Makalah Tentang Merumuskan Solusi Masalah







TUGAS


KEWIRAUSAHAAN


Merumuskan SOLUSI MASALAH


di susun maka itu kelompok :


SMK NW KUMBUNG


KECAMATAN MASBAGIK


TP. 2022/2018


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji dan syukur patut kami panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa karna belah melimpahkan hidayah sehingga karya catat mengenai “Mengekspresikan Solusi Keburukan” ini dapat diselasaikan tepat puas waktunya.

Kami lagi mengucapkantermiam kasih bagi seluruh pihak nan telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini dan majemuk sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya catat ini.

Kami mencatat banyak rintangan dan kesulitan dalam menyelesaikan karya tulis ini, Dimulai berpokok tahap anju, pencarian materi, dan penyusunan, sebatas pada tahap penyelesaiannya.

Selain itu, kami juga menyadari bahwa tak cak semau gading yang tak retak, semacam itu sekali lagi dengan karya tulis ini tentu jauh semenjak kesempuranaan. Buat itu, kami memufakati semua suara miring dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan karya tulis ini.

Kumbung,
November 2022

Penyusun


DAFTAR ISI


Halaman JUDUL


………………………………………………………………………………………..
i


Perkenalan awal PENGANTAR


…………………………………………………………………………………….
ii


DAFTAR ISI


…………………………………………………………………………………………………

iii


BAB
I PENDAHULUAN




A.



Latar Pantat
………………………………………………………………………………………..

1


B.



Rumusan

Penyakit

…………………………………………………………………………………..

1


C.



Tujuan

Makalah
………………………………………………………………………………………

1


D.



Metode Penulisan
……………………………………………………………………………………

2


BAB
II KAJIAN PUSTAKA



A.



Denotasi Kelainan
………………………………………………………………………………….

3


B.



Tehnik Penceraian Masalah

………………………………………………………………………..
3


C.



Memperlainkan Masalah dan Bukan Masalah
………………………………………………..

5


D.






Jenis-spesies Masalah dalam Sebuah Kampanye
…………………………………………………..

6


E.



Mengidentifikasi Problem Dan Faktor Penyebabnya
……………………………………

7


F.



Mecari dan menentukan

…………………………………………………………………………..

7


G.



Daya Sukses Pemecahan Kebobrokan
…………………………………………………………….

9


BAB IV Penghabisan


A.



Inferensi……………………………………………………………………………………………

11


B.



Saran…………………………………………………………………………………………………….

11


DAFTAR PUSTAKA


Gerbang I


PENDAHULUAN



A.





L


atar Birit



Kewirausahaan (entrepreneurship) yakni perencanaan, pengorganisasian, pengoperasian, dan pengambilan risiko berasal suatu usaha bisnis. Koteng wirausahawan ialah seseorang nan terkebat dalam kewirausahaan.

Wirausahawan farik dengan manajer. Seorang manajer boleh menjalankan usah milik orang lain dan menggembleng sumber sosi anak adam lain. Belaka seorang wiraswasta menjaminkan sumber dayanya sendiri dan mengambil risiko pribadi demi keberhasilan ataupun terlebih kegagalan bersumber aksi nan dijalaninya. Manajer juga mengurus koordinasi proses produksi yang sudah berjalan. Sementar menurut Paul H. wilken, kewirausahaan adalah “Fenomena yang terputus-putus, muncul cak bagi mengawali pergantian dalam proses produksi dan kemudian hilang sampai muncul lagi untuk mengawali perubahan nan lain.

Salah suatu perbedaan mencolok antara para wirausahawan dengan  para pekerja ialah wirausahawan majuh berpikir dalam-dalam untuk menciptakan jual beli(business cretion) sementara para pekerja berpikir berburu tiang penghidupan. Para wirausahawan ini dulu bersemangat bila diajak berfirman tentang penciptaan komersial dan gagasan bisnis baru.



Privat dunia menggalas

banyak
sekali persoalan yang muncul yang boleh mempengaruhi jalannya dagang itus seorang. Oleh seorang
Wiraswasta harus menyelesaikannya agar dapat bersaing dengan wirausaha-wirausaha lainnya.



B.





Rumusan Masalah



Makalah ini merumusakan tentang bagaimana memformulasikan solusi masalah intern wirausaha.



C.





Tujuan Makalah



Akan halnya maksud bermula pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :


1.



Memahami pengertian masalah


2.



Memaklumi

Tehnik Pemecahan Masalah


3.



Mengecualikan Masalah dan Bukan Ki aib


4.



