Makala Pola Tanam Tanaman Sayuran

Budidaya tumbuhan horti ataupun sayuran merupakan kegiatan berladang yang  membutuhkan penanganan yang makin intensif serta taratur dengan mumbung ketepatan dan kekonsistenan (ajeg) dalam semua pelaksanaan proses budidaya. Maka, profesi orang tani horti/sayuran belum tentu dapat dilakukan maka dari itu petani tak sebagai halnya tanaman pangan. Dalam istilah lain butuh berlatih lebih mendalam kembali untuk para petani kerumahtanggaan tujuan  menanam tanaman sayuran agar berdampak dan sukses.

Istilah Tumpang gilir (relay cropping) yaitu cara bertegal dimana suatu latar lahan ditanami dengan dua alias makin jenis tanaman dengan pengaturan masa panen dan tanam. Hal ini juga lalu mempertimbangkan peluang pohon mendapatkan sinar matahari yang cukup (naungan/kanopi) dan ketersediaan unsurhara/pupuk nan disiapkan didalam negeri tumbuh tanaman tersebut.  Plong sistim ini, tanaman kedua, ketiga dan keempat ditanam menjelang penuaian tanaman tahun pertama atau nan kian dulu ditanam  dengan mandu disisipkan pada senggang/ruang kosong pada armada tanam.

Penerapan sistim tumpang gilir pada persil pohon pangan enggak sawah  yang selama hanya satu mungkin tanam secara monokultur/individual, dapat menjatah harapan eskalasi kebulatan hati tanam dari satu kelihatannya tanam menjadi dua kali tanam atau lebih terampai kehidupan pengetaman/tanaman nan diusahakan.   Pelaksanaan tanam taruh gilir  mandu utamanya ialah lakukan meningkatkan ketekunan tanam, guna meningkatkan persentase pengetaman pada satu ahadiat luas lahan yang sama untuk meningkatkan produktivitas lahan dari jenis tanaman yang berlainan internal satu tahun tanam.

Sistem tanam tumpang gilir lagi mengandung/menganut prinsip tanam titip sari. Yang mana sistem
Tumpang sari adalah suatu rangka penghijauan tanaman campuran (polyculture) maujud pengikutan dua jenis atau lebih tanaman pada suatu areal lahan tanam internal waktu yang bersamaan atau seiring bersamaan. Tumpang pati yang mahajana dilakukan adalah penanaman internal waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis pohon budidaya yang mirip, sama dengan jagung dan bin atau jagung dan bin tanah. Dalam kepustakaan, hal ini dikenal sebagai double-cropping. Penghijauan yang dilakukan segera sehabis tanaman pertama dipanen (seperti mana jagung dan kacang atau jagung dan kacang panjang).

Perbedaan yang mencolok antara sistem kuduanya adalah plong eksploitasi istilah, nan mana tanam tumpang gilir lebih cenderung pada pemanfaatan periode (giliran/pergiliran), padahal taruh konsentrat lebih memfokus memanfaatkan bibit/unsur hara lahan untuk beberapa pohon.

Konsep serupa tumpang sari dapat diperluas dalam kelas usaha tani bukan. Dalam kehutanan , kombinasi pertanaman antara tanaman semusim dengan pohon hutan dikenal sebagai alas tani. Suatu konsep serupa juga diterapkan untuk budidaya padi dan ikan darat sreg lahan sawah yang dikenal sebagai mina gabah

Paradigma penanaman tumpang sari dapat menumbuhkan lahan dibandingkan hipotetis monokulture karena:

  • Hasil panen pada persil tidak luas bisa beberapa kali dengan hayat pengetaman dan jenis pokok kayu farik,
  • petani mendapat hasil jual yang saling menguntungkan atau menggantikan dari tiap varietas tanaman berbeda dan,
  • risiko kerugian dapat ditekan karena terbagi lega setiap pohon.

