Lahan Kering Di Tanami Sayur Kacang Di Sebut


  1. Kacang Kapling (Arachis hypogaea L.)

Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan sejenis spesies              kacang-kacangan dari famili leguminoceae yang berasal semenjak Amerika Daksina,tepatnya berasal dari Brazilia. Bin tanah merupakan sekaum tumbuhan tropika. Engkau tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm                       (1 sampai 1½ kaki) dan memperlainkan daun-daun mungil. Penghutanan permulaan siapa dilakukan oleh individu Indian (kaki nirmala bangsa Amerika). Di Kontinen Amerika penanaman berkembang yang dilakukan maka dari itu pengelana semenjak Eropa. Bin Lahan ini pertama kali masuk ke Indonesia pada  awal abad ke-17, dibawa oleh pelimbang Cina dan  Portugis.  Nama tidak dari kacang cina yakni kacang una, suuk,  kacang jebrol,  bin bandung, bin tuban, kacang kole, polong banggala. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut”ataupun“groundnut”.

Eksploitasi kacang petak bakal kebaikan anak adam ambillah luas.  Kacang tanah banyak mengandung zat putih telur dan fruktosa.  Selain itu, tembolok minyaknya pun hingga ke 50%.  Patera tanaman ini termuat bersirip genap dengan catur momongan daun.  Anak daun berbentuk lonjong dengan panjang 2-4cm.  Daun-daun ini akan berguguran mulai berusul bagian bawah, apabila polong sudah cukup berida.  Bunga kacang cina muncul puas ketiak daun setelah tumbuhan berumur sekitar  4-6 minggu.  Bunga kacang ini berbentuk kupu kupu dan berwarna asfar.

Kerjakan bisa mencapai pertumbuhan yang optimal, pokok kayu ini mempunyai syarat merecup yang harus dipenuhi, syarat tumbuh itu adalah tanah yang endut-endut dengan pH antara 6 – 6,5, agak lembab dan drainase baik. Persil yang berdrainase buruk akan menyebabkan akar dan polong busuk.  Sebaliknya jika bersisa kering pertumbuhan akan merana dan polong tidak terdidik. Pohon ini lagi menghendaki curah hujan yang ideal antara 45-200 mm/wulan.  Ketinggian kancah yang baik untuk tanaman ini antara 0,5 – 500 m dpl.  Kacang tanah sekali lagi menghendaki penyinaran rawi munjung.

Faktor lingkungan ini adv amat mempengaruhi kronologi dan pertumbuhan tanaman kacang cina, karena bagi mengaras hasil yang optimal orang tani harus bisa menyediakan molekul-atom yang dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah.

Didalam polong lahan terdapat bakteri rizobium yang dapat serentak memanfaatkan nitrogen dari udara, sehingga tanaman ini akan tumbuh baik kendatipun tidak dipupuk pupuk nitrogen atau cendawan kimia.  Dengan tidak melakukan pemupukan berarti dapak menghemat pengeluaran dan menekan biaya produksi, sehingga pendapatan pekebun akan lebih banyak.

2. Macam-macam Varietas Unggul

Variasi tanaman kacang tanah yang cak semau di Indonesia ada dua macam yakni tipe tegak dan tipe merebak.  Tipe bersimbah adalah varietas kacang yang tumbuh verbatim atau sedikit miring keatas, buahnya terdapat puas ruas-ruas dekat rumpun, umurnya genjah atau berumur ringkas.  Dan selain itu kemasakan buahnya serempak.  Sedangkan keberagaman menjalar adalah variasi yang merecup kearah samping, mayat terdepan berdimensi panjang, buahnya terdapat puas ruas-ruas nan berkembar dengan kapling, dan umumnya berusia janjang.

Keberagaman polong persil yang galibnya ditanam petambak di sebagian distrik Indonesia merupakan varietas gajah dan macam banteng, namun senyatanya masih banyak variasi kacang tanah yang dapat dipilih dan dijadikan perbandingan sehingga manghasilkan hasil yang paling optimal.

