Pendahuluan Dari Tanaman Sayuran Sawi


BUDIDAYA TANAMAN SAWI


Description: Hasil gambar untuk TANAMAN SAWI


A.



Dasar usul pokok kayu sawi

Sawi hijau/caisin (Brassica juncea L. Coss) merupakan salah satu produk tanaman hortikultura dari jenis sayur sayuran yang di menfaatkan daun-daun yang masih taruna. Daun pakcoi sebagai makanan sayuran memiliki aneh-aneh manfaat dan kegunaan dalam spirit mahajana sehari-tahun. Sawi selain dimanfaatkan bagaikan target rahim sayuran, sekali lagi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan (terapi bermacam-macam keburukan). (Cahyono, 2003). Selain itu sawi pun digemari oleh pemakai karena memiliki alat pencernaan pro-gizi A dan senderut askorbat nan panjang. Suka-suka dua jenis caisin/pakcoi yaitu caisim putih dan sawi mentah. Keduanya boleh tumbuh di n baruh terbatas sampai dataran tinggi.


Sawi plong umumnya banyak ditanam di dataran rendah. Tumbuhan ini selain tahan terhadap guru memberahikan (tinggi) juga mudah berbunga dan menghasilkan biji secara alami pada kondisi iklim tropis Indonesia (Haryanto dkk, 2002).  Distrik sumber akar tanaman caisim diduga dari Tiangkok ( Cina ) dan Asia Timur, konon didaareah Cina, tumbuhan ini mutakadim dibudidayakan sejak 2.500 tahun yang lalu, kemudian menyebar luas ke Filifina dan Taiwan. Masuknya sawi kewilayah Indonesia diduga puas abad XIX. Bersamaan dengan lintas perdaganagn jenis sayuran sub-tropis lainnya, terutama keramaian kol-kubisan. Daerah pusat penyebaran sawi antara lain Cipanas ( Bogor ), Lembang, Pengalengan, Malang dan Tosari. Terutama daerah yang n kepunyaan kebesaran diatas 1.000 meter dari satah laut. ( Rukman R, 1994 ).


B.



Ilmu saraf Pohon Sawi putih

Secara umumnya tanaman sawi n kepunyaan tiga jenis nan dapat di budidayakan yaitu sawi  putih ( sawi damar ), sawi hijau, dan sawi buma. Sawi hijau ( B.juncea L. Var Rugosa Roxb & Prain ) memiliki bentil batang pendek, tegak, dan lagi memiliki daun lebar berwrna hijau tua renta. Sawi hijau memiliki batang sumir, daun berwarna keputih-putihan dan lagi mempunyai rasa yang pahit. Sedangkan caisim tegal memiliki mayat ringkas, kecil dan sekali lagi tanamannya mini ataupun boncel. Berikut morfologi pokok kayu sawi putih atau sawi :

            Tanaman sawi punya akar tunggang dan akar bersangkak menciptakan menjadikan bulat panjang nan menyebar ke rataan tanah, akar ini dapat menembus ke lahan sedalam 30-50 cm. Situasi ini berfungis bikin menyerap unsur air dan gizi dari dalam tanah.

            Tanaman sawi memiliki batang sumir dan beruas, sehingga tidak tampak. Buntang tanaman ini berfungsi lakukan menopang atau mengampu berdirinya daun caisim. Sawi juga n kepunyaan daun yang sangat halus , dan bukan bersurai serta memiliki tangkai yang berbentuk pipih.

            Tanaman  sawi memiliki daun berbentuk lonjong dan bulat, lebar berwarna yunior mudah dan tua. Serta tidak memiliki bulu. Daun sreg tanaman ini n kepunyaan tangkai daun panjang dan pendek, sempit atau pepat berwrna putih setakat berwarna plonco, bersifat abadi dan halus.

            Tanaman sawi punya bunga yang memanjang dan lagi bercabang banyak. Pokok kayu ini memiliki bunga  yang terdiri dari empat kelopak patera, catur mehakota bunga berwrna kuning sinar, empai helai benang sari dan satu buah pitik berongga dua. Pembenihan tanaman ini di sokong dengan angin dan binatang mungil sekitar.

