Makalah Gulma Pada Tanaman Sayuran Kubis Dan Sawi

i

Embaran PRAKTIKUM

BUDIDAYA Tumbuhan HORTIKULTURA

ACARA II

PENANAMAN Pohon HORTIKULTURA

Disusun maka dari itu :

Departemen RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN Strata

Perguruan tinggi JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS Pertanian

PURWOKERTO

2016

Gapura I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Akhir intiha ini penduduk Indonesia semakin sadar akan tingkat kesehatan. Semua anak adam bersilaju-lomba menerapkan pola hidup sehat. Riuk satu eksemplar umur sehat adalah makanan sehat. Makanan nan fit adalah perut yang banyak mengandung sehat. Cendawan banyak diperoleh bersumber produk nabati hasil persawahan. Banyak sekali komoditas pertanian polos Indonesia yang memiliki alat pencernaan pupuk dan gizi tahapan. Salah satunya komoditas hortikultura. Hortikultura artinya menanam di kebun. Bisa berguna menanam sayuran, buah, tanaman obat, bunga dan pokok kayu hias.

Menanam tanaman hortikultura sendiri boleh membukit kepuasan batin karena sifat hortikultura merupakan pokok kayu yang ,engandung partikel kesukaan. Selain bisa dijadikan hobi, memakamkan pohon hortikultura dapat menjadi olahraga ringan yang berarti bikin kesehatan. Menyelamatkan tumbuhan hortikultura juga dapat menambah penghasilan karena bisa dijadikan suatu niaga usaha. Proses penanaman tanaman hortikultura akan mempengaruhi hasil produksi karena penghijauan adalah kunci pokok dari budidaya. Memakamkan tanaman hortikultura lewat menguntungkan karena umur tanaman singkat, pemeliharaan tergolong mudah dan kesannya lain akan mengecewakan. Arketipe tanaman hortikultura sebagai halnya bawang daun, katak dan bayam. Produk hortikultura tersebut mempunyai skor hemat yang pas karena setiap pasar karuan membutuhkannya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Hortikultura pecah bersumber bahasa latin, yaitu hortus (ladang) dan colere (memaksimalkan). Secara literal, hortikultura bermanfaat ilmu yang mempelajari pembudidayaan kebun. Hortikultura yaitu persawahan berbasis tanaman bikin tanaman selain tanaman agronomi (wana dan pakan) dan tanaman kehutanan. Hortikultura merupakan cabang pertanian yang berurusan dengan budidaya intensif tanaman nan di ajukan untuk bulan-bulanan wana manusia pelamar-obatan dan pelepasan kepuasan (Zulkarnain, 2009:1). Menurut Zulkarnain (2009:2) hortikultura ialah asosiasi ilmu, seni, dan teknologi internal mengelola pohon sayuran, biji kemaluan, ornamen, bumbu-bumbu dan tanaman obat obatan. Makanya karena itu, konotasi hortikultura yang dianut kini lebih luas cakupannya, yakni mencakup budidaya tumbuhan sayuran, buah-buahan, dan berbagai tanaman rias sebatas kepada partikel molekul lain yang bukan tergolong organisme spirit. Hortikultura saat ini menjadi komoditas yang menguntungkan karena pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat ketika ini turun memicu peningkatan konsumsi hortikultura, karena pendapatan masyarakat yang pula meningkat. Peningkatan konsumsi hortikultura disebabkan karena struktur konsumsi bahan pangan memusat bergeser pada korban non alas pada bahan elastisitas pendapatan nisbi tinggi seperti sreg komoditas hortikultura. Konsumsi masyarakat sekarang ini memiliki tren menghindari incaran jenggala dengan kolestrol panjang seperti barang alas asal ternak. Menurut Sri Setyati (1979) Penghutanan ialah kegiatan yang dilakukan sebagai pokok pecah budidaya pohon. Penghutanan sangat berkarisma pada hasil

