Makalah Budidaya Tanaman Sayuran Wortel

Laporan Praktikum Kewirausahaan

Budidaya Tanaman Wortel

Maka itu

Kelas C. Agroteknologi

Jurusan Agroteknologi

Fakultas Ilmu – Ilmu Pertanian

Sekolah tinggi NEGERI GORONTALO

2013

DAFTAR NAMA – NAMA Kelas bawah C AGROTEKNOLOGI

Husen Riski A. DatauAripin MobonggiKamarudin BilatulaDedi Setiawan MusaNosten AdamRamli AhmadFirman GagowaNovyan Dj. RahmanIrvan MujiantoAdhan Wiranto MakmurRolis S. IsaIkram PakayaDenny PramanaRasyid HiolaSerliyanti DahrunMelisa B. MelangiWarni AhaliElpinang S. AmaluRosna Horizon. DemoRicin T. AhmadIndriyani A. LahabuRiyani UdjaniSanti PopoyMelisa Palupi DewiSri Yuliyanti YusufFitriyani MaulaFebriyanti BaluAmalia KatiliAmelia LaminullaSri Zuhriyati HasanKarmila DatauMartin HurusaniNelvin AhmadViskawati KarimNurhayati LolehNurhayati HarunZein DjibuYayun MuharamSri Wahyuni PolimengoCindrawati S. Harun

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyadur panjatkan atas kehadirat Allah SWT nan sudah menumpahkan hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan informasi mengenai” Budidaya Tanaman Wortel ”

Dalam penyusunan publikasi ini, penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan, dan dukungan terbit berbagai pihak, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. N domestik penyusunan informasi ini, penulis telah berupaya semaksimal bisa jadi. Cuma penyadur mengingat-ingat dengan ketebatasan pengetahuan dan kemampuan yang ada, informasi ini masih jauh berpunca pembukaan kamil, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun silam penulis hargai.

Intensi dabir laporan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca pada kebanyakan.

Gorontalo,,,,,,,,,November 2013

Penyusun

Kelas C Agroteknologi

DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………………

Daftar Isi………………………………………………………………………………………..

Bab II Pendahuluan………………………………………………………………………..

1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Praktikum……………………………………

1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktikum……………………………………………….

Bab II Tinjauan Pustaka………………………………………………………………..

2.1 Tumbuhan Wortel…………………………………………………………………..

2.2 Taksonomi Pokok kayu Wortel…………………………………………………..

2.3 Manfaat Tanaman Wortel………………………………………………………

Pintu III Pembahasan………………………………………………………………………

3.1 Cara Membudidayakan Pohon Wortel…………………………………

3.2 Organisme Pengganggu Tanaman Wortel…………………………………

3.3 Persuasi Lain…………………………………………………………………………..

Bab IV Kesimpulan Dan Saran………………………………………………………

4.1 Penali………………………………………………………………………….

4.2 Saran…………………………………………………………………………………..

Daftar pustaka……………………………………………………………………………….

Suplemen……………………………………………………………………………………….

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Pinggul Pelaksanaan Praktikum

Di Indonesia budidaya wortel sreg mulanya hanya terhimpun di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas. Belaka kerumahtanggaan perkembangannya menyerak luas ke daerah-provinsi sentra sayuran di Jawa dan Asing Jawa. Bersendikan hasil survei pertanian produksi pokok kayu sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel kewarganegaraan sampai ke 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi ialah; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Lor, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Paksina, Sulawesi Tengah, Sulawesi Daksina, Maluku dan Irian Jaya.

Khususnya di kawasan Bolaanmongondow tepatnya di Desa insil, Kec Pasih Timur merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi pertanaman nan suntuk besar,situasi ini bisa kita lihat dalam pembudidayaan pohon wortel di sana suntuk raksasa.terlebih karenanya dapat di impor di asing – luar daerah.

1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktikum

Harapan praktikum ini dilaksanakan agar mahasiswa bisa mempelajari bagaimana cara pembudidayaan pokok kayu wortel, dimulai dari pemilahan ekstrak, perabukan, penanaman, pengendalian wereng dan pendirian memanen wortel.

BAB II

TINJAUAN Bacaan

2.1 Tanaman Wortel

Wortel/carrots (Daucus carota L.) lain tanaman kudus Indonesia, berasal berasal provinsi nan beriklim sedang (sub-tropis) adalah berpokok berpunca Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekeliling Laut Perdua, menyebar luas ke kawasan Eropa, Afrika, Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang sudah populer daerah pertaniannya.

