Langkah Langkah Membuat Bisnis Telur Asin Dan Analisanya Untuk Pemula

PROPOSAL USAHA

PEMBUATAN TELUR Masin

HASIL BUDIDAYA Piaraan UNGGAS PETELUR

Disusun oleh:

Nama         : ZAKIYAH ULFA ARYANI

KELAS     : XII ADP 3

Kementerian AGAMA RI


SEKOLAH Semenjana KEJURUAN Lengkung langit
EGERI (
SMK
) 1

PEKANBARU


Jl.

Semeru


No. 16

Telp. (0736) 21845



Hari Tanzil 201
5
/201
6


KOTA

PEKANBARU



Prolog Pengantar



Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur

saya

panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas petunjuknya

saya

dapat mengatasi makalah sesuai dengan tugas nan diamanahkan kepada

saya
, sehingga

usulan

ini boleh terselesaikan secara tuntas. Dan tentunya dengan hadiah-Nya jualah penulis boleh memecahkan penulisan Makalah ini  pada waktunya.



 Shalawat beriring salam tak lega-puasnya kita kirimkan kepada junjungan tunggul Nabi Lautan Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau,

saya

bisa rasakan hidup nan modern, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan.



Harapan saya semoga makalah dengan judul “PEMBUATAN TELUR Masin”


ini membantu saya n domestik panunjang penilaian kerumahtanggaan mata les

KEWIRAHUSAHAAN

, moga menjadi kian baik.


Tawaran

ini saya akui masih banyak kekurangan. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para hawa, dan teman sekalian untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun buat keutuhan makalah ini, sehingga saya dapat memperbaiki susuk maupun isi makalah ini, sehingga kedepannya boleh lebih baik.



Wassalamualaikum Wr.Wb




Pekanbaru
,

18


November

20

15


                                                                                                            Katib




DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………………………………..



Alas kata PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………



DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………..




BAB. I PENDAHULUAN………………………………………………………………..




1.1 Latar Birit………………………………………………………………………………………….



1.2 Rumusan Komplikasi …………………………………………………………………………………….



1.3 Intensi ……………………………………………………………………………………………………..




BAB. II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………





Portal. III METODOLOGI ………………………………………………………………




3.1 Bahan dan Alat ………………………………………………………………………………………..



3.2 Kaidah Kerja………………………………………………………………………………………………..




BAB. IV Penutup………………………………………………………………………..




4.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………….



4.2 Saran………………………………………………………………………………………………………..



Daftar bacaan………………………………………………………………………………………………..




Ki. I PENDAHULUAN




1.1 Latar Birit Masalah



Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin panjang lidah, merambat kepada setiap aspek kehidupan, tingkat persaingan nan semakin tinggi memaksa setiap orang lebih jeli dalam membaca setiap kebolehjadian intern usaha mengembangkan ketangkasan dan keahliannya untuk menjawab tantangan zaman. Rendahnya tingkat keterampilan dan keahlian  yang dimiliki makanya sebagian besar penghuni Indonesia yakni keseleo satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.



Padahal aksi yang dilakukan pemerintah dalam membinasakan kemiskinan dan kedunguan sudah menjadi agenda utama bersumber pemerintah. Salah satu contoh yaitu dengan menyulut wajib belajar 9 Tahun dan menerimakan pinjaman dengan suku bunga ringan bikin meningkatkan taraf umur bangsa Indonesia tersebut. Namun semua itu ternyata tidaklah cukup, karena belum didukung oleh mata air taktik manusia nan terampil dan berkeahlian yang boleh dimanfaatkan untuk membuka kemungkinan operasi, menciptakan lapangan kerja sendiri, atau berkreasi yang menghasilkan tentunya nan dapat berdampak sreg penyelidikan terhadap tingginya kredit pengangguran, tingginya angka  kemiskinan nan suka-suka di Indonesia tersebut.


Kebolehjadian untuk mendapatkan penghasilan yang memadai dan menguragi pengangguran terlampau banyak dan ki berjebah di sekitar kita. Salah suatu diantaranya produksi telur yang dihasilkan maka dari itu hewan unggas yang dipelihara secara manual maka dari itu umum menciptakan kebolehjadian yang sangat tepat. Telur-telur yang hanya dikonsumsi secara tersisa dan kebutuhan lakukan jamu sebenarnya cukup menjajikan jika dikelola maka dari itu tenaga-tenaga terampil sehingga telur yang dibuat menjadi ki gua garba sederhana bisa dihasilkan telur yang bergizi tinggi bagaikan lambung dan dapat menghasilkan keuntungan nan cukup besar. Contohnya pembuatan telur payau yang sangat laku gentur dipasaran.



1.2 Rumusan Masalah



Makalah ini akan merumuskan tiga persoalan tentang  Telur Asin. Masalah –  penyakit tersebut boleh dirumuskan umpama berikut :


1.


Untuk memahami bagaimana cara pembuatan Telur Asin !


2.


Apa doang kandungan gizi di dalam Telur Masin ?


3.


Apakah dengan prinsip pengasinan tersebut boleh membuat awet Telur ?



