Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Susila

1
PANDUAN BUDIDAYA Tumbuhan SAYURAN ANAS D. SUSILA Putaran Produksi Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor Agroforestry and Sustainable Vegetable Production in Southeast Asian Wathershed Project SANREM-CRSP USAID 2006

2
Institut Pertanaman Bogor, 2006 Susila, A.D Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Kementerian Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. ISBN Publikasi dan perbanyakan dokumen ini diproduksi berkat dukungan dana pecah United States Agency for International Development (USAID) buat Sustainable Agriculture and Natural Resources Management Collaborative Research Support Program (SANREM CRSP) intern Cooperative Agreement Award No. EPP- A kepada Office of International Research and Development (OIRED) di Virginia Polytechnic Institute and State University (Virginia Tech).” “This publication was made possible through support provided by the United States Agency for International Development and the generous support of the American People(USAID) for the Sustainable Agriculture and Natural Resources Management Collaborative Research Support Program (SANREM CRSP) under terms of Cooperative Agreement Award No. EPP-A to the Office of International Research and Development (OIRED) at Virginia Polytechnic Institute and State University (Virginia Tech).” Kementerian Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut pertanian Bogor Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga Bogor, 1668 Phone/Fax: DAFTAR ISI Jerambah 1. BUDIDAYA Bawang Patera BUDIDAYA Dasun MERAH BUDIDAYA Kucai Asli BUDIDAYA BAYAM BUDIDAYA BROKOLI BUDIDAYA BUNCIS BUDIDAYA CABE BUDIDAYA CAISIN BUDIDAYA CORN (baby) BUDIDAYA Bin Tataran BUDIDAYA Berudu BUDIDAYA Polong Ercis BUDIDAYA KENTANG BUDIDAYA KUBIS BUDIDAYA KUBIS BUNGA BUDIDAYA Jipang BUDIDAYA Lobak BUDIDAYA MENTIMUN BUDIDAYA PAKCOY BUDIDAYA PARE BUDIDAYA PETSAI BUDIDAYA SELADA KROP BUDIDAYA SELADA Berkerut BUDIDAYA SELEDRI BUDIDAYA SPINASI/HORENZO BUDIDAYA TERONG BUDIDAYA TOMAT (hidroponik) BUDIDAYA TOMAT (lapangan) BUDIDAYA WORTEL Tata letak disain taktik dan disain cover: Anas D. Susila Bogor 2006

3
Kata pengantar Puji terima kasih kita panjatkan ke hadirat Yang mahakuasa SWT yang telah memberikan khasiat sehingga BUKU PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ini boleh diselesaikan. BUKU PANDUAN BUDIDAYA Pohon SAYURAN digdaya tentang tatacara budidaya sejumlah tumbuhan sayuran komersial. Buku panduan ini disajikan dalam bahasa yang nisbi tercecer sehingga proses budidaya pohon sayuran tahap demi tahap mudah difahami. Pada kesempatan ini penulis mengemukakan bacot terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Manuel Reyes (North Carolina A&T University, USA, sebagai PI Agroforestry and Sustainable Vegetable Production in Southeast Membujur Wathershed Project), Dr. Manuel C. Palada (Crop Management Specialist, AVRDC the World Vegetable Center), Prof. Dr. Ron Morse (Virginia Tech, USA), Greg luther (IPM specialist, AVRDC the World Vegetable Center), Jim Roshetko, Suseno Budidarsono, Gerhard Manurung, Jaya (ICRAF), Prof. Dr. Bambang S. Purwoko, Dr. Trikoesomaningtyas (Kementerian Agronomi dan Hortikultura, Jamiah Pertanian Bogor) atas kerjasama dan dukungan yang baik dalam penyusunan kunci panduan ini. Kami bertekad moga BUKU PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN boleh menjadi pedoman kerumahtanggaan pelaksanaan budidaya sayuran kerjakan meningkatkan jumlah, kualitas, dan kontionuitas produksi tumbuhan sayuran. Bogor, 1 September 2006 Dr. Ir. Anas D. Susila 1. Cultivar BUDIDAYA BAWANG DAUN Tera Latin: Allium fistulosum L. Jenama Inggris: Welsh onion Famili : LILIACEAE Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie, Linda 2. Pembibitan dengan Persemaian Jauhar disemaikan n domestik bedengan dengan lebar cm dan panjang persil. Lahan diolah sedalam 30 cm racik kawul kandang nan mutakadim diayak sebanyak 2 kg/m. Bedengan diberi tarup plastik bening setinggi cm di sisi Timur dan cm di sisi Barat. Benih ditaburkan di privat larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm. Tutup dengan patera pisang/karung goni basah. Selepas berkecambah penutup dibuka. Pendirusan saban hari. Pokok kayu dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3-1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 rembulan). Bibit berumur 2 rembulan dengan ketinggian cm siap dipindah tanamkan. Pembibitan dari Anakan Rumpun yang akan dijadikan sari berumur 2,5 wulan dan sehat. Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/patera tua. Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 1

4
Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan. Buang sebagian daun. Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari. 3. Perebusan Kapling Pengolahan lahan dilakukan waktu sebelum tanam. Pembedengan bagi tanah sawah/tanah darat (tanah kersang): a) Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil. b) Olah tanah sedalam cm hingga kenyet-kenyut. c) Buat parit bikin pemasukan dan pengeluaran air. d) Buat bedengan selebar cm, janjang 30 cm dengan lebar antar bedengan cm. e) Campur merata dengan kapling, ton/ha pupuk kandang dan ratakan latar bedengan. Pengapuran dilakukan jika tanah ber-ph < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. Anggaran dosis dan periode aplikasi pemupukan disajikan pada Diagram 1. Tabel 1. Rekomendasi Serabut buat Umbi lapis Daun pada Petak Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Medium (Maynard and Hocmuth, 1999) Umur Urea ZA SP36 KCl Target ph Kg/ha/periode tanam 6.5 Preplant MST MST MST = Minggu Setelah Tanam Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 2 4. Penanaman Biasanya ditanaman dengan pola tanam taruh pati. Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berusia lebih panjang berpunca umbi lapis daun. Sebelum kanopi tumbuhan utama saling menutup, bawang daun harus sudah lalu dipanen. Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tumbuhan cabe, wortel dan sayuran daun lain. Tahun tanam terbaik mulanya musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret). Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm. Sebelum penghutanan, sari berpangkal persemaian dicabut dengan diskriminatif, sebagian akar dan daun dipotong. Sebagian akar tunjang dari bibit dari rumpun induk lagi dibuang. Rendam dalam larutan fungisida pemusatan kurang (30-50 prosen bersumber dosis anjuran) selama menit. Tanam bibit kerumahtanggaan gua dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-lapangan. 5. Penjagaan Penyulaman paling lama 15 masa setelah tanam. Gulma disiangi dua siapa, yaitu umur 3-4 pekan dan 6 minggu dengan pacul/kored. Pembubunan episode asal tunas selama 4 pekan sebelum penuaian Cucuk tangkai rente dan daun tua renta untuk merangsang pertumbuhan anakan. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 3