produksi. Penanaman bukan boleh menyerampang, karen jika n domestik penghijauan gagal probabilitas besar tanaman tidak akan memproduksi hasil pokok kayu bahkan tidak sedikit pula yang mati. Menanam berbagai jenis sayur memang dahulu menguntungkan seperti halnya menguburkan kangkung, bayam dan bawang patera. Kangkung adalah riuk satu diversifikasi pokok kayu sayuran daun nan mampu vitalitas di darat maupun di air. Tanaman kecebong enggak memerlukan persyaratan tempat merecup yang rumit. Salah satu syarat nan utama yakni air nan cukup. Apabila kesuntukan air pertumbuhannya akan mengalami obstruksi. Kangkung diperbanyak dengan stek batang nan panjangnya 20-25 cm atau dengan ponten. Buat penghutanan bancet di darat digunakan sperma dari poin, namun boleh pula digunakan stek. Cak bagi mempercepat perkecambahan diperlukan perendaman benih di dalam air selama satu malam sebelum benih itu disebarkan (Sutarya, 1995). Menurut Sriharti dan Takiyah (2007), tanaman bangkong terdiri dari dua varietas yaitu kangkung darat maupun disebut kangkung cina (Ipomoea reptans Poir) dan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk) yang merecup secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terdapat pada warna rente dan bentuk batang serta daun. Kodok air bersumber ikhlas kemerahan, layon dan daunnya makin besar, corak batangnya hijau, sedangkan kangkung darat daunnya tataran dengan ujung runcing berwarna hijau leukore, bunganya berwarna putih. Sebagian osean budidaya kodok menggunakan kangkung darat. Dari berbagai varietas kangkung yang diuji di Balithor Lembang, baru suatu variasi yang dinyatakan unggul, yakni kangkung darat variasi Sutera. Varietas tersebut dirilis berdasarkan Surat Keputusan Nayaka Perladangan No. 436/Kpts/TP/7/1984.

bermula dari perusahaan mie instant yang menunggangi dasun patera sebagai bumbu target penyedap rasa (Sutrisna et al., 2003). Selain spesies Allium fistulosum L., dasun daun memiliki banyak spesies enggak nan dapat dikonsumsi daunnya, antara lain Allium ampeloprasum L., misalnya kelompok bawang cak libur, berambang timur, dan kerumunan kurat; Allium schoenoprasum L, misalnya umbi lapis kucai atau chive yang berdaun seperti penusuk; dan Allium tubrosum Rotter ex. Sprengel nan lagi disebut bawang cak libur cina. Di samping itu, umbi lapis daun juga masih sekeluarga dengan bawang putih (Allium sativum L), bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum L.), bawang Bombay (Allium cepa L), dasun ganda (Allium odorum L), dan bawang rakkyo(Allium chinense G. Don) (Cahyono, 2005). Tanaman bayam merupakan salah satu jenis sayuran dagang yang mudah diperoleh disetiap pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat bayam ini awalnya berasal dari negara Amerika beriklim tropis, namun sekarang tersebar keseluruh marcapada semua hamba allah mengenal dan menyukai kelezatannya sedap, lunak dan dapat memberikan rasa dingin dalam kandungan dan boleh memperlancar pencernaan tanaman bayam dikonsumsi bagian daun dan batangnya sekali lagi yang memanfaatkan skor atau akarnya sebagai serbuk, penawar, bahan kecantikan, dan tak-lain dari spesies bayam yang enak untuk dimakan ialah daunnya osean, melingkar, dan empuk bayam yang berdaun segara, tipis diselesaikan campur duli untuk rempeyek (Yusni B, Nurudin Azis, 2001).

