Pemanfaatan Tanaman Bunga Hias 2017

Indonesia memiliki potensi harta benda alam yang sangat majemuk mulai dari dunia tumbuhan, binatang, dan juga fungi. Harta benda biodiversitas di Indonesia dapat diukur dari banyaknya berbagai jenis tanaman yang merecup dan juga punya potensi berjasa kerjakan manusia. Akan halnya manfaat yang diperoleh berbunga tumbuhan yaitu sebagai pemenuhan bahan alas, tanaman obat, teknologi, dan juga nilai estetika serta budaya leluri. Tumbuhan bawah tangan momen ini sudah banyak yang didomestifikasi dan dibudidayakan makanya manusia baik di lahan pertanian maupun diperkarangan. Salah suatu tanaman bawah tangan yang kini mulai banyak dibudidayakan karena memiliki banyak manfaat ialah telang (Clitoria ternatea).

Telang merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah Ternate, Maluku, yang masa ini telah mulai menyerak luas di seluruh distrik di Indonesia. Telang merupakan salah satu anggota berbunga famili Fabaceae atau leguminosa, dan yakni pokok kayu rembet. Tanaman ini berasal pecah Amerika Konsorsium bagian tengah dan lega sejak abad 19 menyebar ke daerah-daerah tropik, terdaftar Indonesia. Habitat tanaman telang adalah di provinsi-daerah terbuka sebagai halnya tegal, pinggir sungai, hutan longo, dan lain-lain. Pertumbuhan pokok kayu telang sangat cepat dan dapat dari setelah 30-40 hari setelah tanam.

Rangka 1. Tanaman Telang

Momen ini telang banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tentang pembudidayaan tanaman telang habis mudah sebab boleh bertaruk baik di daerah tropik. Telang dapat resistan terhadap kekeringan sepanjang 5 sampai 6 wulan di kawasan tropis. Telang juga boleh beradaptasi dengan baik di distrik tanah berpasir, lempung, alluvial dalam, dan liat, serta tahan terhadap salinitas dan mampu berkompetisi dengan baik terhadap gulma. Sreg kondisi kering, tanaman telang dapat terus menerus menghasilkan angka sejauh waktu pertumbuhan dengan jumlah produksi biji sebesar 2,77 ton/ha pada kehidupan panen 42 hari (Sutedi, 2013).

Tumbuhan telang perumpamaan salah suatu leguminosa memilki guna yang bisa meningkatkan nutrisi nitrogen sehingga mampu menyuburkan tanah. Selain itu, daun tanaman telang memiliki potensi perumpamaan pakan piaraan nan baik karena memiliki nilai nutrisi nan tinggi dan jiga disukai ternak (Suarna, 2005). Patera telang sendiri memilki rahim protein berkisar 18-25%, sedangkan campuran mayat dan daun telang mengandung protein 9-15% (Kalamani dan Gomez, 2001). Biji rente telang juga merupakan jenis polong-kacangan yang kaya akan protein. Sahaja, pemanfaatan pokok kayu telang waktu ini baru banyak dimanfaatkan bunganya tetapi.

Anak uang telang dikenal dengan beragam nama seperti butterfly pea (Inggris), kembang telang (Jawa), Mazerion Hidi (Arab), Teleng (Betawi), dan lain-bukan. Bunga telang sendiri memiliki ciri istimewa pada warna bunganya yang bermacam ragam yaitu tiba semenjak merah, putih, serta ungu indigo. Anak uang dari tanaman telang berwarna dramatis indigo yang halal dimanfaatkan misal bahan pewarna. Penggarapan bunga telang menjadi pewarna boleh dilakukan secara langsung (segak) ataupun dikeringkan.

Tulang beragangan 2. Ponten serta bunga telang segar dan tandus

Kandungan dalam bunga telang yaitu mengandung pigmen antosianin dan juga flavonoid yang dapat menerimakan banyak arti dibidang kesehatan seperti antioksidan, antikanker, atau bentrok inflamasi. Menurut Budiasih (2017), bunga telang mengandung tanin, flobatanin, fruktosa, saponin, triterpenoid, polifenol, flavanol glikosida, zat putih telur, alkaloid, antrakuinon, antosianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Anak uang telang memiliki banyak potensi farmakologis antara lain bak antioksidan, antibakteri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, dan anti-kanker.

