Makalah Tentang Penjual Tanaman Hias


BUSINESS PLAN


Diajukan buat menunaikan janji pelecok satu syarat tugas berpangkal



Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Dosen pengempu Drs. Bambamd Darmawan MM


GREEN HOUSE P&P ‘09


Foto9.jpg

DISUSUN Oleh :











Muharom Jamaludin
(0905583)











Firmansyah S(0907453)











Abdul Syukur Z(0907543)











Asep Kekuatan P(0902173)











Ari Ridwan
(0905832)


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2009

OVERVIEW BUSINESS

A.
Kejadian USAHA Tumbuhan HIAS


Detik ini di daerah Indonesia khususnya di area perkotaan seperti Bandung, mulai tertentang semakin berkurangnya persil hijau diakibatkan pembangunan kota yang semakin pesat sonder mempedulikan lahan hijau. Peristiwa ini berakibat kepada semakin panasnya suhu di daerah tingkat Bandung yang seyogiannya populer dengan guru udaranya yang sejuk serta keanggunan kotanya yang naik daun dengan patois BERHIBER (Tahir, Bau kencur, Terbit).


Selain itu, semakin majunya ilmu permakluman dibidang teknologi otomotif, berakibat semakin banyak kendaraan yang berlalu lalang di wilayah kota Bandung. Situasi ini mengakibatkan semakin banyaknya pencemaran udara nan diakibatkan maka dari itu karbondioksida sebagai hasil bermula system pembakaran sarana bermotor.


Melalui program Bandung Hijau 2008 serta program nan belum lama ini yaitu Bandung Green. Pemerintah kota Bandung berusaha bikin menimpali citra kotanya yang tersohor dengan julukan Daerah tingkat Kembang. Pemerintah kota Bandung menyodorkan kepada setiap warganya kerjakan menyelamatkan / mempunyai tumbuhan minimal satu tanaman setiap rumah. Hal ini dimaksudkan guna mensukseskan program tersebut serta kerjakan membandingbanding citra kota Bandung nan dijuluki Paris Van Java.


Akan tetapi, dikarenakan kurangnya petak untuk mengamalkan kegiatan tanam – mengetanahkan, maka mayoritas penduduk daerah tingkat Bandung melembarkan pohon privat jambangan sebagai alternatifnya. Selain tidak memerlukan lahan yang luas, tumbuhan rias dalam pot lagi dapat digunakan laksana keindaham rumah (estetika ).

B.
Peluang USAHA


Berdasarkan paparan diatas, kami menyibuk kebolehjadian operasi di rataan tumbuhan hias ini. Tentang korban pertimbangan sebagai berikut:


Ø



Teknologi

Dalam teknik penanaman tanaman rias dikenal 2 kejadian yang terlampau penting dalam melakukan kegiatan penghijauan, adalah:


·


Wahana penanaman serta


·


Cendawan yang berfungsi sebagai zat perangsang pertumbuhan pohon.


Dalam penanaman tanaman, terletak beberapa media, diantaranya:


·


Persil


·


Skam


·


Sabut


·


Pakis


Kemudian lakukan pupuk, terdapat beberapa jenis, diantaranya:


·


NPK


·


Urea


·


Kandang, dll.


Ø



Bergaransi


Buat menjaga menjaga kepercayaan para konsumen, kami memberi garansi terhadap tumbuhan kami. Mengenai gambar garansi yang kami berikan ialah penggantian tanaman. Nan dimaksud dengan penggantian tanaman disini yakni apabila pemakai membeli tanaman hias bersumber kami dan dalam kurun perian 1
s/d

2 pekan tanaman itu kemungkus kerumahtanggaan hal ini mati, maka konsumen berkuasa mendapatkan saling pohon yang bau kencur yang sejenis. Akan semata-mata kerusakan tanaman disini tak faktor kecuaian pemakai misalnya konsumen lupa bagi menyiram tanaman sehingga tanaman mati. Apabila kejadian itu terjadi, maka pengguna bukan berwenang mendapatkan silih tanaman bau kencur.


Dan bikin jenis pelayanan lainnya semisal pembuatan taman ubah rugi akan kami berikan bila pemesanan taman dirasa tekor memuaskan oleh konsumen. Maka bentuk garansi yang kami berikan berupa pembuatan ulang taman atau renofasi taman.


Ø



Multi Pelayanan


Seperti yang telah dijelaskan diatas, kami akan berusaha memberikan pelayanan yang semolek kelihatannya kepada pemakai, serta menerimakan tanaman yang berkualitas
guna menjaga kepercayaan pelanggan kepada kami.

C.
KAPABILITAS DAN Mata air DAYA INTERNAL




Berlandaskan deskripsi peluang menggalas bagi mendirikan usaha Pokok kayu Rias, kemudian dilakukan analisis kapabilitas dan sumber trik untuk mewujudkan dan memanfaatkan usaha ini. kajian kapabilitas
untuk mendirikan tanaman rias terdapat bilang aspek, diantaranya:

  1. Prospek


Pembina usaha tumbuhan hias, dalam kejadian ini penulis terdiri terbit 5 hamba allah anggota. 1 orang anggota dari kami memliliki parasan belakang khalayak tua yang berkarya perumpamaan petani dan 1 orang anggota memiliki relasi yang telah menggeluti usaha ini terlebih terlampau. Sehingga kami n kepunyaan bayangan terhadap propaganda ini dalam kejadian laporan, baik pengumuman dalam kejadian pertanian maupun pengetahuan dalam peristiwa pemasaran.

  1. Financial

Dari segi financial, sumberdana yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha ini berasal dari patungan para anggota dan dari pinjaman para investor. Pertimbangan lakukan mengajukan pinjaman kepada para investor dilakukan melalui analisis keuangan dan kelayakan dagang tanaman hias kami. Selain itu kami akan memanfaatkan program pertolongan pemerintah baik daerah alias pusat lakukan mengembangkan operasi kami.


3.



Resource

Sumber daya nan dibutuhkan kerjakan mendirikan usaha ini riuk satunya adalah sendang kancing bani adam. Lakukan usaha pokok kayu rias dibutuhkan tenaga tukang dalam meres persawahan terutama n domestik hal konservasi dan penanaman.