            Tanaman sawi memiliki buah bulat atau lonjong, bercat keputihan setakat kehijauan, dan tiap satu buah memiliki kredit 2-8 butir biji. Biji tanaman sawi berbentuk bulat mungil berwarna coklat sampai kehitaman, memiliki permukaan licin, mengkilap, berkanjang dan juga beringus.


C.



Klasifikasi Tanaman Sawi

N domestik ilmu pokok kayu, tanaman sawi diklasifikasikan ibarat berikut :


Kingdom                     : Plantae


Divisi                           : Spermatophyta (pokok kayu berbiji)


Sub divisi                    : Angiospermae ( ponten berada didalam buah)


Kelas                           : Dicotyledonae (skor berkeping dua ataupun biji berbelah)


Ordo (bangsa)              : Rhoeadales (Brassicales)


Famili (suku)               : Cruciferae ( Brassicaceae)


Genus (marga)             :Brassica



Spesies (keberagaman)              :Brassica junceaL.


Sistem perakaran sawi memiliki akar tunggang (radix primaria) dan cabang-cabang akar yang bentuknya melingkar panjang (silindris) menyebar kesemua arah dengan kedalaman antara 30-50 cm. Akar susu-akar tunjang ini berfungsi antara lain mengisap air dan zat makanan dari dalam tanah, serta menguatkan berdirinya batang tanaman (Heru dan Yovita, 2003). Batang caisim singkat sekali dan beruas-ruas sehingga akrab tidak kelihatan. Mayit ini berfungsi sebagai alat penyelenggara dan penopang daun (Rukmana, 2002).  Sawi berdaun bulat panjang, renik, tak berbulu dan lain berkrop. Pada umumnya hipotetis pertumbuhan daunnya berserak (roset) setakat sukar membentuk krop (Sunarjono, 2004).


Sawi lazimnya mudah berbunga dan berbiji secara alami baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Stuktur bunga sawi tersusun kerumahtanggaan tangkai anakan (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tataran) dan bercabang banyak. Tiap perempuan rente sawi terdiri atas empat helai daun kelopak, empat helai petal bunga berwarna asfar cerah, catur helai rayon sari dan satu buah bakal buah yang berongga dua (Rukmana, 2002).



D.



Jenis-Macam Tanaman Pakcoi

Umumnya sawi memiliki patera yang bulat telur, halus, bukan berkrop, dan enggak berbulu. Di Indonesia, petani di perian lalu hanya mengenal dan dan jamak membudidayakan 3 tipe sawi ialah sawi putih ceria, sawi baru, dan sawi tipar.  Padahal saat ini caisim atau sawi bakso bertambah dikenal oleh konsumen. Selain diversifikasi-variasi sawi tersebut dikenal pula sawi monumen dan sawi ikal.


1.




Sawi hijau Putih atau Sawi putih Sengai







Description: Sawi Putih





Sawi Sejati

Sawi ini memiliki rasa yang paling kecil enak diantara sawi nan enggak sehingga minimal banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Tanaman sawi hijau salih ini bisa dibudidayakan
di medan cengkar. Takdirnya sudah dewasa sawi diversifikasi ini mempunyai daun dempak yang berwarna bau kencur lanjut umur, tangkainya jenjang cuma lembut dan langlai. Batangnya pendek semata-mata bersayap dan tegap.

Sawi murni ini n kepunyaan sejumlah keberagaman ialah prain dan rugosa roxb. Diversifikasi-macam ini sekata tumbuh di Indonesia lamun berasal berasal luar negeri. Ketinggian yang cocok 500-1.000 m dpl.