5
Siram 2 kali sehari Tidak boleh becek/terlalu basah. Pemancaran pestisida gunakan jika perlu /jika sudah terserah jenama-tanda mulanya munculnya hama dan keburukan. Wereng dan Penyakit Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan pokok kayu enggak Liliaceae dan pengendalian ilmu pisah dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan haring ngengat. Belatung kapling (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan larva di malam tahun, menjaga kebersihan huma dan pergiliran tanaman dengan tumbuhan lain Liliaceae. Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari maujud campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula kawung dan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida maujud Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC. Thrips/tuma loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran pokok kayu enggak Liliaceae; menanam secara refleks; memasang perangkap insekta berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP. Noda ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.) Pengendalian: cara perbaikan penyelenggaraan air petak, pergiliran tanaman dengan tanaman lain Liliaceae dan menggunakan konsentrat cegak. Fungisida nan digunakan yakni Antracol 70 WP, Dithane M- 45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F. Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan sperma/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 4 bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP maupun Daconil 75 SP. Busuk leher layon (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan kemungkus. Pengendalian: pergiliran pokok kayu bukan Liliacea, penggunaan benih/esensi sehat, meningkatkan kebersihan tegal dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP. Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.) Gejala: patera pangkal rebah, pangkal daun mengecil dan tumbuhan mati mendadak. Pengendalian: menggunakan konsentrat/benih sehat, perbaikan tata air, arus tanaman dengan tanaman enggak Liliaceae, mengonyot tanaman yang linu dan fungisida Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. 6. Panen Kehidupan Panen 2,5 bulan sehabis tanam. Kuantitas anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning. Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari. Bersihkan akar berpunca lahan yang berlebihan. 7. Pascapanen Berambang daun kumpulkan di gelanggang nan teduh, dicuci bersih dengan air bergerak/disemprot, lalu ditiriskan. Diikat dengan tali rafia di bagian batang dan daunnya. Selit belit tiap ikatan kg. Patera umbi lapis disortir berdasarkan kaliber batang: boncel (1,0-1,4 cm) dan besar (1,5-2 cm) Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 5

6
Dulu dicuci dengan air bersih yang mengalir/ disemprot dan dikeringanginkan. Ujung daun dipotong selingkung 10 cm. Simpan pada temperatur 0,8-1,4 o C sehari semalam cak bagi menindihkan evaporasi dan kehilangan bobot Pengemasan di kerumahtanggaan peti kayu 20 x 28 cm tangga 34 cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa. Atau di dalam keranjang plastik kapasitas 20 kg. 1. Cultivar: BUDIDAYA BAWANG Bangkang Keunggulan Latin: Allium ascalonicum L. Nama Inggris: Shallot Famili : AMARYLIDACEAE/LILIACEAE Sumenep, Lokal Brebes, Ampenan, Tanduyong, Ilocos. 2. Penyortiran konsentrat Esensi bawang ahmar dipilih nan sehat : corak mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan sudah disimpan 2-3 bulan selepas panen. 3. Persiapan persil Lahan dibuat bedengan dengan lebar 0.9 m. Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 0,6 m dan kedalaman 0,5 m (sistem surjan), Bila plong lahan kering kedalaman terusan dibuat lebih dangkal. Petak diatas bedengan dicangkul maupun dibajak sedalam 20 cm sebatas bergerak-gerak. Jarak tanam umbi lapis biram pada musim kemarau 15×15 cm ataupun 15×20 cm, madya sreg musim hujan angin 15×20 cm maupun 20×20 cm. Jika ph tanah terbatas dari 5,6, dilakukan pengapuran dengan menggunakan Kaptan atau Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1-1,5 ton/ha. Serabut kandang sebanyak ton/ha atau soren matang sebanyak 5-10 ton/ha disebar dan diaduk rata dalan lapisan olah 1 minggu sebelum tanam. 4. Reboisasi Kalau arwah simpan pati yang akan ditanam sedikit dari 2 rembulan, dilakukan pemogesan (penyederhanaan Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 6 Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila 7

7
ujung pangkal pohon) rendah lebih 0,5 cm untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Kemudian umbi konsentrat ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian pangkal pohon. 5. Pemeliharaan Penyiraman Dilakukan sesuai dengan umur tanaman : umur 0-10 hari, 2x /hari (pagi dan sore hari), umur hari, 1x/hari (pagi waktu), sukma hari, 1x/hari (pagi alias senja masa). Pemupukan Perabukan sumber akar dilakukan pada momen tanam (Preplant), padahal fertilisasi susulan dilakukan lega kehidupan 14 hari dan nyawa 35 hari setelah tanam. Jenis nan diberikan aadalah Urea, ZA, SP-36, baja diaduk rata dan diberikan di sepanjang karangan tumbuhan. Runding dosis dan hari aplikasi perabukan disajikan pada Diagram 2. Tabel 2. Rekomendasi Jamur kerjakan Bawang Merah puas Tanah Mineral dengan Tingkat Kas dapur P dan K Menengah (Maynard and Hocmuth, 1999) Penyiangan Dilakukan minimal dua kali/musim, yaitu menjelang dilakukannya perabukan susulan. Pengendalian Hama dan Ki aib Pengendalian HPT dilakukan bila perlu belaka, adalah bila terlihat gejala adanya insek ataupun masalah. Bikin mengendalikannya disemprotkan insektisida, fungisida sesuai dosis yang dipetuakan atau mencabut tanaman dan membakarnya. 6. Penuaian dan Pasca Penuaian Buat kucai konsumsi, periode panen ditandai dengan 60-70% daun sudah lalu rebah, sedangkan lakukan bibit kerebahan daun kian dari 90%. Pengetaman dilakukan waktu awan seri. Plong waktu panen, umbi lapis abang diikat dalam ikatan-ikatan boncel (1-1,5 kg/ikat), kemudian dijemur sejauh 5-7 perian. Setelah tandus askip (penjemuran 5-7 hari ), 3-4 ikatan bawamg merah diikat menjadi satu, kemudian bawang dijemur dengan posisi penjemuran bagian umbi diatas selama 3-4 periode. Puas penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan pongkol bawang berasal tanah dan kotoran Bila mutakadim sepan tandus (kadar air kurang lebih 85%), pangkal pohon umbi lapis merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang. Umur Urea ZA SP36 KCl Bahan ph Kg/ha/musim tanam 6.5 Preplant MST MST MST = Pekan Sesudah Tanam Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 8 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 9

