Orang Tanam Sayur Di Daerah Dingin

Kondisi cuaca buruk dan suhu dingin membuat produksi sayuran di Spanyol berantakan. Padahal, Eropa bergantung pada sayuran di kawasan itu.
Ilustrasi: Eropa alami krisi selada akibat cuaca buruk dan suhu dingin. (JennyWojcik/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia
— Binar buruk dan hari dingin di kidul Spanyol sudah merusak simpanan sayuran sebagaimana selada ke penjuru Eropa. Sayuran lainnya seperti brokoli dan terung lagi mengalami peristiwa serupa.

Melansir
CNN,
beberapa negara Eropa memiliki ketagihan lega produksi sayuran di daerah selatan Spanyol seperti Murcia, Almeria, dan Valencia, selama musim cahang.

Namun kondisi musim dingin saat ini yang memburuk membuat ketersediaan sayur menjadi runyam karena tanaman tumbuh melambat dan menurunkan hasil produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kewedanan selatan Spanyol adalah ladang makanan cak bagi Eropa selama musim dingin,” pengenalan Anthony Gardiner, salah satu penyedia produk afiat ke berbagai macam pasar di Eropa. “Distrik itu memiliki iklimnya sendiri, pesam dan kering, mirip gurun,”

“Namun musim anyep kali ini berbeda. Kami melihat cuaca yang terlampau buruk di tegal daerah Murcia,”

Gardiner memaparkan, sejauh empat hari sebelum Natal, distrik ini memiliki jumlah curah hujan abu yang setara dengan debit air hujan abu di London selama heksa- rembulan.

“Itu sepenuhnya yakni banjir, dan banyak sayuran yang ditanam hanyut terbawa air,”

Fernando Gomez, manajer salah satu firma yang mengekspor buah-buahan dan sayuran di Murcia mengatakan pasokan selada di daerah tersebut terban sebatas 40 uang karena cuaca buruk.

Selain itu, persediaan brokoli turun 20 setakat 30 persen. Lebih-lebih, bikin sayuran nan ditanam internal kondominium beling seperti mana tomat dan mentimun juga mengalami dampa serupa.

Gomez menjelaskan sayuran yang masih bisa bertahan arwah kini merecup amat lambat karena tingginya kelembaban peledak di sekitar negeri tersebut.

“Kami ketika ini sedang mengetanahkan ulang, namun produksi akan memakan waktu bertambah lama semenjak biasanya hingga siap dipanen, sekitar 70 setakat 80 hari, bila cuaca tidak berubah,” kata Gomez.

Menurut Gomez, kawasan itu dapat memasok kebutuhan sayuran di Eropa hingga 90 uang. Lebih semenjak setengah produksi dikirim ke Inggris dan Jerman. Selain dua negara itu, Perancis dan Belanda lagi mengelepai pada kiriman sayuran dari Spanyol.

Akibat krisis sayuran tersebut, beberapa pasar di Inggris membatasi pembelian selada bikin masing-masing pelanggan.

Selain itu, keterbatasan barang mengakibatkan harga selada meroket. Sebagai halnya di Jerman, bagi suatu bonggol selada dapat dihargai sebesar dua euro ataupun seputar Rp29 ribu.

“Kami mengadakan pengiriman selada dari California untuk mengatasi petisi,” kata Gardiner. “Namun ini berharga kami menciptakan tuntutan komplemen di pasar, nan juga memerosokkan harga panjat. Ini kondisi yang sangat sulit.”

(end/tutorial)





Source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170204052131-262-191255/eropa-alami-krisis-selada-akibat-musim-dingin

Posted by: holymayhem.com