
33.27.14 Warungpring 6 Desa
  • Cibuyur
  • Menjemukan
  • Karangdawa
  • Mereng
  • Pakembaran
  • Warungpring
33.27.04 Watukumpul 15 Desa
  • Bodas
  • Bongas
  • Cawet
  • Cikadu
  • Gapura
  • Jojogan
  • Majakerta
  • Majalangu
  • Medayu
  • Pagelaran
  • Tambi
  • Tlagasana
  • Tundagan
  • Watukumpul
  • Wisnu
Jumlah 11 211

Kependudukan

[sunting
|
sunting sumber]

Pada perian 2021, pemukim Kabupaten Pemalang berjumlah 1.522.301 jiwa, dengan kepadatan rata-rata 1.362/km². Kecamatan Comal memiliki kepadatan teratas yaitu sebesar 3.562 jiwa/km2 nan artinya, setiap 1 Km2 didiami maka dari itu selingkung 3.562 orang. Sedangkan kecamatan Watukumpul memiliki angka kepadatan kebanyakan paling kecil rendah, yaitu sebesar 588.21 nyawa/km2.[1]

Agama

[sunting
|
sunting mata air]

Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Pasar tradisional

[sunting
|
sunting mata air]

  • Pasar Banjardawa

Banjardawa I, Banjardawa, Kec. Ujana, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52361

  • Pasar Bantarbolang

Karangasem, Bantarbolang, Kec. Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52352

  • Pasar Beji

Jalan Perintis Kemerdekaan No.109, Beji, Kec. Ujana, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • Pasar Comal

Posongan, Purwoharjo, Kec. Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52363

  • Pasar Pagi Pemalang

Jalan Mawar No.Desa, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52319

  • Pasar Petarukan

Urut-urutan Kartini No.184, Petarukan, Kec. Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52362

  • Pasar Randudongkal

Dusun III, Randudongkal, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52353

  • Pasar Belik

komplek pasar, Jalan besar Belik–Pulosari, Bentar, Dukuh Perdua, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52355

  • Pasar Moga

Campakawulung, Banyumudal, Semoga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

  • Pasar Paduraksa

Kronologi D.I. Panjaitan, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia

Perhutani

[sunting
|
sunting sumber]

Berbagai macam kategori hutan tersedia di Kabupaten ini seperti mana Hutan Lindung, Rimba Suaka Alam dan Wisata, Hutan Produksi Kukuh, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Bakau dan Hutan Rakyat. Hasil kehutanan antara lain Kayu Nirmala, Kayu Albasia, Kayu Mahoni dan juga Getah Pinus.

Pusat perbelanjaan

[sunting
|
sunting mata air]

  • Basa Toserba

Jalan Jend. Sudirman No.30, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52313, Indonesia

  • Congkak Busana

Perkembangan Jend. Sudirman No.288, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52312

  • Sirandu Mall Kebondalem, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52319
  • Swalayan Pemalang Permai

Jalan Jend. Sudirman, Kebondalem, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312

  • Toko Sukses Busana

Perkembangan Jend. Sudirman No.149, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

  • Toserba Yogya

Jalan Jend. Sudirman No.94, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312, Indonesia

Perbankan

[sunting
|
sunting sumber]

Layanan jasa perbankan di Kabupaten Pemalang dilayani maka dari itu 4 biji kemaluan Bank eigendom pemerintah BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dan 7 buah bank swasta nasional sebagai halnya BCA, Bank Muamalat, Bank Danamon, CIMBNIAGA, Bank Awan, Bank Nur Mas dan BTPN serta bank hoki pemerintah wilayah sebanyak 3 buah yaitu BPR, BKK, dan Bank Pasar.

Hotel

[sunting
|
sunting sumber]

  • Airy Jenderal Sudirman Timur 5
  • Akasia Budget Hotel
  • GM Hotel
  • Hotel Peri Sri
  • Hotel Dina
  • Hotel Grand Porah
  • Hotel Emas
  • Hotel Murni
  • Hotel Pemalang
  • Hotel Podomoro
  • Hotel Regina
  • Hotel Segoro
  • Panorama Hotel
  • SB Hotel
  • Sentana Sani Hotel
  • The Winner Hotel
  • Wisma Paragon Pemalang

Industri

[sunting
|
sunting sumber]

  • PT Blue Star Anugerah
  • PT Cahaya Timur Garmindo
  • PT Candi Mekar
  • PT Casuarina Harnessindo
  • PT Cosmoprof Indokarya
  • PT Daiwabo Garment Indonesia
  • PT Dalim Fideta Kornesia
  • PT Haitwo Anugerah Nibras
  • PT Ciomas Adisatwa
  • PT Gegana Putra Garmen
  • PT Multikarya Garmen Texindo
  • PT Panca Budi Idaman
  • PT Philips Seafood Indonesia
  • PT Bergaduk Indah Pendar Abadi
  • PT Rindang Jati Spinning
  • PT Sandy Nazwatex Jaya

Perikanan

[sunting
|
sunting sumber]

Mencatat besarnya potensi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pemalang melebarkan budidaya ikan dan biota air laut. Selain pun berupa perikanan darat nyata Tebat, Kolam, Karamba, dan budidaya biota air tawar.