Variasi unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Daya hasil Tinggi
  2. Umur pendek (genjah) antara85-90 hari
  3. Hasilnta stabil
  4. Tahan terhadap ki aib utama (karat dan noda daun)
  5. Toleran terhadap kekeringan alias kapling becek

Macam polong petak di Indonesia yang terkenal, yaitu:

  1. Bin Brul, berumur singkat (3-4 bulan).
  2. Kacang Cina, berumur panjang (6-8 wulan).

Penyaringan tipe sebaiknya selain menuduh produksinya dan adaptasinya terhadap lingkungan kembali menyerang kebutuhan pasar. Bakal kacang garing misalnya makin baik digunakan varietas berbiji dua dengan gambar kredit dan bin yang bagus sebagaimana Jerapah, Kancil, dan Tuban.

3. SYARAT PERTUMBUHAN

      1. Iklim

  • Curah hujan angin yang sesuai cak bagi tumbuhan kacang cina antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan angin yang terlalu berkanjang akan mengakibatkan tanggal dan rente tidak terserbuki oleh tabuhan. Selain itu, hujan angin yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
  • Suhu udara buat tumbuhan kedelai tanah tidak terlalu rumit, karena suhu udara minimum lakukan tumbuhnya kedelai tanah sekitar 28–32 derajat Celcius. Bila suhunya di bawah 10 derajat Celcius menyebabkan pertumbuhan tumbuhan sedikit terhambat, lebih lagi jadi mungil dikarenakan pertumbuhan anak uang yang abnormal sempurna.
  • Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. Adanya curah hujan yang janjang akan meningkatkan kelembaban bersisa tinggi di sekitar pertanaman.
  • Penyinaran sorot rawi secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang kapling, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

      2 Sarana Tanam

  • Jenis persil yang sesuai untuk pokok kayu kacang tanah adalah macam kapling yang kenyatkenyit/bertekstur ringan dan makmur.
  • Derajat keasaman tanah yang sesuai bagi budidaya bin tanah adalah pH antara 6,0–6,5.
  • Kekurangan air akan menyebabkan pohon kurus, kecil, layu dan akhirnya mati. Air yang diperlukan tumbuhan berasal berasal perigi ataupun sumber air nan ada disekitar lokasi reboisasi. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang enggak terlalu becek dan tidak terlalu sangar, baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

     3. Jalal Ajang

         Ketinggian medan nan baik dan paradigma untuk pokok kayu polong tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. Jenis kacang

         tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian panggung tertentu bakal dapat merecup optimal.

3.TAHAPAN Penghutanan Bin Kapling

      1. Pembibitan

  1. Persyaratan Benih

      Syarat-syarat mani/bibit bin tanah yang baik ialah:

  1. Mulai sejak dari tanaman yang yunior dan varietas unggul.
  2. Sosi merecup yang strata (lebih bermula 90 %) dan sehat.
  3. Jangat benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
  4. Murni atau bukan teraduk dengan tipe tidak.
  5. Takdir air semen berkisar 9-12 %.
  6. Penyediaan Mani

      Pengemasan benih kacang petak meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Semen dilakukan secara generatif (angka).
  2. Benih mudah-mudahan tersimpan internal kaleng gersang dan tertutup rapat.
  3. Benih nan baik tersimpan internal situasi kersang yang tegar.
  4. Benih diperoleh terbit Balai Benih atau Penangkar Jauhar yang telah ditunjuk oleh Aula Sertifikasi Benih.

Kuantitas benih yang dibutuhkan n domestik penanaman dapat dihitung dengan cara mengerti sampai-sampai sangat daya kecambah atau daya merecup dari benih tersebut, sehingga sekiranya daya merecup sudah diketahui, kita telah dapat memperkirakan dan menotal total benih yang diperlukan bakal ditanam.

      2. Penggarapan Media Tanam

  1. Persiapan

Pengukuran luas lahan sangat berguna cak bagi mencerna berapa total semen yang dibutuhkan. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang lahan.

  1. Perkenalan awal Lahan

Pembukaan lahan puas intinya yakni pengumbahan lahan berpangkal segala apa macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar susu-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan petak lakukan melampiaskan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan kebobrokan nan mungkin ada. Pembajakan dilakukan dengan hewan peliharaan, seperti kerbau, sapi, ataupun lagi dengan mesin traktor. Pencangkulan dilakukan plong sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan radas garu sampai tanah siap untuk ditanami.

