Laporan Pengenalan Benih Dan Tanaman Muda Sayuran

Amanat PRAKTIKUM

BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA

Acara I

KEMURNIAN BENIH

Kementerian Penelitian, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

Perguruan tinggi JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS PERTANIAN

PURWOKERTO

Portal I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Benih merupakan sarana produksi terdahulu privat budidaya tanaman, internal arti penggunaan benih bermutu punya peranan yang menentukan dalam manuver meningkatkan produksi dan dur hasil. Bagi mendapatkan benih bermutu diperlukan kreasi varietas menang nan dilakukan melalui usaha pemuliaan tanaman nan diselenggarakan antara lain melangkahi kegiatan penguberan, pengurukan, dan pendayagunaan plasma nutfah baik di privat maupun di asing habitatnya dan atau melalui usaha perkenalan awal dari asing area. Benih dari macam unggul, bikin dapat menjadi benih bina, justru dahulu varietasnya harus dilepas. Produksi benih bina harus melangkahi proses sertifikasi dan apabila akan diedarkan harus diberilabel. Di Indonesia sebenarnya telah banyak lembaga pemerintah yang berputar n domestik rataan perbenihan. Namun, peran serta dari rencana pemerintah ini masih harus perlu dipertanyakan. Banyak persoalan timbul terbit rancangan-kerangka berplat merah, lamun bilang diantaranya sudah lalu berperan sesuai dengan fungsinya tiap-tiap. Sekali sekali lagi masalah perbenihan di Indonesia lain dapat dikesampingkan sedemikian itu saja. Karena peran kelembagaan bidang perbenihan tanaman banyak mendukung kejayaan pembangunan pertanian di Indonesia. Masalah perbenihan tidsk boleh dianggap sepele karena benih merupakan faktor minimal asal dalam menentukan hasil produksi. Sekiranya benih yang digunakan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No Hari 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 4, sperma didefenisikan sebagai berikut : “ Semen tanaman, lebih lanjut disebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan lakukan memperbanyak dan maupun mengembangbiakkan tanaman”. Semenjak definisi di atas jelas bahwa benih dapat diperoleh berpokok perkembangbiakan secara generatif alias secara vegetatif, yang diproduksi cak bagi tujuan tertentu, yaitu mengembang biakkan tanaman. Dengan pengertian ini maka kita dapat membedakan antara benih (agronomy seed / seed) dengan biji (grain) yang dipakai untuk konsumsi orang (food steff) dan binatang (feed) (Hendarto Kuswanto, 1996).

Jauhar merupakan tumbuhan atau bagiannya yang digunakan cak bagi memperbanyak dan atau memijahkan pokok kayu. N domestik muslihat tidak tertulis benih disini dimaksudkan seumpama kredit tanaman nan dipergunakan lakukan tujuan perladangan (Sadjad, 1975).

Menurut Sadjad (1975), nan dimaksudkan dengan jauhar adalah biji pokok kayu yang dipergunakan untuk keperluan pengembangan usaha berbendang, memiliki fungsi agronomis ataupun merupakan onderdil agronomi.

Mulai sejak bilang definisi di atas sejumlah berpendapat bahwa sperma ialah hasil perkembangbiakan secara generatif namun terserah juga yang mengatakan bahwa mani yaitu hasil semenjak perkembangbiakan secara vegetatif.

Terkait dengan keadaan itu signifikasi semen kian berorientasi kepada hasil perkembangbiakan pohon secara vegetatif atau generatif (Kamil, 1985).