D.
Harapan DAN Kepentingan Dagang

Tujuan kerjakan konsumen:

1.


Mendapatkan pelayanan nan berkualitas dan prima pada perawatan tanaman hias

2.

Mendapatkan komoditas, baik barang maupun jasa
dengan harga yang teraih dan
kompetitif

3.
Mendapatkan pelayanan yang menyeluruh.

Kurnia kerjakan konsumen:

1.
Mendapatkan informasi nan jelas adapun tanaman solek serta cara perawatannya.

2.
Mendapatkan kenyataan mengenai manfaat tanaman solek.

3.
Merenda hubungan relasi yang erat dengan
penjual tanaman hias

Intensi bagi pihak penjual tanaman solek:

1.
Mendapatkan keuntungan yang maksimal dari berbagai bentuk pelayanan terhadap konsumen.

2.
Mengaplikasikan ilmu informasi dan teknologi yang dimiliki pada jiwa yang nyata.

Manfaaat bagi pihak penjual tanaman hias:

Menjalin interelasi kekeluargaan yang dempet dengan pihak konsumen.

E.
Urat kayu LINGKUP Memikul


Ø




Nature of business


Menyediakan beraneka ragam jenis pohon hias, asesoris tanaman hias (pot, cendawan,tanah,dsb), penjagaan tanaman rias serta pembuatan taman rumah.


Ø




Activity of businees

Kegiatan jual beli yang dilakukan antara bukan:

1. Menyediakan beraneka rupa jenis tanaman hias

2. Menyerahkan layanan jasa perawatan tumbuhan


§


Pemeriksaan peristiwa pohon


§


Pembersihan hama tanaman


§


Pengawasan daun tanaman


§


Anugerah kawul


§


Perlindungan berkala terhadap tanaman

3. Menyediakan berbagai macam aksesoris tumbuhan seperti:


§


Media reboisasi


§


Jambangan


§


Baja


§


Bencana hias


§


Perlengkapan – alat pertanian


§


dll

4. Menyediakan jasa pembuatan taman rumah

F.
STAKEHOLDER Yang Terlibat



1.
Primary Stakeholders



Stakeholder



Interest



Power

Pegawai

*
Pembayara nan wajar/bagus berusul pihak tanaman hias

*
Keamanan dan kenyamanan dalam berkarya

*
Penigkatan keterampilan

*

Menuntut/memprotes penyelenggaraan

* Mempublikasikan kejelekan pihak pokok kayu rias

Kreditur

*
Penyerahan pinjaman nan tepat waktu

*
Pengalokasian keuntungan

* Memberi andil dalam pemberian keputusan

*

Menginvestigasi pembukuan

Supplier

*
Penawaran harga yang cocok

*
Loyalitas pihak tanaman solek

*

Memurukkan pelampiasan order

* Menyuplai barang kepada kompetitor

Costumer

*
Pelayanan serta penjualan tanaman hias yang berkualitas

*
Peladenan penjualan pohon rias yang memuaskan

*
Pelayanan dengan harga yang mur/wajar

*
Beralih kepada kompetitor

*
Menegajukan komplain ataupun menuntut pihak tanaman solek

Kompetitor

*
Meraih pangsa pasar yang kian samudra dari gerakan kita

*
Memperoleh leuntungan yang lebih besar dari usaha kita

*
Mematok harga lebih tekor pecah kompetitor

*
Memberikan pelayanan yang lebih baik pecah pada kompetitor



2.
Secondary Stakeholders



Stakeholder



Interest



Power

Local

Communities

*Kesempatan kerja di pokok kayu rias

*Pengembangan lingkungan sekitar

*Mengajukan komplain kepada pihak tanaman hias bila merasa terganggu

*Melobi pemerintah untuk mencabut izin usaha

*Menaburkan isu-isu negative adapun tumbuhan hias

Social

Activist

*Pihak tanaman solek beroperasi sesuai aturan dan tidak menyampuk ordinansi.

*Melobi pihak pemerintah bagi mencabut pemaafan usaha.

Sarana

*Keleluasaan memonitor usaha tanaman hias yang dapat menjadi usaha tanaman hias

*Mengkover isu-isu negative tentang gerakan tanaman hias

Pemerintah

*Penyetoran pajak nan tepat waktu

*Andil pihak tanaman hias dalam programa-program penghijauan

*Menetapkan peraturan dan magfirah usaha

*Mengonyot izin usaha tanaman solek

General


Public

*Andil pihak pokok kayu hias dalam meningkatkan kesentosaan awam serta kegiatan penghijauan mileu sekitar.

*Memuju maupun menuding pihak tumbuhan hias

*Menekan pemerintah untuk mencabut absolusi usaha.

G.
Tulangtulangan Usaha


Manuver nan akan didirikan ialah substansial medan berniaga dengan menyediakan berbagai jenis tanaman rias serta menyediakan aksesoris / keperluan lainya. Penjualan tanaman dilakukan di kios, sedangkan pelayanan kepada konsumen seperi perawatan serta pembuatan yojana dilakukan langsung ke bekas konsumen.


Berdasarkan definisi diatas, usaha yang akan didirikan menawarkan produk (tumbuhan solek, aksesoris) maupu jasa (perawatan, pembuatan taman). Internal hal penyediaan komoditas tanaman, pengadaan barang dilakukan dengan memanfaatkan hasil huma seorang serta sebagian menjeput komoditas dari supplier. Aksi yang akan dijalankan ini mengalir dalam hal pertanian (pertamanan), sedangkan target konsumennya yaitu warga kota Bandung khususnya warga Cigadung dan sekitarnya yang n kepunyaan hobi / menyayangi pohon hias.


MARKETING PLAN

A.
ANALISA PASAR


Secara mahajana target pasar nan kami bidik adalah warga Bandung terutama warga Cigadung dan sekitarnya yang memiliki hobi menanam pohon, juga warga nan ingat akan manfaat tanaman hias serta pentingnya lingkungan sehat dan luhur.


Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, kami memperoleh data bahwa penjualan pohon rias sampai ke masa keemasan puas perian 2006
s/d
2007. Variasi tumbuhan yang menjadi primadona bilamana itu ialah jenis tanaman

anthurium

dari berbagai varietas. Omset pendapatan perbulan bisa mengaras puluhan juta. Akan sekadar sejak tahun 2008 hingga masa ini, penjualan tanaman rias mengalami titik balik penurunan. Varietas tanaman

anthurium

yang menjadi favorit puas waktu sebelumnya, kini penjualannya mengalami penurunan yang tinggal luar protokoler, belaka varietas tertentu nan masih laku dipasaran.


Kerjakan tahun – masa waktu ini ini, spesies pohon yang diminati dipasaran adalah macam tanaman umum dan jenis tanaman luar. Macam tumbuhan umum merupakan jenis tanaman nan harga dipasaran mulai terbit Rp. 5.000
s/d
Rp. 50.000 yang relatif tergapai, sebagaimana jenis bunga, palem, dan beberapa jenis lainnya. Temporer bakal jenis pokok kayu asing ialah jenis tanaman yang ditanam di luar kondominium sebagai halnya cemara, mahoni, dan beberapa jenis lainnya. Untuk spesies tanaman luar, lazimnya instansi – instansi yang memesannya.


Disamping jenis pokok kayu solek yang disebutkan diatas, penjualan asesoris pokok kayu rias juga tercantum yang minimal laku dipasaran. Jenis – jenis asesoris yang diminati antara bukan:


·


Petak


·


Vas


·


Pupuk


·


Skam, dll.


Berdasarkan data tersebur, kami menghirup kesimpulan bagi menfokuskan kampanye nan akan kami dirikan pada sektor penjualan tanaman hias jenis masyarakat dan pokok kayu solek jenis tumbuhan asing serta beberapa tipe asesoris tanaman. Untuk keberagaman pokok kayu asing, kami bukan secara langsung menyediakan di kios kami, akan tetapi kami meluangkan variasi pokok kayu tersebut bila suka-suka pesanan cuma.

B.
ANALYSIS OF POTENTIAL CUSTOMER


1.



Diversifikasi of Customer and their needs

Konsumen yang kami bidik merupakan warga sekitar Cigadung nan menggemari pohon hias serta memiliki kesadaran akan pentingnya / manfaat dari pohon rias. Para pemakai membutuhkan jenis pelayanan nan baik, kualitas pohon yang baik, lokasi bisnis yang nyaman, serta harga yang adu cepat.

Selain itu, kami juga membidik instansi – instansi baik instansi Pemerintah maupun instansi swasta untuk memesan tanaman semenjak kios kami.


2.



Demand and Potential Growth

Detik ini, hamba allah – orang yang membeli tumbuhan solek masih dikatakan terlampau jarang. Akan tetapi, kami memiliki keyakinan yang cukup osean bahwa gerakan pohon hias ini akan berkembang seiring dengan berjalannya masa dan timbulnya kesadaran akan manfaat tanaman hias. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran yang ekstra bikin mengembangkan usaha ini.


3.



Customer behavior

Rata – rata para pemakai melembarkan tempat penjualan tanaman hias yang taktis serta dengan harga yang tercapai. Kenyamanan lokasi usaha juga merupakan faktor penting guna menarik para pelanggan.


4.



Market Characteristic

Karakteristik yang akan dituju berdasarkan demografi dan geografi ialah:


§



Demografi




Kalangan Pecinta pohon hias : pematang biasa = 70 % : 30 %

Hal ini dikarenakan kalangan pecinta tumbuhan hias memiliki kesadaran yang makin tinggi akan arti tanaman bagi kehidupan. Sedangkan galengan biasa menganggap tanaman hias mungkin hanya sekedar pelengkap lain suatu kebutuhan.


§



Geografi

Korban pasar yang dituju adalah orang – orang yang memiliki hobi tanaman hias serta orang – orang yang pulang ingatan akan faedah tumbuhan sebagai sarana penghijauan.

C.
ANALYSIS OF COMPETITORS


Penjual tanaman hias di kota Bandung puas kini masih dikatakan sangat sedikit. Berlandaskan hasil survey nan sudah lalu kami buat, rata – rata penjual tanaman rias berjualan disatu tempat secara bergerombol (pasar tanaman rias).

Adapun para kompetitor di sekeliling lokasi tempat usaha kami antara bukan:


ü



Pasar Tumbuhan Hias Taman Cibeunying

Palagan ini yakni salah satu bekas terbesar penjualan tanaman hias di dalam kota. Berbagai jenis tanaman pun juga terdapat disini. Beralaskan hasil survey yang kami kerjakan, di tempat ini terdapat penjual tanaman hias yang telah melakukan gerakan tanaman solek ini dari periode 80an. Sehinga para pedagang disini dapat dikatakan telah banyak merasakan pahit manisnya berjualan pohon hias.


ü



Pusat Tanaman Rias Yudha Puspa (Jl. Cisokan birit Pusdikif – PPI)

Di tempat ini, boleh dikatakan penjual pohon hias masih tekor dibandingkan dengan
Pasar Tumbuhan Hias Taman Cibeunying. Sepinya jalan dapat dikatakan menjadi riuk satu kelemahan tempat ini. Akan hanya dekatnya lokasi operasi ini dengan perkampungan (Cicadas) menjadi skor tunggal keefektifan menarik para pelanggan/pemakai.

Melihat serta membaca masing – masing peluang aksi kedua kometitor kami, kami tetap menaruh keyakinan terhadap aksi kami. Pasalnya perbedaan mangsa pasar menjadi salah suatu alasan kami untuk tetap optimis akan manuver tersebut. Kelemahan bermula kami gerakan kami ini bisa jadi belum terkenalnya tempat persuasi kami dikalangan para konsumen tanaman hias.