      3. Pembentukan Bedengan

Bagi memudahkan pengaturan penghutanan dilakukan pembedengan sesuai  dengan  ukuran  yang  telah  ditentukan,  yaitu untuk  lereng  agak

curam jarak tanam cukup 0,5 m dan untuk lahan yang enggak begitu kencong dapat antara 30–40 meter. Sedangkan lakukan petak datar, luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. Ketebalan bedengan antara               20–30 cm.

  1. Pengapuran

Untuk menaikkan pH tanah, terutama plong lahan nan berkepribadian sangat masam, perlu dilakukan pengapuran. Dosis nan absah digunakan untuk pengapuran pron bila pembajakan adalah 1-2,5 ton/ha dicampurkan              dan diaduk hingga merata. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

.      5.  Pemupukan

Pemupukan adalah bikin menaik partikel-unsur hara yang diperlukan tanaman. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan ialah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Semua dosis serat diberikan kapan tanam. Pupuk dimasukkan di kanan dan kidal korok tugal dan tugal dibuat sangkil-kira 3 cm.

  3. Teknik Penghutanan

  1. Penentuan Pola Tanam

Pola tanaman harus mengamati musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm alias 30 x 20 cm. Pada lahan yang kurang subur dapat ditanam makin berapatan adalah 40 x 10 cm alias 20 x 20 cm.

  1. Pembuatan Gorong-gorong Tanam

Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak sebagaimana yang mutakadim ditentukan di atas.

  1. Cara Penghijauan

Membeda-bedakan benih kedelai nan telah memenuhi syarat benih bermutu jenjang. Masukan jauhar satu atau dua butir ke privat lubang tanam dengan tanah tipis. Tahun tanam nan paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan puas wulan April-Juni (palawija I) alias bulan Juli-September (palawija II). Sementara itu cak bagi lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian jauhar sedarun ditanam paling kecil lambat 6 jam.

    4. Preservasi Tanaman

  1. Penyulaman

Penyulaman dilakukan bila cak semau benih yang hening ataupun tidak bertunas, buat penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (selepas nan tak tertentang merecup ± 3-7 hari sehabis tanam).

  1. Penyiangan

Penyiangan dilakukan bagi pergi hama dan penyakit tanaman. Pun agar pohon yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada semangat 5-7 hari.

  1. Pembubunan

Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di provinsi barisan sehingga membentuk onggokan yang membentuk memulur sepanjang legiun pokok kayu.

  1. Pemupukan

Kacang persil membutuhkan hara kalsium nan cukup lakukan pembentukan polong dan pencantuman poin.  Karena itu, kapur pertanaman atau dolomit perlu diberikan sebanyak 300-400 kg/ha. Waktu pemberian pupuk yaitu pada saat berumur 3-4 MST maupun sekeliling 21 HTS  bersamaan pada penyiangan kedua ataupun minimal lambat tanaman saat mulai berpokok.

Adapun takaran pupuk kurang lebih perumpamaan berikut :

  1. SP-36 (100 kg/ha)
  2. ZA       (100kg/ha)
  3. KCl     (50 kg/ha)

Ataupun sesuai dengan rekomendasi Penyuluh setempat. Selain ditaburkan pupuk lagi dapat siramkan atau dikocor sama dengan POC NASA yg mutakadim dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol            (500-100 CC) diencerkan dengan air seadanya bakal setiap 1000 m2        (10 -20 botol/ha). Pupuk tak bisa diberikan disesuaikan dengan dosis puas label kemasan.

Pemberian pupuk MiG-6PLUS pada saat pelestarian plong usia 3 minggu dan 6 ahad selepas tanam, apabila menunggangi sperma berumur sedang alias panjang (90-120hari), diperlukan tambahan pupuk MiG-6PLUS pada umur 9 minggu. Rahmat masing-masing 2 liter per hektar

Pemberian larutan MiG-6PLUS di tanah disekitar perakaran.

  1. Pengairan dan Penyiraman

Tali air dilakukan agar tanah ki ajek lembab. Bagi menjaga kelembaban sreg musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman bermula tak dilakukan pendirusan, karena bisa menggganggu penyerbukan.

  1. Waktu Penyemburan Racun hama

Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman semoga dilakukan pada sore atau lilin lebah hari. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan tipe wereng yang mencaci pohon tersebut.