8
1. Cultivar BUDIDAYA BAWANG PUTIH Keunggulan Latin: Allium sativum L. Logo Inggris: Garlic Famili : LILIACEAE Tawangmangu Mentah, TW. 2. Pembibitan Keberhasilan gerakan berhuma umbi lapis murni terlampau ditunjang oleh faktor konsentrat karena produksinya tergantung pecah mutu bibit yang digunakan. Umbi yang digunakan seumpama bibit harus bermutu tinggi, berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat, serta nonblok dari hama dan mikroba. Persyaratan Semen Mutu esensi/sperma bawang putih yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) Adil hama dan kelainan b) Dasar buntang berilmu munjung dan keras c) Gigi anjing rani d) Besar gigi asu untuk bibit 1,5 hingga 3 gram. Penyediaan Benih Semen bawang putih semenjak terbit penangkaran generatif dengan umbinya. Kultur jaringan juga merupakan metode bakal mengisolasi penggalan tanaman seperti jaringan serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga episode-bagian tersebut dapat merecup dan berkembang menjadi tanaman lengkap. Dengan kultur jaringan bisa diperoleh perbanyakan mikro/produksi pokok kayu mentah dalam kuantitas besar internal periode nisbi sumir. Umbi berambang polos dapat diperoleh di kios penjual bibit ataupun perakit konsentrat. Selain itu, umbi bibit pun bisa diperoleh berpokok hasil penuaian Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 10 sebelumnya yang telah dipersiapkan lakukan pangkal pohon konsentrat. Penyimpanan konsentrat pada galibnya dilakukan oleh petambak di para-para dan digantung dengan kaidah pengasapan. Prinsip ini praktis tetapi seringkali negatif umbi bibit dan mempunyai penampilan nan kurang meruntun dan memberikan dandan yang kecoklat-coklatan. Kaidah penyimpanan umbi bibit enggak terdiri bersumber penyimpanan alami, penyimpanan di ruangan berventilasi dan penyimpanan sreg suhu anyep. 3. Pengolahan Lahan Persiapan Penanaman bawang salih galibnya dilakukan di daerah perkebunan yaitu setelah panen pari. Pengolahan tanah bertujuan menyiapkan kondisi tanah sesuai dengan yang diinginkannya. Secara garis osean pengolahan tanah meliputi kegiatan penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan bedengan dengan terusan air, pengapuran (bakal tanah asam) dan hidayah baja dasar. Tanah yang cemberut dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila ph invalid dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/ha. Jumlah konsentrat yang diperlukan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain: a) contoh tanam b) jarak tanam c) permukaan lahan d) ukuran umbi bibit Kebututuhan umbi bibit untuk kucai putih apabila jarak tanam 20 x 20 cm jumlah kebutuhan bibit antara taring/200 kg siung, jarak tanam 20 x 15 cm besaran kebutuhan bibit antara siung/seputar 240 kg siung, dan untuk jarak tanam 20 x 10 cm jumlah kebutuhan bibitnya Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 11

9
adalah antara saing/sekitar 400 kg gading. Jumlah sari akan menentukan piutang produksi. Pembukaan Lahan Lahan nan akan ditanami apabila bekas panen lega sawah masih ada maka perlu dibersihkan. Apabila lahan yang hendak ditanami tak eks sawah, lahan harus dibajak/dicangkul sampai sungguh-sungguh gembur. Selepas itu kapling dibiarkan selama cacat lebih 1 pekan setakat belahan lahan tersebut menjadi tandus, seterusnya bongkahan tanah tersebut dihancurkan dan diratakan terlampau dibiarkan lagi, beberapa hari kemudian dilakukan pula pembajakan lakukan nan kedua kalinya. Dengan cara sebagai halnya ini rekahan petak akan lebur lebih halus lagi. Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan purwa dilakukan dengan menggali kapling lakukan parit selebar dan sedalam ± 40 cm. Tanah lombong tersebut diletakkan di samping kiri dan kanan saluran, lebih lanjut dibuat menjadi bedengan-bedengan. Lebar bedengan biasanya 80 cm dengan panjang 300 cm dan tingkatan 40 cm. Tataran bedengan dibuat berlandaskan keadaan tanah lokasi. Jika tanahnya agak sukar, bedengan terbiasa sedikit ditinggikan. Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak terbiasa terlalu tinggi. Pengapuran Keasaman tanah nan ideal untuk budidaya bawang tahir berkisar antara ph 6-6,8. Jikalau keasaman persil masih normal, ph nya berkisar 5,5-7,5, belum adalah kelainan. Yang menjadi ki kesulitan yakni apabila keasaman tinggi, ph nya rendah. Cak bagi mengedrop tingkat keasaman kapling, menaikkan ph, terbiasa dilakukan pengapuran. Waktu pemberian kapur yang baik adalah bilamana penutup tuarang menjelang tahun hujan. Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4 ahad sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor cuaca kembali perlu diperhatikan plong saat anugerah kapur. Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari suket pengganggu (gulma). Setelah bersih, petak dicangkul secara keseluruhan. Apabila lahan cukup luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa lahan untuk mempermudah karunia kapur dan seyogiannya kapur nan diberikan merata ke seluruh lahan. Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur, begitu juga memupuk padi. Pasca- ditaburi kapur secara merata, tanah dicangkul lagi semoga kapur bercampur dengan tanah dan cepat bereaksi. Selanjutnya, tanah dibiarkan selama 2-3 minggu, lewat diolah lagi buat ditanami. Pengapuran dilakukan secara bertahap agar kondisi lahan tidak kemungkus. Adapun kebutuhan Dolomit bagi menetralkan kapling merupakan sebagai berikut: a) ph tanah 4,0 = 10,24 ton/ha. b) ph tanah 4,5 = 7,87 ton/ha. c) ph tanah 5,0 = 5,49 ton/ha. d) ph petak 5,5 = 3,12 ton/ha. e) ph tanah 6,0 = 0,75 ton/ha. Pemasangan Kawul Asal (Preplant) Baja bawah yang digunakan adalah baja kandang, Urea, TSP dan ZK. Serabut kandang di berikan sebanyak 20 ton /ha. Pemberian pupuk dasar tak perlu terlalu n domestik, cukup disebarkan di atas bedengan kemudian dicampur dengan petak atau dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat disamping barisan tanaman. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 12 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 13