Untuk bisa bersilaju dengan para kompetitor kami, kami mengamalkan analisa
SWOT:

  1. Strength (maslahat)

Kami menyediakan layanan prima kepada para konsumen, diantaranya seperti pengecekan keadaan tanaman, pembersihan hama tanaman serta agunan loklok tumbuhan. Kami juga menyediakan jasa pembuatan ujana bagi konsumen yang menginginkannya

  1. Weakness (kelemahan)


Kelemahan pecah “Green House P&P 2009” ini yang ki berjebah di Jl Cigadung Raya Timur belum mempunyai nama dikalangan pengguna tanaman hias, dibandingkan dengan para kompetitor kami yang sudah menjalankan manuver tanaman hias.

  1. Opportunity

    (kebolehjadian)

Rataan pinggul anak adam sepuh dan sangkut-paut, serta lokasi yang cukup diplomatis nan memungkinkan kerjakan mendirikan usaha ini yakni hal terbesar yang boleh dimanfaatkan sebagai
peluang lakukan memulai usaha ini.

  1. Threaten (tantangan)

Adanya kompetitor lain nan sudah mempunyai label yakni salah satu tantangan terbesar bagi kami, arti boleh memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna dan meski tercapainya kepuasan konsumen tehadap produk dan jasa yang kami tawarkan.

D.
STRATEGI PEMASARAN

  1. Segmenting

Kami menjatah konsumen kedalam bilang kerumunan sebagai berikut:




a. Kesenangan (Hobi)




Gerombolan ini merupakan orang – orang yang mutakadim mengedrop kecintaan yang adv amat kepada tanaman hias. Rata-rata kerumunan ini habis peduli dan menuding pertumbuhan serta jalan tanaman hias. Tidak peduli akan harga tanaman, sumber akar pohon tersebut yakni pohon hias yang diinginkannya. Maka ia akan berusaha cak bagi memiliki tanaman tersebut.




b. Penghuni flat baru




Rata – rata gerombolan ini adalah orang yang memiliki rumah / wadah adv amat baru, akan tetapi kancah baru tersebut belum n kepunyaan / kurang tanaman hijaunya. Maka mereka akan mencari tumbuhan hias cak bagi penambah kecukupan rumahnya.




c. Instansi




Untuk keramaian
ini, rata – rata memesan pokok kayu hias privat jumlah banyak cak bagi keperluan kantor. Jenis tanaman yang dipesannya lebih banyak pohon solek macam umum dan jenis tanaman asing.

  1. Targeting

Bedasarkan segmen diatas, maka kami menjadikan konsumen nan sudah menganakemaskan tanaman hias (hobi) sebagai korban utama. Alasannya ialah karena turunan yang telah mempunyai hobi akan tanaman hias lebih mudah bagi membeli / memiliki tanaman hias dibandingkan dengan pemilik tuan rumah atau instansi. Hanya waktu – waktu tertentu mereka memiliki minat kerjakan memiliki pokok kayu rias dibandingkan dengan yang telah n kepunyaan hobi bertanam pohon rias.

  1. Positioning

Berdasarkan target pasar tersebut, kami memposisikan diri ibarat penyedia / penjual pokok kayu hias
yang menyediakan pokok kayu solek berkualitas bagi para konsumen terutama para pecinta tanaman solek, baik yang telah lama alias yang hijau punya kecintaan akan tanaman hias.

  1. Market Entry and Market Development

Kerjakan mencapai mangsa tersebut, maka kami memformulasikan strategi pemasaran bakal dapat memasuki pasar dan membangun pasar:


§


Melakukan promosi secara gencar melewati beberapa media sebagai halnya selebaran bakal meruntun minat pengguna.


§


Memberlakukan masa promosi dengan memberikan rabat.


§


Memasrahkan pelayanan yang berkualitas dengan harapan konsumen merasa puas dan sekali lagi bagi membeli pohon dari kami, serta memberi tahukan kepada orang lain akan operasi kami.


§


Menerimakan bonus / reduksi untuk pembelian tanaman dan asesoris dalam jumlah besar.

E.
SURVEI JENIS DAN HARGA TANAMAN

Berdasarkan hasil survey yang kami bagi adapun jenis tanaman apa saja nan dijual di pasaran penjual tumbuhan hias, serta berapa harga jual dipasarannya. Kami memperoleh data andai berikut:

Jenis Tanaman

Harga (Rp. )

Mawar Merah (20 cm)

15.000

Mawar Putih (20 cm)

10.000

Mawar Pink (20 cm)

20.000

Mawar Sirah (35 cm)

25.000

Mawar Putih (35 cm)

20.000

Mawar Pink (35 cm)

30.000

Rinet (10 daun )

70.000

Gelombang listrik Cinta (10 daun)

70.000

Ekor Bia (20 cm)

10.000

Anggrek Speies

75.000 – 150.000

Kaktus kalis

10.000

Wijaya Kusuma

15.000 – 30.000

Adenium Pink (20 cm)

20.000

Adenium merah (20 cm)

30.000

Adenium Salih semu Pink (20 cm)

30.000

Adenium Pink (35 cm)

40.000

Adenium biram (35 cm)

50.000 – 60.000

Adenium Polos semu Pink (35 cm)

50.000 – 60.000

Talas Hitam

15.000

Lidah Mertua (20 cm)

15.000

Ekor lamang (35 cm)

20.000

Bromolia

15.000

Wali Songo

20.000 – 30.000

Aglonema
15 daun

25.000

Aglonema 20 daun

40.000

Aglonema 30 daun

50.000

Jeruk Mandarin

25.000

Bonsai Caringin

25.000 – 500.000

Bonsai Asem

25.000 – 500.000

Kladiroge

50.000

Bonsai Adenium / bonggol besar

30.000 – 500.000

Asesoris Tanaman

Harga (Rp. )


Kendaraan

* Tanah (Lembang)

5.000 – 10.000 / bungkus ataupun karung

* Skam

3.000 – 5.000 / bungkus

* Sabut

3.000 / bungkus

* Pakis

15.000 / contong


Serabut

* NPK

1.000 – 2.000 / bungkus ataupun 7.000 / kg

* Urea

2.000 / bungkus

* Kandang

5.000 / bungkus


Pot

1.500 – 100.000 (terjemur variasi dan ukuran)

F.
MARKETING MIX


1.