Dengan areal tambak seuas 1.728 hektar komoditas yang dikembangkan nyata Bandeng, Udang Windu dan Kepiting Soka. Sementara itu barang perikanan laut nan mempunyai nilai jual jenjang diantaranya faktual Iwak Teri Nasi, Udang, Rajungan dan Bawal Masif.

Pertanaman

[sunting
|
sunting sendang]

Sektor pertanaman dengan lahan sawah seluas 38.617 hektar dan lahan sangar 23.813 hektar masih menjadi tulang telapak perekonomian di Kabupaten ini, dagangan yang menonjol untuk tanaman pangan yaitu Padi, Ketela Pohon dan Jagung, Sayur-sayuran, Kucai Merah, Lada Merah dan Ketimun. Sementara itu produksi buah-buahan merupakan Nanas Bujukan, Nanas Madu, Pisang , Kelambir dan Mangga.

Peternakan

[sunting
|
sunting sumur]

Peliharaan seperti mana Sapi Tikam, Sapi Perah, Embek, Domba, Kerbau, Aswa, Ayam Buras, Ayam Petelur, Ayam jago Pedaging dan Itik, Penis Puyuh, Burung Amoi sangat cocok dikembangkan di Kabupaten ini.

Perkebunan

[sunting
|
sunting sumber]

Salah satu andalan Kabupaten Pemalang adalah “Teh” dengan produksi sebesar 927,53 ton, dengan luas area pertanian sebesar 15.713 hektar. Produksi perkebunan andalan lainnya adalah Tebu, Kelapa Sayur, Glagah Arjuna, Cengkih, Kopi, Tembakau, Kakao, Lada, Ketilang, dan Kain bertaruk mampu di Kabupaten ini.

Sumber Kancing Alam

[sunting
|
sunting sumber]

Makanan sumber taktik alam yang paling kecil potensial di Kabupaten Pemalang khususnya pemalang fragmen selatan yang terwalak di lereng Argo Slamet adalah konkret Tambang Diorit, Kaolin, Provokasi Batu kapur, dan Gangguan Marmer.

Gerak badan

[sunting
|
sunting sumber]

  • PSIP Pemalang

Klub yang berjuluk Laskar Benowo ini berpangkalan di Stadion Mochtar Pemalang. Pada tahun 2018 skuat PSIP Pemalang berakibat menjadi jago liga 3 Jateng . Serta turut intern babak pendahuluan namun belaka bisa sebatas putaran 2 karena dikalahkan PS Kota Pahlawan Surabaya. Di bekas Piala Indonesia skuat ini berhasil timbrung 64 besar. PSIP memiliki 2 basis partisan yaitu Lasbo Kegandrungan dan Ultras LBS.

Transportasi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Jalan Tol Pejagan-Pemalang
  • Perkembangan Tol Pemalang-Batang
  • Stasiun Comal
  • Stasiun Pemalang
  • Stasiun Petarukan
  • Delman
  • Becak
  • Angkutan Daerah tingkat
  • Terminal Bayangan Grosir Comal
  • Terminal Belik
  • Terminal Induk Pemalang
  • Terminal Moga
  • Setopan Randudongkal

Akomodasi Kesehatan

[sunting
|
sunting perigi]

Rumah Sakit

[sunting
|
sunting sumber]

  • RS Tujuan Bugar

Jalan R.E. Martadinata, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52312

  • RS Islam Al-Ikhlas

Urut-urutan Kolonel Sugiyono No.13, Banjardawa III, Taman, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • RS Muhammadiyah Mardhatillah

Dusun V, Randudongkal, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52353

  • RS Muhammadiyah Rodliyah Achid

Jalan besar Seharusnya–Pulosari No.KM, Simadu, Banyumudal, Semoga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

  • RS Prima Medika

Urut-urutan Slamet Riyadi No.321, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52313

  • RS Santa Maria

Jalan Pemuda No.24, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

  • RSU Comal Bau kencur

Sewuni, Ujunggede, Kec. Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52364

  • RSU Siaga Medika

Jalan Peneroka Kebebasan No.1, Sawah, Beji, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52361

  • RSUD Dr.M.Ashari

Jalan Gatot Subroto No.41, Bojongbata, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319

Puskesmas

[sunting
|
sunting perigi]

  • Puskesmas Banjardawa
  • Puskesmas Jebed
  • Puskesmas Bantarbolang
  • Puskesmas Banyumudal
  • Puskesmas Belik
  • Puskesmas Cikadu
  • Puskesmas Jatiroyom
  • Puskesmas Kabunan
  • Puskesmas Kalimas
  • Puskesmas Karangasem
  • Puskesmas Kebandaran
  • Puskesmas Kebondalem
  • Puskesmas Klareyan
  • Puskesmas Watukumpul
  • Puskesmas Warungpring
  • Puskesmas Sarwodadi
  • Puskesmas Losari
  • Puskesmas Mojo
  • Puskesmas Mulyoharjo
  • Puskesmas Paduraksa
  • Puskesmas Petarukan
  • Puskesmas Pulosari
  • Puskesmas Purwoharjo
  • Puskesmas Randudongkal
  • Puskesmas Rowosari

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam rangka mencerdaskan nasib bangsa Kabupaten Pemalang terus menggiatkan proses pendidikan yang terpadu dan kontinu difasilitasi dengan 359 Sekolah Taman Kanak-kanak, 2 biji zakar Sekolah Luar Konvensional, 868 SD/Mihun, 161 SMP/MTS, 37 SMA/MA, 53 SMK dan 3 biji kemaluan perguruan tinggi menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri.

