Denpasar (ANTARA) – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali meneruskan kegiatan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat kerjakan meningkatkan produktivitas dan keterampilan SDM di Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar.

Ketua Tim Pendampingan Poltekpar Bali lakukan Desa Tamasya Taro Ni Made Tirtawati SSi, MPar, kerumahtanggaan pesiaran tertulisnya di Denpasar, Selasa, mengatakan Desa Wisata Taro menjadi desa dampingan Poltekpar Bali sejak 2020.

“Kegiatan ini ialah pendampingan tahun ketiga. Diharapkan Taro menjadi desa wisata kategori mandiri dengan mengimplementasikan ilmu yang telah dibagikan makanya narasumber dan fasilitator,” ujarnya.


Baca juga: Poltekpar Bali kaji pengelolaan 50 desa wisata rintisan

Wanita yang sekali lagi Sekretaris bidang Pengabdian kepada Masyarakat Poltekpar Bali itu menambahkan kampus tersebut, sebelumnya sudah melaksanakan  pelatihan dan pendampingan di Desa Wisata Taro dan mendapat respons positif bermula masyarakat.

Pelatihan kenaikan kapasitas mahajana yang diberikan sebelumnya, adalah Pemasyarakatan Kesadaran Sikap Dasar Hospitaliti, serta profesionalisme, CHSE dan Pendampingan Pengelolaan Operasional Kampanye Homestay.

Selain itu, Pelatihan Pengelolaan dan Interpretasi Produk Desa Wisata Taro dan Pelatihan Pemanduan Wisata, serta Pelatihan Merangkai Bunga.

Melanjutkan keberhasilan berusul programa sebelumnya, kali ini Poltekpar Bali berfokus plong pendampingan SDM permukaan merenteng bunga nan berlanjut selama tiga tahun, berpangkal 28-30 Oktober 2022.

Kegiatan pendampingan mengikutsertakan 15 peserta yang berasal dari pengorganisasi desa pelancongan, staf Bumdes, anggota Pokdarwis dan pengelola atraksi wisata di Desa Taro.

Para peserta sudah terlibat sreg kegiatan sebelumnya dan sudah lalu membentuk komunitas perajut anak uang ibarat hasil dari kegiatan terdahulu.

Dalam kegiatan ini, Poltekpar Bali menjemput narasumber dari Koneksi Perangkai Anak uang Indonesia I Komang Budinata. Selain itu, dosen Poltekpar Bali juga berperan umpama fasilitator yang menjatah pemantapan terhadap materi yang telah disampaikan pada kesempatan sebelumnya.


Baca juga: Poltekpar Bali tingkatkan kompetensi pelaku pariwisata di Desa Celuk

Baca lagi: Sandiaga: Poltekpar Bali solusi penyerapan karyawan pariwisata


Materi pendampingan dari narasumber adalah pembuatan kusen bunga komersial dengan memanfaatkan mangsa-bahan lokal yang mudah ditemui di sekitar negeri Taro.

Selain itu, juga dipaparkan materi dan praktik serta unjuk rasa akan halnya pendirian menciptakan menjadikan handbouquete komersial yang sedang trending detik ini maka dari itu para penyedia berpunca Poltekpar Bali, yakni Ida Ayu Sri Puspa Adi, Ni Ketut Iswarini, dan I Gusti Ayu Putu Wita Indrayani.

“Desa Pelancongan Taro terkenal dengan daerahnya yang subur, sehingga mempunyai banyak ragam tanaman solek yang dapat dimanfaatkan untuk unit gerakan dagang merangkai bunga,” ucap I Komang Budinata semenjak Sangkutan Perangkai Bunga Indonesia.

Menurut dia, dengan korban-bahan yang luber begitu juga ini suntuk mudah untuk mengembangkannya menjadi probabilitas bisnis yang prospektif.

Para pelajar kembali diajak untuk melaksanakan anjangsana pelan ke huma anakan di daerah Bedugul, merupakan Tegal Icevaria Bedugul dan Soewan Garden Pancasari di Kabupaten Tabanan.

Terbit anjangsana lapangan ini para peserta diharapkan mendapat pengetahuan dan wawasan yang lebih lengkap mengenai perencanaan serta manajemen kebun anak uang.

Karakteristik daerah Bedugul dan Taro nan mirip memberikan peserta gambaran umum mengenai langkah dan upaya yang dapat dilakukan bakal mengembangkan kebun bunga.


Baca juga: Mahasiswa Poltekpar Bali ciptakan inovasi sistem embaran desa pelancongan

Padahal, Penasihat Desa Taro I Wayan Warka menganjurkan apresiasi atas komitmen Politeknik Pariwisata Bali secara tetap bakal melakukan pendampingan SDM Desa Pelancongan Taro.

Ia senang bisa diajak melihat langsung penyelenggaraan kebun rente, sehingga optimistis boleh melakukan hal yang sama di Taro. “Dengan bimbingan dan pendampingan Poltekpar Bali, saya yakin kami boleh mempraktikkannya juga di desa kami masing-masing,” prolog Warka.

Kegiatan pendampingan akan terus dilakukan secara berkesinambungan hingga unit membahu merangkai bunga yang sudah lalu dibentuk bakir mandiri dan berkontribusi terhadap pengembangan desa.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022