Pakcoi Hijau alias Caisim Asin







Description: Sawi Hijau





Sawi hijau

Sawi Asin maupun sawi baru jarang dikonsumsi sebagai sayuran segar karena memiliki rasa yang sangkil pahit. Namun, dengan pengasinan rasa ki getir pada daun caisim yunior ini dapat dihilangkan. Umumnya umum mengolahnya menjadi sawi asin sebelumnya digunakan untuk digunakan dalam plural jenis masakan.

Daun sawi hijau mempunyai patera nan pepat setinggi seperti pakcoi namun punya warna hijau nan kian wreda. N kepunyaan layon nan begitu pendek tetapi tegap. Tangkai daunnya agak linyak dan berliku saja awet. Jenis
caisim banyak dibudidayakan
di lahan yang kering, namun memiliki cukup pengairan.


Caisim Huma







Description: Hasil gambar untuk sawi huma

Sawi kebun disebut demikian karena jenis caisim ini tumbuh baik apabila ditanam di medan yang kersang seperti tipar dan tegalan. Biasanya pokok kayu ini ditanam setelah usai musim hujan karena sifatnya tidak resistan terhadap kobak air.

Ciri-ciri sawi huma berdaun sempit, panjang, dan juga berwarna baru keputih-putihan. Berlainan dengan caisim plonco dan sawi putih, sawi huma ini memiliki batang nan kecil tetapi hierarki. Memiliki tangkai berukuran medium seperti mempunyai sayap.

            Sawi lega umumnya banyak ditanam didataran adv minim. Tanaman ini selain resistan terhadap hawa sensual (tinggi) juga mudah berasal dan menghasilkan nilai secara alami plong kondisi iklim tropis Indonesia (Haryanto dkk, 2002).

Ada baiknya lokasi usaha tani sawi putih harus memiliki kondisi lingkungan yang sesuai seperti yang dikehendaki tanaman. Sebab, kecocokan keadaan lingkugan (iklim dan persil) sangat menarung produktifitas tanaman. Adapun keadaan lingkungan (iklim dan tanah) nan seia untuk menernakkan tanaman sawi  adalah sebagai berikut:

Keadaan iklim yang terbiasa mendapat perhatian didalam memnentukan lokasi persuasi berladang sawi putih adalah hawa gegana, kelembaban mega, siram hujan angin, dan penyinaran sorot syamsu.


Suhu Udara.

            Selain dikenal sebagai pokok kayu sayuran daerah iklim medium (sub-tropis) tetapi kini berkembang pesat di distrik erotis (tropis). Kondisi iklim yang dikehendaki lakukan pertumbuhan sawi ialah daerah yang n kepunyaan master malam hari 15,6°C dan siang hari 21,1°C . (Sastrahidajat dan Soemarno, 1996).

            Pertumbuhan sawi nan baik membutuhkan suhu udara yang berkisar antara 19ºC – 21ºC.. Hal suhu suatu daerah atau wilayah berkaitan erat dengan kemuliaan ajang daripermukaan laut (dpl).  Kawasan yang memiliki suhu berkisar antara 19ºC – 21ºC ialah daerah nan ketingiannya 1000 – 1200 m dpl, semakin tinggi letak satu negeri semenjak permukaan laut, suhu udaranya semakin rendah.darurat itu pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh suhu peledak. Misalnya proses perkecambahan, pertunasan, pembangunan dan lain sebagainya.

            Suhu yang ditanam melebihi 21ºC bisa menyebabkan tanaman sawi tidak dpat merecup dengan baik. Karna suhu udara dulu mempengaruhi. Jika tidak sesuai dengan kehendakinya maka pertumbuhannya pun enggak bagus,  karna terhambatnya proses fotosintesis yang dapat mengakibatkan terhentinya produksi konsentrat (karbohidrat) dan fotosintesis meningkat bertambah besar, jika suhu udara melebihi 21ºC. Jikalau sesuai dengan daerah yang dia kehendaki, maka tanaman boleh mengerjakan fotosintesis dengan baikuntuk pembentukan karbohidrat dalam jumlah  yang segara. Sehingga sumber energi lebih tersedia bikin proses pernapasan (pernapasan), pertumbuhan pohon (pembesaran dan pembentukan sel-rumah pasung baru, pembentukan daun), dan produksi (kualitas daun baik). (Cahyono, 2003).


