Palembang (ANTARA) – Pembesar Badan Penyelenggara Jasmani Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh menyatakan wakaf petak, uang jasa atau komoditas bergerak dan tidak bergerak lainnya enggak sahaja bagi membangun sajadah tetapi bisa digunakan kerjakan bisnis.

Nadjir maupun pengelola wakaf harus subur dengan melakukan tindakan produktif memanfaatkan harta wakaf untuk bisnis yang hasilnya bisa menyejahterakan mahajana,” introduksi Mohammad Nuh seusai melakukan sosialisasi wakaf di sejumlah ajang Palembang, Jumat.

Bak gambaran, wakaf Habib Bugak Aceh di Petak Jati Mekkah substansial tanah dan kondominium singgah bagi jamaah haji asal provinsi tersebut, hingga saat ini ini dikelola secara kaya menjadi beberapa hotel nan keuntungannya disalurkan kepada jamaah haji asal Aceh.


Baca juga: Kepala negara serahkan 34 sertifikat persil wakaf di Gorontalo

Kemudian di Eropa dan Amerika, wakaf dikembangkan untuk membangun dan membiayai perguruan hierarki.

Semacam itu pula di Lahan Air, BWI mengembangkan pengelolaan harta wakaf untuk membangun sejumlah apartemen sakit di Pulau Jawa nan sekarang ini mulai menghasilkan keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk kondusif suku bangsa dhuafa berobat dan kenaikan kesejahteraannya.

Pembangunan flat sakit dan persuasi berkecukupan lainnya akan terus dikembangkan sehingga boleh dirasakan manfaatnya oleh publik yang makin luas, katanya.


Baca juga: Menteri ATR serahkan 41 sertifikat tanah wakaf di Aceh

Melihat potensi tata wakaf yang memadai besar, pihaknya mengajak mahasiswa bak generasi milenial bakal berperan aktif memajukan wakaf produktif dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

Generasi milenial diharapkan menjadi agen atau penggerak wakaf di area tempat tinggalnya maupun tempat beraktivitas seperti lingkungan sekolah dan kampus perhimpunan.

Generasi milenial secara nasional terwalak sekitar 110 miliun insan, potensi nan cukup besar itu akan dimanfaatkan secara maksimal lakukan penggalangan wakaf.


Baca lagi: Presiden Jokowi bagikan piagam petak wakaf di Bengkulu

Untuk memaksimalkan generasi milenial menghimpun dan mengelola dana wakaf, pengurus BWI terus berupaya mengamalkan sosialisasi masuk ke kampus perguruan strata area dan swasta malar-malar ke sekolah-sekolah.

Penyelenggaraan “Wakaf Goes to Campus” yang mulai digalakkan pengunci-akhir ini diharapkan dapat menggugah generasi milenial primadona pemimpin bangsa berkontribusi memunculkan wakaf.


Baca pula: Presiden serahkan ratusan sertifikat petak wakaf di Ngawi

Generasi milenial sekarang ini, lega 10-15 tahun juga akan menjadi pemrakarsa-motor yang diharapkan mengetahui wakaf sehingga mereka bermain ibarat orang yang berwakaf alias pengelola wakaf, pengenalan Mohammad Nuh.

Juru kabar: Yudi Abdullah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019