Wahana Massa

[sunting
|
sunting sumber]

  • De Best Radio 101,1 FM
  • G-news
  • Kabar Pemalang
  • Lppl Radio Swara Widuri 87,7 FM
  • Puskapik
  • Radio Persada 93,6 FM
  • Radio Pop 89,3 FM
  • Radio TFM 102,7 FM
  • Radio Thomson 96,00 FM
  • Media Keterangan Kita

Wisata

[sunting
|
sunting sumber]

  • Alun-Alun Pemalang

Jl. Jend. Sudirman, Kebondalem, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312

  • Benowo Park

Taman Makam Paduka Benowo, Sawah,Huma, Penggarit, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • Bukit Igir Kandang

RT.04/RW.04, Sawah, Clekatakan, Kec. Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52355

  • Bukit Kukusan

Jl. Raya Mudahmudahan – Kumba Gn. Hubung, Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh

  • Bukit Mendelem

Hutan Dan Sawah, Mendelem, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52356

  • Ancala Samoan

Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh

  • Wippas Surajaya

Jalan Dukuh Slarang, Area Sawah / Tegal, Surajaya, Pemalang, Pemalang Regency, Central Java 52318

  • Bukit Tangkeban

Jl. Bukit Tangkeban, Tangkeban, Nyalembeng, Kec. Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52355

  • Curug Bengkawah

Jl. Sikasur – Simpur, Karangmulyo, Sikasur, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52356

  • Curug Sibedil

Jl. Kyai Abdurrosyid Rt.01 / Rw.03, Dusun Karangbulu, Sima, Moga, Karangbulu, Sima, Kec. Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52354

  • Curug Barong

Barong, Simpur, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52356

  • Curug Sejajar

Tamasya Liwa, Sawah Dan Rimba, Badak, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52356

  • Curug Maratangga

Sawah, Sima, Kec. Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52354

  • Hutan Mangrove Comal

Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang

  • Kampoeng Teh Semugih

Jl. Raya Moga – Pulosari No.KM. 02, Simadu Barat, Banyumudal, Kec. Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

  • Tambak Kalisuci Hendaknya

Kalibuntu, Moga, Kec. Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

  • Taman bahagia Syeikh Maulana Syamsuddin

Jl. Yos Sudarso, Pencolotan, Sugihwaras, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52315

  • Pabrik Gula Sumberharjo

Jl. Sumberharjo, Karangsambung, Wanamulya, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319

  • Rantau Joko Tingkir

Jalan Desa Kendal-Doyong, Jl. Raya Joko Tingkir, Nyamplungsari, Kec. Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh 52362

  • Rantau Widuri

Jl. Yos Sudarso, Widuri, Pemalang, Pemalang, jawa Tengah, Indonesia, 52314

  • Pantai Blendung

Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52371

  • Pemanjatan Ancala Slamet

Via Dhipajaya, Via Jurangmangu, Via Penakir, Via Cemara Sakti

  • Taman Bendahara Sampun

Jl. Gatot Subroto No.31, Bojongbata, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Perdua 52319

  • Telaga Silating

di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

  • Telaga Rengganis

Desa Ki, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang

  • Telaga Jendul

Belik-Bodas, Watukumpul, Ladang,Pangan, Bodas, Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52357

  • Waterboom Zatobay

Jl. KH. Wahid Hasyim No.7, Bandelan 2, Wanarejan Selatan, Kec. Yojana, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • Wisata Jambe Kembar

Bentar, Belik, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52356

  • Taman Gumelem

Sawah, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

Perhelatan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Road To Kilau Raya MNCTV

Perhelatan Road to kilau di Kabupaten Pemalang, sukses digelar dan membuat 40.000 pemukim yang hinggap memadati rantau widuri, larut dalam alunan musik dangdut dan goyangan artis-artis papan atas.

Guyuran hujan angin enggak menghibur antusiasme dari penghuni Pemalang bikin menyaksikan idola mereka diantaranya, Inul Daratista, Cak Sodiq, Tasya Rosmala, Nita Thalia, IIux, Dewi Persik, Jihan Audy, Denny Caknan, Abi KDI, Julia Vio, Suci KDI, Eva Puka, Abi KDI, Lebby dan Limbad.