10
Belas kasih Jerami Sebagai Mulsa Untuk mempertahankan kondisi petak setelah penanaman, bedengan ditutup dengan jerami secara merata. Penutupan dengan jerami jangan terlalu rimbun karena boleh mempersulit bibit yang baru tumbuh bakal menembusnya. Selain untuk mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan suhu dan kelembaban rataan, penghentian dengan jerami juga dimaksudkan cak bagi membetulkan struktur lahan, apabila jerami telah membusuk. 4. Teknik Penanaman Penentuan Arketipe Tanam Penanaman dasun asli dapat dilakukan suatu ataupun dua kali setahun dengan mengadakan penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih kerumahtanggaan setahun bisa dirotasikan sebagai berikut: a) Bawang lugu – sayuran – dasun putih b) Bawang putih – sayuran taruh esensi palawija – dasun putih c) Bawang masif – titip sari palawija ataupun sayuran. Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam nan plus rapat akan menghasilkan pangkal pohon yang relatif mungil biarpun hasil per satuan luas meningkat. Jarak tanam yang digunakan bisa bervariasi menurut kebutuhan yang paling menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan adalah (15 x 10) cm. Pembuatan Korok Tanam Pembuatan liang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk reboisasi bawang ceria adalah 3-4 cm (setinggi ukuran siung sari). Sehabis lubang tanam terbentuk, pongkol bibit siap ditanam. Cara Penanaman Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang masih kasatmata umbi dipipil/dipecah satu per satu sehingga menjadi beberapa saing. Kiranya makin mudah menguasai umbi dan menyingkir terkelupasnya kulit gigi anjing, sebaiknya pongkol dijemur sejauh bilang jam. Bibit gigi asu tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat plus dalam supaya bibit lain tergenang seluruhnya. Takdirnya bibit terlalu dalam ditanam alias tergenang seluruhnya ke dalam tanah, recup barunya akan sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit. Sebaliknya, gorong-gorong tanam pula jangan dibuat plus cetek karena nantinya tumbuhan akan mudah kejut-kejut. Setiap lubang ditanam satu bibit dan diusahakan agar 2/3 bagian nan terbenam ke dalam tanah dengan posisi bersimbah lurus. Posisi saing jangan sampai terbalik, sebab walau masih bisa rumbuh, tetapi pertumbuhannya bukan pola. 5. Perawatan Pokok kayu Penjarangan dan Penyulaman Bawang yang ditanam sewaktu-waktu tak bersemi karena kesalahan teknis penanaman ataupun faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengganjilkan jika internal suatu lahan ada tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh terlampau mati, dan terserah nan pertumbuhannya bukan kamil. Takdirnya keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki tidak terengkuh. Maka itu sebab itu, untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 14 Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 15

11
terhadap bibit yang tidak tumbuh maupun pertumbuhannya tampak lain sempurna. Biasanya untuk penyualaman dipersiapkan ekstrak yang ditanam di seputar tanaman pokok atau disiapkan di tempat solo. Langkah konsentrat cadangan ini dilakukan bersamaan dengan penanaman pokok kayu trik. Penyiangan Pada penghutanan bawang putih, penyiangan dan penggemburan dapat dilakukan dua kali alias kian. Keadaan ini suntuk tergantung plong kondisi mileu sepanjang satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan pron bila pokok kayu berumur 3-2 minggu setelah tanam. Akan halnya penyiangan berikutnya dilaksanakan pada umur 4-5 minggu sesudah tanam. Apabila gulma masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Bilamana pangkal pohon mulai terbentuk, penyiangan dan penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak subversif akar tunggang dan umbi baru. Pembubunan Kerumahtanggaan penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan plong tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mencuil tanah dari selokan/ sungai buatan di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi kian kerumahtanggaan sehingga drainase menjadi resmi lagi. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan kapling terlayang sekali lagi sehingga tanaman berdiri lestari dan ukuran umbi yang dihasilkan bisa lebih besar-besar. Fertilisasi Pemberian rabuk dilakukan dengan 2 tahap, yaitu sebelum tanam alias bersamaan dengan penanaman sebagai pupuk pangkal dan sesudah penghijauan bak pupuk susulan. Unsur hara utama yang diperlukan dalam perabukan yakni N, P, dan K kerumahtanggaan bentuk Tepi langit, P2O5, dan K2O. Unsurunsur hara lainnya dapat terlaksana dengan karunia pupuk kandang. Perhitungan dosis dan waktu permintaan perabukan disajikan puas Diagram 3. Tabel 3. Rekomendasi Pupuk buat Dasun Salih pada Tanah Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Sedang (Maynard and Hocmuth, 1999) Umur Urea ZA SP36 KCl Target ph Kg/ha/musim tanam 6.5 Preplant MST MST MST = Minggu Setelah Tanam Dasun putih memerlukan belerang dalam kuantitas yang cukup banyak. Unsur ini mempengaruhi rasa dan aroma khas bawang putih. Oleh sebab itu, apabila memperalat KCl andai sumber kalium, maka misal sumber nitrogen sebaiknya menggunakan cendawan ZA. Jika andai sumber nitrogen digunakan Urea, maka buat perigi kalium seharusnya digunakan ZK. Keadaan ini dilakukan agar kebutuhan sulfur kukuh terpuaskan. Beralaskan kebutuhan unsur hara di atas, kuantitas pupuk yang akan digunakan bisa dihitung berdasarkan spesies dan kandungan unsur haranya. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 16 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 17

12
Aplikasi perabukan dilakukan dengan mebenamkan cendawan di dalam larikan disamping armada tanaman sebagai halnya cara memasrahkan jamur dasar. Pengairan dan Penyiraman Kasih air boleh dilakukan dengan memperalat gembor atau dengan mengempoh saluran air di sekitar bedengan. Cara yang keladak dinamakan sistem leb. Pendirusan dengan gembor, untuk bawang yang mentah ditanam, diusahakan korok gembornya kecil mudah-mudahan air yang keluar pun kecil sehingga tidak merusak petak di seputar esensi. Jika air yang keluar besar, maka posisi sperma dapat berubah, bahkan dapat mengeluarkannya semenjak dalam petak. Pada awal penanaman, penyiraman dilakukan saban hari. Pasca- tanaman merecup baik, frekuensi karunia air dijarangkan, menjadi seminggu sekali. Pemberian air dihentikan pada saat pohon sudah tua atau menjelang panen, kira-tebak berumur 3 bulan sehabis tanam atau kapan patera tanaman sudah mulai menguning. Hari Penyemprotan Pestisida Lakukan menyingkir ofensif hama seperti tungau dan trips, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida berupa Tamaron atau Bayrusil 0,2%. Sedangkan bakal pencegahan terhadap kelainan perlu pula di semprot dengan pestisida begitu juga halnya Dithane M-45 0,2-0,3 prosen. Dosisnya disesuaikan dengan aturan pemanfaatan yang tertera lega masing-masing kemasan pestisida, apakah buat penangkalan atau penumpasan. Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan pada pagi-pagi hari benar atau petang masa ketika peledak masih tenang seharusnya lebah alias serangga enggak yang berguna tidak ikut terbasmi. Cara penyemprotan dilakukan dengan menunggangi tangki penyemprotan (ukurannya bisa bermacammacam) baik secara manual (pompa tangan) ataupun dengan menggunakan tekanan asap. 6. Panen Ciri dan Umur Penuaian Bawang salih yang akan dipanen harus mencapai cukup jiwa. Tergantung pada macam dan daerah, umur penuaian yang biasa dijadikan pedoman yaitu antara perian. Ciri bawang putih yang siap penuaian yaitu sekitar 50 prosen daun mutakadim menguning/sangar dan nanyan buntang keras. Pendirian Panen Di wilayah gelanggang dilakukan survai, ialah di Tuwel Tegal pemanenan dilakukan dengan cara meragas tumbuhan kemudian diikat sebanyak 30 gandar cangkul sendirisendiri ikat dan dijemur selama 15 musim sampai batangnya gersang. Pongkol dibersihkan dengan membuang akar susu dan daun dan sekaligus dilakukan pemilihan (grading) yakni pemisahan menurut kualitasnya. Hari Pengetaman Tanaman umbi lapis steril dapat dipanen setelah berumur hari untuk keberagaman lumbu hijau dan umur antara waktu bagi varietas lumbu kuning. Setelah pemanenan, persil dapat ditanami kembali sehabis dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu ataupun bisa juga ditanami tanaman lainnya untuk melakukan perputaran tanaman. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 18 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 19