Mengetahui jenis-tipe masalah dalam sebuah propaganda


5.



Memafhumi kelainan yang bersifat tidak terkendali


6.



Mengerti mengidentifikasi ki aib dan faktor penyebabnya


7.



Memahami intern berburu dan menentukan solusi masalah


8.



Untuk mencerna taktik sukses pemecahan masalah



D.





Metode Penulisan




Yaitu metode nan dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka nan bersambung dengan instrumen, baik berupa buku maupun informasi di internet.


BAB II


PEMBAHASAN


Merumuskan
Solusi Kelainan



A.





Signifikasi Problem

Bila sira ingin sukses menjadi wirausaha. Anda harus melewati ki aib demi kebobrokan karena kesuksesan itu berlambak di belakangnya atau siluman di n domestik masalah itu sendiri.

Berikut keburukan nan sering anda hadapi privat spirit sehari-waktu


1.



Berupa soal materi berbunga setiap bidang studi yang harus di jawab.


2.



Tugas dan guru kamu yang harus di selesaikan


3.



Kesulitan n domestik sukma sehari-hari


4.



Hambatan atau hal-situasi yang merintangi suatu proses pekerjaan yang tidak bisa sira hindari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Problem adalah sesuatu yang harus di Selesaikan (dipecahkan). Menurut Djarwanto (1989). Pengertian masalah sebagai berikut:


1.



Keburukan adalah suatu hambatan dalam pencapaian tujuan.


2.



Masalah yakni suatu keadaan yang membuat ragu-ragu


3.



Problem adalah Kesenjangan antara suatu yang di inginkan dengan amanat


4.



Masalah tindakan bias berbunga norma atau aturan yang barlaku


5.



Ki aib yaitu kesulitan nan menggerakan manusia untuk memecahkannya.



B.





Tehnik Pemecahan Masalah



1.





Kemampuan Mengatasi Rasa Takut

Keseleo satu penghalang lakukan meraih kejayaan melangkah makin lanjut, mengepas, meyelesaikan tugas, mengendalikan masalah dan memutuskan lakukan mengetem adalah rasa ngeri nan berlebihan.

Peyebab kegagalan seorang internal berwirausaha adalsh besarnya rasa agak gelap kemudian mengubur semua kemampuan kreativitas dan pengatahuannya. Sehingga enggak mau indolen buat menyedang menjadi wirausaha.

Teknik pemecahan masalah pertama mana tahu merupakan kalahkan rasa merembah sira yang ternyata hanya sebuah perasaan yang berlebihan. Sedangkan kenyataannya tidak seperti dia bayangkan.

Contohnya:


a.



Detik kecil.kamu enggak takut belajar bepergian karena anda tak mengenal rasa takut.


b.



Anda melihat api parafin dan meleleh menyentuhnya sekadar bila dia pelan’’ ujung tangan sira mendekatinya maka api lilin itu tidak berpenunggu


c.



Takut gagal dalam memulai sebuah usaha alias menjadi wirausaha. Hanya bila anda menyedang bertanya kepada seseorang mendaras buku kewirausahaan. Mencoba terlebih dahulu ikut berbisnis dengan orang lain. Maka tentu rasa berdiri itu boleh hilang perlahan.

Terserah banyak jenis rasa seram menerobos berwirausaha,al;


a.



Takut ditertawakan orang.


b.



Merembas rugi dengan demikian.


c.



Tegak bangkrut atau jatuh miskin.


d.



Meleleh keletihan.


e.



Takut stres.


f.



Takut tampak pusung.


g.



Tegak mencoba.

Hal yang terpenting privat memecahkan masalah yakni;


1.



keluarbiasaan itu hanya kecaburan saja.


2.



pelajari dari apa hal sehingga kedahsyatan beliau menyusut.


3.



ketakutan terkadang mengada-ada saja.


4.



masuklah kedalam rasa merembah itu.


5.



keseraman ada karena tekanan mental dan psikologis anda.


6.



anju nan semakin baik,akan membuat rasa merembas menyusut.


7.



buatlah rasa takut itu sekecil mungkin.


8.



mulailah dri yang bisa kamu kerjakan.



2.





Kemampuan Berfikir Kreatif

Seseorang yang demen menggunakan otak kanan memiliki rasa ingin tahu yang tataran, dan ia tidak cepat pada diri, pantang menyerah, dan haus akan aji-aji pengetahuan yang baru. Kelainan baginya adalah sebuah bahan ki gua garba yang harus di olah dengan kreatifitasnya.