Product Policy

Hal penting yang ditawarkan maka itu pihak kami merupakan menawarkan jasa penjualan tanaman hias dan asesoris tanaman
serta jasa pembuatan taman rumah. Dalam peristiwa penjualan tumbuhan rias dan asesoris, kami menawarkan berbagai jenis tanaman dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dengan harga yang dapat bersaing dengan penjual tanaman hias lainnya.

Kualitas tanaman serta peladenan terhadap pemakai kami sadari yaitu situasi terdepan guna menjaga kesuksesan usaha kami. Oleh karena itu, kami berusaha akan memberikan peladenan yang terbaik guna menjaga pembantu para pengguna.


2.



Pricing Policy

Dalam menjadwalkan harga pokok kayu serta jasa pembuatan yojana apartemen, kami memiliki pertimbangan andai berikut:


§


Penjualan tanaman hias

N domestik penjualan tanaman rias, kami membaginya kedalam tiga
kategori atau jenis pokok kayu:


o



Tumbuhan Solek Jenis Publik


ozon



Tanaman Rias Jenis Idiosinkratis


ozon



Tumbuhan Hias Asing

Harga setiap tanamannya ditetapkan berdasarjan besar / kecilnya tanaman tersebut. Bikin macam tumbuhan hias istimewa, penetapan harga pokok kayu selain berdasarkan besar kecilnya pohon, pula dihitung berlandaskan sedikit banyaknya daun yang terserah pada tumbuhan tersebut sebagaimana jenis tanaman anthurium.


§


Pengadaan Aksesoris

Dalam kejadian pengadaan asesoris pohon hias, bakal jenis jambangan tanaman dibedakan kedalam dua macam objek, adalah bahan plastik dan bahan keramik. Harga pot dibedakan berdasarkan besar kecilnya diameter jambangan. Untuk jenis kawul, kami lego kepada konsumen internal bagan per paket atau per kilo sesuai dengan kedahagaan konsumen.


3.



Promotion Policy

Langkah – langkah pemasaran yang akan kami jalankan guna mengenalkan persuasi kami kepada para pemakai dibagi kedalam bilang tahap, diantaranya:


§


Sebelum berdiri

Sebelum memulai gerakan ini, kami memiliki ide kerjakan mengenalkan usaha kami kepada pengguna dengan memberikan penyuluhan akan pentingnya tanaman. Fasilitator yang akan kami manfaatkan merupakan lembaga – lembaga seperti RW,RT, dan ibu – ibu rumah tangga sekitar panggung gerakan kami.


§


Pada saat merembas

Pada saat berdiri gerakan pokok kayu hias, kami mempunyai terobosan guna menghela hati konsumen, diantaranya:


udara murni


Memberikan reduksi kepada para konsumen


o


Menerimakan paket harga tanaman


ozon


Menyerahkan bonus pembelian


§


Setelah merembas

Setelah usaha ini berdiri, susuk promosi kepada pengguna kami lakukan dengan mengasihkan selebaran – ceceran kertas seperti famplet, spanduk, brosur dan dengan beberapa ki alat lainnya yang dapat bermanfaat guna kelanjutan serta kemenangan gerakan kami.


4.



Distribution Policy

Bentuk distribusi barang yang kami buat ialah pengangkutan tanaman rias bestelan pemakai kepada konsumen bila pemakai menghendakinya. Hal ini kami kerjakan kemustajaban menarik lever konsumen serta menjaga kepercayaan pemakai terhadap kualitas pelayanan kami.

G.
RENCANA Pengembangan USAHA

Walaupun usaha tanaman hias kami ini masih sebatas planning, akan semata-mata pada saat usaha kami ini terlaksana, kami memiliki rencana pengembangan manuver diantaranya:


1.



Pembelian dan peluasan lahan usaha

Pembelian lahan sangatlah utama arti menembangkan usaha, mengingat sreg saat mandu usaha ini, kami masih menyewa lahan pecah orang tidak. Bila kami memiliki lahan koteng, maka pengeluaran lakukan sewa tanah setiap tahunnya boleh dihilangkan dan menambah keuntungan bagi manuver kami.

  1. Kuak cabang usaha tanaman hias di arena lain

Situasi ini kami rencanakan dengan maksud perluasan akan usaha kami. Selain membuka pelan kerja bau kencur, dengan menelanjangi cabang usaha ditempat lain maka membuka peluang baru internal penjualan pokok kayu hias dan menaikkan omset penjualan pohon hias kami.

  1. Perpanjangan jam gagap

Selain mengincar pasar tempatan, untuk jangka periode janjang. Kami berpretensi bisa menembus pasar internasional dengan cara melakukan kegiatan perdagangan tanaman hias antar Negara.

  1. Penambahan tipe propaganda

Selain mengincar pasar dunia semesta, dalam hal peluasan macam usaha, kami menargetkan akan meluaskan propaganda pada bidang pembuatan taman rumah dan dekorasi yojana pernikahan. Namun peristiwa tersebut dapat terwujud pron bila kami telah mendapatkan pengapit oleh para pelanggan kami.


OPERATIONAL PLAN

A.
LOCATION PLAN




Lokasi yang akan di jadikan perumpamaan lokasi mendirikan usaha tanaman hias adalah di negeri Cigadung, tepatnya di kronologi Cigadung Raya Timur. Alasan memilih lokasi tersebut yakni bak berikut:


* Cigadung terwalak di kawasan Bandung Utara, kawasan ini terkenal dengan area di kawasan daerah tingkat Bandung yang masih dapat dikatakan terletak banyak air serta memiliki gegana yang masih sejuk dibandingkan dengan daerah lainnya di kota Bandung.


* Selain itu, Cigadung merupakan riuk satu jalan alternatif menjurus kawasan pelancongan hutan lindung Ir. H. Djuanda ataupun lebih dikenal dengan istilah Dago Pandai.


* Untuk jangka panjang, Cigadung akan dijadikan pelecok suatu jalan alternatif menuju Lembang. Sehingga mengintai potensi ini, lokasi kampanye dapat dikatakan strategis untuk dijadikan lokasi usaha.

