Memulai Membangun Bisnis Chairul Tanjung Singkat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Chairul Tanjung

Menko Perekonomian - Chairul Tanjung.jpg
Nayaka Pengorganisasi Bidang Perekonomian Indonesia ke-14

Masa jabatan


19 Mei 2014 – 20 Oktober 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Hatta Rajasa
Pengganti Sofyan Djalil
Menteri Kehutanan Indonesia


Pelaksana tugas


Perian jabatan


1 Oktober 2014 – 20 Oktober 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Zulkifli Hasan
Pengganti Siti Nurbaya Bakar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral


Pelaksana tugas


Masa jabatan


11 September 2014 – 20 Oktober 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Jero Wacik
Pengganti Sudirman Said
Ketua Masyarakat PBSI ke-4

Musim jabatan


2000–2004
Pendahulu Subagyo HS
Perombak Djoko Santoso
Makrifat pribadi
Lahir 18 Juni 1962
(semangat 60)



Indonesia

Jakarta, Indonesia
Suami/istri Anita Ratnasari Tanjung
Anak
  • Putri Indahsari Tanjung
  • Rahmat Dwiputra Jazirah
Orang tua
  • Abdul Ghafar Semenanjung
    (ayah)
  • Halimah
    (ibu)
Kerabat Chairal Tanjung (adik)

Julius Ruslan
Denise Tjokrosaputro
Sistha Alicia Tjokrosaputro
Guinandra Jatikusumo (menantu)
Medan lampau Urut-urutan Teuku Umar No. 50 Menteng, Jakarta Pusat
Alma mater
  • Jamiah Indonesia
  • Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen
Jalan hidup Pemilik dan CEO CT Corp
Profesi Pengusaha
Dikenal karena Pembina CT Corp
Tanda tangan
Julukan Si Anak Ubi
[1]

Prof. Dr. (H.C.). drg. H..
Chairul Semenanjung, M.B.A. (Ejaan Soewandi:
Chairul Tandjung, lahir 18 Juni 1962)[3]
adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Namanya dikenal luas bak pengusaha sukses yang memandu CT Corp.[4]

Chairul memulainya bisnisnya ketika ia pidato di Fakultas Kedokteran Gigi Sekolah tinggi Indonesia.[4]
Sempat jatuh bangun, akhirnya engkau sukses membangun bisnisnya.[5]
[6]
Saat ini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah firma nan membawahkan bilang anak asuh perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.[5]

Saat ini, Chairul Semenanjung juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan, yaitu Pariarti Shindutama, CT Corp, dan Para Rekan Investama.

Masa kecil

[sunting
|
sunting mata air]

Chairul Tanjung lahir di Jakarta dari kebalikan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya adalah seorang juru warta pada orde lama yang menerbitkan surat pemberitahuan beroplah kecil.[3]
Sementara itu ibunya yaitu seorang ibu rumah tangga. Ayah Chairul terbit bermula Sibolga, Sumatra Paksina, sedangkan ibunya dari Cibadak, Jawa Barat.[7]
Chairul berbenda privat keluarga bersama enam tembuni lainya. Ketika Orde Baru, persuasi ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara ketatanegaraan dengan penguasa detik itu.[3]
Keadaan ini menguati orang tuanya lego rumah dan mereka sangat di kamar losmen yang sempit.[3]

Jalan hidup dan usia

[sunting
|
sunting sumber]

Selepas memintasi sekolahnya di SMA Wilayah 1 Jakarta lega waktu 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Jamiah Indonesia.[8]
(lucut 1987[3]). Momen khotbah inilah ia mulai timbrung dunia bisnis dan lagi mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.[3]

Demi menyempurnakan kebutuhan kuliah, ia berkedai buku lektur stensilan, kaos, dan fotokopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan makmal di qada dan qadar Senen, Jakarta Ki akal, namun bangkrut.[5]
Sesudah kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada tahun 1987. Bermodal tadinya Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu momongan-anak untuk ekspor[9]
Kejayaan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu berpokok Italia. Akan namun karena perbedaan visi akan halnya peluasan usaha, Chairul memintal singkir dan mendirikan usaha seorang.[9]

Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, menciptakan menjadikan bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke massa, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, peruntungan, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang sekarang bernama Bank Mega.[5]

Ia mengistilahkan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini n kepunyaan Para Inti Holdindo ibarat
father holding company, nan membawahkan sejumlah
sub-holding, yakni Para Universal Investindo (bisnis finansial), Para Inti Investindo (media dan pemodalan), dan Para Inti Propertindo (hak).[3]

Di radiks Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di permukaan finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Peledak Life, Para Multi Finance, Bank Gegana, Peledak Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang kepunyaan dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Udara Indah Propertindo.[10]
Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.[10]

Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall.[5]
Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall laksana
Central Business District
pada 1999.[3]
Temporer di bidang investasi, sreg awal 2010 Para Group melintasi anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian segara saham Carefour Indonesia, yakni beberapa 40 uang lelah. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani lega sungkap 12 Maret 2010 di Prancis.[11]

Pada periode 2010, majalah kenamaan
Forbes
menempatkan Chairul sebagai keseleo satu orang terkaya di mayapada. Ia berada di gosokan ke-937 dengan total khasanah menyentuh USD 1 miliar.[12]
Suatu tahun kemudian, menurut
Forbes, harta benda Chairul sudah meningkat lebih semenjak dua kali lipat, yakni dengan total gana USD 2,1 miliar.[13]
Tahun 2014, Chairul memiliki khazanah sebesar USD 4 miliar dan termasuk hamba allah terkaya nomor 375 marcapada.

Pada copot 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Mondial Resources yang menghampari layanan finansial, media, ritel, kecondongan semangat, hiburan, dan sumber daya liwa.[14]

Pemikiran

[sunting
|
sunting sumber]

Chairul menyatakan bahwa n domestik membangun niaga, mengembangkan jaringan ialah terdepan. Selain itu n kepunyaan rekanan yang baik sangat diperlukan.[15]
Membangun gayutan pun bukan belaka kepada perusahaan nan sudah ternama, belaka sekali lagi sreg yang belum tenar sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan kontributif proses berkembangnya komersial nan dikerjakan. Ketika kulak pada kondisi bukan bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring dapat diandalkan. Cak bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pula yakni terdepan[15]

N domestik situasi investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.[11]
Ia tidak menutup diri untuk bermitra dengan perusahaan multinasional dari luar distrik. Baginya ini tak upaya cak memindahtangankan negara. Akan namun ini merupakan upaya perusahaan kewarganegaraan agar bisa berdiri seorang dan jadi tuan flat di negeri sendiri[11]

Menurutnya modal memang terdepan internal membangun dan berekspansi bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, adalah peristiwa paling taktik nan harus dimiliki seseorang yang kepingin sukses.[8]
Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Di mana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring privat menjalankan bisnis.[15]

Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi akil balig sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki strata propaganda satu persatu.[10]
Menurutnya membangun sebuah menggandar bukan seperti membalikkan telapak tangan.[10]
Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan enggak sangkutan menyerah. Jangan sampai banyak yang menjumut urut-urutan seketika, karena dalam dunia usaha ketahanan adalah keseleo satu siasat utama intern mencolong hati pasar.[10]
Membangun integritas ialah berfaedah bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa dituruti secara bersama-sama.[10]

Menko Perekonomian

[sunting
|
sunting sumber]

Pada 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Komandan Komite Ekonomi Kebangsaan (KEN) Chairul Semenanjung perumpamaan Menko Perekonomian. Ia mengaplus Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri.
“Saya sudah mengambil kesimpulan cak bagi mengangkat ari-ari Chairul Semenanjung sebagai Menko Perekonomian yang baru”
kata SBY di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.[16]
[17]
Pelantikan Chairul Ancol dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Negara, Senin, 19 Mei 2014 berlandaskan Keputusan Kepala negara Nomor 41 Tahun 2014. Hatta Rajasa mengundurkan diri karena maju menjadi calon konsul presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar dan PPP.[18]

Temperatur Lautan

[sunting
|
sunting sumber]

Puas 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang hobatan kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.[19]
Pengukuhan tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair. Ia menjadi profesor ke-438 Unair.[20]

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumur]

  • SD Van Lith, Jakarta (1975)
  • SMP Van Lith, Jakarta (1978)
  • SMA Area 1 Jakarta (1981)
  • Fakultas Kedokteran Gigi, Institut Indonesia (1987)
  • Executive IPPM (MBA; 1993)

Penghargaan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Bintang Mahaputera Adipradana (2014)
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award 2015.[21]

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^



    https://industri.sewaktu.co.id/news/chairul-tanjung-si-anak-singkong.