Acara yang disiarkan secara langsung oleh MNCTV ini dibuka maka itu Inul Daratista, Nita Thalia dan Haur Persik dengan lagu ‘Goyang inul, Petugas keamanan dan Bojo galak’ di temani para kostum pawai tampil memukau membuat para pirsawan bernyanyi dan bergoyang bersama larut internal suasana yang besar-besaran.

Dilanjutkan juga oleh Deni caknan dan Tasya Rosmala dengan menyuarakan lagu ‘Kortonyono medot janji’ membuat penduduk Pamalang terus bergoyang sonder henti. Tak kalah juga Cak Sodiq bekerja sama denga Nita Thalia menghipnotis warga dengan lagu ‘Pamer bojo’, juga Ilux Id, Ikhlas KDI dan Lebby mengajak seluruh penonton di Pesisir Widuri plong malam tadi timbrung merinai.

  • Festival Budaya Bangkuncung

Aneka kesenian tradisional khas desa-desa se Kecamatan Warungpring, ditampilkan internal Festival Budaya Bangkuncung atau Pusing Kencer Kuntulan dan Calung, di Lapangan Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang puas Minggu (16/2/2020).

Basuki SPd, superior panitia menjelaskan, festival budaya ini cekut tema mengembangkan dan melestarikan budaya daerah bagi Warungpring maju. Munculnya kesenian Bangkuncung ini dilatarbelakangi kesenian kawasan nan ialah suatu budaya yang keberadaannya adv amat melekat di internal struktur masyarakat daerah. Perkembangannya dipercepat maka dari itu seringnya dipentaskan dalam programa-acara tertentu.

Walau demikian kesenian tersebut terancam makin terbelakang. “Festival ini bikin mengembangkan dan melestarikan budaya negeri,” katanya.

Di Kecamatan Warungpring, banyak kesenian daerah yang sudah lalu mengakar, dan punya ciri berbeda dengan lainnya seperti terbang kencer, kuntulan (seni silat) dan calung (sangkutan antara angklung dan musik tabuh maupun gendang).

“Festival ini membolongi daya kreasi utamanya generasi remaja, dalam upaya mengembangkan budaya asli provinsi,” imbuhnya.

Imam Fahrudin, panitia lainnya menambahkan, kesenian daerah yang ditampilkan antara tak pawai budaya Bangkuncung, pameran durian Warungpring, pameran UMKM, festival dolanan anak, tari massal, aerobik massal, menulis karnaval, sintren kelucuan dan rahim tradisional dan lainnya.

“Lewat Festival Bangkuncung ini, sebaiknya budaya daerah di Kecamatan Warungpring bertambah maju dan dikenal masyarakat,” ujarnya.

  • Festival Wong Gunung 2019

Tontonan seni budaya galibnya menggambarkan senang cita masyarakat. Namun di Pemalang, kondisi masyarakat nan kesulitan air steril, dikemas menjadi sebuah atraksi pertunjukan budaya yang sangat menyentak. Bertajuk Festival Wong Gunung 2019, bayangan mengenai kesulitan penduduk tentang air bersih ditampilkan dalam pertunjukan menarik. Prosesi pengambilan air nan disebut ‘Ritual Agung Banyu Penguripan’, pecah lereng dolok Slamet makanya para kesatria kerjakan keperluan awam menjadi sebuah karya seni nan indah ditampilkan di Lapangan Pulosari Pemalang, Minggu (8/9/2019). Prosesi itu menggambarkan bagaimana kisah tujuh jantan terpilih yang ditugaskan mengambil air dari sapta mata air mata air Gunung Slamet. Setelah air berhasil diambil, kemudian Banyu Panguripan itu diruwat, dikirab dan diserahkan kepada publik. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara Festival Wong Gunung 2019 mengapresiasi daya kreasi masyarakat itu. Menurutnya, masyarakat Jawa Tengah adalah orang-orang kaya yang memiliki jiwa seni tataran. “Jawa Tengah memiliki potensi budaya tradisional yang lewat produktif. Kalau semua disatukan dan dilestarikan, karuan akan menjadi guna segara. Hari ini saya terkejut, kisah kesulitan air karena kemarau saja boleh jadi pertunjukan sebagus ini,” kata Ganjar. Kegiatan Festival Wong Gunung yang diselenggarakan di desa lereng Ardi Slamet, lanjut beliau, juga merupakan hal yang membanggakan. Sebab detik ini, geliat kesenian lain sahaja terlihat di daerah tingkat-metropolitan cuma, namun di pelosok kewedanan, roh berkesenian terus bersemi. “Kita ceceh banyak atraksi-atraksi kesenian seperti ini. Selain untuk menjujut wisatawan, kalau banyak atraksi seni, maka masyarakat akan bahagia,” tegasnya. Ganjar juga mengomentari tercalit kondisi kekeringan air kudrati di Kecamatan Pulosari. Saat ini lanjut sira, programa air kalis bikin Kecamatan Pulosari sudah dikerjakan oleh pemerintah sentral, dan kerumahtanggaan proses perampungan Detail Engineering Design (DED). “Saya akan kawal seorang program ini, seyogiannya intern 1-2 waktu ke depan, daerah ini sudah tidak kesulitan air ikhlas lagi,” tegasnya. Bupati Pemalang Junaedi mengatakan, Festival Wong Gunung awalnya hanya kegiatan seni kecil pecah beberapa kewedanan di Pemalang. Kemudian, prosesi itu digabungkan menjadi bertambah besar dalam empat tahun terakhir. “Alhamdulillah antusiasme masyarakat menyaksikan prosesi ini semakin lautan. Kami bercita-cita, festival ini dapat masuk privat kalender event nasional agar semakin banyak wisatawan yang datang ke Pemalang,” kata anda.

