Laporan Makala Tentang Pola Penanaman Tanaman Sayur

LAPORAN PRAKTIKUM

Asal-Sumber akar AGRONOMI

Programa III

Penghutanan

Disusun oleh :

Nama :

NIM :

Kontingen : 1

Ajudan :

Kementerian Studi, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN Tangga

Jamiah JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS Perkebunan

PURWOKERTO

2016

BAB I

PENDAHULUAN

A. Bidang Belakang

Semakin hari semakin banyak penduduk Indonesia. Kebutuhan pangan semakin meningkat. Sementara itu persediaan petak semakin berkurang. Pertumbuhan penduduk Indonesia mengikuti jajar ukur yang akan bertambah lalu cepat. Sedangkan pertumbuhan target jenggala mengajuk deret hitung. Peristiwa ini menyebabkan Indonesia kekurangan alas. Sekiranya tak ada alas Indonesia akan mengimport berbagai variasi bahan hutan. Petani Indonesia semakin tergerus karena import. Kalau kita bisa menanam pohon pangan sendiri karuan Indonesia dapat menetapi kebutuhan pangan minimal kebutuhan buat Indonesia seorang tanpa harus import.

Pemerintah akhir penutup ini menggemborkan penghutanan sendiri untuk mencapai swasembada rimba seperti pada saat revolusi hijau lalu. Reboisasi yakni langkah budidaya setelah mengamalkan persemaian. Penghijauan mempengaruhi hasil produksi karena penanaman adalah ki akal sosi dari budidaya. Sekiranya penanamna yang dilakukan tidak baik, maka hasil tanamanpun akan tidak baik juga. Penanaman yang paling mudah dilakukan yakni penanaman tanaman sayuran. Karena umur tanaman pendek, pemeliharaan tergolong mudah dan akibatnya tidak akan mengecewakan. Salah satu tanaman yang mudah ditanam ialah kangkung. Kangkung mempunyai gizi yang jenjang untuk kesegaran. Katak pula mempunyai nilai ekonomis yang pas karena setiap pasar pasti membutuhkannya. Apalagi kini kangkung sudah menjadi menu andalan restaurant-restaurant di Indonesia. Selain sayur, penanaman yang mudah bakal dilakukan yaitu penanaman jagung. Jagung bak target pengganti makanan muslihat memilki keunggulan yaitu dapat resistan terhadap cuaca apapun. Sehingga sangat cocok ditanam untuk kilap yang tidak menentu begitu juga ini.

B. Pamrih

Tujuan yang dapat dicapai privat acara penanaman yaitu :

1. Mempelajari cara menanam plural variasi tanaman baik mulai sejak golongan pohon

semusim ataupun tahunan

2. Mempelajari pendirian mengetanahkan dengan bahan nan berbeda-beda.

3. Mempelajari supremsi berbagai maacm perlakuan nan dicoba terhadap maisng-

masing tanaman.

aquatica Forsk) yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, maupun parit. Perbedaan antara bangkong darat dan bancet air terletak pada warna bunga dan bentuk mayat serta daun. Berudu air bermula putih kemerahan, batang dan daunnya lebih besar, warna batangnya hijau, sementara itu kangkung darat daunnya panjang dengan ujung runcing bercelup hijau leukore, bunganya berwarna murni.

Katak (I. reptans Poir.) merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih bermula suatu periode. Mayit tanaman berbentuk bulat tataran, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbaceous), dan berlubang-lubang. Perakaran tanaman bancet berpola perakaran tunggang dan cabang akarnya menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 – 100 cm, dan melebar secara mendatar pada cak cakupan 100 – 150 cm maupun lebih, terutama pada jenis kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.).

Sebagian ki akbar budidaya kangkung menggunakan kangkung darat. Dari bermacam-macam varietas bongkok yang diuji di Balithor Legok, hijau satu varietas yang dinyatakan unggul, yakni kecebong darat varietas Sutera. Diversifikasi tersebut dirilis berlandaskan Pertinggal Keputusan Menteri Pertanian No. 436/Kpts/TP/7/1984. Deskripsi macam Sutera adalah: produksi daunnya tahapan antara 12 – 44 ton/hektar, produksi biji 6 ton, sukma panen berangkat 39 hari setelah tanam, tipe pertumbuhan ”tegak” setinggi 45 cm atau bila dibiarkan ki bertambah dapat sampai ke 2 meter, cita-rasanya enak dan tidak berlendir, tahan terhadap penyakit karat dan virus keriting, serta cocok dikembangkan di kapling kering (Rukmana, 1994).