Pigmen antosianin bersifat larut intern air yang menghasilkan dandan dari abang sampai spektakuler. Konsentrasi pigmen sangat berperan dalam menentukan rona. Antosianin dengan konsentrasi yang cacat menghasilkan berwarna dramatis, sebaliknya pada sentralisasi tinggi bercat merah, dan konsentrasi sedang meghasilkan warna ungu. Rahim antosianin pada bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan antosianin mulai sejak ekstrak bunga yang bukan (Kazuma
et al.
2013). Hasil Pengkajian Andriani dan Murtisiwi (2020) mengatakan bahwa ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat yaitu sebesar 41,36 µg/mL, yang berpotensi sebagai antioksidan.

Antosianin pada bunga telang stabil terhadap udara sensual dan intensitas warna tak mengalami penurunan secara signifikan sreg proses evaporasi dan pasteurisasi, sehingga ekstrak bunga telang dapat digunakan ibarat pewarna alami pada industry alas (Angriani, 2019). Bersendikan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang lega pH 4-5 punya warna ungu dan stabilitasnya sangat baik, sehingga penyimpanan boleh bertahan selama 2 puas suhu ruang. Konsentrat anak uang telang puas pH 6-7 memiliki corak nan pudar setelah beberapa hari, namun bertahan lama setakat 6 bulan pada suhu refrigerator (Marpaung
et al.
2018).

Gambar 3. Warna Antosianin Bunga Telang pada Berbagai pH (Angriani, 2019)

Pendayagunaan cat berpokok bunga telang ketika ini sudah suar dilakukan. Selain faktor estetik dan faktor kesehatan, makanan yang diberi pewarna telang pula boleh menggunung nilai jual. Pewarna alami berbunga anak uang telang akan menghasilkan warna yang dempet sama dengan pewarna sintetis
food grade dramatis berlin
CI 42090. Pewarna alami bermula telang juga punya keunggulan yaitu pekat dan bukan luntur selepas dibekukan dalam
freezer.
Akan halnya pemakaian bunga telang sebagai incaran pencelup alami lokal yaitu dapat menjadi pewarna bagi es lilin, tape ketan, onde-onde, roti berre, bandang, dan alat pencernaan pasar lainnya (Angriani, 2019). Kas dapur-makanan tersebut umumnya tidak menarik secara manifestasi. Hanya selepas ditambah pewarna alami dari anak uang telang akan dapat meningkatkan mutu baik penampilannya sehingga boleh menarik minat konsumsi konsumen. Selain itu, adanya kandungan senyawa antioksida, antikanker, dan enggak-lain, dapat menyerahkan maslahat baik puas kesehatan.

Gambar 4. Es Lilin Bunga Telang (Angriani, 2019)

Selain ditambahkan pada bahan makanan, bunga telang kering juga bisa dijadikan misal teh herbal. Peranakan fitokimia privat anakan telang tersebut menunjukkan bahwa rente telang memiliki potensi untuk diselesaikan menjadi teh herbal. Menurut Adri dan Hersoelistyorini (2013), cara kerumahtanggaan pengolahan teh herbal yang dikeringkan separas dengan kaidah perebusan teh kering sreg umumnya meliputi pemetikan, pencucian, pelayuan, dan pengeringan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas teh herbal adalah suhu dan lama periode pengeringan.

Berdasarkan penelitian nan dilakukan Martini
et al.
(2020), perlakuan dengan suhu pengeringan 50ºC dan lama waktu 4 jam merupakan perlakuan terbaik nan menghasilkan teh herbal dengan aktivitas antioksidan (berdasarkan biji IC50) sebesar 128,25 ppm, predestinasi air 10,18 %, suratan sari 51,60 %, jumlah fenol 515,48 mg/100g, flavonoid 23,99 mg/100g, dan antosianin 249,69 mg/100g. Riset Kusuma (2019), menyatakan bahwa dengan mengonsumsi teh herbal rente telang secara rutin dapat berpotensi boleh kondusif mengencerkan dahak pada penanggung asma.

Adanya berbagai ragam manfaat bunga telang tersebut menjadikan bunga tersebut boleh berpotensi sebagai bisnis nan prospektif terutama di masa epidemi Covid-19. Bunga telang kering ketika ini banyak diperjual belikan baik secara offline maupun online. Anak uang telang kering nan dijual secara online kebanyakan dijual sendirisendiri gram dengan kisaran harga Rp. 1000,-/gram, ataupun ada pun nan menjual per kilo dengan kisaran harga Rp. 500.000 sampai Rp. 1.000.000.-/kg.