  2. ^


    “Chairul Tanjung”.
    contan.co.id
    . Diakses tanggal
    21 Februari
    2022
    .




  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h



    http://www.pdat.co.id. Chairul Tanjung
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    . (diakses 21 April 2010)
  4. ^


    a




    b



    dagang.vivanews.com. Chairul Semenanjung Melejit Kaprikornus Orang Kaya Manjapada Diarsipkan 2010-04-18 di Wayback Machine.. (diakses 22 April 2010)
  5. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    http://www.tokohindonesia.com. Chairul Tanjung: “The Rising Star”. (diakses 19 April 2010)

  6. ^

    http://www.merryriana.com. Merry Riana |characters of The Richest
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    .(diakses 25 Januari 2016)

  7. ^

    Chairul Jazirah, Tjahja Gunawan Diredja; Chairul Semenanjung, Si Anak asuh Singkong, Penerbit Buku Kompas, 2012
  8. ^


    a




    b



    bisnis.vivanews.com. Melejit Berbekal Selembar Kejai Diarsipkan 2010-04-27 di Wayback Machine.. (diakses 19 April 2010)
  9. ^


    a




    b



    http://www.andriewongso.com Diarsipkan 2010-02-14 di Wayback Machine.. Chairul Tanjung
    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]

    .(diakses 19 April 2010)
  10. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f



    http://www.beritajatim.com. Chairul Tanjung; Dari Komersial Kaos ke Tuanku Media
    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]

    .(diakses 22 April 2010)
  11. ^


    a




    b




    c



    http://www.detikfinance.com. Alasan Chairul Jazirah Beli Carrefour. (diakses 20 April 2010)

  12. ^

    http://www.forbes.com. #937 Chairul Jazirah. (diakses 20 April 2010)

  13. ^

    Kata sandang: ” Ini dia 40 orang terkaya Indonesia” di detik.com

  14. ^

    Artikel: “30 Tahun Berbisnis, Chairul Tanjung ‘Resmikan’ CT Corp” di detik.com
  15. ^


    a




    b




    c



    http://www.neraca.co.id. Chairul Jazirah, Entrepreneur ; Belajar Makna Hidup dan Bisnis Terlampau Chairul Semenanjung
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    . (diakses 20 April 2010)

  16. ^

    Artikel:”Ini Alasan CT Memufakati Jabatan Menko Perekonomian” di Kompas.com

  17. ^

    Artikel:”Chairul Tanjung Lumrah Menjadi Menko Perekonomian” di Kompas.com

  18. ^

    SBY Tunjuk Chairul Tanjung Jadi Menko Perekonomian

  19. ^

    Artikel:”Chairul Semenanjung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Unair ” di detik.com

  20. ^

    Kata sandang:”CT Dikukuhkan Menjadi Guru Raksasa Unair, SBY: Ikuti Jejaknya” di detik.com

  21. ^

    Artikel:”Dinilai Berkontribusi internal Syiar Selam, Chairul Jazirah Raih MUI Award” di detik.com

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Chairul Tanjung di tokohindonesia.com
  • (Indonesia)
    Inspirasi Entrepreneurship semenjak Chairul Tandjung
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

  • (Indonesia)
    Chairul Ancol – Para group Chairman
Jabatan strategi
Didahului oleh:
Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia

2014
Diteruskan makanya:
Sofyan Djalil
Didahului oleh:
Zulkifli Hasan
Pelaksana Tugas Menteri Kehutanan Indonesia

2014
Diteruskan makanya:
Siti Nurbaya Bakar
Didahului oleh:
Jero Wacik
Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

2014
Diteruskan oleh:
Sudirman Said



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Chairul_Tanjung

Posted by: holymayhem.com