13
Prakiraan Produksi Di daerah tempat dilakukannya survei (Tuwel, Kebun) bawang kudus bisa memproduksi umbi sebanyak ton/ha (basah), padahal di dataran medium (600 m dpl) dan dataran rendah (450 m dpl ke dasar) dapat menghasilkan ton/ha pangkal pohon basah. Adakalanya sebelum pengetaman tanah diairi dahulu agar umbi kucai nirmala mudah dicabut. 7. Pascapanen Pengumpulan Setelah dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang kudrati menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas ramin daun kelapa serempak dikeringkan cak bagi menjaga dari kebinasaan dan mutunya tetap baik. Penyortiran dan Penjenisan Sortasi dilakukan untuk memilah umbiumbi bawang putih menurut ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan seleksi, pongkol-pangkal pohon yang sudah kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi bawang steril adalah a) keseragaman corak menurut tipe. b) ketuaan/atma umbi. c) tingkat kekeringan. d) kekompakan asosiasi gigi asu. e) bebas hama dan problem. f) bentuk umbi (bulat atau elips). g) ukuran raksasa-kecilnya pongkol. Berdasarkan matra umbi, umbi lapis putih dapat dikelompokkan menjadi beberapa inferior, yaitu. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 20 a) kelas A: umbi yang diameternya kian berpunca 4 cm. b) kelas B: umbi yang diameternya antara 3-4 cm. c) kelas C: pangkal pohon yang diameternya antara 2-3 cm. d) kelas D: umbi yang katai alias yang berpunca dan tembelang. Penyimpanan Intern jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan pendirian digantung pernah-ikatannya di atas para-para. Setiap aliansi beratnya sekitar 2 kg. Para-paranya dibuat berusul tiang ataupun bambu dan diletakkan diatas tanur. Mandu seperti ini adv amat menguntungkan karena sekejap-sekejap dapur dinyalakan, bawang putih terkena asap. Pengasapan merupakan cara pengawetan yang cukup baik. Intern kuantitas besar, caranya yakni disimpan di dalam gudang. Gudang nan akan digunakan harus mempunyai ventilasi kiranya dapat terjadi rotasi mega nan baik. Suhu ruangan yang diperlukan antara derajat C. Jika suhu rubrik plus tangga, akan terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban rubrik nan baik merupakan prosen. Pengemasan dan Pengiriman Untuk menggampangkan pengangkutan berambang putih dimasukkan ke privat karung goni alias karung plastik dengan anyaman tertentu. Alat pengangkutan bisa bermacam-macam, boleh pedati, becak, pit atau ki alat bermotor. Panduan Budidaya Pokok kayu Sayuran Anas D. Susila 21

14
1. Cultivar BUDIDAYA BAYAM Nama Latin: Amaranthus sp. Nama Inggris: Amaranth Famili : AMARANTHACEAE Varietas bayam nan banyak ditanam dan mempunyai nilai bisnis yang tingkatan antara lain Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga jenis tempatan yang tak kalah bagus kualitasnya antara bukan Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi. 2. Syarat bersemi Bayam termuat sayuran dataran tataran. Doang boleh nyawa di dataran rendah. Bayam menghendaki petak yang subur dan gembur. Derajat kemasaman (ph) yang diinginkan berkisar 6-7. Lahan yang phnya lebih tinggi atau kian rendah tanaman bayam tidak dapat tumbuh dengan baik. 3. Penanaman Penggodokan petak, hidayah pupuk dasar, dan pembuatan bedengan. Pengolahan kapling untuk semua diversifikasi bayam hampir sama. Namun bikin bayam tahunan kira berlainan karena n kepunyaan akar kian tingkatan bersumber bayam ambil sehingga pencangkulan korok lebih n domestik. Kasih serabut asal dilaklukan bersamaan dengan pengolahan kapling. Bedengan penanaman dibuat dengan ukuran 1 m x 5 m. Semoga bedengan dibut asa janjang untuk mencegah kelurnya benih bayam plong saat disiram. Diantara bedengan dibuat saluran cak bagi memudahkan pendirusan. Taksiran dosis dan hari aplikasi pemupukan disajikan plong Tabel 4. Sebelum benih ditabur wajib dicampurkan dengan serdak dengan proporsi 1 bagian jauhar : 10 babak abuuntuk penaburan sperma merata & tidak berpulun-pulun. Semen bayam bisa ditaburkan sreg gubahan yang dibuat menurut deret selama bedengan dengan jarak antar baris sekitar 20 cm. Lakukan keperluan benih 1Ha sekitarr 5-10 Kg semen. Benih yang ditabur lekas ditutup persil tipis secara merata kemudian disiram dengan menggunakan gembor pendirusan dilakukan setiap pagi dan sore kecuali runtuh hujan. 4. Pemeliharaan Aspek signifikan adalah penyiangan, pengemburan, rahmat jamur susulan dan pengendalian wereng/penyakit. Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 MST selanjutnya dua pekan sekali. Tabel 4. Rekomendasi Kawul buat Bayam pada Petak Mineral dengan Tingkat Makanan P dan K Medium (Maynard and Hocmuth, 1999) Arwah Urea ZA SP36 KCl Mangsa ph Kg/ha/masa tanam 6.5 Preplant MST MST = Minggu Setelah Tanam 5. Masalah yang sering menyerang ialah Downy mildew Ditandai dengan daun episode atas menguning, patera bagian bawah berwarna plonco keunguan sreg akhirnya berwarna cokelat. Sering ketimbul bila ditanam pada musim hujan abu dan tawar rasa. Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila 22 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 23