Kurnia tanaman kangkung adalah umur panennya nan pendek. Tanaman bangkong dapat dipanen puas umur 35 hari. Menurut Djuariah (2008), ciri tanaman kangkung siap dipanen adalah pertumbuhan tunasnya mutakadim memanjang sekitar 20 – 25 cm dan ukuran patera-daunnya cukup besar (normal). Periode pengetaman yang paling baik merupakan pagi atau senja masa sebaiknya tidak mengalami kelayuan yang mencolok akibat pengaruh guru udara yang seronok ataupun teriknya pendar matahari.

Kodok tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut pula Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Bermula berpangkal India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika (Widiyanto, 1991).

Gerakan pertanian pada dasarnya adalah memproduksi produk pertanian secara optimal. Cuma terkadang cak bagi merealisasikan hal ini kita tertabrak beberapa permasalahan, diantaranya adalah penyakit kapling yang adv minim tersedia padahal kita membutuhkan sejumlah jenis pokok kayu buat ditanam. Pelecok satu pintasan terbaru adalah dengan tehnik budidaya tumpang ekstrak.

Cak bagi bisa melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang memiliki pengaruh di antaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar surya dan hama penyakit. Penentuan keberagaman tumbuhan nan akan ditumpangsari dan saat penanaman sepatutnya disesuaikan dengan ketersediaan air nan ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal.

Janjang dan lebar judul antar tanaman nan ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadap pembelajaran cahaya matahari, lebih jauh akan mempengaruhi hasil sintesa (glukosa) dan muara terakhir akan berpengaruh terhadap hasil secara keseluruhan. Antisipasi adanya wereng masalah bukan

lain adalah bagi mengurangi resiko serangan hama ataupun komplikasi pada acuan tanam tumpangsari. Sebaiknya ditanam tanam-pohon yang memiliki wereng alias penyakit farik, ataupun bukan menjadi inang berpokok hama alias penyakit tanaman tak nan ditumpangsarikan.

Sistem tanam tumpangsari mempunyai banyak keuntungan yang tidak dimiliki pada contoh tanam monokultur. Beberapa keuntungan lega pola tumpangsari antara tak: 1) akan terjadi kenaikan efisiensi (sida-sida, pemanfaatan petak maupun penyerapan sinar matahari), 2) populasi tanaman boleh diatur sesuai yang dikehendaki, 3) dalam satu areal diperoleh produksi lebih dari satu komoditas, 4) tetap mempunyai peluang mendapatkan hasil manakala suatu jenis tanaman yang diusahakan gagal dan 5) kombinasi sejumlah diversifikasi tanaman dapat menciptakan beberapa jenis pokok kayu boleh menciptakan pengukuhan biologis sehingga dapat menekan serangan wereng dan kebobrokan serta mempertahankan kelestarian sumber pokok tanah dalam situasi ini kesuburan tanah.

Tumpamgsari seumur (inter cropping) merupakan salah satu bentuk bersumber komplet pertanaman ganda (multiple cropping) nan dilakukan plong sebidang lahan dengan pendirian mengebumikan kian mulai sejak suatu diversifikasi tanaman secara berselang porselen dalam barisan nan teratur dengan waktu penanaman nan bersamaan. Harmoni armada tumbuhan akan mempermudah privat aplikasi tindakan budidaya nan lain seperti : pengairan, pemupukan, pengendalian organism pengganggu pokok kayu (OPT) serta pemanenan.

Dalam hal ini, peratikan meneraptan sistem reboisasi tumpang sari antara jagung dengan kacang kapling. Yang mana Jagung merupakan tanaman serealia yang paling produktif di marcapada. Penyebaran tanaman jagung sangat luas karena berkecukupan beradaptasi dengan baik puas berjenis-jenis lingkungan. Milu tumbuh baik di daerah tropis hingga 50° LU dan 50° LS, dari n baruh tekor hingga ketinggian 3 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan tangga, madya, hingga rendah sekeliling 500 mm per tahun (Dowswell et al. 1996).

Kacang tanah adalah komoditas agrobisnis nan bernilai ekonomis cukup panjang dan yakni pelecok satu sumber zat putih telur dalam pola pangan penduduk Indonesia. Kebutuhan kacang tanah berpokok tahun ketahun terus meningkat, sepikiran dengan bertambahnya jumlah warga, kebutuhan gizi masyarakat, produktivitas industri pakan dan makanan Indonesia (Fachruddin, 2000).

