Gambar-Tumbuhan-Paku

Signifikasi Pohon paku (Pteridophyta)  :

Sengkeran.Co.Id – Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah
divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar tunggang, batang, dan daun kalis, serta punya pembuluh pengangkut. Pteridophyta bersumber bersumber pengenalan
pteron :sayap surai, dan
phiton :pokok kayu. Sehingga Pteridophyta adalah tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora, dimana tumbuhan ini menghasilkan spora dan n kepunyaan kekeluargaan daun nan umumnya membuat bangun sayap pada pucuk tumbuhan terletak bulu-bulu.

Tanaman paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, mayat, daun suci, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku pun disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki halkum pengangkut.


Setelah sebelumnya mengklarifikasi ciri ciri serta morfologi pohon pakis, sekarang sudah mengerti bukan tumbuhan pakis itu tumbuhan nan sebagaimana apa?? nah lebih jauh kita akan mengomongkan klasifikasinnya. Klasifikasi paku dibagi menjadi empat divisi, yakni Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta. Berikut ini akan kita periksa secara ringkas ke catur divisi tersebut.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

a. Klasifikasi Bersendikan Spora

Ditinjau bermula macam spora nan dihasilkan, pokok kayu paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini.

  •  Paku Homospora (isospora)

Menghasilkan satu jenis spora, misalnya Lycopodium (paku benang tembaga). Spora terbit paku ini dikenal perumpamaan ‘Lycopodium powder’ nan bisa meledak di udara apabila terkonsentrasi dalam jumlah cukup banyak dan pada jaman habis digunakan seumpama lampu kurat untuk penjepretan.

Gambar Tummbuhan Paku Homospora

  • Paku Heterospora

    Menghasilkan dua tipe spora yanhg berbeda; adalah mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin lebah ratulebah, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).

gambar tumbuhan Paku Heterospora

  • Paku Peralihan

Paku ini merupakan perubahan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku nan menghasilkan spora yang rajah dan ukurannya sekufu tetapi berbeda varietas kelaminnya, satu berjenis kelamin bagak dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (pakis ekor kuda).

Gambar Tumbuhan Paku Peralihan

b.Klasifikasi Berdasarkan Ciri Tubuh

Klasifikasi pohon paku Dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu Psilopsida, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta.

  1. Paku Purba (Psilopsida)

Tumbuhan paku purba yang masih vitalitas detik ini diperkirakan hanya suntuk 10 variasi hingga 13 jenis dari dua genus. Paku purba hidup di wilayah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba terserah yang tidak memiliki akar safi dan enggak n kepunyaan daun sejati.

Paku purba nan memilki daun pada umumnya berdimensi kerdil (mikrofil) dan berbentuk mole. Jenazah paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba lagi tidak memiliki kerongkongan pengangkut. Batang pakis purba mengandung zat hijau sehingga dapat melakukan respirasi. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terletak di sejauh cabang mayat.

Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak mempunyai klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur bikin memperoleh nutrisi. Teladan tumbuhan paku purba yaitu pakis purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).

  1. Paku Kawat (Lycopsida)

Paku kawat mencengam 1.000 varietas pokok kayu paku, terutama berusul genus Lycopodium dan Selaginella. Paku benang tembaga banyak merecup di wana-hutan  daerah tropis dan subtropis. Paku kawat berdempetan di pokok kayu atau sukma adil di persil. Anggota paku kawat memiliki akar, bangkai, dan daun sejati. Daun tanaman paku benang kuningan berukuran kecil dan tersusun rapat.

Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun mewujudkan strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut sebagai halnya konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella
sp) sporangium terdiri terbit dua jenis, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium terwalak pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi  gametofit jantan.

Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium menghasilkan megaspora nan akan merecup menjadi gametofit betina.

Gametofit paku kawat berdimensi kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh nafkah dari serabut yang bersimbiosis dengannnya. Gemetofit paku dawai terserah yang uniseksual, yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium sahaja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terletak sreg  Selaginella. Selaginella yakni tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit berkelamin ganda terdapat pada Lycopodium.

gambar Tumbuhan Paku Kawat (Lycopsida)

3.
Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

Pakis ekor kuda momen ini hanya tinggal sekitar 25 variasi terbit satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup puas habitat lembab di daerah subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m sementara itu umumnya tinggi Equisetum terbatas terbit 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan patera tahir. Batangnya beruas dan sreg setiap ruasnya dikelilingi patera mungil seperti sisik. Equisetum disebut pakis ekor aswa karena bentuk batangnya seperti kuncir. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus.

Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan sreg tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya bertakaran beberapa milimeter tetapi bisa melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga adalah gametofit biseksual.

Gambar Tumbuhan Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

4.
Paku Kudus (Pteropsida)

Paku sejati mencakup jenis pokok kayu paku yang paling buruk perut kita lihat. Tempat bertunas paku safi sebagian ki akbar di darat sreg daerah tropis dan subtropis. Paku nirmala diperkirakan berjumlah 12.000 jenis mulai sejak kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar tunggang, batang, dan patera sejati. Batang dapat berwujud batang dalam (rizom) atau layon di atas latar lahan. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya memiliki ciri solo merupakan bertunas memuntal (circinnatus). Jenis paku yang termaktub paku safi yaitu Semanggi (Marsilea crenata), Pakis tanduk kijang (Platycerium bifurcatum), pakis sarang kalam (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.

c. Klasifikasi berdasarkan Habitat (Tempat Spirit)

Beredasarkan habitat (tempat hidupnya) klasifiksi tumbuhan pakis dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paku petak, paku epifit dan paku akuatik.

  1. Pakis Petak

Pohon yang termasuk dalam keramaian ini iaah paku-pakuan nan hidup di tanah, tembok dan tebing terjal. Holtum (1968) merinci paku kapling menjadi dua putaran yaitu:

  • Paku Pendaki, Tumbuhan ini mempunyai rimpang nan ramping dan panjang, berakar n domestik tanah,memanjat tumbuhan tapi bukan epifit. Beberapa lengkap yakni
    Bolbitis heteroclita
    Ching,
    Teratophyllum
    Mettenius,
    Lindsaya macracana.
  • Pakis bujukan-batuan dan tebing sungai, Tumbuhan pakis jenis ini tumbuh pada batu-batuan maupun pada rubing batang air, menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada parasan batuan dan akar-akarnya masuk ke jari-jari-celah bisikan. Contohnya yaituPteris sericea
    Ching,
    Dipteris lobbiana(Hk.) Moore,Lindsaya lucida,L. Nitida Bl.
  1. Pakis Epifit

Jenis pokok kayu ini hidup puas tumbuhan lain, terutama yang berbentuk pohon. Holtum (1968) membagi paku epifit menjadi dua macam adalah:

  • Epifit pada tempat-gelanggang terlindung, tumbuhan ini tumbuh pada bagian bawah pohon di wana terutama dekat peredaran air alias di tempat-tempat yang dibayangi pegunungan. Contohnya antara lain anggota Hymenophyllaceae,Antrophyum callifolium,Asplenium tenerum
    Forst.
  • Epifit lega tempat-tempat terbuka, tumbuhan ini terdapat pada tempat yang dijangkiti pendar surya langsung ataupun agak teduh dan tahan terhadap angin. Contohnya antara tak:Drynaria
    Smith,Asplenium nidusL.,Platycerium Desvaux,Pyrrosia Mirbel,Drymoglossum Presl.
  1. Paku Akuatik

Tumbuhan yang teragendakan kelompok ini mengapung netral di permukaan air. Contohnya ialah anggota famili Salviniaceae dan Marsileaceae. Selain itu terletak juga pokok kayu paku nan sebagian hidupnya makmur pada air, misalnyaAcrosticum aureum L. Pada wilayah mangroveTectaria semibinnata (Wall.) C. Chr. Puas daerah timbul tenggelam,Ceratopteris thalictroides Brongn. Pada perairan dangkal.


Ciri Ciri Pokok kayu Paku

Memiliki 4 struktur berjasa, yakni lapisan pelindung sel (jaket steril)yang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium, kutikula pada bagian luar , dan nan paling berfaedah yaitu sistem transport internal nan mengangkut air dan nutrisi dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti pengorganisasian transport air dan gizi pada pokok kayu tingkat janjang.

  • a) Struktur jasad

1. Akar

Berperangai seperti akar kawul, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – rumah pasung nan dapat dibedakan dengan kamp – sel akarnya sendiri.