2.2 Taksonomi Pohon Wortel

Intern taksonomi tumbuhan, wortel diklasifikasikan laksana berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub-Divisi : Angiospermae
Klas : Dicotyledonae
Ordo : Umbelliferales
Famili : Umbelliferae (Apiaceae)
Genus : Daucus
Diversifikasi : Daucus carrota L.

Tanaman wortel banyak ragamnya, tetapi bila dilihat bentuk umbinya dapat dipilih menjadi 3 golongan, yaitu : :
a) Jenis Chantenay, berbentuk buntak strata dengan ujung yang tumpul.
b) Tipe Imperator, berbentuk bundar strata dengan ujung runcing.
c) Tipe Nantes, adalah tipe gabungan antara imperator dan chantenay.

2.3 Manfaat Tumbuhan Wortel

Wortel adalah bahan hutan (sayuran) nan digemari dan boleh dijangkau oleh seluruh lapisan publik. Apalagi mengkonsumsi wortel terlampau dipetuakan, terutama kerjakan menghadapi komplikasi kekurangan nutrisi A. Kerumahtanggaan setiap 100 gram bahan mengandung 12.000 S.I vitamin A. Ialah objek pangan bervitamin tinggi, harga murah dan mudah mendapatkannya.

Selain bagaikan “gudang gizi A serta gizi”, pula berkhasiat bikin penyakit dan memelihara kecantikan. Wortel ini mengandung enzim pencernaan dan berfungsi diuretik. Meminum segelas ekstrak daun wortel segar ditambah garam dan sesendok teh sari jeruk nipis berkhasiat bikin mengantisipasi pembentukkan deposit dalam saluran kencing, memperkuat netra, paru-paru, jantung dan hati. Malar-malar dengan hanya mengunyah daun wortel boleh menyembuhkan jejas-jejas internal tuturan/nafas bau, gusi berbakat dan guam.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Prinsip memelihara tanaman Wortel

a) Cara memperoleh semen

Benih biasanya diperoleh berusul toko, dan lokal.

Benih nan diperoleh semenjak toko rata-rata di imfort mulai sejak luar daerah.Sedangkan Benih tempatan biasanya diperoleh berpangkal tanaman yang masih provisional di tanaman dan kemudian akan di keluarkan daun dari umbinya,dan umbinya akan tumbuh sampai mulai sejak,maka itulah nan akan dijadikan bibit.Lakukan lebih jelasnya.lihat pada tahap – tahap berikut :

Pilih tanaman wortel yang umurnya layak gaek (± 3 bulan), tumbuhnya berbenda dan afiat. Rombak (rebut) tanaman wortel pilihan tadi, kemudian amati umbinya Umbi wortel yang baik dan fit jadikan pokok kayu induk, rang sah (tidak cacat), warna alat peraba mengkilap kuning/jingga dan halus.Tusuk ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagian, pangkas pula pelepah bersama daunnya, sisakan 10 cm nan lekat pada pangkal pohon.Siapkan lahan bagi kebun pembibitan wortel bisa bentuk bedengan-bedengan nan diolah secara sempurna (dipupuk kandang optimal).Buat lubang tanam dengan gawai bantu pangkur/tunggal pada jarak tanam 40-60 cm x 40-60 cm.Tanam umbi wortel pada lubang tanam, padatkan tanahnya perlahan-lahan hingga menutup penggalan leher mayat.Lakukan silsilah-alur dangkal disepanjang bala tanaman (pongkol) wortel sepanjang ± 5 cm dari batang (internal bentuk gua pupuk oleh tugal).Lakukakan kasih pupuk buatan berupa senyawa ZA+SP+KCL (1:2:2) sebanyak 10 gr/tanaman, kemudian rabuk tersebut lekas ditutup dengan tanah tipis .Pelihara kebun ekstrak wortel selama ± 3 wulan hingga menghasilkan tangkai biji kemaluan dan biji internal besaran banyak.Petik tangkai buah wortel yang sudah berida (sangar), lalu jemur hingga kering bikin diambil biji-bijinya

b) Prinsip Penghutanan

a. Cara penggarapan tanah

v Olah tanah sedalam 30 cm setakat strukturnya bergerak-gerak dengan alat bantu cangkul, bajak/traktor.Biarkan tanah di kering anginkan selama minimum 15 hari, semoga kelak keadaan tanah khusyuk matang.

v Pembentukan Bedengan
Olah persil cak bagi kedua kalinya dengan pangkur hingga struktur tanah bertambah bergerak-gerak.

b. Penanaman

v Jarak tanam sekitar 30 – 40 cm

v Cara penanaman

Pengelolaan cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap seumpama berikut:

1. Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata internal alur silsilah/gubahan-garitan yang tersedia.