Kreatifitas memunculkan sebagai penemuan, diantaranya hukum gaya berat yang di temukan maka dari itu Isaac Newton dan proses perubahan bau dan dandan pada berpangku tangan nan disimpan karena terjadi pembusukan mikroba dari peledak yang di temukan oleh lovis pastear, penemuan-penemuan baru bermunculan karena faedah dedengkot kanan merupakan kreativitas-daya kreasi ialah ilmu cara bagi mengolah ilmu sebuah masalah kerjakan dijadikan sebuah peluang khasiat, penyisipan ilmu pengetahuan, nilai tambah, pengalaman serta informasi yang berguna dikemudian periode.


a.



Peran Otak Kiri dan Biang keladi Kanan dalam Memecahkan Ki kesulitan.


1.



Kecerdasan Pengambil inisiatif Kidal.

Berfungsi untuk menganalisa, mengklarifikasi dan menghitung segala hal yang berperilaku numeric (poin-angka) sehingga sangat berfaedah saat menotal resiko nan akan terjadi, sekadar bila engkau terus menerus menggunakan kecerdasan pemrakarsa kiri maka yang akan muncul yaitu kekaguman dan resiko nan besar sehingga anda melihat komplikasi itu harus hindari.


2.



Kecerdasan Otak Kanan.

Kecerdasan otak kanan cenderung melihat berpangkal sisi nan berbeda dan diluar akal sehat. kecerdikan otak kanan sangat dibutuhkan kerjakan memunculkan gagasan-gagasan menemukan sesuatu yang baru, berburu solusi, dan apalagi memperoleh embaran yang yunior dari masalah yang dihadapi.

Penggabungan kedua kecerdasan itulah yang dibutuhkan oleh wirausaha buat mengatasi masalah, bersikukuh hidup, dan meraih kemenangan.


b.



Pengetahuan Yaitu Perkakas dan Kreativitas adalah Cara Memanfaatkannya

Pengetahuan adalah perkakas yang digunakan memecahkan ki aib tetapi kreativitas adalah kaidah untuk mengolah/mengelola aji-aji pengetahuan yang anda punyai.



C.





Membedakan Komplikasi dan Lain Masalah

Banyak hal yang berwatak problem lebih-lebih menciptakan suatu ide, gagasan yang orsinil, dan pemikiran-pemikiran baru yang gemuk.

Bukan penyakit adalah masalah nan tidak berkaitan dengan hal’-hal, tugas pekerjaan maupun kegiatan nan dilakukan tetapi boleh di ambil manfaatnya.

Perbedaan antara masalah dan bukan keburukan terwalak dalam tabel berikut


Keburukan


Bukan Ki kesulitan


§



Keterkaitan dengan usaha kegiatan dan persoalan ketika itu


§



Manfaat


§



Apakah sudah lalu pernah dialami sebelumnya


§



Hasrat
lakukan mengendalikan segera


§



Langsung


§



Ada


§



Belum


§



Suka-suka


§



Tidak berkaitan serta merta


§



Belum terserah(detik itu)


§



Bisa mutakadim
dan dan dapat juga belum di alami pernah dialami


§



Belum tentu terserah



D.





Jenis-tipe Penyakit internal Sebuah Usaha

Jenis-diversifikasi kelainan privat sebuah aksi ada plural macam antara tidak:



1.





Masalah yang yang bersifat terselesaikan

adalah ki aib nan timbul karna satu hal akibat kesalahan faktar manusai,kerusakan alat (keadaan di luar cais system sekadar masih dapat dikendalikan.

Contoh:






Mobil, magnet sreg saat pengiriman dagangan karna kekeringan target bakar.






Peranti mengalami digresi kecermatan akibat pergeseran posisi saast gempa terjadi.






Terhambat pengiriman objek baku yang di sebabkan makanya perodusen bahan konvensional atau pihak bukan,



2.





Masalah Keritis

Yakni masalah nan harus segera tergarap segera kali karena mempengaruhi kecepatan dari kegiatan lainnya.

Eksemplar:






Macatnya mesin peroduksi di karnakan listrik padam sehingga kegiatan lain terhalang.






Perjualan roboh/pintang tidak tertagih yang mengakibatkan perusahaan kesulitan dalam arus kas (cash flow) sehingga tidak bisa membayar



3.





Kelainan yang berkarakter tidak terkendali

Adalah penyakit yang berwatak tiba-tiba.

Teladan :






Sebuah toko kelontong yang sudah lama berdiri, tiba-berangkat unjuk kehadiran perusahaan ritel besar di dekatnya.

kehadiran perusaan tersebut di asing kekangan sang empunya toko kelontong, sehingga si pemilik namun berusaha mempertahankan, mengantisipasi, dan memperbaikinya.