Begitu pula keuntungan sistem tanam taruh gilir bagi petani antara bukan:

  1. hasil panen boleh lebih beragam dalam satu musim tanam atau internal satu hari.
  2. Pendapatan petani tidak terputus/lebih sering karena dapat 2-4 kali hasil panenan dalam setahun.
  3. Poin komisi/pendapatan petani menjadi makin besar dibanding tanam monokultur.
  4. Pengiritan biaya pembelian saprodi terutama biaya pengolahan lahan dan pupuk majemuk mulanya sebelum tanam, yang lazimnya berganti tanaman sekali lagi harus mengulangi lagi perebusan persil dan pemupukan dasarnya.

Para orang tani sayuran/horti  yang suka-suka di kecamatan Abung Selatan kabupaten Lampung Utara ini sama dengan nan ada di desa cabang Abung Raya, Cabang Catur, Binar Ogan , dan Kembang gading sering melakukan tanam tumpang sari, atau justru tumpang gilir. Mereka melakukan sistim tanam tumpang gilir pada awal tuarang sebatas awal musim kering berikutnya ( Juni hingga bulan mei / satu waktu).  Tanaman titip gilir tersebut 1) tanaman cabe—tomat —jahe  dan  2) Cabai—Tomat /racik—Si pedas—Jagung .   Proses penanamannya ditanam pada awal hari kemarau dengan tali air sistem pangairan drift dari bendung air sungai, takhlik wayan air dan mata air bor.

Taruh GILIR  Pohon CABE, TOMAT, Halia DAN JAGUNG

Cara penanaman jauhar di berikan jeda/selang hari yang bertahap,

model tanamnya yaituCabe—Tomat—Jahe—Milu.

__Jun____Jul____Ags____Sept__Okt___Nop__Des__Jan__Feb__Mar__Apr__Mei__Juni

Merica     ___1______2______3______4_____5  Pengetaman  80-150HST

Tomat                           ______1____-__2_____3  Panen 75-100 HST

Jahe                                                                      _____1____2_____3____4____5____6____7____8

Jagung                                                                            _____1_____2____3  Panen 105-115HST

Dari bagan paradigma diatas, boleh dijelaskan bahwa sreg penanaman lombok dilakukan puas bulan Mei hingga Juni. Setelah umur 60an HST atau periode bersumber cabai, maka rembulan akhir Juli-Agustus  bibit tomat nan telah disemai umur 14-20 HST dipindahkan ditanam di liang tanam yang dibuat diantara gang cabai, berjarak 30-35 cm dari lubang tanam lombok. Sesudah itu kedua tanaman ini dirawat hingga panen keduanya. Biasanya diawali dengan panen cabai lampau kemudian secabik perjalanan baru menginjak panen tomat. Proses pengetaman keduanya akan terjadi setakat cabai umur 5 bulan atau tomat umur 4 rembulan saja. Sesudah itu panen akan menurun ekstrem.

Pada saat umur panen cabai dan tomat akan habis di umur 4-4,5 rembulan (sekitar wulan akhir September sebatas Oktober) maka ketika itulah saatnya menyisipkan pati Jahe yang telah disiapkan. Kebutuhan bibitnya rata-rata sebanyak 4-6 kuintal. Bibit jahe yang disisipkan (lihat pada sketsa gambar) akan mengalami masa dormansi sebentar karena pengaruh masa kemarau dan akan mulai tunas pada awal hari hujan atau wulan Oktober intiha setakat Nopember.

Setelah panen cili dan tomat selesai maka dilakukan pencabutan tamatan layon cili dan tomat yang telah mati/tak produktif pun serta penyemprotan herbisisda kontak untuk pengendalian gulma yang raga di gang/perkembangan bedengan. Kemudian  pemecatan mulsa PHP nan sudah digunakan dengan digulung. Mulsa ini bisa disimpan bakal tanam berikutnya. Pemberhentian mulsa ini dilakukan di wulan Oktober-Nopember.