Dari survey tersebut kami mendapat hasil sekitar 57 kondominium yang memiliki tanaman rias dirumahnya. Sedangkan sisanya lain mempunyai tumbuhan hias. Rata – rata rumah yang n kepunyaan pohon rias kebanyakan yaitu tanaman jenis umum yang ditanam di pot yang memiliki harga dibawah Rp. 50.000. untuk pemukim yang memiliki tanaman hias, mereka menjelaskan
musim pembelian pohon hias yaitu setiap 2
– 3 bulan sekali maupun ketika mereka telah bosan terhadap tanaman yang ada.


Selain itu, bakal meluluk seberapa besar minat warga cigadung untuk memakamkan / memiliki
pokok kayu hias, kami buat survey secara sembarang terhadap 100 rumah nan lokasinya tak jauh dari medan tulangtulangan cara usaha kami. berusul hasil survey tersebut, kami sambut data seumpama berikut:



Melihat data survey serta penjelasan tersebut, kami menaruh harapan besar cak bagi kelangsungan usaha kami menyibuk strategisnya lokasi serta pengamatan paser strata lokasi tempat propaganda yang akan kami dirikan.

B.
LAY OUT


Untuk menggambarkan lokasi usaha pokok kayu hias kami, kami lampirkan beserta usulan ini atlas lokasi gerakan tanaman solek kami.

C.
PRODUCTION PLAN


1.



VISI

“Menjadikan Green House P&P ‘09” salah satu pelopor kegiatan penghijauan yang menyediakan tumbuhan nan berkualitas, loklok tahapan, serta dapat dipercaya oleh umum sekitar.


2.



MISI

“Memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen dengan menyempatkan tumbuhan nan berkualitas serta menggembangkan usaha setakat mencapai pasar ekspor import.


3.



PROSES PERIZINAN

Lakukan sementara periode, proses perizinan yang kami buat hanya mencapai tingkat Kecamatan. Hal ini kami untuk karena bisa dikatakan aksi yang kami lakukan masih terbilang usaha kecil dan medium. Serta kami belum mampu bakal membayar pajak penghasilan kepada tingkat pemerintah daerah seperti tingkat kota.


4.



PROSES Pendirian USAHA

Tempat gerakan ini akan kami dirikan di Jl. Cigadung Raya Timur, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler. Bandung. Intern proses pendirian bangunan, terlazim dilakukan pembangunan tempat usaha mulai dari awal dengan membangun apartemen plastik sebagai arena penyimpanan serta saung terbit bambu agar menambah nuansa asri terhadap tempat operasi kami.

Dalam proses kaidah usaha ini, diperlukan waktu ± 1, 5 wulan untuk menggapil perizinan menginjak dari tingkat RT – RW setakat tingkat Kelurahan dan Kecamatan.


FASE


Terlepas


KEGIATAN

Perencanaan

1 Maret 2010

Penyewaan gelanggang dan proses negosiasi

14 Maret 2010








28 Maret

Persiapan pembangunan tempat,pembelian pokok kayu, peralatan,media

1 April 2010

Memulai perencanaan struktur organisasi

10 April 2010

Mempersiapkan media promosi

Pelaksanaan

14 April 2010

Opening Green House P&P ‘09

14 April






28 April 2010

Promosi

Evaluasi

14 April




lebih lanjut

Evaluasi Penjualan

JADWAL IMPLEMENTASI

D.
ORGANISASI DAN Tata


1.



Struktur organisasi


  1. Sistem Manajemen

Kepengurusan kampanye pokok kayu hias terutama dalam peristiwa perawatan dan penjualan pokok kayu akan di pegang secara kolektif maka dari itu anggota dengan mempekerjakan 1 orang karyawan yang diambil berasal warga sekitar yang mempunyai kepiawaian dibidang pertanian.

E.
KEKUATAN DAN KELEMAHAN

  1. Faedah


§



Menyenggangkan majemuk tipe tumbuhan yang berkualitas serta dengan harga tergapai

Kami menyempatkan berbagai diversifikasi pohon baik keberagaman awam seperti mawar, lidah mertua. Sebatas pokok kayu solek variasi partikular sama dengan berbagai jenis anthurium,
aglonema, adenium dan berbagai varietas lainnya dengan system harga nego (bisa ditawar).


§



Menyerahkan pelayanan tinggi guna sampai ke kepuasan konsumen

Hal ini sangatlah berguna guna menjaga kelanjutan usaha kami. Oleh karena itu kami berkomitmen memberikan pelayanan nan sebagus mana tahu kepada konsumen.


§



Tempat yang strategis dan nyaman

Lokasi yang berada di kota Bandung, serta produktif disalah suatu urut-urutan alternative menuju dago juru, menjadikan keseleo satu keuntungan dilihat semenjak sudut pandang lokasi. Serta pembangunan lokasi yang mencekit konsep pedesaan nan terdapat teratak dilokasi aksi kami, menambah keasrian dan kenyamanan bagi konsumen.


§



Memasrahkan bonus tanaman atau potongan harga bila pemakai membeli dengan besaran besar.

Guna mendapatkan lever konsumen, kami memberikan prodeo pokok kayu maupun aktual reduksi kepada konsumen yang membeli tanaman dalam jumlah samudra.

  1. Kelemahan


§



Modal nan cukup besar

Modal merupakan riuk satu kelemahan kami, menghafal gengsi kami yang masih mahasiswa serta masih ketergantungan kami terhadap orang tua. Akan tetapi tujuan terbit propaganda ini yaitu mudahmudahan kami menjadi mandiri serta dapat menghilangkan kecanduan kami terhadap ibu bapak.


§



Belum terkenal

Faktor jam terbang juga merupakan salah satu kelemahan kami. belum terkenalnya usaha kami dimata awam pecinta tanaman hias menjadi keseleo satu kendala kesuksesan usaha kami.

F.
TEKNOLOGI DAN PROSES PRODUKSI

  1. Teknologi

Teknologi yang digunakan dalam usaha tanaman solek ini meliputi, media penanaman (tanah, skam, sabut dan paku) serta baja yang digunakan (organik anorganik) guna membentuk pertumbuhan pohon yang berkualitas serta bebas bermula wereng.