  • Karnaval Batik Jawa Tengah

Karnaval ini merupakan ajang sahih pada setiap Pesta Rakyat HUT Jateng. Tidak terkecuali perayaan ke 68 hari ini nan digelar di Kabupaten Pemalang pada Minggu (19/8/2018).

Parade menampilkan kreasi seragam 21 kabupaten/kota dengan panduan kreativitas desain, keselarasan dan manifestasi.

Pengarah Dekranasda Jateng, Siti Atiqoh, mengatakan Jateng habis kaya kerajinan dan keseniannya. Khusus menggambar, alas kata Atiqoh, dempang setiap kabupaten/kota punya ciri khas corak masing-masing. “Itu kekayaan yang lain hanya dijaga, tepai dikembangkan.”

  • Gandulan Culinary Center Fest Festival 2022

Diskoperindag (Kantor Koperasi dan UMKM, Perindustrian, dan Perkulakan) Kabupaten Pemalang, Jawa Paruh, akan menggelar event GCC Fest 2022 pada 9-14 Agustus 2022, mendatang.

Gelaran festival yang berangkulan dengan Alap-Alap Manajemen ini akan dilaksanakan di GCC (Gandulan Culinary Center) Pemalang dimeriahkan makanya serangkaian program sebagai halnya bazar pentas seni, live music, sampai kompetisi.

Denny Caknan akan menyemarakkan GCC Fest Pemalang 2022 plong 11 Agustus 2022, padahal Tyok Satrio (X-Factor) tampil pada 14 Agustus 2022.

  • Festival Bandeng Bakar Desa Mojo

Ratusan warga terlihat antusias dalam acara Festival Bandeng Bakar di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Sabtu (6/8/2022). Festival ini digelar bagaikan upaya mengenalkan produk budidaya perikanan hak penduduk setempat kepada masyarakat luas.

Setidaknya ratusan kilogram bandeng segak yang disediakan panitia ludes dalam festival tersebut. Pelawat yang hinggap dikenakan kartu Rp 20.000 lakukan boleh menyantap suatu porsi arketipe olahan bandeng bakar.

Selain menyantap peranakan petandang lagi bisa menikmati hiburan nada dangdut yang disiapkan panitia.

“Kita siapkan 2,5 kuintal ikan bandeng alias 1.000 tiket ke pengunjung. Sudah lalu habis dalam hitungan jam,” ungkap satu panitia acara, Mulasti, Sabtu (6/8/2022).

  • Festival Kuliner Dan Pameran UMKM

Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat menelanjangi Festival Kuliner dan Pameran UMKM di Kecamatan Randudongkal, Sabtu (27/8/2022).

Festival Kuliner dan UMKM ini digelar selama 2 hari, adalah Sabtu (27/8/2022) dan Minggu (28/8/2022).

Mansur mengharapkan kegiatan serupa lebih belalah digelar, bukan hanya untuk memperingati Mina RI, saja juga menjadi programa rutin cak bagi mempromosikan UMKM Randudongkal dan sekitarnya.

Mansur juga mengapresiasi Persatuan Bakulers Randudongkal (PBR), yang telah memprakarsai programa ini, sebagai babak dari upaya menggeliatkan kembali UMKM setelah pandemi.

Makanan khas

[sunting
|
sunting mata air]

  • Keong kraca
  • Kamir
  • Yuyu Lemburi
  • Lontong dekem
  • Lotek
  • Nasi grombyang
  • Ogel-Ogel
  • Gentat belut
  • Sate loso
  • Sego tahu Comal
  • Nasi megono

Oleh-oleh

[sunting
|
sunting sumber]

  • Nanas Sembayan
  • Sarung Goyor
  • Kerajinan Kulit Ular air
  • Menggambar Pemalangan
  • Kemplang Useg
  • Apem Comal

Kesenian Daerah

[sunting
|
sunting sumur]

  • Sintren
  • Kuda kepang
  • Baritan
  • Kuntulan
  • Krangkeng

Dansa Daerah

[sunting
|
sunting perigi]

  • Tari Sandang Pemalang

Salah suatu tarian distrik yang pernah ditampilkan oleh 100 penari privat pembukaan program Pesta Rakyat Pemalang hari 2016. Ajojing ini sudah diresmikan sebagai tarian istimewa radiks Pemalang oleh Junaedi selaku Regen Pemalang lega sungkap 17 September 2012.