Sehabis pencopotan selesai dilakukanlah penghijauan benih jagung bulan Nopember plong tempat liang tanam cabai secara zigzag di paruh guludan atau berakhir 35-40 cm dari pokok kayu jahe nan baru mulai tumbuh semi.  Kebutuhan jauhar milu sekitar 10-15kg/ha  dengan 2 butir/lubang tanam.

Kedua pokok kayu ini milu dan halia dirawat dengan baik dengan pemberian cendawan sesuai dosis anjuran yang sudah ada. Pemupukan jagung menunggangi baja lengkap Nitrogen, Posphat, Kalium serta pupuk mikro lain serta pemancaran insectisida untuk wereng bila mana cak semau serangan nan harus segera dikendalikan. Sedangkan untuk tanaman deringo dilakukan pemupukan pula dengan kawul lengkap tetapi dengan dosis yang terbatas, ini dilakukan sebab tanaman deringo sudah mendapatkan pupuk dari proses penghijauan sahang, tomat dan jagung.

Saat perawatan jagung, menjelang milu berida/matal maka daun radiks tongkol jagung sekitar wulan akhir Februari dilakukan perompesan/penyembretan, ini bertujuan bakal memberikan ulas sinar matahari masuk lega tanaman si pedas untuk tumbuh dan berkembang secara baik. Selepas itu, Panen milu dilakukan pada umur 105-110 HST sekitar wulan  Maret.

Penjagaan jahe pada bulan April yakni dengan  melakukan pembabatan dengan membabat Kunarpa jagung yang mutakadim dipanen buahnya di bawah tongkol buah alias tinggi 40-50 meter diatas asal batang. Jangan terlalu ringkas karena bisa merusaki kaki yang menginjak bangkai jagung nan drastis. Tumpuk jenazah milu tersebut plong gang/urut-urutan guludan nan ada untuk menekan pertumbuhan gulma.

Inilah kekuatan tanaman jahe selain bagaikan tanaman gilir seharusnya tidak terjadi kekosongan lahan/bera, sekali lagi hasil bersumber panenan jahe boleh dijadikan simpanan/tabungan uang yang masih dapat ditunggu dari para orang tani sayur ini. panen halia dilakukan mulai bulan Juni–Juli.

Hasil pendapatan mulai sejak sistem tanam titip gilir ini silam menguntungkan para petambak, bisa dikalkulasikan besar pendapatan seluruh tanaman yang sangat menguntungkan.  Kejadian ini akan sangat sehaluan dengan keterkendalikannya serangan hama penyakit yang suka-suka ditanaman tersebut. Biasanya para pekebun bila mengalami ketidakpuasan hasil panen cabe akan tergantikan dengan kepuasan hasil panenan tomat/rampai. Juga bakal tanaman milu, biasanya pohon akan tumbuh subur dan hasil produksi perpautan tercapai 10-12 ton/ha di tamatan persil embalau tersebut. Kemudian bakal pengetaman tanaman jahe biasanya bersama-sama plong bulan juni-juli yang mana tuntutan pasar akan jahe sangat tinggi dengan harga yang tinggi mengaras Rp. 10.000-11.000/kg (Juni 2019).

Demiakianlah sahabat tani, pemaparan hasil pengamatan lengkap tanam titip gilir yang suka-suka di wilayah kami, terserah beberapa peladang yang selalu melakukan budidaya seperti itu dan berhasil dengan memuaskan, hanya ada juga para petani yang belaka mengepas dengan luasan yang sempit karena keterbatasan modal kembali tidak banyaknya lokasi nan dimiliki penanam yang posisinya dekat sendang air sungai/sulung air momen kemarau.  semoga dapat menjadi kepentingan dan menambah harta benda aji-aji takrif mengenai pokok kayu sayuran dan strategi membaca wulan peluang harga lakukan komoditas pertanian.  Salam sukses dari pekebun. Terima hadiah.

 Penulis: Khoirul Anwar, SP /PPL Perkebunan BPP Abung Daksina.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/70933/Sistem-Tanam-Tumpang-Gilir-Pada-Tanaman-Horti-sayuran/

Posted by: holymayhem.com