Kelembaban Gegana

            Kelembaban nan sesuai buat pertumbuhan pokok kayu sawi yang optimal berkisar antara 80% – 90%. Kelembaban yang tinggi darlebih mulai sejak 90% berkarisma buruk terhadap pertumbuhan tanaman, merupakan tanaman tumbuh tidak konseptual, tumbuhan enggak subur, kualitas daun jelek, dan bila penanaman bertujuan lakukan pembenihan maka kualitas biji jelek. Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap proses penghirupan unsur hara oleh tanaman yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman.


Curah Hujan abu

            Tanaman sawi hijau boleh ditanam sepanjang musim (sepanjang musim). Guyur hujan yang cukup sepanjang musim dapat mendukung kelanjutan hidup pokok kayu karena ketersediaan air persil mencukupi.  Siram hujan nan sesuai untuk pembudidayaan tanaman sawi putih yakni 1000 – 1500 mm/tahun. Daerah yang memiliki  curah hujan seputar 1000 – 1500 mm/periode ialah daerah dengan izzah 1000 – 1500 m dpl. (Cahyono, 2003)  Sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang perian. Pada musim kemarau nan perlu diperhatikan yaitu penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya pohon ini membutuhkan guru yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini sekali lagi tidak suka puas air yang menggenang. Dengan demikian, pokok kayu ini cocok bila di tanam pada akhir waktu penghujan. (
 Zuldesains
, 2011).


Penerangan Cahaya Matahari

            Tanaman bisa mengamalkan fotosintesis memerlukan energi nan pas. Cahaya matahari merupan energi yang dieprlukan cak bagi tanaman dalam melakukan pernapasan. Energi kinetik matahari yang optimal nan diperlukan tanamn untuk pertumbuhan dan produksi berkisar antara 350 cal / cm2 – 400 cal / cm2 saban hari. Pokok kayu sawi hijau memerlukan panah matahari tinggi. (Cahyono, 2003).

Faktor cahaya dahulu mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi. Intensitas cahaya yang tinggi dapat mengakibatkan menigkatnya proses fotosintesa tercapai, akan sekadar peningkatan proses respirasi akan tyerhenti sreg titik jenuh semarak syamsu. Cahaya surya nan terbatas lagi dapat menyebabkan pertumbuahn dan produksi tanaman melandai. Tanaman pertumbuhannya lembam, pucat manai, kurus, dan mengaret. Sehingga produktifitas tumbuhan suntuk cacat.

Tanamna sawi putih hijau untuk mendapatkan keseriusan cahaya rawi nan pas memerlukan hierarki penyinaran matahari (fotoperiodisitas) 12 – 16 jam saban hari. (Cahyono, 2003).

Persyaratan bertaruk bagi varietas komoditi ini tidak sesak sulit. Caisin dapat tumbuh dan beradaptasi baik hampir disemua spesies tanah baik pada tanah-lahan mineral yang bertekstur ringan sampai liat selit belit maupun tanah organic seperti petak gambut. pH tanah yang optimal untuk budidaya caisin berkisar antara 6-6,5. Sarana tanam adalah lahan nan seia kerjakan ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung pupuk hijau, berbenda, serta pembuangan airnya baik.

            Sawi pada umumnya banyak ditanam didataran rendah. Tanaman ini selain tahan terhadap suhu panas (tinggi) juga mudah berbunga dan menghasilkan biji secara alami plong kondisi iklim tropis Indonesia (Haryanto dkk, 2002).  Menurut Sutirman (2011) pakcoy bukan tanaman nirmala Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Kawasan penghijauan yang cocok adalah tiba terbit kemuliaan 5 meter setakat dengan 200 meter di atas permukaan laut. Doang rata-rata dibudidayakan pada kawasan yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.Tanaman pakcoy dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa cahang, sehingga dapat diusahakan berbunga dataran rendah maupun dataran tangga. Walaupun demikian plong kenyataannya hasil nan diperoleh lebih baik di legok tinggi. Pokok kayu pakchoy resistan terhadap air hujan angin, sehingga bisa di tanam sepanjang tahun. Pada tuarang yang terlazim diperhatikan adalah penyiraman secara teratur (Anonim, 2012). Varietas yang paling diunggulkan bagi area yang rendah merupakan sawi hijau hijau.