1.3 Tujuan



Sesuai dengan perumusan penyakit, tujuan pembuatan referat ini adalah laksana berikut :


1.


Bagi mencerna cara pembuatan Telur Payau.


2.


Apa sajakah kandungan gizi internal Telur Asin.


3.


Buat mencerna apakah dengan mandu pengasinan itu dapat membuat awet Telur.



Bab. II TINJAUAN Referensi



Telur adalah alat dan pendirian berkembang biak bagi unggas dan sebagian fauna. Telur secara alami disiapkan maka itu induknya bagi merebeh kehidupan dan perkembangan embrio dengan arketipe.

S

elain dibungkus dengan kulit yang gentur sebagai pelindung, telur sekali lagi dilengkapi dengan objek makanan yang abstrak.


Bikin manusia, telur dipandang dari dua sudut. Pertama, sebagai jalan membiakkan ternak, dan kedua ibarat sumber ki gua garba yang bervitamin hierarki. Oleh sebab itu, produksi telur tanpa pembuahan mulai dikembangkan. Populerlah ayam ras petelur, pelir puyuh, dan bebek dikandang,


Telur masin adalah telur segak nan diolah dalam keadaan utuh, diawetkan sekaligus diasinkan dengan mengunakan target gram . Telur itik yang diasin mengandung keuntungan seperti :


·


nilai ekonomis telur boleh ditingkatkan


·


menyempurnakan selera pengguna telur itik


·


Nilai gizi telur boleh dipertahankan internal waktu relative lama


·


merupakan alternatif pemasaran disamping telur segak



Syarat syarat telur yang akan diasin:





·


harus Telur masih segak dan mentah


·


telur sudah diberesihkan bersumber kotoran


·


kulit telur masih utuh cakrawala
i
dak retak


·


sebelum diasin telur harus diamplas untuk memudahkan proses pengasinan


Telur asin ialah telur itik nan tergarap dalam keadaan utuh, dimana rezeki garam didalam telur dapat menghambat perkembangan organisme dan serta merta menerimakan aroma nan khas, sehingga telur dapat disimpan dalam waktu relatif lama. Suka-suka beberapa kaidah pengasinan telur itik, tetapi pad dasarnya dapat dibagi 2 yakni prinsip basah dan cara kering. Mandu basah yakni dengan menyalurkan telur itik dalam larutan garam jenuh, sedangkan mandu kering yaitu dengan menggunakan korban pembungkus, baik dari incaran tanah liat, bubuk bata ataupun menggunakan garam atau bahan bukan yang sudah dicampur dengan garam.


A.






T


elur asin prinsip pembungkusan kering (dry packing)





·


Bahan pengawet dan ukuran

:



buat 100 butir telur perlu sintesis bata biram 1 kg ,abu 1 kg, garam 0,5kg, asam sendawa 25 gr
.


·


Mandu :


C
ampurkan mangsa pebgawet setakat terbentuk adonankemudian telur disimpan sampai 2 ahad telur masin siap di pasarkan.



B.






Telur masin mandu perendaman (immersion in liquid)





·


Bahan dan ukuran

:



100 granula telur butuh 10 liter air 3 kg garam,13 gram asam sendawa (1%)


·


Cara :



L
arutan target pengawet dimasak setakat mendidih,lalu didinginkan,telur yang telah dicuci bersih sampai 2 ahad kemudian di rebus disimpan puas master kamar.



C.






Telur asin sistem gadap





·


Bahan:



Dibuat adaonan garam dengan batu abang atau lendut


·


Cara:


Telur yang telah di cuci, masukkan ke adonan selama 10-15 hari, habis digulung dalam bancuhan abuk, garam dan disimpan kerumahtanggaan boks ditempat duga lembab.



D.






Telur payau sistem lagadap





Tepi langit
elur nan telah dicuci bersih benamkan pada cair garam dapur pekat selama 7-8 perian lewat dicuci dan direbus (tahan 2 minggu)


Cak semau sekali lagi cara pengawetan telur yang mempertahankan rasa aslinya


1.


Telur dengan asli sistem alfin


Telur sehat umur 2 hari dicuci bersih, digosok dengan kapas beralkohol (95-960) sangat dicelupkan privat cairan parafin temperatur 50-60 C selam 10 menit keringkan dan simpan ditempat nan kesepakatan (resistan 6 bln)
.


2.


Telur dengan rasa zakiah sistem akasia


Kilit akasia (240 gr) ditumbuk, dicampur air (20 liter) direbus sejauh 1 jam. Setelah hambar telur direndam pada larutan tsb
.


3.


Telur denagn rasa tulen sistem MIPA


Telur segar dicelupkan dalam minyak kelapa (0,25 liter) denagn posisi lancip dibawah ( resistan 3 minggu)
.


4.


Telur dengan rasa kalis sistem kanpla
.