Anakan telang plong dasarnya dikerjakan dengan mandu dikeringkan baik secara tradisonal memperalat sinar matahari alias menunggangi alat seperti oven. Namun tak jarang, pengeringan dengan kaidah tradisional menggunakan semarak rawi sangat bergantung plong kurat. Anakan telang pada biasanya sangat mudah terserang jamur karena memiiki ganjaran kelengasan hierarki. Sehingga bila bunga telang nan dikeringkan cacat maksimal akan mudah terserang rabuk dan tidak lagi dapat dimanfaatkan ibarat bahan pencelup bikin alat pencernaan.

Gambar 5. Bunga Telang nan Terserang Serabut

Adanya kontaminasi dari cendawan boleh mudarat penanam rente telang kering. Namun rente telang yang sudah terinfeksi tetap dapat dimanfaatkan misal pewarna alami. Bunga telang yang sudah lalu terkontaminasi ini bisa diolah misal cat karet alami.

Dewasa ini, industri tekstil menggunakan pewarna sintesis boleh memberikan dampak negatif terutama puas lingkungan. Limbah tekstil berupa pewarna campuran yang dibuang ke sungai dapat mencemari ekosistem sungai. Maka itu karena itu, penggunakan pencelup alami berusul tanaman harus terus dilakukan untuk menekan dampak merusak yang ditimbulkan dari pencelup berbahan dasar kimia berbahaya. Pencelup kain dari rente telang inilah dapat menjadi salah suatu solusi yang harus dikembangkan.

Pengolahan anakan telang menjadi pewarna kejai alami sangat mudah dilakukan di rumah. Bunga telang yang meradang kawul dapat langsung direbus buat diperoleh warna alaminya. Setelah mendidih, tuangkan cuka putih dengan nisbah 1:4 ke dalam manci, lalu masukan kain yang akan diwarnai. Menjerang kembali setidaknya hingga 30 menit agar cemping boleh menyerap rona dengan baik. Kemudian hapus api dan rendam kain kurang makin suatu jam hingga dandan menyerap sempurna kedalam tiras. Lalu keringkan cemping semalaman, dan karet yang telah berwarna ungu seperti pada gambar 6 dapat siap digunakan untuk menjadi sarana rekam atau bahan kreasi lainnya.

Gambar 6. Pengolahan Bunga Telang sebagai Pencelup Kain

Banyaknya pemanfaatan dari tanaman telang dari satah ilmu lingkungan, kesegaran, hingga ekonomi menjadikan tumbuhan telang pas dibudidayakan secara masif, minimal dijadikan tanaman wajib yang harus ada di perkarangan rumah penduduk.

DAFTAR PUSTAKA

Adri D, Hersoelistyorini W. 2013. Aktivitas dan sifat organoleptik teh daun sirsak (Annonamuricata
Linn) berdasarkan variasi lama pengeringan.Jurnal Pangan dan Gizi. 4 (7): 1-12.

Andriani, Disa & Mustisiwi.2020. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Rente Telang (Clitoria ternatea
L) dari Area Sleman dengan Metode DPPH.Jurnal Farmasi Indonesia.17(1): 70 – 76.

Anggriani, Lisa. 2019. Potensi ekstrak anakan telang (Clitoria Ternatea) bak pencelup alami tempatan pada berbagai industri jenggala. Canrea Journal.
2(1): 32–37.

Budiasih, S. 2017. Amatan potensi farmakologis bunga telang (Clitoria ternatea).Prosiding Seminar Nasional Kimia UNY 2017 Sinergi Penelitian dan Pendedahan kerjakan Mendukung Pengembangan Literasi.

Kalamani A, SM Gomez. 2001. Genetic variability in
Clitoria
spp. Ann Agric Res. 22:243-245.

Kazuma K, Calit N, Suzuki M. 2003. Flavonoid composition related to petal color in different lines of
Clitoria ternatea. Phytochemistry.64(6), 1133–1139.
Kusuma AD. 2019. Potensi teh anakan telang (Clitoria ternatea) ibarat obat pengencer dahak herbal melangkahi uji mukositas.
Risenologi (Jurnal Sains, Teknologi, Sosial, Pendidikan, dan Bahasa). 4(2): 65-73.

Penulis : Septya Eka Prasetia Gemuk

Source: http://akrel.ac.id/pemanfaatan-tanaman-telang-clitoria-ternatea/

Posted by: holymayhem.com