F.


Budidaya Tanaman Sawi

            Cara bercocok tanam sawi senyatanya tak berlainan jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan sperma, teknik penanaman, pengemasan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan pokok kayu.
Pakcoi boleh ditanam secara monokultur ataupun tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : berambang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan memakamkan benih sawi ada yang secara serentak sahaja ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya pakcoi secara lumrah di lahan.

Benih.

Sperma merupakan pelecok satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan pohon yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan semen pakcoi bikin setiap hektar kapling tanam sebesar 750 gram.

Benih sawi berbentuk bulat, kerdil-boncel. Permukaannya licin mengkilap dan tebak berkanjang. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus n kepunyaan kualitas yang baik, takdirnya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, takdir air, temperatur dan kancah menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan nan baik yaitu dengan alumunium foil.

Apabila sperma nan kita gunakan pecah hasil pananaman kita harus mengaibkan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur bertambah berbunga 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah bermula tumbuhan sawi hijau yang tak. Juga kecam proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih enggak lebih dari 3 tahun.

Penggarapan Persil.

Penggodokan lahan secara umum mengerjakan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan bakal memperbaiki struktur tanah dan persebaran udara dan pemberian pupuk pangkal untuk memperbaiki fisik serta kimia persil yang akan menambah kesuburan petak yang akan kita gunakan.

Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan adil dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada kilat matahari secara spontan. Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 hingga 40 cm. Hadiah pupuk organik dahulu baik untuk penyiapan tanah. Ibarat contoh pemberian pupuk kandang yang baik yakni 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.Bila daerah nan memiliki pH bersisa rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini berujud bakal menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, adalah taksir-duga 2 setakat 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik kerumahtanggaan melakukan penggemburan persil yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan yakni kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

Pembibitan.

Pembibitan boleh dilakukan bersamaan dengan pengolahan persil buat penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Madya ukuran bedengan pembibitan yaitu rata gigi 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan angin lebih dari 200 mm/bulan, jenjang bedengan 20 – 30 cm.

Dua pekan sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan cendawan kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.

Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : mani ditabur, lalu ditutupi lahan setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 perian benih akan tumbuh sehabis berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

Penanaman.

Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan format petak kapling. Jenjang bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, sepekan sebelum penanaman dilakukan fertilisasi lebih-lebih dahulu yaitu serat kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan lever-hati, lalu mewujudkan lubang dengan matra 4 – 8 x 6 – 10 cm.


Pemupukan Susulan



Fertilisasi susulan ini merupakan pemupukan nan kedua sesudah fertilisasi dasar yang telah dilakukan plong ketika penggodokan petak. Jenis pupuk yang digunakanuntuk kawul susulan yaaitu pupuk urea yang mengandung zat niitrogen; pupuk SP-36 (super phosphate), yang mengandung zat phosphat; dan pupuk KCL (kalium klorida) yang mengandung kalium. Rabuk urea mengandung nitrogen (T) 46%, pupuk SP-36 mengandung phosphat (P2Udara murni5) 36%, PUPUK kcl mengandung (K2O) 60%.( Cahyono, 2003).


Penggunaan pup[uk kimia mudahmudahan memperhatika masa pemupukan, dosis pemupukan, dan kaidah pemupukan. Peristiwa ini bakal menghindari terbit polusi mileu, dan rusaknya angregat lahan. Sehingga tidak sesuai buat pertumbuhan tumbuhan.



G.


Hama Dan Problem Sreg Tanaman Sawi


Hama dan Penyakit.