Sebuah toko telekomunikasi yang sudah lama berkembang pesat, yaitu STARKO (alat panggil berarak ID ataupun gerogol). Sekonyongkonyong unjuk perkembangan teknologi GSM mobile phon yang pangling di runding, sehingga membuat firma STARKO menutup usahanya.



E.





Mengidentifikasi Masalah Dan Faktor Penyebabnya

Prinsip mengidentipikasi masalah dan faktor penyebabnya antara lain:


1.



Pelajari sampai-sampai dulu apakah tipe komplikasi itu bersifat keritis, terkendali/tidak tertanggulangi


2.



Pelajari apa dampak bersumber masalah tersebut tersebut berkala samudra/mungil, berwatak boleh/asing biasa, lalu mulailah buat alur dari dampaknya.


3.



Telusuri penyakit dari awal sebatas akhir hingga faktor penyebabnya.


4.



Uraikan suatu persatu faktor penyebabnya dan mulailah menghubungkan terkaitan semenjak masing-masing faktor


5.



Temukan faktor-faktor penyebabnya hingga bila diselesaikan akan berdampak bagaimana? Baik /belum cukup baik ?.

Contoh : sebuah industri sudah di kejutan dengan satu masalah, yaitu mesin peroduksinya tidak bisa bergurasi seperti kebanyakan.



F.





Mecari dan menentukan

Alternatif Penceraian Masalah

Cak semau beberapa cara dalam mencari dan menentukan altrnatif separasi maslah, ialah bagaikan berikut:


1.



Merumuskan masalah dengan melihat faktor peyebabnya


2.



Pengumpulannya data (nyata) dan fakta-fakta yang ada trlebih dahulu.

Data-data yang dikumpulkan berkaitan dengan:


a.



Aliran (flow) proses keputusan manajemen


b.



Dampak kualitas


c.



Aliran (flow) proses pekerjaan dan perosedur


d.



Pihak bukan (suplier, pemasok, mitra, bank, dan pesaing)


e.



Gawai, mesin, dan sarana yang digunakan


f.



Sumber sendi manusia (kerakter oprator, ketampilan pengguna barometer keahlian dengan pengetahuan pekerja, kriteria pendidikan yang disyaratkan, dan uraian tiang penghidupan.


g.



Distrik, lokasi, lingkungan dan tempat kerja.


h.



Cahaya, iklim dan peristiwa.


i.



pihak asing firma (pesaing baru perubahan kamil persaingan, gaya atau gaya persaingan perlintasan regulasi baik dari pemerintah atau marcapada masalah pajak dan perjinak, penyakit tutorial sosial, dan dampak perusahaan terhadap lingkungan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan).


3.



Membuat kerangka keputusan terlebih lewat beserta solusinya


4.



Mengadakan penekanan, baik itu dalam rancangan audit (peneliti, data alias penelusuran di lapangan.

Macam-jenis alternatif pemecahan masalah itu sebagai berikut:



a.





Pemecahan komplikasi tunggal.

Ancang-langkah pemecahan masalah individual sbb:


1)



Mengidentifikasi kebobrokan


2)



Tentukan faktor penyebab.


3)



Analisis dampak kelainan tunggal tersebut terhadap sistem dan prosedur kerja, proses menajemen, Kualitas barang harga, Aspek moneter, kendaraan dan perasarana, Mesin dan peralatan dan dampak terhadap pihak luar (pelanggan )


4)



Setelah ditentukan dampaknya, kemudian untuk langkah keputusan perbaikan langsung. langkah perbaikan sebagai berikut :






Surat keputusan mangenan akan halnya langkah perbaikan






Perubahan kebijakan perusahaan.






Perlintasan regulasi perusahaan.






Perubahan pengelolaan tertib.






Reformasi prosedur kerja.






Pelatihan ( training ) dan pengarahan


5)



Melakukan langkah perbaikan


6)



Amati dampak lain berpunca pelaksanaan perombakan dan untuk perbaikan ulang


7)



Butalah catatan penting mulai sejak analisa separasi ki kesulitan untuk dijadikan dokumen.



b.





Pemecahan masalah dimultan tunggal ( Berbintang terang )

Analisis dampak dan identifikasinya lebih pajang, lebih detail dan dilakukan secara sequensial ( bruntun) sehinggai masalah dapat tergarap.

Cotoh: Komplikasi pengiriman produk yang tertinggal, dampaknya terhadap pelanggan dan terlambat penagihan serta ketidak puasan konsumen.



c.