15
Pencegahan bisa dilakukan dengan memetik patera yang diserang. Penumpasan dengan Dithane M-45 dosis 1,5-2 g/l Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber ) Ditandai dengan daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Satah daun bercelup asfar biasanya menyerang perempuan muda. Agar lain menjangkit tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan karena belum cak semau obatnya. Preventif dilakukan dengan penyiangan gulma, penyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus 2 EC atau Lannate 2 EC 2 g/l Kelainan calit daun (leaf spot) Ditandai dengan calit cokelat lega setengah episode daun, rembet sehingga menghancurkan daun. Seharusnya tak meluas harus tanaman dihancurkan. Disemprotkan dengan Dithane M-45 dosis 1,5-2 g/l untuk tanaman yang belum diserang. Gangguan ini dapat disebabkan makanya kesuntukan partikel Mn. Upaya penanggulangan diberi Multitonik (pupuk yang mengandung Mn) dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan. Pencegahan dengan pemberian kapur kapan pengolahan persil terutama pada lahan yang kehabisan Mn. 6 Pemanenan. Bayam renggut : penjarangan dilakukan 20 HST kemudian masa ke-25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai penuaian. Bayam tahunan : penjarangan pada periode ke-20 sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm panen dilakukan seputar 3 MST caranya pucukpucuk daun atau lega ujung-ujung simpang sudah lalu dipetik. Seterusnya pemanenan dilakukan sewaktuwaktu bila di perhatikan. 1. Cultivar Budi Ki akal BROKOLI Nama Latin : Brassica olerecea cv. Brocolli Nama Inggris: Brocolli Famili : BRASSICACEAE Abur Green, Delicate Green, Green King, Radiant Green, Tender Green, Green Jewel 2. Penyediaan Benih Sterilisasi benih, dengan merendam semen dalam hancuran fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan mengempoh semen dalam air sensual 55 o C selama menit Penyeleksian jauhar, dengan merendam nilai dengan air, dimana mani yang baik akan terbenam Rendam benih selama ± 12 jam atau hingga benih terlihat pecah mudah-mudahan semen cepat berkecambah 3. Persemaian Bekas persemaian Penyemaian di bedengan : sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lampau dibuat bedengan selebar cm memanjang bermula Utara ke Daksina. Bedengan dinaungi dengan naungan plastik, jerami atau daun-daunan selaras 1,25-1,50 m di sebelah Timur dan 0,8-1,0 m di arah Barat. Penyemaian dilakukan dengan dua mandu yaitu disebar merata diatas bedengan alias disebar di dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm. Alat Persemaian Kertas plastik atau daun pisang : ukuran diameter 4-5 dan panjang 5 cm Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila 24 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 25

16
Sprayer (hand sprayer) : debit 1 liter Media semaian : campuran ayakan pupuk kandang matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2 atau 1:1 Penyemaian Benih Penyemaian dilakukan dengan dua mandu yakni disebar merata diatas bedengan atau disebar di kerumahtanggaan barisan sedalam 0,2-1,0 cm. Transplanting Sekitar 2 minggu selepas semai, bibit dipindahkan ke internal bumbung. Lalu bibit dipindahkan ke tanah lapang setelah memiliki 3-4 helai daun maupun kirakira berumur 1 wulan. 4. Persiapan Lahan Lahan dibersihkan dari tanamn ilegal dan remah akar susu, dicangkul sedalam cm, suntuk dibuat bedengan selebar cm, tinggi 35 cm dengan jarak bedengan 40 cm. Puas lahan pesong mesti dibuat parit di antara bedengan cuma kalau lahan datar, terusan ini tidak perlu dibuat. Pengapuran semata-mata dilakukan jika ph tanah bertambah rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesui dengan nilai ph tanah tetapi umumnya berkisar antara 1-2 ton/ha internal rencana kalsit atau dolomit. Kapur dicampurkan merata dengan tanah puas saat pembuatan bedeng. Kapan pembuatan bedengan berlantas, campurkan 12,5-17,5 ton/ha cendawan kandang di tambahkan dengan asumsi populasi pokok kayu/ha antara Selain itu pula diberikan pupuk dasar substansial ZA, urea, SP-36 dan KCl Perkiraan dosis dan tahun aplikasi pemupukan disajikan plong Tabel 5. Diagram 5. Rekomendasi Pupuk lakukan Brokoli pada Tanah Mineral dengan Tingkat Ki gua garba P dan K Medium (Maynard and Hocmuth, 1999) Semangat Urea ZA SP36 KCl Sasaran ph Kg/ha/periode tanam 6.5 Preplant MST MST MST MST = Minggu Setelah Tanam 5. Penanaman Jarak tanam yang dipakai merupakan 50×50 cm lakukan kultivar berpangkat lebar dan 45×65 cm bakal kultivar tegak. Masa tanam terbaik adalah di pagi hari antara jam alias sore hari antara jam Penghutanan dilakukan puas bibit yang sudah lalu berumur sekitar satu bulan, ataupun mutakadim memiliki 3-4 helai daun. Satu korok tanam diisi satu konsentrat. Pemindahan secara eklektik jangan sampai akar susu atau daunnya busuk. 6. Pemeliharaan Penyulaman Jika terserah tanaman yang tembelang atau tenang, penyulaman dapat dilakukan setakat sebelum tanaman berumur kira-sangka dua minggu. Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 26 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 27

17
Perempalan Perempalan taruk cagak dilakukan seawal mungkin supaya ukuran dan kualitas massa anak uang yang terlatih optimal. Buru-buru selepas terbentuk massa rente, patera-daun tua diikat sedemikian rupa sehingga massa bunga ternaungi kilap surya. Penyudahan ini berfungsi untuk mempertahankan warna bunga meski tetap putih. Pengendalian Hama dan Kelainan Untuk pengendalian boleh dilakukan dengan mengamalkan bibit yang nonblok komplikasi, merendam benih di air semok (50 udara murni C) atau di dalam fungisida/bakterisida selama 15 menit, sanitasi tegal, rotasi tanaman, mengebumikan kutivar tahan penyakit, pergi pohon pecah kerusakan mekanis alias gigitan insek, berbuat sterilisasi media semai alias lahan tipar, pengapuran lega tanah masam dan mencabut tanaman yang terserang ki aib. Bikin mencegah bidasan hama dan problem, penyemprotan racun hama mutakadim dilakukan walaupun belum ada gejala serangan, penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu. Penyiangan Penyiangan nan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dilakukan bersama-begitu juga pemupukan susulan ialah 7-10 periode setelah hari tanam (hst), 20 HST, dan HST. Penyiangan dan penggemburan harus dilaksanakan dengan hatihati dan jangan terlalu privat agar tidak merusak akar kubis bunga yang dangkal. Pada tahun pengunci pertumbuhan vegetatif (memasuki tahun pembungaan) penyiangan dihentikan. Pemupukan lampiran Pupuk susulan diberikan plong umur 1,3,5 MST di seputar tanaman selama cm dari batangnya lewat ditimbun tanah. Dosis pupuk sesuai dengan rekomendasi Bersamaan dengan baja susulan III pohon bisa juga disemprot dengan pupuk daun yang mengandung N dan K pangkat. Pendirusan Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore hari. Pada musim kemarau pendirusan dilakukan 1-2 kelihatannya sehari terutama pada saat tanaman berlimpah pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga. 7. Panen dan Pasca Panen Pemanenan dilakukan momen agregat bunga mencapai format maksimal dan mampat. Umur penuaian antara perian terjemur kultivar. Setelah dipanen, hasilnya disimpan di palagan yang teduh untuk dilakukan sortasi. Sortasi dilakukan berdasarkan penampang kepala anak uang yang dibagi menjadi 4 kelas yaitu >30 cm, cm, cm dan cm. Penyimpanan terbaik di ruang terlarang pada guru 20 ozon C, kelembaban 75-85% atau kamar dingin dengan temperatur 4.4 o C dengan kelembaban 85-95% Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 28 Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 29