  1. Proses Penghijauan




Aktivitas yang dilakukan meliputi pembibitan tanaman, melakukan eksperimen dengan melakukan perkawinan simpang antar tanaman guna menciptakan tanaman spesies yunior.



Kemudian dilakukan proses perawatan tumbuhan yang terdiri berpunca proses pendirusan, pengecekan takdir air dalam petak, sampai penyemprotan pestisida kepentingan menjauhkan hama yang merugikan bagi pertumbuhan tumbuhan.

Apabila kedua situasi itu telah tersalurkan dengan baik, maka pohon siap untuk dijual / dipasarkan kepada pengguna.

  1. Analisa AMDAL

Dalam aksi kami, limbah yang dihasilkan boleh dikatakan tidak suka-suka. Karena kami enggak melakukan kegiatan – kegiatan yang menghasilkan limbah yang mudarat mileu. Sehingga dapat ditarik deduksi bahwa persuasi tanaman hias kami bebas dari limbah.


FINANCIAL PERFORMANCE

A.
Pemodalan

  1. Permodalan

Rang investasi nan kami tanamkan privat kampanye ini adalah berupa bangunan kancah mendirikan usaha, serta berbagai jenis tanaman dan asesoris nan kami jual kepada pemakai. Samudra dana nan dibutuhkan untuk memulai manuver pohon rias ini berasal dari investasi para anggota yang terdiri dari 5 orang sebesar
Rp. 16.500.000,-.
Dengan rincian sebagai berikut:

Tabulasi Keuangan (permodalan)


No


Keterangan


Biaya (Rp.)

1.

Mandu arena usaha

4.000.000

2.

Pembelian pohon

6.000.000

3.

Pembelian Perkakas,Media

4.000.000

4.

Perizinan

500.000

5.

Sewa Lahan / tahun

2.000.000


Total Pengeluaran

16.500.000


Untuk mengembangkan usaha
kami, tidak menutup kemungkinan kami menerima penanam modal lain nan berminat terhadap aksi kami.

  1. Rincian Permodalan

a.
Kaidah Tempat Usaha

Dana sebesar
Rp. 4.000.000,
dipergunakan untuk membangun sarana dan prasarana ajang usaha yang membentangi pembangunan tempat (seperti: teratak, rumah plastik, rak pohon dan tempat penadahan air), serta keperluan media promosi(sebagai halnya plang nama, tajuk rawal, brosur) kepentingan mengenalkan diri kepada konsumen.

Adapun rincian keuangan prinsip arena usaha lami laporkan sebagai berikut:

Tabel Moneter (Pendirian Medan Propaganda)


No


Pengetahuan


Biaya (Rp.)

1.

Kaidah Saung

1700.000

2.

Pendirian Apartemen Plastik

500.000

3.

Pembuatan rak tanaman

500.000

4.

Media promosi

1000.000

5.

Ongkos pembangunan tempat

300.000


Total Pengeluaran

4.000.000



b.
Pembelian Tanaman Solek




Dalam pembelian tanaman hias, kami melakukan dua varietas pembelian. Yakni pembelian tanaman jadi, cak bagi siap jual serta pembelian bibit tanaman.



Dalam pembelian tanaman jadi (siap jual), kami fokuskan terhadap macam – jenis pokok kayu asing. Mengingat lamanya proses pertumbuhan serta perawatannya, pembelian tanaman siap jual ini menjadi salah satu alternative untuk menetapi kebutuhan pelan.


Kemudian dalam hal pembelian bibit tanaman, kami membeli bibit tanaman baik jenis mahajana sebagai halnya mawar – mawaran maupun spesies khusus seperti anthurium. Ekstrak tanaman kami peroleh langsung dari n baruh perumpamaan kiat tanaman hias di area sekeliling Bandung.


Pati tanaman yang kita beli ± berumur 1 – 2 minggu, sehingga harga tumbuhan masih dikatakan murah. Kemudian dilakukan proses perawatan hingga tanaman berusia 6 – 8 minggu, pada detik inilah tanaman siap penuaian dan harga dipasaranpun dapat berlomba.


Akan tetapi, diperlukan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan yang ekstra dalam proteksi ekstrak tanaman cak agar pokok kayu tidak mati sebelum siap dipanen.


Berbunga dana yang tersuguh, kami akan menekankan terhadap penjualan jenis pokok kayu awam. Hal ini dikarenakan jenis tanaman tersebut kian laris di kacangan dibandingkan dengan jenis tanaman khusus nan medium mengalami penjatuhan omset penjualan.



c.
Pembelian Alat & Media




N domestik pembelian aksesoris, kami utamakan untuk pembelian berbagai varietas pot tanaman (baik pot plastik maupun jambangan keramik), media penanaman (tanah legok, sekam, dan sabut), serta pembelian pupuk baik organik maupun anorganik



d.


Perizinan (legalitas)




Perizinan nan kami untuk adalah dalam gambar mendirikan
usaha kecil menengah dalam jenis manuver pokok kayu rias. Dana sebesar Rp. 500.000 kami gunakan cak bagi mendapatkan amnesti konkret surat izin mendirikan usaha mulai dari tingkat RT sampai dengan tingkat Kelurahan atau tingkat Kecamatan. Untuk jangka hierarki, kemujaraban memperluas usaha tanaman rias kami, perizinan akan kami cak bagi hingga tingkat Kota Madya. Namun lakukan 1 masa pertama, perizinan propaganda kami hanya setakat tingkat Kelurahan ataupun Kecamatan.