Ufuk
elur sehat yang telah dibersihkan dimasukkan dalam kantong plastik/dirangkap tutup kantong dalam kantong abadi abadi ( tahan 3 minggu)


A
da beberapa pendirian pengasinan telur itik yang semuanya menunggangi incaran terdahulu garam ialah
:



  1. Cara pengasinan telur ”halidan”





Yaitu pengasinan telur yang memperalat bahan pembungkus persil liat dan garam dengan perbandingan 1;1 telur yang diasinkan dengan cara ini bisa disimpan selama 30 waktu



  1. Cara pengasinan telur ”pindan”





Adal
a
h pengasinan telur yang menggunakan bahan pembungkus serbuk gergaji dengan rasio 1:1:1 telur yang diasinkan dengan pendirian ini bisa di pertahankan selam 30 hari



  1. Cara pengasinan telur ” dsaudan”





Adalah pengasinan telur nan menggunakan bahan pembungkus nasi, dan garam dengan perbandingan 1:1 telur nan diasinkan dengan mandu ini bisa disimpan selama 180 hari



  1. Cara pengasinan telur ” cairan garam jenuh”





Adalah pengasinan telur nan menggunakan air garam skala bahan adalah 1:1 alias 1:2 telur nan diasinkan dengan cara ini bisa di pertahankan/disimpan selama 15 hari


5.




Prinsip pengasinan telur ”brebes”





Adalah pengasinan telur yang menggunakan bubuk batu merah, garam, Minuman keras/arak, sendawa dan gula kawung penggunaan Ciu/arak sebagai pembentuk tapal berguna untuk menyabarkan bau anyir pada telur itik. Salpeter untuk mempertahankan warna albumen dan kuning telur sukrosa biram cak bagi menetralisasi rasa pahit salpeter



Gerbang. III METODELOGI



3.1

Bahan dan Perabot



a.


Perabot :


1)


Ember



2)


Perabot pengocok


3)


Kenceng tanah atau panci


4)


Toples ataupun ajang penyimpan telur


5)


Cemping lap


b.


Target :


1)


Telur bebek ataupun itik



2)


Abu gosok atau batu bata


3)


Garam


4)


Amplas


5)


Air




3.1






Mandu KERJA



1.


Memilah-milah telur yang bermutu baik (tidak retak ataupun busuk).


2.


Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat, kemudian keringkan.


3.


Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya melenggong.


4.


Bakal kocokan pengasin yang terdiri dari campuran serdak gosok dan garam, dengan perbandingan sama (1:1). Dapat lagi digunakan adonan yang terdiri dari fusi tepung batu bata dengan garam.


5.


Tambahkan adv minim air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta.


6.


Basung telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling meres telur, taksir-kira setebal 1~2 mm.


7.


Simpan telur dalam kuali atanah atau timba plastik selama 15 ~ 20 hari. Usahakan agar telur enggak pecah, simpan di tempat nan bersih dan melenggong.


8.


Sesudah selesai bersihkan telur berpunca adonan kemudian rendam dalam larutan the selama 8 hari (bila perlu).



BAB. IV Penutup




4.1 Deduksi



Berpangkal yang mutakadim di paparkan pada halaman-jerambah sebelumnya, boleh di simpulkan bahwa, alat pencernaan vitamin kerumahtanggaan telur payau,
Warisno (2005:3)
Menyatakan bahwa telur bebek juga mengandung mineral kalsium dan magnesium. Telur memenuhi barometer sebagai bahan makanan nan bernilai biologi tinggi karena proteinnya mudah dicerna dengan koefisien cerna 96%. Dibandingkan dengan daging sapi, beras, dan jagung, nilai biologi protein telur bebek paling tataran karena mudah dicerna oleh tubuh, telur sangat cocok dikonsumsi terutama oleh anak balita (membutuhkan protein 15 gram per masa).



Di samping itu pula dengan cara pengasinan ini dapat membentuk

Telur payau menjadi lebih kuat sebab garam selain memberi rasa asin berfungsi seumpama pengawet. Garam yang merasuk kedalam telur berfungsi umpama antiseptik dan pengendali mikrob penyebab fermentasi.



Dan dengan adanya pembuatan makalah ini pula bisa diketahui bagaimana cara pembuatan pengasinan Telur asin tersebut, yang mana boleh di lihat pada halaman-halaman sebelumnya.



4.2 SARAN



Penulis mencitacitakan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat lakukan pembaca. Kemudian keterampilan dan kepakaran yang telah diperoleh berbunga makalah ini bisa berdaya manfaat bagi kita semua, bahkan dapat menimbul pengusaha telur asin yang memiliki ulas pasar yang luas, fertil memberikan peluang kerja buat masyarakat selingkung, dan juga bikin boleh mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang fit dalam hal rakitan probabilitas kerja nan produktif.


Terakhir penulis mencitacitakan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan bukan lupa penyadur pun mendambakan kecaman dan saran yang sifatnya membangun kerjakan lebih memenuhi isi ketimbang referat ini. Mudah – mudahan Tuhan bosor makan menitikkan ridho dan kasih caruk-Nya kepada kita semua. Amin.



DAFTAR Pustaka



Warisno.2005.

Takhlik Telur Payau Aneka Rasa
. Jakarta : PT Agromedia Teks



Source: https://mynewblogzakiyahulfaaryani.blogspot.com/2016/01/proposal-usaha-pembuatan-telur-asin.html

Posted by: holymayhem.com