Benih merupakan wahana produksi yang lewat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tumbuhan alas. Penggunaan incaran tanam bermutu adalah salah satu faktor nan sangat menentukan privat kemajuan pertanaman. Orang tani majuh mengalami kerugian yang sangat osean baik dari segibiaya atau waktu yangdiakibatkan oleh pemanfaatan semen nan tak bermutu maupun tidak jelas asal-usulnya. Kesalahan internal penggunaan bahan tanam akan mengakibatkan kerugian paser panjang. Penggunaan sari bermutu merupakan salah satu ki akal untuk mendapatkan pertanaman nan mampu memberikan hasil nan memuaskan (Samuel, 2010). Salah satu faktor pembatas produksi di distrik tropis adalah cepatnya keruntuhan jauhar sepanjang penyimpanan setakat mengurangi penyediaan jauhar berkualitas tinggi. Pengadaan sperma dalam jumlah yang cukup dan tepat pada waktunya sering menjadi obstruksi karena daya simpan yang rendah. Sementara itu, pengadaan benih bermutu strata merupakan unsur penting dalam upaya eskalasi produksi tanaman. Pengadaan benih sering dilakukan beberapa musim sebelum musim tanam sehingga benih harus disimpan dengan baik agar mempunyai pusat merecup yang tinggi detik ditanam kembali (Setyastuti Purwanti,2004). Input sumber akar n domestik pertanian adalah mutiara benih. Mutu benih menghampari mutiara genetik, fisiologi dan fisik. Loklok fisologik adalah dur bneih dengan daya hidup sehingga menghasilkan tanamna yang baku. Mutu bneih yang baik adalah asal produktivitas perkebunan yang lebih baik (Maharani Hasanah, 2002).

Benih species tidak, onderdil ini mencakup semua benih dari pokok kayu pertanian yang turut tercampur n domestik eksemplar dan tidak dimaksudkan bagi diuji. Semen gulma mencakup semua sperma ataupun bagian vegetatif tanaman yang termasuk n domestik kategori gulma. Juga bongkahan gulma yang berformat setengah ataupun rendah berusul secebir ukuran yang sesungguhnya semata-mata masih mempunyai embrio. Bahan tidak ataupun kotoran, teragendakan semua pecahan mani yang tidak memenuhi persyaratan baik dari komponen benih safi, mani species bukan maupun benih gulma, partikel-partikel persil, ramal, sekam, jerami dan adegan-putaran pohon seperti ranting dan daun. (Sutopo, 1984)

BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Korban dan Alat Alamat yang digunakan dalam acara I kemurnian semen adalah benih bancet, mani sawi putih dan kerikil (pungkur jauhar).

Peranti yang digunakan dalam acara I keotentikan benih adalah meja kesejatian, timbangan analitik, plano buram, penjepit kecil, kantong plastik bening dan alat tulis.

B. Prinsip Kerja Untuk melakukan otentisitas benih dilakukan cara kerja sebagai berikut :

  1. Menyiagakan sasaran dan perabot praktikum.
  2. Menitikkan benih nan masih tercampur ke privat kertas buram,
  3. Memisahkan benih bersih, jauhar tanaman tidak dan sisa benih. Memasukkan sendirisendiri ke internal kantong plastik.
  4. Mengukur benih tulen, jauhar tumbuhan tidak dan kotoran benih.
  5. Menghitung presentase benih murni, mani tanaman lain dan kotoran sperma dengan rumus: BTL = Rumpil Berat benih total pokok kayu benih lainx 100%

BM = Runyam Berat benih besaran benihmurni x 100%

KB = Terik Berat residu total benih benih x 100%

bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam varietas yang dimaksud poin nan terserang problem dan bentuknya masih dapat dikenali. Mani pokok kayu tidak, ialah jenis/ spesies lain nan ikut tercampur n domestik contoh dan tidak dimaksudkan bakal diuji. Sementara itu kotoran benih adalah benih dan putaran dari benih yang ikut terikat n domestik kamil (Nasrudin, 2009). Maksud penting berpokok uji kemurnian benih yaitu lakukan menentukan tata letak berdasarkan sulit dari contoh benih yang akan diuji alias dengan perkenalan awal lain komposisi dari kelompok sperma dan kerjakan mengidentifikasi pecah berbagai varietas benih dan partikel-pertikel lain nan terdapat intern suatu benih (Kartasapoetra, 2005). Pengujian benih suntuk berperan terdahulu, terujinya benih penting terhindarnya para peladang mulai sejak berbagai kemalangan yang dapat timbul dalam pelaksanaan gerakan taninya. Selain itu benih yang baik alias unggul ditunjang dengan tamadun teknik nan mantap, akan bisa meningkatkan berbagai komoditas pertanian (Kartasapoetra, 2003). Kemurnian mani diartikan bak komposisi dari suatu lot mani tertentu. Hal itu didasarkan pada penentuan ataupun determinasi jasmani suku cadang-komponen yang terserah dan termaktub persentase dari musykil: (1) sperma murni, (2) benih tanaman bukan, (3) benih gulma, dan (4) sasaran maupun benda ranah. Benih murni merupakan episode berpokok percontoh nan tergarap, yang diwakili oleh diversifikasi tanaman yang medium diuji; nan sreg kondisi yang sememangnya, tertulis persentase masing-masing spesies tanaman nan ada dengan pemusatan kurang berbunga lima komisi. Biji gulma menunjukkan persentase keberadaan dari biji-nilai tanaman nan disebut gulma. Sama sekali nikah ini bisa benar-benar subjektif, sehingga mungkin suatu