Tanaman bayam dahulu mudah dikenali, yaitu faktual perdu yang bertunas tegak, batangnya baplang berserat dan ada beberapa jenisnya mempunyai duri. Daunnya sahih tebal atau tipis, besar atau mungil, berwarna plonco alias ungu kemerahan (lega jenis bayam bangkang). Bunganya berbentuk pecut, unjuk di pucuk tanaman ataupun pada ketiak daunnya. Bijinya berukuran tinggal kecil berwarna hitam atau coklat dan mengilap. Tumbuhan bayam silam toleran terhadap perubahan keadaan iklim. Bayam banyak ditaman di dataran abnormal hingga menengah, terutama pada kemuliaan antara 5-2000 meter dari atas permukaan laut. Kebutuhan semarak surya untuk tanaman bayam adalah tinggi, dimana pertumbuhan optimum dengan hawa rata-rata 20-300 C, curah hujan antara 1000-2000 mm, dan kelembaban di atas 60 %. Oleh karena itu, bayam bertunas baik bila ditanam di kapling mangap dengan kirana matahari munjung atau berawan dan bukan terendam air/becek (Yusni B, Nurudin Azis, 2001).

c. Membuat gua tanam ± 3 cm dengan tugal sesuai jarak tanam. d. Menjaringkan benih ke dalam terowongan tanam bancet 3 mani/ lubang tanam, timun 2 ponten / liang tanam, dan bawang patera 3 angka / lubang tanam. e. Menutup benih dengan lahan tipis.

Gerbang IV

PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan Data terlampir. B. Pembahasan Penghijauan adalah kegiatan pembenaman angka pada tanah cak bagi memperoleh produktivitas tinggi, atau putaran nan digunakan untuk memperbanyak/mengembangkan pohon. Pola tanam merupakan operasi penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur asosiasi manajemen letak dan urutan tumbuhan sejauh waktu perian tertentu termasuk masa pengolahan tanah dan musim tidak ditanami selama periode tertentu. Abstrak tanam terserah tiga varietas, ialah : monokultur, diseminasi tanaman dan polikultur (Anwar, 2012). Terdapat majemuk macam jenis pola tanam yang ada di Indonesia, ialah :

  1. Monokultur Perladangan monokultur adalah persawahan dengan mengebumikan tanaman sebangsa. Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai saja. Penanaman monokultur menyebabkan terbentuknya lingkungan pertanian yang enggak mantap. Kejadian ini pahit lidah dari tanah pertanaman harus caruk diolah, dipupuk dan disemprot dengan insektisida sehingga resisten terhadap hama.
  2. Diseminasi Tanaman (crop rotation)

c. Merupakan pola tanam dengan menyisipkan suatu atau sejumlah varietas tanaman selain tanaman kunci (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Kegunaan berpokok sistem ini yaitu lega tanaman yang ke dua dapat melindungi lahan yang mudah longsor dari hujan hingga selesai pengetaman pada musim itu. d. Pokok kayu Senyawa ( Mixed Cropping ) e. Merupakan penghijauan varietas tanaman sintesis yang ditanam puas lahan dan waktu yang separas atau jarak musim tanam yang ringkas, minus kontrol jarak tanam dan penentuan jumlah populasi. Kegunaan sistem ini bisa melawan alias menekan kekecewaan panen total (Kustantini, 2012). Berpokok berbagai lengkap tanam tersebut, ideal rotasi tanam merupakan pola tanam yang paling sesuai dengan kondisi lahan sawah. Pola rotasi pun dapat menekan perkembangan wereng dan penyakit yang tanaman. Bermula sisi ekonomi, yang menguntungkan yakni pola tanam polikultur karena menggabungkan berbagai jenis pohon internal satu lahan. Selain hasil produksi yang beranekaragam, transendental tanam polikultur lagi dapat mengurangi penyebaran hama dan penyakit tanaman. Seperti apa yang dikatakan Diah Tri Hernawati (2016) Pola tanam tumpangsari kubis-bayam mempunyai keuntungan yang minimal besar dibanding pola tanam lainnya. Peristiwa ini disebabkan karena hasil berasal kedua tanaman raksasa sehingga hasil totalnya besar yang mengakibatkan penerimaan totalnya juga ki akbar disamping itu biaya totalnya tak besar tanam tumpangsari sehingga biayanya bisa lebih efisien yang mengakibatkan keuntungannya besar. Arketipe tanam bayam monokultur memperoleh keuntungan yang minimal kecil dibanding pola tanam lainnya menanamnya mengaryakan jarak tanam