Pola tanam berganda merupakan sistem pengelolaan lahan pertanian dengan mengkombinasikan pengintensifan dan diversifikasi tanaman (Francis,1989). Puas umumnya sistem tumpangsari makin menguntungkan dibandingkan sistem monokultur karena produktivitas lahan menjadi lebih strata, jenis barang yang dihasilkan beraneka macam, hemat n domestik eksploitasi ki alat produksi dan resiko kegagalan boleh diperkecil (Beets, 1982).

Keuntungan secara agronomis bermula pelaksanaan sistem tumpangsari dapat dievaluasi dengan kaidah menghitung Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL). Nilai ini menggambarkan efisiensi kapling, yaitu jika nilainya > 1 penting menguntungkan. (Beets,1982). Sistem tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian takdirnya diversifikasi jenis tanaman nan dikombinasikan dalam sistem ini membentuk interaksi silih menguntungkan (Vandermeer,1989).

Portal IV

PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan

Lihat ACC

B. Pembahasan

Penanaman adalah kegiatan pembenaman skor plong persil untuk memperoleh produktivitas janjang, atau bagian nan digunakan kerjakan memperbanyak/mengembangkan pohon. Pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang petak dengan mengatak pergaulan tata letak dan urutan pohon sepanjang periode musim tertentu termasuk waktu pengolahan tanah dan masa bukan ditanami selama waktu tertentu. Pola tanam suka-suka tiga macam, yakni : monokultur, rotasi tumbuhan dan polikultur (Anwar, 2012). Terdapat bermacam ragam jenis lengkap tanam nan ada di Indonesia, yaitu :

1. Monokultur

Persawahan monokultur merupakan pertanian dengan menanam tanaman sepertalian.

Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai sekadar. Penanaman monokultur

menyebabkan terbentuknya lingkungan pertanian nan lain mantap. Hal ini terbukti mulai sejak

lahan pertanian harus comar diolah, dipupuk dan disemprot dengan insektisida sehingga

resisten terhadap wereng.

  1. Rotasi Tanaman (crop rotation)

Sirkuit tanaman atau pergiliran pokok kayu adalah reboisasi dua jenis atau kian secara bergiliran pada lahan reboisasi yang sama dalam masa tahun tertentu. Seperti tumbuhan semusim yang ditanam secara bergilir privat satu tahun, dan tanaman tersebut semisal pokok kayu jagung, padi, dan ubi kayu.

Diseminasi tanam dilakukan secara beruntun selama musim dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Faktor-faktor tersebut adalah :

a) Pengolahan yang bisa dilakukan dengan menghemat sida-sida, biaya pengolahan tanah bisa ditekan, dan kebinasaan tanah ibarat akibat terlalu demap diolah dapat dihindari

b) Hasil panen secara berurutan boleh memperlancar penggunaan modal dan meningkatkan daya produksi tanah

c) Bisa mencegah serangan hama dan penyakit yang merambat d) Kondisi lahan yang selalu tertutup tanaman, sangat kondusif mencegah terjadinya erosi

e) Endap-endap komoditi tumbuhan nan diusahakan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau

  1. Polikultur

Pokok kayu polikultur terbagi menjadi bilang pola tanam, diantaranya :

a) Taruh sari (Intercropping)

Tumpangsari adalah reboisasi bertambah dari satu tanaman pada waktu atau waktu tanam yang

bersamaan pada lahan yang sama (Thahir, 1999).

b) Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping )

Ialah hipotetis tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain pohon

kiat (intern waktu tanam yang bersamaan atau masa yang berbeda). Kegunaan dari sistem

ini yaitu pada tanaman yang ke dua dapat mencagar lahan yang mudah longsor dari hujan

sampai selesai panen puas perian itu.

c) Tumbuhan Campuran ( Mixed Cropping )

Adalah penghutanan jenis tanaman campuran yang ditanam pada kapling dan tahun yang

sama maupun jarak waktu tanam yang singkat, tanpa pengaruh jarak tanam dan penentuan

jumlah populasi. Kegunaan sistem ini dapat menandingi atau menindihkan kegagalan penuaian total

(Kustantini, 2012).

Berusul berbagai pola tanam tersebut, pola rotasi tanam merupakan pola tanam nan paling

sesuai dengan kondisi lahan sawah. Kejadian ini dikarenakan pemilihan produk bakal

dirotasikan dengan tanaman padi sebagai tanaman sendi dapat disesuaikan dengan

kebutuhan dan ketersediaan air barang tidak sama dengan jagung dan ubi. Pola rotasi kembali

dapat mengimpitkan perkembangan hama dan penyakit nan tanaman.

Teoretis tanam digunakan sebagai lingkaran bikin meningkatkan kapasitas persil.