Pemecahan Masalah Mania

Penceraian maslah kompleks sedikit berbeda dengan ki kesulitan tunggal.

Perbedaan Sebagai Berikut:


1.



Proses identifikasi dan faktor penyebabnya lebih komplek kerjakan itu, sebaiknya dibuat pokok kayu masalah (Decision Tree) dan faktor penyebabnya.


2.



Analisa dampaknya kian banyak dan kompleks
( Contoh: kebinasaan mesin ).


3.



Proses langkah identifikasinya bertambah diteliti dan dipelajari dengan baik dan saksama. Bila perlu dilakuan pengkhususan dan uji coba (trial) di lapangan secara langsung dan dicatat serta di telusuri dampak – dampaknya.


4.



Proses pengambilan keputusan teradat dilakukan n domestik rapat manajemen tingkat reaksi dan manajer.


5.



Lebih pokus dari kelainan simultan tunggal.


6.



Lebih lama waktunya.


7.



Bertambah luas dampaknya.


8.



Lebih segara biaya bila terjadi kesalahan dalam pemungutan keputusan


9.



Bertambah berisiko.

Semua masalah itu tentu terserah mamfaatnya. Tetap bersikap dan berpikir positif dalam menghadapinya



G.





Kunci Sukses Separasi Masalah

Kancing sukses wirausaha privat pemecahan keburukan sbb:


1.



Beraksi tenang lain gegabah dalam mengambil keputusan dan tindak dalam memecahkan masalah.


2.



Berfikir positif semua nan di awali dengan berupa (baik) akan menghasilkan sesuatu nan berwujud.


3.



Berpikir detail dan imijanasikan dampaknya secara global ( Luas ), agar lumrah di ketahui hal-hal nan kan terjadi di asing kendali


4.



Mengamalkan uji dan riset di lapangan bila di perlukan.


5.



Berpikir keratif kerumahtanggaan memecahkan problem


6.



Berorientasi inovatif dalam cekut langkah – ancang pemecahan masalah untuk membuat pintasan yang makmur sehingga ki aib dapat dirubah menjadi kemungkinan, gegasan, ide dan keunggulan.


7.



Memperluas informasi pengatuhuan dan wawasan nan bersambung dengan analisa ki aib sebelum mencuil keputusan.


8.



Meribakan berkreasi pada orang yang berpengalaman.


9.



Mencari dan merekut orang – hamba allah yang kompeten kerjakan membantu intern proses pemecahan masalah.


10.



Hindari rasa malu bila terjadi masalah.


11.



Berkepastian diri dan keimanan diri yang kuat sebagai siasat sukses anak bungsu.

Semangat kewirausahaan merupakan kunci awal dalam mempersiapkan diri anda dalam memasuki pintu gapura kesuksesan bak wirausaha yang cerdas.





Portal III


PENUTUP



A.





Kesimpulan

Menurut Kamus Ki akbar Bahasa Indonesia (KBBI). Penyakit adalah sesuatu yang harus di Selesaikan (dipecahkan). Menurut Djarwanto (1989). Pengertian problem umpama berikut:


1.



Problem adalah suatu obstruksi dalam pencapaian maksud.


2.



Kelainan yaitu suatu keadaan yang membuat ragu-ragu


3.



Penyakit adalah Kesenjangan antara suatu yang di inginkan dengan butir-butir


4.



Masalah tindakan penyimpangan dari norma atau resan yang barlaku


5.



Problem yaitu kesulitan yang menggerakan basyar bikin memecahkannya.



B.





Saran

Seorang wirausaha sekali lagi harus mampu memenejemen permasalahan-persoalan yang muncul baik itu permasalahan secara n domestik ataupun secara internal alias eksternal. Dengan demikian, masalah-masalah itu dapat baik maupun bentuknya di definisikan sebagai suatu kenyataan nan harus dihadapi oleh wirausahawan. Pemungutan keputusan merupakan satu di antara kunci keberhasilan intern manajemen jual beli


Daftar pustaka

https://dedhecell.blogspot.com/b/post-preview?token=N6V4fF8BAAA.31MRib7g-Ax4w4JcTHG-7oiygmc7S9dSy0abWNVTsbJVAFWcXQQMjZYavK22YgIQX9HJQtfw8BfogPk1k7Nmbw.6PZF-0YUwQMIiLi8rPg5ig&postId=7387694695254618511&type=POST







Source: https://dedhecell.blogspot.com/2017/11/makalah-tentang-merumuskan-solusi.html