Dansa yang diciptakan oleh seniman bernama Drs. Bopeng Kustoro mendapatkan inspirasi dari sejarah awal mula terbentuknya Kabupaten Pemalang. Busana yang dikenakan oleh penayub sangat sederhana ditambah dengan aksesori anak uang melati di sanggul.

Keunikan dari dansa rakyat Pemalang ini terdapat sreg sampur yang menjadi ciri khasnya yaitu ujung selendang ditali dengan tujuan kendati penduduk Pemalang bisa menggudangkan anak kunci dengan baik. Tari Sandang Pemalang dapat dibawakan dalam bermacam rupa acara seperti sambutan tamu, acara akad nikah dan tidak-lain.

  • Tari Silakupang

Tarian provinsi asal Cikendung, Pemalang mempunyai angka religius, romantic, gagah dan gesit ini pernah tampil dalam acara Parade Tari Nusantara tahun 2017. Tari silakupang merupakan kolaborasi dari beberapa kesenian di Pemalang begitu juga sintren, sengkuang, kuntulan dan jaran kepang.

  • Tari Denok Widuri

Tarian daerah di Pemalang Jawa Paruh selanjutnya ialah Tari Denok Widuri yang diciptakan maka itu Sanggar Tari Srimpi di Desa Ujunggede, Kabupaten Pemalang. Berbunga bersumber bahasa Jawa kata “denok” memiliki arti anak perempuan, padahal pengenalan “widuri” yaitu nama daerah di Pemalang nan memiliki pantai nan luhur.

Maka berbunga itu, Tari Denok Widuri punya arti usia perempuan-nona di pesisir Rantau Widuri Pemalang. Hal itu digambarkan dalam gerakan tari yang energik serta ekspresi penandak yang ceria diiringi maka dari itu musik tradisional yakni gamelan jawa dengan tempo berbagai.

  • Tari Berkebun Melati

Tari Bersawah Melati yang melukiskan keseharian awam di daerah pantai lor Jawa yakni pantura. Di daerah tersebut tepatnya Desa Kaliprau, Ulujami sebagian masyarakatnya banyak bekerja sebagai petani anakan melati.

Maka dari itu Tari Tani Melati yang digarap oleh koreografer Bayu Kusuma Listyanto, S.Sn mengangkat ragam gerak tari begitu juga beranjak, bergegas, berangkat ke huma untuk memetik, menyortir serta menguntai bunga melati.

Tari Berhuma Melati pun pernah mendapatkan kesempatan cak bagi tampil di acara yang diselenggarakan maka dari itu Dinas Wisata, Pemuda dan Sport Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di alun-alun Kabupaten Pemalang.

Bahasa

[sunting
|
sunting sumur]

Masyarakat Pemalang umumnya memperalat Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa intern hayat sehari-perian. Sekadar jikalau dilihat dari logat bahasanya, bahasa Jawa yang dituturkan oleh publik Pemalang terbagi dalam beberapa logat/dialek bahasa. Pemalang berbatasan dengan kabupaten yang mempunyai dialek bahasa Jawa nan farik-selisih. Inilah yang menyebapkan tiap-tiap kecamatan ataupun kawasan urban maupun area pedesaan di Pemalang n kepunyaan dialek yang berbeda-tikai.

Dialek Pemalang

[sunting
|
sunting sumber]

Dialek Pemalang Ii kabupaten dituturkan di sekitar Pemalang Kota misalnya di desa Saradan dan desa Sewaka dan sebagian Kecamatan Ujana, Ciri istimewa dialek ini yaitu punya pengujaran nan agak mirip dengan Bahasa Jawa Banten maupun Bahasa Malaysia yakni huruf
A
di ucapkan
“e pepet” (eu)
tetapi di Dialek Pemalangan pengucapanya secara ditahan seperti
sega, pira, apa di ucapkan segê, pirê, apê
misalnya
kowé lagi apê?, ajê kaya kuwé maring bapakmu. Dialek ini diyakini yakni perjumpaan Bahasa Jawa Ladang yang beraksen
A
dengan Bahasa Jawa Pekalongan yang berdialek
Udara murni. Di Kecamatan Yojana, sebagian pendudunya pula menunggangi aksara
a
internal bersuara keseharian seperti
ana apa koe mene? Sirahe nyong lagi mumet tea. Arusah goda ndipit.

Dialek lain pun yang berlainan adalah di dengan dialek di desa Pelutan yang dekat dengan Tipar. Hal yang paling terlihat merupakan adanya interpolasi kata
ra dan ganing
dalam akhir kalimat. Misalnya
aja kaya kuwe ra, enyong kei jajane ra, ganing sampeyan rani kue.

Dialek ini juga dapat ditemui sreg beberapa desa di kecamatan Bantarbolang dan Warungpring.

Dialek Pemalang Timur

[sunting
|
sunting sumber]

Selain itu farik lagi dengan dialek di Kecamatan Petarukan, Ampelgading, Ulujami, Bodeh dan Comal, orang-orang disana banyak menggunakan fonem
o
internal setiap kosa katanya. Misalnya pada tuturan
kowe lagi opo?, ojo koyo kui kambi bapakmu. Pemanfaatan fonem
ozon
ini lantaran berdekatan dengan Kabupaten Pekalongan yang mempunyai dialek sendiri.

