Menentukan Komoditas Tanaman Sayuran Yang Akan Dibudidayakan

LKPD

AGRIBISNIS TANAMAN SAYUR

Pereka cipta:
Tantri Sofiastini, SP.M.Agr

Kelas XI
Programa Kepakaran Agribisnis Tumbuhan
SMKN 2 Alai-belai

1

BAB I

A. Kegiatan Membiasakan 1 : Menganalisis Ulas Lingkup, Karakteristik dan Persyaratan
Bertunas Tanaman Sayur

a. Tujuan Pembelajaran dan
Sesudah kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengamalkan identifikasi

menentukan persyaratan bertunas tanaman.

b. Uraian Materi
Tumbuhan sayuran adalah tanaman hortikultura nan dibudidayakan sebagai riuk satu

ki gua garba sentral untuk dimanfaatkan sebagai mangsa pangan yang dikonsumsi dalam rang
segar ataupun olahan. Sayuran merupakan komoditas hortikultura yang dibutuhkan sehari hari,
hal ini yang menyebabkan sayur mempunyai kredit menggandar yang tinggi. Mengingat sayur
merupakan riuk satu kebutuhan siasat yang digunakan bagi menepati kebutuhan gizi
masyarakat, sehingga banyak orang tani yang memanfaatkannya seumpama kemungkinan bisnis yang
pas menguntungkan mereka. Maka mempelajari pohon sayuran akan memberi manfaat
nan besar bagi kita karena kita akan memperoleh ilmu publikasi, keterampilan dan sikap
akan halnya agribisnis tumbuhan sayuran yang juga akan sangat bermanfaat bila boleh ditularkan
kepada petani atau makhluk enggak. Kebutuhan sayur menclok bersumber awam, baik bagi konsumsi
pribadi alias bakal pemuasan mangsa baku dagang yang mereka jalankan. Menginjak ibu-ibu
rumah panjang yang mencari sayur buat kebutuhan gizi keluarganya, pelaku persuasi makanan
yang membutuhkan sayur sebagai incaran resmi usaha mereka, sampai para musafir sayur segar
di pasar.

c. Ira Skop Sayur
Tanaman sayur secara awam dapat dikelompokkan menjadi 2 kerumunan, yaitu :

1. Pengelompokan bersendikan adegan yang dipanen atau dikonsumsi
Yang termasuk sayur privat kategori ini adalah :
1) Sayuran buah, seperti; cabe, tomat, terong, timun dsb.
2) Sayuran daun, seperti; sawi, bayam, Kangkung, dsb
3) Sayuran layon/tunas, seperti; bambu muda aur, akar parsi
4) Sayuran pangkal pohon, seperti; wortel, kentang, bit, lobak, dsb.

2

5) Sayuran bunga, seperti mana; brocoli, kubis bunga, dsb.
6) Sayuran polong, seperti; buncis, kacang panjang, kapri dsb
2. Penggolongan berdasarkan tempat tumbuhnya
1) Sayuran dataran tinggi, seperti wortel, lobak, kubis/kubis, brocoli, kentang dsb.

2) Sayuran legok rendah, bawang sirah, oyong, dsb

3) Sayuran n baruh tinggi dan lembang adv minim, seperti cabe, terong, bancet,
bayam.

d. Manfaat dan Probabilitas Mempelajari Pohon Sayur

Mempelajari tanaman sayuran akan memberi manfaat yang besar lakukan kita karena kita
akan memperoleh mantra butir-butir, keterampilan tentang agribisnis tanaman sayuran yang
juga akan sangat bermanfaat bila dapat ditularkan kepada petani ataupun insan bukan. Kebutuhan
sayur datang pecah masyarakat, baik cak bagi konsumsi pribadi maupun untuk pemenuhan bulan-bulanan
baku menggalas yang mereka jalankan mulai ibu-ibu rumah tangga nan mencari sayur lakukan
kebutuhan nutrisi keluarganya, pekerja usaha makanan nan membutuhkan sayur sebagai bahan
baku aksi mereka, sebatas para pengelana sayur fit di pasar.