2. Tutup semen wortel dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm.

3. Tutup tiap garitan (silsilah) dengan dedaunan kering atau pelepah patera pisang sejauh 7-10 hari lakukan mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan petak, penutup tadi segera di buka kembali.

c) Pemeliharaan

Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Tujuan penjarangan yakni bikin memperoleh pohon wortel cepat tumbuh dan fertil, sehingga hasil produksinya dapat hierarki.Penyiangan
Jukut-rumput liar (gulma) yang bersemi disekitar kebun merupakan pesaing tanaman wortel kerumahtanggaan kebutuhan air, pendar matahari, unsur hara dan tak-lain, sehingga harus disiangi. Waktu penyiangan biasanya saat pokok kayu wortel berumur 1 wulan, bersamaan dengan penjarangan pokok kayu dan pemupukan susulan.Hama dan Komplikasi.

d) Pemanenan

Ciri dan Semangat Panen

Ciri-ciri tumbuhan wortel sudah saatnya dipanen adalah seumpama berikut:
Atma pokok kayu Wortel : Tanaman wortel yang sudah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau terampai varietasnya

Kondisi fisik

Ukuran pongkol mutakadim maksimal dan tidak plus tua. Panen yang terlalu bertongkat sendok (terlambat) dapat menyebabkan pongkol menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitasnya minus alias tidak laku dipasarkan. Demikian pula penuaian terlalu tadinya semata-mata akan menghasilkan umbi bermatra kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah).

e) Pasca panen

a. Penimbunan

Kumpulkan seluruh rumpun (pohon) wortel nan usai dipanen plong suatu tempat yang strategis, misalnya di pinggir tegal yang teduh, atau di pakus penyimpanan hasil.

b. Penyortiran dan Penggolongan

Membeda-bedakan pongkol yang baik sambil membaikkan pongkol yang rusak, cacat, atau rusak secara tunggal.
Klasifikasikan umbi wortel nan baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam.

c. Pengemasan dan Pengangkutan

v Ikat pangkal pohon wortel menjadi gabungan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya / di isi internal karung.

v Potong sebagian pelepah lakukan disisakan sekitar 15-20 cm.

v Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan organ angkut yang cawis di distrik setempat ( pentolan, mobil,tenaga kuli dll).

Cara pengemasan wortel disajikan dalam bentuk utuh dan segar, dikemas dengan keranjang atau sasaran lainnya yang berat bersih maksimum 65 Kg, di tutup dengan anyaman awi ataupun sasaran tidak kemudian diikat dengan tali rotan. Isi enggak melebihi meres kemasan.
Untuk pemberian tera di fragmen asing keranjang diberi label yang dituliskan antara tidak:
a) Nama komoditas.
b) Keberagaman mutu.
c) Nama/kode perusahaan eksportir.
d) Jarang putih.
e) Produksi Indonesia.
f) Negara/ajang harapan.

f) Marketing / Pemasaran

Pemasaran biasanya pengguna datang langsung ke tanah dan ada pula di impotr.Tujuan pasar yaitu di Gorontalo, Kalimantan , Manado , Palu ,Irian dan lain – tidak.Proses petenerimaan harga wortel / sistem pembayaranya yaitu cash,transfer.

g) Rincian Perkiraan

Modal seluruhnya : 5.000.000 / Ha

Rincian

Bibit : Rp.800.000

Biaya pembajakan : Rp.1.000.000 / Ha

Pembedengan : Rp.1000.000 / Ha

Penanaman : Rp.1.500.000/ Ha

Penyiangan : Rp.700.000

Hasil produksi yang di peroleh:

Perpanen 1300 karung.

1 karung 20.000

Dapat dihitung

1300 X 20.000 = 26.000.000

26.000.000 – 5.000.000 = 21.000.000

Bintang sartan penghasilan yang bersih adalah Rp 21.000.000

3.2 Organisme Pengganggu Tumbuhan Wortel

a. Hama1. Belatung persil (Agrotis ipsilon Hufn.)
Hama ini sering disebut uler lutung (Jawa) atau hileud taneuh (Sunda) dan “Cutworms” (Inggris). Serangga dewasa berupa kupu-kupu bercat coklat tua, bagian sayap depannya bergaris-garis dan terletak titik kudrati. Stadium hama yang mudarat tumbuhan merupakan ulat atau larva. Ciri: ulat mago lahan yaitu bercelup coklat sampai hitam, panjangnya antara 4-5 cm dan bersembunyi di dalam persil. Gejala: ulat mago tanah menyerang fragmen pucuk atau titik tumbuh tanaman wortel yang masih cukup umur. Akibat terjangan, tanaman layu atau terkulai, terutama puas bagian pokok kayu yang dirusak hama.