2. Batang

Plong sebagian varietas pohon paku tidak tampak karena terwalak di dalam tanah berupa rimbang, mungkin merebak atau sedikit samar muka. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya lewat pendek sekitar 0,5 m. akan semata-mata ada batang beberapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon /paku kusen yang panjangnya menjejak 5 m dan kadang – kadang beranting misalnya: Alsophilla dan Cyathea.

3. Patera

Daun selalu buntak dan menggelendong pada hidup muda. berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, patera paku dibedakan antara gelimir, daging daun, dan tulang daun.



 Habitat Tumbuhan Pakis


Habitatnya di darat, terutama pada salutan sumber akar tanah didataran kurang, susur pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab, dan ada kembali yang bersifat epifit (menempel) sreg pokok kayu lain.

Tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan paku :

  • kadar air dalam tanah
  • kadar air n domestik udara
  • Kas dapur hara mineral dalam tanah
  • predestinasi cahaya bakal asimilasi
  • Temperatur yang optimal
  • Perlindungan berpunca angin
  • perlindungan berpangkal nur nan berlebih kuat

Tidak semua faktor tersebut berwibawa, tapi terjemur plong varietas tumbuhan pakunya. Survive tidaknya satu pokok kayu paku di suatu areal tergantung bermula ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami di lingkungannya atau lain. Seperti tanaman tingkat tinggi, pokok kayu paku tumbuh lingkungannya sendirisendiri (biasanya tempat lembab).

sejumlah paku dapat bersitegang hidup di provinsi yang ekstrim seperti mileu kering dan panas. Beberapa variasi paku bisa tumbuh di kawasan sahara Tumbuhan paku memangkalkan dirinya tepat sesuai dengan nitchenya, tanah nan lembab, mega yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya. Jarang pohon paku hidup diluar nitchenya. Jika anda mau menumbuhkembangkan paku, maka sira harus menciptakan lingkungan yang sesuai sehingga tumbuhan paku bertunas dan berkembang dengan optimal.


Maslahat Pokok kayu PAKU

Manfaat dari tanaman paku (Pteridophyta) yaitu :

  • 1. Dipelihara misal tumbuhan hias, contohnya:

a) Adiantum pedatum
b) Alsophila cuspidata
c) Asplenium nidus

  • 2. Sebagai pelecok suatu alamat dalam pembuatan tulisan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.
  • 3. Buat sayuran, misalnya :

a) Diplazium esculentum (Pakis)
b) Salvinia natans (paku sampan atau kiambang)
c) Marsilea crenata (Semanggi)

  • 4. Humus, misalnya

a) Azolla pinnata, bersimbiosis dengan Anabaena sp (alga biru) yang berperan dalam fiksasi nitrogen. Karena paku Azolla pinata akan bersimbiosis dengan bakteri Anabaena yg mana mengikat nitrrogen bebas yang menyuburkan tanah bagi pokok kayu.

  • 5. Bahan pemohon-obatan;

a) Marsilea crenata (Semanggi). Secara kimia banyak mengandung coumarin dan hyperin. Khasiatnya habis banyak begitu juga ki berjebah menghilangkan bengkak, anti radang, anti biotik, pelancar air kencing, penurun erotis, penetralisir racun dan pelancar dahak, selain terbit juga boleh dimanfaatkan buat mengatasi sakit kuning dan pengecilan hati.

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat.

Bagi Sobat nan mencari aplikasi bermanfaat, kami sarankan bagi mencoba mengakses situs aptoide.co.id untuk download aplikasi sepuasnya secara gratis di sana.

Baca Pula :

  • Makalah Teknologi Sistem Gerak Terlengkap
  • Kulit : Kurnia dan Struktur Kulit Terlengkap

Daftar pustaka

Yudianto, Adi Suroso, 1992, Pengantar Botany Cryptogamae, Tarsito, Bandung.

Champbell. 2000. Biologi. Erlangga: Jakarta.

Dasuki, U. A. 1994. Sistematik Tumbuhan Tangga. Bandung: ITB.

Mooryati, S. 1998. Alam Sumber Kebugaran, 347-349. Auditorium Wacana: Jakarta.

Polunin, Nicholas.1960. Pengantar Ilmu permukaan bumi Pokok kayu dan Beberapa Ilmu Serumpun, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University.