18
1. Cultivar Fiil Ki akal BUNCIS Segel Latin: Phaseolus vulgaris. Nama Inggris: French Beans Famili : LEGUMINOCEAE Lebat 1, Gypsy, Early Bush, Green Coat, Purple Coat 2. Penyiapan Benih Benih yang baik harus memenuhi bilang persyaratan yaitu : mempunyai daya tumbuh minimal %, bentuknya utuh, subur, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada alat penglihatan bijinya, bebas berpokok hama dan penyakit, kostum dan lain terbaur varietas bukan serta bersih dari kotoran. Apabila total mani yang suka-suka melebihi besaran benih yang dibutuhkan, maka dibutuhkan suatu penyimpanan dengan memberi suhu 18-20ºC, RH 50-60%, kandungan air benih 14%. 3. Persiapan Lahan Pembukaan Tanah Lahan bisa dibersihkan secara manual yaitu dengan pendirian meragas gulma dengan tangan, pangkur ataupun traktor. Dan secara kimia yaitu dengan menggunakan herbisida. Pasca- sejati, tanah dicangkul 1-2 boleh jadi sedalam cm. Pembuatan Bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter dan pangkat 30 cm,jarak antar bedengan cm. Bagi lahan jerambah dibuat guludan dengan panjang 5 meter, lebar 20 cm, tinggi cm dan jarak antar guludan 70 cm. Pengapuran Tanah di Indonesia biasanya bersifat masam, sebelum penanaman diperlukan pengapuran dilakukan 2-3 minggu sebelum reboisasi. 4. Penanaman Penentuan Pola Tanam Jarak penghijauan adalah 20×50 cm alias 20×40 cm. Penentuan jarak tanam harus diperhatikan karena berhubungan dengan kesiapan air, unsur hara, dan cahaya matahari. Pembuatan Lubang Tanam Membuat gorong-gorong tanam dengan cara ditugal. Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah repih-repih dan kenyet-kenyut. Untuk kapling liat ukuran 2-4 cm. Pendirian Penanaman Tiap liang tanam diisi 2-3 butir benih. 4. Pemeliharaan Tumbuhan Penyulaman Penyulaman dilakukan dibawah 10 HST Pengguludan Peninggian guludan dilakukan sehabis tahun setelah tanam. Pemangkasan Pemangkasan dilakukan hingga pembentukan carang setelah tanaman berumur 2 dan 5 minggu. Pemupukan Pemupukan dilakukan puas umur HST. Prediksi dosis dan perian aplikasi pemupukan disajikan puas Tabel 6. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 30 Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 31

19
Tabel 6 Rekomendasi Rabuk bikin Buncis pada Lahan Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Sedang (Maynard and Hocmuth, 1999) Vitalitas Urea ZA SP36 KCl Bahan ph Kg/ha/hari tanam 6.5 Preplant MST MST MST = Minggu Pasca- Tanam Irigasi Biasanya pengairan dilakukan pada musim kemarau yaitu sreg hayat 1-15 hari dilakukan 2 siapa sehati pagi dan sore. Bila penanaman dilakukan pada musim hujan, yang teristiadat diperhatikan adalah ki aib pembuangan saja. Pemeliharaan Lain Ajir perlu diberikan hendaknya pertumbuhan boleh kian baik. Panjang ajir 2 m dan lebar 4 cm dipasang secara bersemuka dan diikat menjadi satu bagian puas ujungnya. Pemberian ajir lega momen tanaman berusia 20 musim. 5. Panen dan Pascapanen Periode Penuaian Sortasi Pemanenan dilakukan secara bertahap merupakan setiap 2-3 tahun sekali dan dihentikan pada saat tanaman berumur 80 musim maupun 7 kelihatannya panen. Plong buncis nan cacat akibat serangan hama dan penyakit, polong bertongkat sendok maupun yang patah akibat penuaian yang rendah baik, semuanya harus dipisahkan. Penyimpanan Cara penyimpanan yang biasa dilakukan adalah dengan sistem refrigasi (pendinginan), dengan temperatur 0-4,4 C dan RH 85-90%. Ruangan penyimpanan diusahakan semoga mega sehat dapat beredar dan selalu melongok. Ciri dan Semangat Panen Pemanenan dilakukan pron bila tanaman berusia 60 perian dan bin memperlihatkan ciri-ciri : corak polong agak cukup umur dan suram, permukaan kulitnya agak kasar, Poin dan polong belum menonjol dan polong akan mengeluarkan bunyi letupan jika dipatahkan. Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila 32 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 33

20
1. Cultivar : BUDIDAYA CABE Nama Latin: Capsicum annuum Nama Inggris: Chili Famili : SOLANACEAE Tit Super, Kudus laba(abang besar), Cakra, Pelita (Cabe Rawit), Laris, TM 99 (ketiting Hibrida), dan Prabu, Sultan, Maraton, Gada, Hot Chili, Hot Beauty (merah osean Hibrida) 2. Persemaian Rumah bibit Rumah bibit terbuat dari bambu, dengan sengkuap plastik. Lebar 1.2 m, tinggi adegan depan 1.5 m dan bagian belakang 1 m, dan panjang sesuai dengan keperluan. Di dalam rumah konsentrat dibuat bangku dari aur yang digunakan untuk meletakkan panel bibit Perangkat Persemaian Tray Semai : tray semaian terbuat berpokok incaran plastik /abrak, nan bisa ditutup agar tetap lembab. Kertas Tissue : kertas tissue yang mudah menyerap air Sprayer (Hand Sprayer): volume 1 liter. Pinset : digunakan untuk transplanting y Panel bibit: isi 50/98/128 tanaman per panel Wahana semai : Fusi serabut kandang steril dan arang sekam (1:1) Penyemaian Jauhar Letakkan 3-5 lapis jeluang tissu ke dalam tray semai, kemudian basahi dengan air seadanya Mani sebanyak ditebar diatas plano tissue yang mutakadim dibasahai. Kemudian tray semai di tutup (klip/setpler) biarkan selama 3-4 waktu di gelanggang yang tidak terkena terang simultan. Pertahankan moga plano tissue selalu privat keadaan lembab Transplanting Isi Panel semai dengan kendaraan semai sampai penuh, dan basahi dengan air Jauhar yang sudah berkecambah transplanting /pindahkan dari tray semaian ke panel semai dengan 1 benih lakukan setiap liang tanam Simpan panel semai di dalam rumah bibit sampai siap tanam (4-5 minggu) 3. Persiapan Lahan Tanah dicangkul dan dibuat bedeng berformat 1,2 m x 30 m. Tinggi bedeng 30 cm. Jarak antar bedeng 60 cm, digunakan bak wadah pemeliharaan Di atas bedengan taburi dengan cendawan kandang 20 ton/ha dan kapur(bila tanah terlalu masam) ton sampai ph 6-6.5, kemudian diaduk dengan tanah sampai rata Taburi pupuk dasar Urea, SP36, dan KCL sesuai dengan dosis Rapihkan kembali bedengan dan tutup dengan mulsa plastik Hitam Selaka dan kancing mulsa plastik agar tak sobek terikut kilangangin kincir 4. Penanaman Lubangi plastik dengan diameter 10 cm lega jarak tanam. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 34 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 35