e. Kunci Sukses Bertanam Sayur
1. Sari
2. Serabut
3. Pengolahan Tanah
4. Air
5. Pengendalian Hama dan Kelainan

f. Karakteristik Tanaman Sayur
1. Bayam Sirah
Bayam merupakan tumbuhan yang berbentuk perdu dan tingginya boleh mencapai ± 1½

meter. Bayam merah n kepunyaan ciri- ciri berdaun solo, ujung runcing, sabar, dan gempal.
Batangnya lunak dan berwarna kudus kemerah-merahan. Bunga bayam abang ukurannya kerdil
mungil dari katek daun dan ujung batang sreg rangkaian tandan. Buahnya enggak berdaging,
tetapi bijinya banyak, sangat kecil, bulat, dan mudah bersumber. Tumbuhan ini punya akar
tunggang dan berakar samping. Akar sampingnya kuat dan sangka dalam. Bayam merah dapat
bertunas sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun panjang.

3

Bayam merah akan bertaruk dengan baik bila ditanam pada kapling dengan derajat
keasaman (pH tanah) sekeliling 6-7. Tanaman bayam merupakan pokok kayu semusim dengan siklus
panen yang relatif singkat. Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan secara organik karena
umurnya relatif singkat, boleh dipanen setelah 20 hari, sehingga resiko serangan wereng pun relatif
lebih kecil. Budidaya bayam organik memiliki perlakuan seperti budidaya non-
organik, perbedaannya pada pemberian jenis pupuk. Sedangkan untuk pengendalian hama,
petani konvensional menanganinya dengan mengoreksi kebugaran tanaman seperti karunia kawul,
irigasi dan menjaga kebersihan kebun.

2. Selada (Lactuva Sativa)
Selada (Lactuca sativa) adalah pokok kayu sayur yang halal ditanam di provinsi beriklim

sedang alias daerah tropika. Kegunaan terdepan yaitu sebagai salad. Terletak dua
kerubungan besar budidaya selada nan berkembang di Indonesia. Pertama, selada daun rajah
korp-nya bulat belas kasihan, daunnya bau kencur mengembang. Kedua, selada korp (Heading lettuce)
bentuk korpnya bulat atau lonjong dan korp-nya padat. Jenis yang paling banyak
dibudidayakan ialah tipe selada daun, bentuk daunnya beriak membidik berkeluk-keluk-
kerut, maupun naik daun dengan logo selada keriting. Selada tumbuh pada ketinggian 500—2.000
m dpl dengan guru 15—20° C. Tanaman selada peka terhadap hujan abu, humiditas panjang, dan air
yang menggenang, kondisi tersebut menyebabkan tanaman mudah terkena penyakit. Oleh karena
itu, waktu tanam yang minimum baik adalah plong musim kemarau dengan penyiraman memadai.

4

3. Berambang Daun (Allium spp)
Bawang daun merupakan diversifikasi sayuran nan fungsinya hampir sejajar dengan bawang

sirah yaitu mengasihkan aroma yang wangi plong masakan. Bawang daun tumbuh lega lahan
nan subur, kenyet-kenyut dengan pH 6,5 sampai dengan 7,5.

Berambang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia suka-suka tiga macam, yakni:
1. Bawang cak libur alias leek (Allium porum L.).
Diversifikasi bawang daun ini tidak berumbi dan memiliki daun yang kian demes
dibandingkan dengan bawang ahmar maupun bawang steril, pelepahnya panjang
dan liat serta bagian dalam daun berbentuk pipih.
2. Berambang (Allium schoercoprasum).
Mempunyai patera boncel, tataran, rongga di dalam patera kecil dan berwarna hijau,
serta berumbi kecil.
3. Bawang bakung atau bawang semprong (Allium fistulosum).
Jenis bawang ini berdaun bulat pangkat dengan rongga dalam patera seperti culim,
kadangkadang berumbi.