Dialek Pemalang Selatan

[sunting
|
sunting sumur]

Sedangkan provinsi di Pemalang yang bersusila-benar terdengar putih sebagai Jawa ngapak seperti pada dialek Banyumas hanya ada di Pemalang putaran daksina merupakan Kecamatan Belik, Pulosari dan Watukumpul. Di kecamatan ini banyak menggunakan fonem
a, musik bicaranya cepat dan kesetaraan kosakatanya dengan dialek Banyumasan. Misalnya pada ujaran
aja berpunya kuwe maring ramamu, uwis mangan po durung mbok, regane pira segane.

Pemrakarsa Terkenal

[sunting
|
sunting sumber]

  • Hendra Setiawan anak tonsil bulu tangkis Indonesia
  • Kristina seorang pendendang dangdut Indonesia
  • Torro Margens seorang aktor dan sutradara pada era tahun 1970-an dan 1980-an, serta tahu aktif bermain di sinetron dan FTV
  • Mohamad Aris Purnomo sendiri perwira tinggi Polri nan sejak 29 April 2021 mengemban amanat ibarat Kepala BNNP Jatim
  • Muammar Zainal Asyikin seorang Qari’ senior dan Hafiz dari Indonesia nan dikenal secara kebangsaan maupun internasional
  • Ady Wibowo koteng perwira menengah Polri yang sejak 16 November 2020 mengemban pemberitahuan ibarat Kapolres Metro Jakarta Barat
  • Untung Purnomo Penasihat Badan Penyalur Sida-sida Laskar Laut Area Barat (Balurjalbar)
  • Karyoto seorang perwira tinggi Polri yang sejak 14 April 2020 memegang misal Deputi Penindakan KPK
  • Khalawi Abdul Hamid Direktorat Jenderal Penyediaan PerumahanKementerian Pencahanan Publik dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
  • Bambang Rudi Pratiknyo seorang Veteran Polri nan sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri
  • Budiono (chef) seorang Chef/Juru Matang Profesional di Inggris
  • Sutanto Pengarah Tubuh Intelijen Negara Indonesia (Polong) sejak 22 Oktober 2009 sampai 19 Oktober 2011
  • Budhi Herdi Susianto koteng perwira menengah Polri nan sejak 17 Desember 2021 mengemban amanat sebagai Kapolres Metro Jakarta Daksina
  • Agus Dwi Putranto seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara eks Akademi Barisan Mega TNI musim 1983
  • Nisan Setiadi seorang perwira tangga TNI-AD yang sejak 25 Oktober 2021 mengemban permakluman seumpama Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT
  • Nazar Nurzaidin Pesepakbola Indonesia yang kini bermain bikin klub Barito Putera

Referensi

[sunting
|
sunting perigi]

  1. ^


    a




    b




    “Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Kewedanan – Dukcapil 2021”
    (Visual).
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses sungkap
    1 Oktober
    2021
    .





  2. ^


    “Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupatem Pemalang”.
    www.sp2010.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    1 Oktober
    2021
    .





  3. ^


    “Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Daerah tingkat dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020”. Badan Rahasia Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diakses rontok
    4 Maret
    2022
    .





  4. ^


    “Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021”
    (pdf).
    www.bps.go.id
    . Diakses sungkap
    10 Desember
    2021
    .





  5. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Internal APBN Lengkung langit.A 2020”
    (pdf).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 8. Diakses tanggal
    1 Oktober
    2021
    .





  6. ^


    Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (2008).
    Kumpulan makalah Pertemuan Ilmuah Arkeologi ke-IX, Kediri, 23-28 Juli 2002. Jalinan Ahli Arkeologi Indonesia. hlm. 765.





  7. ^


    Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008).
    Sejarah Kebangsaan Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia.
    I. PT Auditorium Referensi. hlm. 335. ISBN 978-979-407-407-7, 9794074071. Diakses terlepas
    15 Januari
    2015
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  8. ^


    Degroot, Véronique (2009).
    Candi, Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains. Sidestone Press. hlm. 415. ISBN 978-90-8890-039-6, 9088900396. Diakses sungkap
    15 Januari
    2015
    .





  9. ^


    Stokhof, W.A.L.; Kaptein, Tepi langit.J.G. (1990).
    Referat-makalah nan disampaikan dalam rangka kunjungan Menteri Agama R.I.H. Munawir Sjadzali, M.A. ke Wilayah Belanda, 31 Oktober-7 November 1988: Kumpulan Karangan.
    6. Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies. hlm. 127, 160. ISBN 978-979-8116-06-3, 9798116062.





  10. ^


    de Graaf, Hermanus Johannes; Pigeaud, Theodore Gauthier Th. (1985).
    Kerajaan-Kerajaan Islam Purwa Di Jawa: Kajian Memori Garis haluan Abad Ke-15 Dan Ke-16. Grafitipers. hlm. 20.