21
Jarak tanam yang dipakai yakni double row (dua banjar pohon) saban bedengan dengan jarak 60 antar bedengan dan 50 cm atan tanaman kerumahtanggaan baisan. Sebelum penanaman dilakukan penyiraman bedengan (di leb) sedalam cm Reboisasi dilakukan pada esensi nan telah berumur 4-5 ahad, alias telah n kepunyaan 3-5 helai daun Satu lubang tanam diisi suatu esensi. Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar atau daunnya tembelang. 5. Preservasi Penyulaman Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya dengan bibit baru yang kira-taksir umurnya sama. Penyulaman dilakukan pada satu ahad setelah tanam. Pengajiran Dilakukan 7 hari setelah tanam Ajir terbuat dari aur 2 x 100 cm, ditancapkan 10 cm dari pohon, ditanmankan dalam tanah sedalam cm dengan posisi miring keluar Penggabungan tanaman pada ajir dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam dengan rafia Pewiwilan Semua tunas air dibawah simpang pertama diwiwl Bunga I dan II setelah cabang pertama diwiwil, anak uang dan cagak lebih lanjut dipelihara Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian HPT dilakukan bila wajib saja, yaitu bila tertentang gejala adanya serangga atau kebobrokan. Untuk tindakan preventif disemprotkan pestisida setiap minggu setelah tanam dengan insektisida ataupun fungisida secara bergantian, dengan dosis sesuai anjuran. Penyiangan Penyiangan dilakukan secara manual dua minggu sekali maupun sesuai pertumbuhan gulma. Pemupukan tambahan Pemberian pupuk tambahan dilakukan pada 2,4,6,8 pekan selepas tanam. Cara pemberian dengan mengenakan sekeliling tumbuhan 5-7 cm dari tanaman. Perkiraan dosis dan masa aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 7. Diagram 7. Rekomendasi Cendawan buat Cabe pada Persil Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Sedang (Maynard and Hocmuth, 1999) Umur Urea ZA SP36 KCl Bahan ph Kg/ha/perian tanam 6.5 Preplant MST MST MST MST MST = Minggu Sehabis Tanam Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 36 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 37

22
Pendirusan Pengairan dilakukan dengan sistem furrow, yaitu dengan menggenangi parit selama 2-8 jam dengan kemuliaan air 25 cm saat tumbuhan berusia 10 hari setelah tanam, alias disesuaikan kelembaban tanahnya. 6. Penuaian dan Pasca Panen Penuaian permulaan dapat dilakukan mulai 9 minggu setelah tanam. Panen berikutnya setiap 5-7 hari sekali. Biji pelir yang sudah dipanen lekas disortir (dipisahkan) berdasarkan grade yang dengan sesuai pesanan pasar. Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila Cultivar BUDIDAYA CAISIN Merek Latin: Brasica rapa cv. caisin Nama Inggris: Caisin Famili : BRASSICACEAE Tosakan, Regency 2. Persemaian Rumah Bibit (Tergantung semenjak kondisi cuaca, jika curah hujan tinggi dan hawa tataran maka teradat naungan) Rumah konsentrat dibuat bersumber awi, dengan atap plastic polietilen, lebar 1,5 meter. Janjang bagian depan 1,3 meter dan bagian belakang 1 meter dan janjang sesuai dengan keperluan. Strata bedengan 1-3 meter tergantung kebutuhan konsentrat yang akan ditanam. Bedengan pembibitan dibuat sreg lahan berukuran cm. Alat Persemaian Sama seperti produk lain Penyemaian Semen Dua minggu sebelum tabur mani, bedengan pembibitan ditaburi dengan 2 kg pupuk kandang nan telah ditambahkan dengan 20 gr urea, 10 gr TSP, 7,5 gr KCl. Benih ditabur pada meres bedengan pembibitan, selanjutnya benih ditutupi dengan lahan subtil setebal 1-2 cm. Bikin penjagaan dengan penyiraman menggunakan sprayer. Benih yang baik akan bertunas pasca- 3-5 hari. Transplanting Isi panel semaian dengan sarana semai sampai mumbung dan basahi dengan air. Panduan Budidaya Pohon Sayuran Anas D. Susila 39

23
Benih yang telah berdaun 2-3 helai (2-3 minggu setelah nilai disemaikan) pohon dapat dipindahkan ke panel semai dengan satu benih kerjakan setiap lubang tanam. Simpan panel semai di intern rumah bibit setakat siap tanam (3-4 minggu) 3. Pengolahan lahan Tanah dicangkul dan dibuat bedeng berukuran 120 cm dan tinggi sesuai dengan dimensi tanah tanah, tinggi bedeng cm, jarak antar bedeng 30 cm. Diatas bedengan taburi dengan pupuk kandang 10 ton/ha dan kapur (bila tanah terlalu masam 0,75-1,23 ton/ha pada ph 5,9-6) kemudian diaduk dengan lahan sampai rata. Taburi pupuk bawah dan campurkan dengan lahan. Rapikan kembali bedengan. 4. Penanaman Jarak tanam nan dipakai adalah double row (2 leret pokok kayu) tiap-tiap bedeng dengan jarak tanam cm atau cm (caisin ikhlas dan caisin hijau- 1 bedeng caisin putih 3 baris dan 1 bedeng caisin baru 5 baris). Penanaman dilakukan puas bibit nan berumur 3-4 pekan, alias sudah mempunyai 3-5 helai daun Satu gaung tanam diisi satu pati. Pendalaman lubang tanam dilakukan dengan tangan atau ajir pada ukuran m. Memindahan secara selektif jangan sampai akar/daunnya tembelang. 5. Perawatan Penyiraman(disesuaikan dengan kebutuhan petak) sejak disemai sampai bersemi dewasa air pelalah dibutuhkan Penyulaman tanaman sulaman biasanya diambil dari bibit tananam yang masih tertinggal di bedeng pembibitan Penyiangan, penggemburan dan pengguludan. Penyiangan dilakukan secara manual 2 minggu sekali/ sesuai pertumbuhan gulma kebanyakan penyiangan, penggemburan dan pengguludan dilakukan sinkron untuk menghemat tenaga kerja. Hadiah serat tambahan diberikan pada ketika 3 pekan pasca- tanam dengan cara penaburan dalam larikan nan lantas ditutupi persil kembali. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan lega Tabel 8. Grafik 8. Rekomendasi Pupuk lakukan Caisin lega Kapling Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Madya (Maynard and Hocmuth, 1999) Umur Urea ZA SP36 KCl Target ph Kg/ha/periode tanam 6.5 Preplant MST MST = Minggu Setelah Tanam 6. Penuaian dan Pasca panen. Panen pada umur hari, mulai dilakukan lega pekan ke 7 setelah tanam Panduan Budidaya Tumbuhan Sayuran Anas D. Susila 40 Panduan Budidaya Tanaman Sayuran Anas D. Susila 41

Source: https://docplayer.info/29630784-Panduan-budidaya-tanaman-sayuran.html

Posted by: holymayhem.com