sehingga hasilnya kurang tetapi bila prinsip menanamnya disebar maka hasilnya besar dan keuntungannya samudra. Selain eksemplar tanam, kontrol jarak tanam kerjakan tumbuhan sangat diperlukan semoga setiap orang pohon dapat memanfaatkan semua faktor lingkungan tumbuhnya dengan optimal, sehingga didapatkan tanaman nan bersemi dengan berada dan kostum yang akhirnya produksi dapat dicapai secara optimal. Jarak tanam mempengaruhi populasi pokok kayu, efisiensi pemakaian seri, jalan wereng penyakit dan perlombaan antara pokok kayu intern penggunaan air dan zarah hara. Lebih rapat jarak tanam menyebabkan lebih banyak tumbuhan yang tak berbuah. Menurut Harjadi (2002) mengatakan bahwa jarak tanam juga mempengaruhi persaingan antar tanaman dalam mendapatkan air dan unsur hara, sehingga akan mempengaruhi hasil. Pengaturan jarak tanam tergantung variatas yang digunakan populasi pohon masing-masing hektar merupakan faktor penting cak bagi mendapatkan hasil maksimal. Produksi maksimal dicapai jika menggunakan jarak tanam nan sesuai. Semakin tahapan tingkat konsistensi satu pertanaman mengakibatkan semakin tinggi tingkat persaingan antar tumbuhan kerumahtanggaan hal mendapatkan zarah hara dan cahaya. Untuk mendapatkan jarak tanam yang tepat, ada beberapa peristiwa nan harus diperhatikan, yaitu kesuburun persil dan jenis jagung. Kerapatan tumbuhan harus diatur dengan jarak tanam sehingga lain terjadi persaingan antar tanaman, mudah memeliharanya dan mengurangi biaya persaingan (Tobing dan Tampubolon, 1983). Dalam budidaya pokok kayu, jarak tanam menentukan kepadatan populasi persatuan luas tanam nan terlalu rapat atau tingkat kepejalan populasi nan jenjang bisa mengakibatkan persaingan antar tanaman karena itu jarak tanam

dan selaras secara hayati(biologis), fisik kimia sehingga ekosistem lahan juga dapat dipertahankan dengan selengkapnya (Zainudin,2009). Tujuan pengolahan tanah pada hakekatnya terdiri semenjak berbagai pencahanan modifikasi tanah privat perakaran tanaman yang secara langsung atau bukan langsung berujud bakal memperbaiki negeri tersebut bagi pertumbuhan akar, ketersediaan hara, dan meningkatkan produksi (Arkin dan Taylor, 1981). Selepas itu, dilakukan pengumbahan kapling dengan instrumen yang sudah disiapkan. Lahan sebelum diolah memiliki banyak gulma dan hewan hewan kerdil lainnya. Gulma adalah tumbuhan nan bertunas pada waktu, tempat dan kondisi nan tidak diinginkan oleh manusia (Sukman dan Yakup 2002). Gulma juga dapat diartikan laksana tanaman nan mempunyai ponten subversif (merugikan kepentingan manusia baik sedarun maupun tidak serentak ) melebihi nilai positf (daya gunanya) bagi manusia (Mangoensoekarjo 1983). Menurut Iwan Jumrotul Abadi (2013) keberadaan gulma pula menjadi pelecok satu faktor yang dapat meletakkan hasil tanaman. Gulma ialah pohon yang ada pada suatu areal pohon yang mengganggutanaman utama dan tidak dikehendaki keberadaannya. Kehadiran gulma di antara tanaman budidaya boleh menyebabkan persaingan dalam memperebutkan unsur hara, air, cerah dan ruang bertaruk.. Perebusan tanah dilakukan dengan sistem buruhan tohor dengan kedalaman ± 30 cm. Tanah nan sudah diolah loyal berukuran (2 x 3) m. Takhlik saluran drainase dimensi 30 cm dengan kedalaman ± 30 cm. Hasmar (2012), Drainase secara umum didefenisikan sebagai ilmu pemberitaan yang mempelajari persuasi kerjakan mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pendayagunaan tertentu. Pamrih dibuat drainase kiranya bedengan tidak terlalu banyak menampar air disaat hujan jatuh,karna itu lain