B.
CASH FLOW

  1. Pendapatan per Bulan

Untuk menentukan pendapatan per bulan propaganda tanaman rias kami, kami memiliki beberapa tipe pengasosiasi diantaranya:


§


Pengasosiasi tanaman solek


§


Pembeli media tanaman


§


Pembeli jamur dan pot

Dari tipe pembeli tersebut, kami memiliki rekaan secara garang akan muslihat beli konsumen. Estimasi secara agresif tersebut kami uraikan sebagai berikut:




Varietas Peminta Pokok kayu Rias

Intern 1 bulan kami
menargetkan dapat lego kurang lebih 15 – 20 tanaman yang harganya berkisar 5000 – 75000 semenjak penjualan tersebut kami mendapatkan pendapatan kumuh berbunga penjualan tanaman hias sebesar :

Rp 800.000




Tipe Pembeli Media Tanaman

Dalam 1 bulan kami menargetkan dapat cak memindahtangankan 3 jenis ki alat penghutanan meliputi lahan, sekam, dan sabut. Media penjualan tersebut kami mendapatkan penghasilan sebesar Rp 400.000




Tipe Pengasosiasi Pot dan Pupuk

Intern 1 bulan kami menargetkan dapat lego minus kian 5 kg pupuk anorganik dan 25 kg rabuk kandang, kemudian penjualan jambang sebanyak 15 buah (bebagai ukuran dan diversifikasi) dari penjualan tersebut kami mendapatkan:


Rp 450.000


Sehingga pendapatan kami selama 1 wulan berdasarkan antisipasi garang merupakan umpama berikut:

Tabulasi Moneter (Penyerahan tiap bulan)


No


Kenyataan


Biaya (Rp.)

1.

Penjualan Pokok kayu Solek (bermacam-macam jenis)

800.000

2.

Penjualan alat angkut tanaman

412.500

3.

Penjualan pot dan pupuk

450.000


Kuantitas Penyetoran

1.662.500



* pendapatan per bulan dapat berubah sesuai hal pasar

  1. Pengeluaran saban Rembulan

Tabel Moneter(Pengeluaran tiap bulan)


No


Butir-butir


Biaya (Rp.)

1.

Pembelian Pokok kayu

450.000

2.

Listrik

45.000

3.

Ongkos sida-sida (1 basyar)

300.000

4.

Pembelian cendawan, pot dan media

355.000


Total Pengeluaran

1.150.000

  1. Pembayaran dan Pengeluaran per tahun




Dari data diatas maka perkiraan pendapatan pertahun boleh dihitung sebagai berikut :







Pemasukan per bulan x 12 rembulan










Rp. 1.662.500 x 12 =
Rp. 19.950.000,-




Pengeluaran kami selama 1 periode pertama dari tabel pengeluaran diatas dapat dihitung sebagai berikut:




(Pengeluaran sendirisendiri bulan x 12 bulan)








(


Rp. 1.150.000 x 12) = Rp. 13.800.000


Pendapatan bersih kami selama 1 perian kami dapat berpunca pendapatan per hari
dikurangi pengeluaran sendirisendiri tahun.


sehingga pendapatan bersih selama 1 tahun sebesar:









Rp. 19.950.000 – Rp. 13. 800.000 = Rp. 6.150.000

Catatan: pendapatan tiap-tiap tahun dipengaruhi oleh pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya



Catatan: Pendapatan tersebut belum termasuk pajak pengahasilan usaha / tahunnya kepada pemerintah distrik


Berpunca data pendapatan pertahun tersebut, maka kami dapat menentukan payback period.

Biaya Investasi





x 1 Tahun



Cash Flow





Payback period =



16.500.000





x 1 Tahun



6.150.000





Payback period =


= ±
2,68







Bintang sartan Payback periodnya ialah












±



2 Waktu 8 Bulan


Kajian RESIKO

Langkah – langkah analisis resiko usaha yaitu laksana berikut:

  1. Identifikasi resiko kami lakukan dengan mengamalkan pengamatan dan pengacuan untuk bisa mengidentifikasi resiko dari gerakan pohon hias kami. kami memperoleh 4 kategori resiko yang kemungkinan akan terjadi pada usaha ini. Kategori tersebut merupakan:


§


Resiko proses internal


§


Resiko proses eksternal


§


Resiko SDM, dan


§


Resiko system

  1. Pengukuran Resiko

Resiko dapat dianalisis dan dapat dievaluasi berdasarkan probabilitas resiko tersebut serta tingkat ketekunan atau pengaruh apabila resiko itu terjadi. Oleh karena itu, resiko dapat diklarifikasikan berdasarkan rendah, sedang alias tinggi berpunca probabilitas resiko tersebut akan terjadi, serta bersendikan tingkat keseriusannya, apakah rendah, sedang atau tinggi.

  1. Evaluasi Resiko

Evaluasi pun dapat dilakukan berdasarkan probabilitas dari tingkat dan kesungguhan dari resiko. Resiko boleh dinilai besar atau kerdil terhadap kekuasaan usaha, apabila kekuasaan resiko tersebut habis besar akan kelangsungan operasi, maka diperlukan tingkat kewaspadaan dan keseriusan dalam menindak resiko tersebut.

  1. Penanganan Resiko

Tindakan memperlonggar resiko dapat mengurangi resiko tersebut akan terjadi.

Terwalak 2 varietas aktifitas ataupun tindakan yang dapat dilakukan kemujaraban penanganan resiko usaha. 2 tipe tersebut ialah:


§


Pencegahan (preventive)


§


Contingaency


Tentang penanganan resiko pada usaha tanaman hias adalah sebagai berikut:

1.

Membangun brand image

Pada jalan satu usaha jangka panjang, suatu usaha harus mampu punya kelebihan yang dapat ditonjolkan kepada umum / pengguna. Sehingga suatu gerakan harus berlambak memiliki kelebihan brand image.

2.

Memantau dan merespon jalan dunia tanaman rias

Sebagian besar pecinta tanaman hias terutama yang memiliki hobi kuliner tanaman solek. Akan berusaha berburu serta mendapatkan tanaman hias jenis tertentu yang sedang ngetren / ngetop diwaktu – waktu tertentu. Sehingga para pengusaha tanaman solek dituntut bagi caruk mengerti perkembangan bumi tanaman hias guna menggaet para pelanggan biar enggak beralih ke kancah bukan.

3.

Perluasan tempat

Semakin banyak pengunjung, maka semakin banyak pula jenis pohon nan diinginkan oleh konsumen. Oleh karena itu, perluasan usaha dan pengembangan manuver dirasa perlu fungsi menyempurnakan kerinduan konsumen.

Source: https://sites.google.com/site/muharomjamaludin270790/contoh-business-plan-tanaman-hias

Posted by: holymayhem.com