pokok kayu dianggap ibarat pokok kayu budidaya di suatu negara semata-mata dianggap sebagai gulma di tempat lain. Benda mati didefinisikan sebagai episode berusul satu percontoh yang bukan benih, biasanya tersusun atas patahan batang, alai-belai-bencana kerdil, hanya dapat pula bongkahan-pecahan mani, biji-biji rusak, atau biji tanaman yang belum menguning atau poin-biji gulma yang bukan termasuk dalam kriteria sebagai benih yang dimaksud. Kriteria bagi perbedaan ini pasti dan ditentukan dalam resan bikin pengujian (ISTA 2006). Sebagai langkah pertama n domestik pengujian mutu benih adalah menyenggangkan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh ISTA. Tujuan penarikan contoh adalah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok mani kerumahtanggaan jumlah yang pas cak bagi keperluan pengujian mutu jauhar. Plong prinsipnya, pengutipan contoh dilakukan dari beberapa bagian dari satu keramaian benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil benih mulai sejak beraneka macam sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sebanding. Pengujian benih di laboratorium bertujuan untuk mendapatkan embaran tentang multi suatu sperma digunakan kerjakan keperluan penghutanan (Darutiyastireni, 2010).

Sebagai langkah pertama dalam pengujian mutiara mani ialah menyisihkan komplet benih yang dapat dianggap seragam dan menetapi persyratan yang telah idtentukan oleh ISTA. Tujuan penarikan eksemplar adalah bakal mendapatkan teoretis benih nan mewakili kelompok benih internal jumlah yang cukup bakal keperluan pengujian loklok mani. Benih persawahan dan holtikultura : cak bagi sperma nan berukuran seperti mana Triticum spp maupun lebih samudra, pelik maksimum kerjakan setiap kerubungan mani yakni 20 kg. untuk benih yang makin boncel semenjak Triticum spp,

putaran dan diberi nomor, selepas itu secara acak dipilihnomor mana yang akan dipakai untuk pengujian.

  1. Metode Cawan ( Cup methode )

Cawan ditata di atas nampan dengan total dan matra tertentu. Masing – masing cawan diberi nomor dan benih ditebarkan serata mungkin sampai semua kobok terisi penuh dan benih dahulu terbagi rata. Seacara rawak dipilih mangkuk nomor berapa yang akan dipakai untuk pengujian (Inkognito, 2008). Pengujian kemurnian mani sangat penting karena merupakan bawah pecah budidaya. Apalagi budidaya pohon hortikultura. Pengujian kemurnian benih hortikultura bermanfaat untuk menghasilkan benih hortikultura yang berkualitas tinggi serta memiliki produktivitas janjang. Kejayaan budidaya sayuran penting di Indonesia suntuk ditentukan oleh ketersediaan benih sayuran yang bermutu secara terus-menerus. Sementara itu kesiapan benih lewat dipengaruhi oleh majemuk kebijakan dalam rataan pertanían makanya pemerintah Indonesia. Selain itu, heterogen aspek penunjang yang terkait dengan masalah perbenihan kembali boleh memberikan suasana nan kondusif bagi pengembangan industri semen. Goresan ini berusaha mengulas perbenihan tanaman sayuran di Indonesia dengan timah panas kondisi masa ini, keberadaan ordinansi perundang-undangan yang terkait dengan bidang perbenihan, ki aib sertifikasi dan pengawasan loklok benih, serta prospek dan tantangan pengembangan industri semen sayuran di masa yang tulat (Aswaldi Anwar,2005). Dalam praktikum yang telah dilakukan, semua objek benih dicampur. Lalu praktikan mengidas jauhar murni, jauhar tanaman lain dan sempelah sperma. Awalnya mani paduan ditimbang terlebih dahulu agar dapat mencerna berat awal