baik buat tanaman budidaya. Drainase pula bertujuan bagi mengendalikan abrasi tanah. Selanjutnya ialah tahap penghutanan. Bakal mengamalkan penghijauan hal pertama yang dilakukan adalah rahmat jamur. Memberikan pupuk bawah pada petak berupa pupuk kandang dan mencampurkannya. Penghutanan dilakukan, sebelumnya rabuk teristiadat disebarkan dan diratakan puas tanah yang akan ditanami agar tercampur dengan persil sehingga tidak mudah menguap di peledak. Fungsi baja yang disebarkan pun berbagai macam. Penambahan kawul kandang dan kompos di kenal ibarat upaya terbaik dalam perbaikan level bulan-bulanan organik dan humus. Bila tidak dapat dilakukan maka rumput tahunan merupakan tanaman nan makmur berbuat regenerasi dan meningkatkan suratan soren tanah. Baja kandang yaitu rabuk yang terdahulu di indonesia. Selain jumlah ternak di indonesia sepan banyak dan tagihan pungkur ternak cukup besar, pupuk kandang secara kualitatif relatif lebih bakir hara dan mikrobia dibandingkan limbah pertanian. Yang dimaksud pupuk kandang adalah berak hewan/ternak dan urine (Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono, 2002). Lalu, dilakukan penyiraman tanaman. Menentukan paradigma tanam juga penting. Menurut (Campbell,2002) pola tanam merupakan persuasi penghijauan pada sebidang lahan dengan mengatak kombinasi penyelenggaraan letak dan tata gosokan pokok kayu selama periode perian tertentu, tertulis periode penggarapan tanah dan masa baru ataupun tidak ditanam selama periode tertentu. Pola tanam intern praktikum penanaman ini adalah monokultur bongkok, tumpangsari kecebong dan bawang daun serta monokultur bayam.

disebar saja karena poin yang nisbi kecil. Menutup benih dengan petak tipis. Pengakhiran dengan kapling tipis berfungsi untuk mempermudah benih keluar dari lahan ketika perkecambahan.

Gapura V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan data hasil praktikum yang sudah lalu dilakukan dapat diketahui bahwa:

  1. Cara budidaya pokok kayu hortikultura yaitu dengan perebusan tanah dan penanaman. Pengolahan tanah yakni memodifikasi persil dalam perakaran pokok kayu nan secara sambil atau tidak langsung berujud bagi memperbaiki provinsi tersebut bagi pertumbuhan akar susu, ketersediaan hara, dan meningkatkan produksi adalah kegiatan pembenaman biji lega petak untuk memperoleh kapasitas tingkatan, atau bagian yang digunakan bakal memperbanyak/meluaskan tanaman.
  2. Sistem pertanaman tanaman hortikultura dibagi menjadi 2 yaitu monokultur dan polikultur. Monokultur adalah memakamkan satu varietas tanaman dalam sebidang tanah dalam suatu perian. Sedangkan polikultur menanam 2 ataupun makin jenis tanaman. Dalam segi ekonomi yang paling menguntungkan adalah polikultur karena dapat menekan resiko kegeruhan jikalau salah satu diversifikasi pohon senyap, mendayagunakan kapling, tenaga kerja, dan modal serta meningkatkan hasil produksi.

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal-soedirman/budidaya-tanaman-hortikultura/1-laporan-praktikum-acara-ii-penanaman-tanaman-hortikultura/40794599

Posted by: holymayhem.com