Luhut Minta Petani Kurangi Tanam Sayur

Liputan6.com, Jakarta –
Warta Menteri Organisator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan lamar peladang mengurangi memakamkan sayur dikaitkan dengan kabar soal air sebak impor sayuran radiks China pasca-menurunnya poin kasus Covid-19 di Tiongkok.

Klaim tersebut beredar di media sosial, riuk satunya disebarkan akun Facebook
Zulkarnain Fajri
lega 24 Mei 2020.

Akun Facebook Facebook
Zulkarnain Fajri
mengunggah rangka tangkapan layar artikel berita yang berjudul “Luhut Minta Petani Mengurangi Penanaman Sayur Mayur”.

Tajuk berita tersebut kemudian dikaitkan dengan berita lainnya berjudul “Sayuran Sumber akar China Start Membanjiri RI”.

“Belilah di pasar tradisional itu sayur rakyat(tempatan) bukan import. Nan import biar kemungkus di supermarket. Cintailah sayur kerumahtanggaan daerah netral Covid 19 Insyaallah,”
catat akun Facebook
Zulkarnain Fajri.

Konten yang disebarkan akun Facebook
Zulkarnain Fajri
telah 2.500 kali dibagikan dan berbahagia 209 komentar warganet.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menggaru klaim tentang Nayaka Koordinator Meres Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mempersunting peladang mengurangi menanam sayur karena adanya impor pangan dari China.

Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan menjaringkan pembukaan kunci “Luhut Harap Petani Mengurangi Penghijauan Sayur Mayur”. Hasilnya terdapat artikel serupa yang diunggah akun Facebook Zulkarnain Fajri. Artikel tersebut dimuat situs
ingatan-rakyat.com
sreg 28 Agustus 2019 lalu.

Internal artikel tersebut dijelaskan bahwa Luhut memang meminta kepada petani untuk mengurangi penanaman sayur mayur. Tuntutan itu disampaikan Luhut pemukim Situ Cisanti, Kertasari, Bandung, Jawa Barat.

Ia ingin warga sekitar Situ Cisanti menukar mengebumikan pokok kayu lain nan lebih menghasilkan secara ekonomi. Misalnya saja, mengetanahkan sereh wangi dan tanaman lainnya.

Liputan6.com sekali lagi menemukan kata sandang berjudul “Sayuran Sumber akar China Berangkat Membanjiri RI” yang dimuat situs
kumparan.com
pada 15 Mei 2020.

Internal artikel tersebut dijelaskan bahwa pada April 2020, impor pangkal China, yang ialah terala di Indonesia. Biji impornya naik USD 762,3 juta dibandingkan rembulan sebelumnya.

Komoditas sayuran dasar China menjadi dagangan nan paling banyak diimpor Indonesia sepanjang wulan lalu. Nilainya mencapai USD 75,37 juta, naik 219,31 persen alias tiga kali lipatnya dibandingkan Maret 2020 yang hanya USD 23,60 juta. Sayangnya, BPS tak merinci kian lanjut komoditas dari sayuran ini.

Kesimpulan Klaim

Pernyataan Nayaka Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman modal, Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta petani mengurangi menenam sayur tak ada kaitannya dengan makrifat bahwa sayuran asal Tiongkok mulai membanjiri RI.

Imbauan Menteri Luhut disampaikan lega Agustus 2019, sebelum kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi di China. Provisional, pemberitahuan soal air ampuh impor sayuran pangkal Tiongkok dikabarkan pada 15 Mei 2020.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Adapun Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com
merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional maupun
International Fact Checking Network
(IFCN) bersama puluhan wahana konglomerat lainnya di seluruh marcapada.

Cek Fakta Liputan6.com
juga adalah mitra Facebook bikin membinasakan hoaks,
fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan domestik dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai rupa pesiaran nan tersebar di publik.

Sekiranya Beliau memiliki wara-wara selingkung hoaks yang ingin kami telusuri dan konfirmasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Source: https://id.berita.yahoo.com/cek-fakta-imbauan-menko-luhut-095526894.html

Posted by: holymayhem.com