Pengendalian non kimiawi: dilakukan dengan mengumpulkan ulat mago pada pagi atau siang hari, dari tempat yang dicurigai panggung serangannya buat segera dibunuh, menjaga kebersihan tipar dan pergiliran pohon. Pengendalian kimiawi: dengan memperalat insektisida Furadan 3G atau Indofuran 3G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain lega pemfokusan yang dipetuakan.

2. Kutu daun (Aphid, Aphis spp.)

Ciri: kutu daun dewasa bercat yunior hingga hitam, hidup bergerombol di sumber akar daun ataupun sreg pucuk tumbuhan. Gejala: mencamkan tumbuhan dengan prinsip mengisap cairan selnya, sehingga menyebabkan daun keriting maupun abnormal. Pengendalian: mengatak periode tanam secara bertepatan dalam satu hamparan lahan untuk memutus siklus hidupnya

3. Lalat atau magot (Psila rosae)

Gejala: stadium hama yang gegares subversif pohon wortel adalah larvanya. Larva masuk ke kerumahtanggaan pangkal pohon dengan cara menggerek maupun melubanginya. Pengendalian: pergiliran tanaman dengan tipe yang tidak anak-pinak maupun disemprot insektisida Decis 2,5 EC dan lain-lain dengan dosis yang dipetuakan

b. Penyakit1. Bercak daun Cercospora

Penyebab: serabut (jamur) Cercospora carotae (Pass.) Solheim. Gejala: puas daun-patera yang sudah tua lontok ketimbul bercak-noda bercelup coklat muda alias suci dengan pinggiran bercelup coklat wreda hingga hitam. Pengendalian: (1) disinfeksi sperma dengan larutan fungisida nan mengandung tembaga klorida suatu permil sejauh 5 menit; (2) pergiliran tanaman dengan jenis tak nan bukan sefamili; (3) pembersihan sisa-cerih tanaman dari sekitar kebun; (4) penyemprotan fungisida yang mangkus dan sangkil seperti mana Dithane M-45 0,2%.

2. Nematoda bintit akar

Penyebab: mikro organisme nematoda Sista (Heterodera carotae). Gejala: pongkol dan akar pokok kayu wortel menjadi salah bentuk, berbenjol-benjol abnormal. Pengendalian: mengamalkan pergiliran tanaman dengan jenis lain nan bukan sefamili, pemberaan lahan dan penggunaan nematisida seperti Rugby 10 Gatau Rhocap 10 G.

3. Busuk alternaria
Penyebab: cendawan Alternaria dauci Kuhn. Gejala: Pada daun terjadi bercak-bercak kecil, berwarna coklat tua sampi hitam yang dikelilingi maka dari itu jaringan bercelup plonco-kuning (klorotik). Pada umbi suka-suka gejala bercak-bercak lain beraturan bentuknya, kemudian membusuk bercelup hitam setakat hitam kelam. Pengendalian: sama dengan cara yang dilakukan lega Cercospora.

3.3 Usaha Enggak

Persuasi enggak para penanam merupakan pegawai, guru, dan terserah pun nan saja sebagai peladang

Ki IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Deduksi

Berpokok observasi dan hasil wawancara yang kami dapatkan bahwa desa insil merupakan daerah pertanian yang sangat berpotensi.Hal ini dapat kita lihat lega pembudidayaan tanaman sayur- sayuran,khususnya tanaman wortel.Wortel yaitu bahan alas (sayuran) nan digemari dan boleh dijangkau maka itu seluruh saduran masyarakat.Dan mandu pembudidaanya kembali suntuk mudah dan tak perlu modal yang banyak melainkan keuntunganya dua kali lipat pecah modal yang cak semau.

4.2 Saran

Kita harus memelihara tanaman wortel dengan baik dan sopan seharusnya hasil produksinya sesuai yang kt inginkan,dan kita pun lain kecewa dengan barang apa yang kita songsong.

LAMPIRAN

Source: https://mahasiswa.ung.ac.id/613412127/home/2014/3/2/budidaya-tanaman-wortel.html

Posted by: holymayhem.com