Tumbuhan sawi caisim dan pakcoy sering diserang oleh empat (4) hama dan dua (2) penyakit penting, ialah :


Larva Tanah (Agrotis sp.),





            bercelup coklat sampai coklat kehitaman, mencacat tanaman yang masih kecil/mulai dewasa setelah ditanam di lahan. Serangan galibnya terjadi pada malam hari, hal tersebut disebabkan karena larva ini mengalir perlahan-lahan sinar syamsu. Pangkal batang tanaman yang masih lewat sukulen digerek hingga puntung, akibatnya tanaman sunyi karena sudah tidak memiliki bintik tumbuh. Apabila tanaman belum diserang, sebaiknya dilakukan penangkalan dengan mandu melakukan sanitasi tanah secara benar, tercatat pada galengan atau parit di sekeliling lokasi lahan. Akan tetapi bila tanaman telah terserang, terbiasa dilakukan penumpasan. Serbuan ulat tanah biasanya berlanjut tidak sedarun alias sedikit demi minus. Apabila ditemukan gejala mulanya serangan, lekas bunuh dengan racun serangga berbewntuk butiran (granul). Caranya dengan menaburkan adv minim insektisida tersebut di samping pokok tanaman, dengan dosis 0,3 – 0,4 gr tiap-tiap tanaman atau 6 kg insektisida granul per hektar. Insektisida granul yang dapat diaplikasikan di antaranya Furadan 3 G dan Curater 3 G.



Ulat Grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua).





            Spodoptera litura berdimensi sekitar 15-25 mm, bercat plonco tua kecoklatan dengan totol-totol hitam di setiap ruas rahasia badannya. Padahal Spodoptera exigua, mempunyai ukuran nan sama dengan Spodoptera litura tetapi warna tubuhnya baru sampai yunior muda tanpa totol-totol hitam di ruas buku badannya. Kedua variasi bernga ini selalu mengkritik tanaman dengan pendirian memakan patera hingga menyebabkan patera berlubang-lubang terutama plong daun muda. Agar pokok kayu bukan terserang, maka perlu dilakukan pencegahan adalah dengan melakukan sanitasi tanah dengan baik. Selain itu juga perlu dilakukan dengan cara memasang haring kupu-kupu di beberapa panggung. Jebakan ini dibuat dari botol-jambangan bekas air mineral nan diolesi dengan produk semacam lem yang mengandung hormon sex pemanggil kupu-kupu. Apabila tanaman ditemukan sudah lalu terserang larva ini, segera semprot dengan racun serangga nan tepat yaitu Matador 25 EC, Curacron 500 EC dan Buldok 25 EC. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan anjuran sreg label selongsong.


 Larva Perusak Daun (Plutella xylostella),





            berwarna hijau akil balig, dengan janjang jasmani selingkung 7-10 mm. Pada detik mengerjakan penyerangan, ulat mago ini suka bergerombol dan bertambah menyukai pucuk pohon. Akibatnya daun taruna dan pucuk pohon berlubang-lubang. Jika serbuan sudah hingga ke bintik tumbuh tunas, pertumbuhan tanaman akan tertangguh, sehingga proses pembentukan krop akan lampau terganggu, dan lebih parah pula, krop tak terbentuk. Agar tidak mudah terserang maka terbiasa dilakukan sanitasi (penyiangan) lahan dengan baik. Jika serangan hama ini sudah terbantah, lekas ki bentakan dengan insektisida yang tepat, adalah March 50 EC, Proclaim 5 SG, Decis 2,5 EC dan Buldok 25 EC. Dosis yang digunakan sesuai anjuran yang terserah plong label bungkusan.



Leaf Miner(Liriomyza sp.)