Namun saja, dalam pengelolaannya diperlukan pemahaman kaedah teoritis dan

kegesitan yang baik tentang semua faktor yang menentukan produktivitas tanah

tersebut. Kebanyakan, tata petak sempit bagi mendapatkan hasil atau pendapatan

yang optimal maka pendekatan pertanian terpadu, baik hati lingkungan, dan semua hasil

tanaman merupakan produk utama adalah pendekatan yang bijak (Handoko, 2008).

Terbit arah ekonomi, yang menguntungkan merupakan contoh tanam polikultur karena

menggabungkan berbagai tipe pokok kayu dalam suatu persil. Selain hasil produksi yang

beranekaragam, contoh tanam polikultur juga dapat mengurangi penyebaran hama dan

penyakit tanaman.

Riuk suatu faktor yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung adalah

dengan pengaturan jarak tanam. Pengaturan jarak tanam untuk tanaman sangat diperlukan

agar setiap individu tanaman bisa memanfaatkan semua faktor lingkungan tumbuhnya

dengan optimal, sehingga didapatkan pohon nan tumbuh dengan subur dan seragam

yang alhasil produksi bisa dicapai secara optimal. Jarak tanam mempengaruhi populasi

tanaman, efisiensi penggunaan cuaca, urut-urutan wereng komplikasi dan kompetisi antara

tanaman dalam penggunaan air dan atom hara. Penentuan jarak tanam jagung dipengaruhi

maka dari itu: (a) jenis/keberagaman jagung yang ditanam, (b) pola tanam, (c) kesuburan tanah, dan (d)

bagian tanaman yang akan dipakai sebagai pendekatan ekonomi. Jarak tanam yang tidak

teratur akan mengakibatkan terjadinya kompetisi baik terhadap binar matahari, air,

maupun unsur hara, jarak tanam nan berhimpit mengakibatkan proses penyerapan zarah hara

menjadi kurang efesien, karena kondisi perakaran didalam lahan yang ubah bertaut

sehingga kompetisi antar tanaman dalam mendapatkan atom hara menjadi lebih besar.

Dominasi jarak tanam lega satu areal tanah pertanaman adalah salah satu cara

yang berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai. Makin rapat jarak tanam menyebabkan

kian banyak tanaman yang lain berbuah. Harjadi, (2002) mengatakan bahwa jarak tanam

melakukan penyulaman tanaman yang tak bertunas karena peluangnya untuk tumbuh

normal sangat kerdil dan biasanya tongkol yang terjaga lain kebal angka (Suryana, 2003).

Jika mau memperoleh keuntungan yang maksimal, mudah-mudahan memakamkan pada waktu

yang tepat. Yang dimaksud waktu nan tepat yaitu menanam takdirnya prediksi harga pasar tinggi

momen panen. Sehingga tingkat ekonomi akan meningkat. Menanam juga harus

mencacat kondisi pasar. Jikalau tanaman yang ditanamn mutakadim banyak di pasar,

sebaiknya menukar pohon dengan diversifikasi tak karena harga akan merosot lewat jauh.

Biaya produksi akan lebih samudra daripada penelaahan.

Lega praktikum program penanaman, praktikan belajar membudidayakan jagung dan

kodok. Benih milu dan kangkung dipilih dengan kualitas yang bagus. Tanahpun diolah

semoga gembur. Benih ditanam menggunakan tugal. Setelah ditanam, tanaman milu dan

kangkung dipelihara agar tanaman tumbuh baik.

Bab V

Kesimpulan DAN SARAN

A. Konklusi

Berdasarkan data hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa :

B. Saran

Seyogiannya acara penanaman menuduh pendar nan semenjana tidak terduga. Jika

hujan, sebaiknya media tanam diletakkan di green house agar praktikan tidak sakit karena

kehujanan terus menerus

Suryana, A. 2003. Tata Tanaman Terpadu. Jasad Litbang tanaman Pangan

Sutarya, R., dan Gerrard Grubben. 1995. Pedoman Bertanam Sayuran DataranRendah.

Gajah Mada University Press.

Syafruddin dan Saidah. 2006. Produktivitas jagung dengan otoritas jarak ta-nam dan

penjarangan tanaman padalahan kering di Lembah Palu. Kronik Investigasi Pertanian,

25(2): 129−134.

Tobing, M. P. L. dan B. P. Tampubolon, 1983 tanama jenggala/ Salae. Fakultas

Pertanaman Universitas Sumatera Utara, Panggung. 145 situasi.

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal-soedirman/dasar-agronomi-fundamental-of-agronomy/3-laporan-praktikum-acara-iii-penanaman/40594172

Posted by: holymayhem.com