5

4. Kailan (Brassica oleracea Alboglabra Group)
Kailan merupakan sayuran yang berdaun rimbun, datar, mengkilap, berwarna hijau, dengan

batang rimbun dan sejumlah kecil kepala bunga berukuran katai mirip dengan bunga puas
brokoli. Perakaran Kailan memiliki akar susu dengan serabut nan banyak. Kailan
punya perakaran yang tinggi adalah akar senja bisa hingga ke 40 cm dan akar tunggang serabut
sampai ke 25 cm. Kailan cocok ditanam pada n baruh sedang hingga dataran pangkat atau
gunung-gemunung dengan izzah 300-1.900 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu rata-rata buletin
yang dikehendakai tanaman Kailan adalah 15°C – 25°C. Kailan membutuhkan tanah yang
berdebardebar dan bernas akan bahan organik, kilauan yang dapat menyenteri seluruh alat angkut tanam
sertapengairan yang cukup, dengan pH sekeliling sekitar 5.0 – 6.5.

6

5. Cabe (Capsicum annum)
Cabai atau lombok merupakan tanaman semusim berbentuk perdu. Tanaman ini

berakar tunggang dengan banyak akar tunjang samping yang dangkal. Batangnya tidak berbulu, sekadar
banyak silang. Cabai tumbuh bernas sreg tanah yang kaya akan atom hara. Momen ini ketinggian
tanah lain sekali lagi menjadi problem cak bagi menanam cabai. Secara awam, lada bisa ditanam plong
ketinggian lahan berasal 1-2.000 m dpl. Ketinggian tempat berkarisma plong keberagaman hama dan
penyakit yang menyerang cabai. Di n baruh tinggi, penyakit yang mencamkan biasanya
disebabkan oleh cendawan maupun jamur. Padahal di lahan n baruh rendah biasanya kelainan
yang mencamkan dipicu maka itu basil.

Bakal pertumbuhan optimum cabai memerlukan iklim tropis yang panas kuku dan lembap
dengan hawa berkisar antara 18 C – 32 C . Humiditas yang seia bagi pokok kayu cabai berkisar
antara 70-80%, terutama saat pembentukan bunga dan biji kemaluan. Kelembapan yang melebihi 80%
memacu pertumbuhan cendawan nan berpotensi kecam dan destruktif tanaman Tentang
jenis cabe yang besar perut dibudidayakan di Indonesia yakni :

1. Cabe sirah
2. Cabe hijau
3. Cabe rawit
4. Cabe gendot
5. Paprika

7

g. Tugas
1. Lakukan pengamatan pada berbagai jenis dan karakteristik pohon sayuran patera nan

terdapat di sekitarmu ataupun di pasar sayur.
2. Buat pertanyaan-pertanyaan privat diskusi kerubungan, kumpulkan publikasi alias Beliau

dapat mencoba melakukan identifikasi ciri-ciri/karakteristik varietas-diversifikasi sayuran daun
yang ada di tempat-medan tersebut.
3. Buat inferensi dari apa yang mutakadim Anda amati, diskusikan dan coba, kemudian
presentasikan hasil inferensi Kamu.

8

h. Tutorial Pertanyaan pertanyaan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat !
1. Bagaimanakah prospek komoditi sayur serta jelaskan faedah tanaman sayuran untuk

kebugaran !

2. Bagaimanakah kunci sukses dalam melakukan budidaya sayuran, berikan penjelasanmu !

9

3. Bagaimanakah syarat tumbuh bayam merah?
4. Sebutkan jenis jenis cabe nan gegares dibudidayakan di Indonesia !

10

5. Mengapa pokok kayu cabe enggak bisa bertaruk bagus pada area dengan kelembaban yang
tinggal tinggi ?

i. Praktik Mandiri
1. Petatar mengerjakan observasi ke pasar terdekat alias ke lahan lahan pertanian terdekat buat

berbuat pengamatan tanaman sayur
2. Tulislah hasil observasi kalian pada kolom dibawah ini !

NO NAMA SAYUR IDENTIFIKASI

11

12

13

14

Source: https://anyflip.com/arptq/guwu/basic

Posted by: holymayhem.com