  11. ^

    Lombard, hlm. 147
  12. ^


    a




    b




    c




    Lombard, Denys (2005).
    Nusa Jawa: Cagak Budaya – Jaringan Asia.
    2. PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 110. ISBN 978-979-605-451-0, 9796054515. Diakses rontok
    14 Januari
    2015
    .





  13. ^


    Kanō, Hiroyoshi; Hüsken, Djoko; Suryo (1996).
    Di pangkal gas industri sakarosa: Masyarakat desa di rantau Jawa sepanjang abad ke-20. Akatiga & Gadjah Mada University Press. hlm. 293. ISBN 978979420377, 9794203777.




  14. ^


    a




    b




    K.S., Yudiono (2005).
    Kisahan Rakyat Dari Pemalang (Jawa Tengah). Grasindo. ISBN 9797590976.




    Hlm. 9. Diaksés 2 Juni 2012.

  15. ^


    Antaran Pengkajian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (1976).
    Ki kenangan Kawasan Partikular Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kultur, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Titipan Penelitian dan Pendataan Kebudayaan Daerah. hlm. 93. Diakses tanggal
    14 Januari
    2015
    .





  16. ^


    Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008).
    Rekaman Kebangsaan Indonesia: Kemunculan Penjajahan di Indonesia.
    IV. PT Auditorium Bacaan. hlm. 66. ISBN 978-979-407-410-7, 9794074101. Diakses tanggal
    14 Januari
    2015
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


  17. ^


    a




    b




    Bachri, Saiful (10 Maret 2005). “Di Desa Bojongbata, Jalan Mulus Lampu Kencar-kencar”.
    Suara miring Merdeka. Diarsipkan dari versi ceria terlepas 2016-03-05. Diakses tanggal
    15 Januari
    2015
    .




    Copyright© 1996–2004 Suara Merdeka.

  18. ^


    de Graaf, Hermanus Johannes (1986).
    Puncak Yuridiksi Mataram: Strategi Ekspansi Sinuhun Agung.
    4. Grafitipers. Diakses tanggal
    15 Januari
    2015
    .





  19. ^


    Olthof, W.L.; Sumarsono, H.R. (2007).
    Babad Kapling Jawi Tiba berbunga Nabi Adam sampai Tahun 1647. Narasi. ISBN 978-979-16804-7-9, 9791680477. Diakses tanggal
    15 Januari
    2015
    .





  20. ^


    Warsid, Edi.
    Meneladani Kependekaran Kaum Wanita. Yudhistira Ghalia Indonesia. hlm. 51. ISBN 978-979-019-123-5, 9790191235.





  21. ^



    Rencana induk Kota Pemalang tahun 1983–2003.
    3. Pemerintah Kabupaten Wilayah Tingkat II Pemalang. 1983.





  22. ^


    “Sejarah Kabupaten Pemalang”.
    Pemkab Pemalang
    . Diakses tanggal
    2022-09-04
    .




  23. ^


    a




    b



    Kantor Statistik Kabupaten Pemalang (2008).
    Pemalang n domestik Angka 2008, Pemerintah Kabupaten Distrik Tk. II Pemalang, BPS. Hlm. 246.

  24. ^


    “Climate: Pemalang”. Climate-Data.org. Diakses tanggal
    13 November
    2020
    .





  25. ^


    “Gevonden in Delpher – De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad”.
    www.delpher.nl
    (privat bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  26. ^



    Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie 1882. Batavia: Landsdrukkerij. 1881. hlm. 50.





  27. ^


    “Gevonden in Delpher – Opregte Haarlemsche Courant”.
    www.delpher.nl
    (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  28. ^



    Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie 1907. Batavia: Landsdrukkerij. 1907. hlm. 174.





  29. ^


    “Gevonden in Delpher – Het vaderland”.
    www.delpher.nl
    (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  30. ^


    “Gevonden in Delpher – Soerabaijasch handelsblad”.
    www.delpher.nl
    (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  31. ^


    “Gevonden in Delpher – Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië”.
    www.delpher.nl
    (n domestik bahasa Belanda). Diakses terlepas
    2021-03-13
    .





  32. ^


    “Gevonden in Delpher – Bataviaasch nieuwsblad”.
    www.delpher.nl
    (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  33. ^


    “Gevonden in Delpher – De Indische courant”.
    www.delpher.nl
    (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal
    2021-03-13
    .





  34. ^


    “Gevonden in Delpher – De Indische courant”.
    www.delpher.nl
    (internal bahasa Belanda). Diakses rontok
    2021-03-13
    .





  35. ^


    “Peraturan Menteri Privat Negeri Nomor 137 Masa 2017 adapun Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Departemen Dalam Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses rontok
    3 Oktober
    2019
    .





  36. ^


    “Kanun Menteri Dalam Area Nomor 72 Hari 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Rezim”. Kementerian Kerumahtanggaan Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan pecah versi kalis
    (PDF)
    terlepas 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pemalang

Posted by: holymayhem.com