            Serangga ini termasuk hama penggorok daun. Serangga dewasa meletakkan telur di daun, selanjutnya bernga yang bertakaran suntuk kecil timbrung ke dalam daun. Larva ini meratah daging patera dan hanya menyisakan alat peraba daunnya. Balasannya, di permukaan daun tampak noda asfar kecoklatan bulat-kurung ke segala arah yang sepantasnya ialah jalur larva gado daging patera. Bikin mencegah terjadinya terjangan dengan memencilkan menanam di lokasi yang terindikasi banyak ofensif hama ini. Selain itu tentu hanya perlu dilakukan sanitasi lahan dengan baik. Namun bila sudah nampak gejala serangan, segera semprot dengan insektisida sistemik karena bahan hama subur di internal daging daun. Racun serangga sistemik nan dapat digunakan di antaranya Trigard 75 WP dan Proclaim 5 SG. Dosis penggunaannya sesuai dengan anjuran yang terdapat plong label sampul.



Problem Busuk Daun (Phytoptora sp.).





Gejala serangan ditandai dengan bercak basah coklat kehitaman di daun. Lembaga calit tidak beraturan, awalnya kecil, lalu menyimpang dan akhirnya kemungkus basah. Serangan akan semakin parah takdirnya suhu dan kelembaban peledak terlalu jenjang. Umumnya kondisiini terjadi ketika hujan sehari diikuti erotis atau terik puas beberapa waktu berikutnya. Semoga tanaman tak diserang, mudah-mudahan dilakukan penangkalan dengan melakukan sanitasi lahan dengan baik, selain itu juga hindari menanam pada musim hujan angin. Apabila menanam pada periode hujan, jarak tanam perlu dilebarkan menjadi 30 x 25 cm, dan siring diperlebar mudah-mudahan sirkulasi air dan udara lancar. Hanya bila sudah lalu terpandang gejala bidasan, segera semprot dengan fungisida yang tepat yaitu Bion M 1/48 WP, Topsin M 70 WB dan Kocide 60 WDG. Dosis yang digunakan sesuai dengan anjuran yang ada sreg label bungkusan.


Penyakit Akar tunggang Gada (Plasmodiophora brassicae).





            Penyakit ini menyerang perakaran tanaman. Gejala serangan ditunjukkan dengan tanaman terbantah layu tetapi pada siang hari yang cerah dan memberahikan. Sebaliknya, lega pagi hari kondisi tanaman fit. Pertumbuhan tanaman yang terserang penyakit ini akan tersuntuk. Apabila tanaman dicabut, akan tampak benjolan-benjolan besar sama dengan kanker di perakarannya. Jika tingkat serangannya sudah parah, pokok kayu adakalanya tidak boleh berproduksi. Preventif yang harus dilakukan adalah dengan :


·

menghindari menanam di persil medan tumbuhan sawi caisim dan pakcoy (brokoli, anak uang kol, kol, sawi kalis, dan kailan) yang terindikasi bidasan ki kesulitan ini;


·

melakukan pergiliran tanaman, terutama dengan jagung dan kacang-kacangan untuk memutus kalung hidup fungi penyebab penyakit ini;


·

penggunaan teknologi EMP dikombinasi dengan pengapuran petak (untuk memanjatkan pH persil).


Preservasi.

Perlindungan yaitu hal yang terdepan. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang terlazim diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini terampai plong musim, bila musim penghujan dirasa sesak maka kita perlu melakukan penyunatan air nan ada, saja sebaliknya bila musim kering menginjak kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi nan kita tanam. Bila lain terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali tunggang ataupun pagi hari.

Tahap selanjutnya ialah penjarangan, penjarangan dilakukan 2 ahad setelah penanaman. Caranya dengan mencopot pokok kayu yang tumbuh terlalu rapat. Lebih lanjut tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan pohon plonco. Caranya adv amat mudah yaitu tanaman yang mati alias terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.

Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 maupun 2 ahad sesudah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan. Perabukan apendiks diberikan setelah 3 minggu tanam, adalah dengan urea 50 kg/ha. Dapat kembali dengan satu sendok the selingkung 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan cak bagi 5 m bedengan.

Source: https://opiwarnetcipayung.blogspot.com/

Posted by: holymayhem.com