sintesis. Pasca- itu memisahnya beralaskan 3 komonen yang sudah disebutkan. Tiap-tiap dimasukkan ke dalam plastik lalu ditimbang. Berat jumlah semen awal yaitu 137,71 gr. Berat mani kalis berupa benih kangkung, semen cabai dan benih pakcoy. Mani kangkung beratnya 68,90 gr. Benih pakcoy beratnya 11,25 gr. Benih cabai beratnya 0,94 gr. Benih tanaman enggak berupa benih kedelai dan benih jagung nan masing masing beratnya 21,87 gr dan 5,75 gr. Benih sisa berupa daun, kerikil, alai-belai pasir beratnya mencapai 27,95 gr. Total pelik benih menjadi 99,21 gr. Situasi ini mengalami kehilangan berat karena mungkin terjadi kurang ketelitian saat menimbang, saat cak menjumlah ataupun saat memilah semen.

Daftar pustaka

Aswaldi Anwar. 2005. Perbenihan Sayuran di Indonesia: Kondisi Terkini dan Prospek Kulak Benih Sayuran. Bul. Agron. (33) (1) 38 – 47 (2005).

Ferdian 2010. Ilmu Persawahan. Harian Kultura. Vol. 11 (No). pekarangan : 22-31.

Hasanah, Maharani. 2002. Peran Dur Fisiologik Semen dan Pengembangan Industri Benih Tanaman Industri. Jurnal Litbang Perladangan 21(3) – 2002.

ISTA International Rules for Seed TestingInternational Seed Testing Association.Bassersdorf.: Edition 2006. Switzerland: The

Justice, Oren L dan Bass, Louis N. 1990. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Sperma. Jakarta: Rajawali Press

Kamil, J. 1982. Teknologi Benih1. Angkasa. Bandung 227 hal.

Kartasapoetra, Ance G. 1986. Teknologi Jauhar. Rineka Cipta, Jakarta.

——————. 2003. Teknologi Benih Penggarapan Benih dan Cak bimbingan Praktikum. Rineka Cipta.

Kuswanto, Hendarto. 1997. Analisis Benih. Andi, Yogyakarta.

————————-. 1996. Dasar-Sumber akar Teknologi dan Sertifikasi Jauhar.. Andi: Yogyakarta.

Purwanti, Setyastuti. 2004. Kajian hawa ruang simpan terhadap kualitas semen kedelai hitam dan bin asfar. Ilmu Perladangan Vol. 11 No, 2004 : 22- 31.

Sadjad, S. 1975. Proses Metabolisme Perkecambahan Sperma internal dasar-radiks Teknologi mani. Capita selekta. Kementerian Agronomi. Kancing. Institut Pertanaman Bogor. Bogor. 138 p.

Samuel, Purnamaningsih, S., L., dan Kendarini, N. 2010. Pengaruh Garis hidup Air Terhadap Penurunan Mutu Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max (L) Merill) Spesies Gepak Asfar Selama Dalam Penyimpanan. Agronomi, 1 (1) : 1-13.

Sutopo, Lita. 1984. Teknologi Biji. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali. 245 hlm Kartasapoetra Ance G , 1986. Teknologi Benih. Rineka Cipta, Jakarta.

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal-soedirman/budidaya-tanaman-hortikultura/1-laporan-praktikum-acara-i-kemurnian-benih/40794618

Posted by: holymayhem.com