  1. Pemeliharaan Tidak

Hal-situasi bukan yang sangat menubruk faktor perawatan bisa dilakukan, asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan semi dan anak uang serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kebugaran tanaman).

      5. Hama dan Penyakit

  1. Hama puas kacang tanah Tuma Aphis

Kutu Aphis bermatra 0,8 mm. Serangga ini berkembang biak dengan cepat secara partenogenesis dan siklus hidupnya berlangsung selama 6 waktu. Serangga dewasa biasanya tidak bersayap, tetapi apabila kualitas pakan menurun atau ruang geraknya semakin menyempit, maka Aphis akan menciptakan menjadikan sayap buat tujuan migrasi. Proses pembentukan sayap sudah terjadi sejak stadium nimfa.

Kacang cina merupakan salah satu tanaman inang Aphis. Kesediaan Aphis di pertanaman polong lahan terjadi mulai tanaman muncul di atas permukaan lahan setakat menjelang penuaian, Kutu ini bertambah menyukai bagian tanaman yang mulai dewasa, seperti pucuk dan gandar cangkul daun remaja, tetapi lega hal populasi tinggi dapat tersebar mencapai bagian pohon nan tua.

       2. Wereng Empoasca

Wereng Empoasca berwarna bau kencur kekuningan atau putih. Empoasca nan berwarna bau kencur kekuningan bersayap yunior pucat dan tarsi berwarna hijau, sementara itu Empoasca yang berwarna putih punya sayap depan dengan calit merah. Imago Empoasca berukuran tubuh 2,5 mm, meletakkan telur di dalam mesofil daun.

Urut-urutan telur sebatas menjadi dewasa berlangsung 18-25 hari. Selain kacang persil, Empoasca juga menyerang kacang, kacang hijau, kacang tungggak, dan cabe. Serangan hama ini menyebabkan gejala matang, terutama lega ujung daun.

      3. Tungau merah

Bukan tekor dari 100 jenis tanaman bisa menjadi tanaman inang tungau ini. Beberapa di antaranya adalah polong, ubi kayu kayu, kapas, sitrus, tomat, dan papaya maupun kacang tanah.

     4.  Pengorok daun

Selain menyerang kacang persil, pengorok patera lagi menyerang kedelai dan kacang tunggak. Akibat serbuan hama ini, daun menjadi terlipat sepanjang tulang terdepan daun dan berwarna kecoklatan. Serangan hebat menyebabkan daun sebagian malar-malar seluruhnya menjadi berkeluk-keluk.

     5. Penggulung daun

Penggulung daun memiliki inang tanaman kacang cina dan heterogen jenis kedelai-kacangan lainnya. Ciri khas belatung yakni terdapatnya dua bercak hitam lega kedua sisi prothorax. Sesuai dengan namanya, larva berkampung di dalam gelung daun. Gelendong patera mulai dibentuk maka itu larva muda puas bagian pucuk, gelanggang telur diletakkan. Sehabis bertunas menjadi kian besar, larva berpindah ke daun nan lebih tua. Gulungan daun dibentuk dengan pendirian merekatkan daun satu dengan lainnya dari sisi dalam dengan semacam zat perekat yang dikeluarkan maka itu larva yang bersangkutan. Bila gelung daun dibuka, akan dijumpai belatung bercat hijau semerawang yang bergerak cepat. Sejauh beralamat di dalam puntalan daun, larva memakan daun sehingga terpandang tetapi tulang daunnya saja nan tersisa.

    6. Ulat jengkal

Bernga ulat mago jengkal berwarna hijau dan bergerak sebagaimana menjengkal. Larva tua n kepunyaan ciri idiosinkratis, merupakan adanya tungkai gelap sebanyak tiga pasang dan garis lateral bercelup pucat lesu sebanyak tiga pasang yang mendapat dari mesonotum hingga ujung abdomen. Tubuh larva menyempit pada bagian apikal dengan kepala kecil, dan bila direntangkan, panjangnya 3 cm. Stadium bernga terdiri atas lima instar. Umur bernga berkisar antara 14-19 masa dengan lazimnya 16 waktu.

   7. Larva grayak

Larva larva grayak memiliki ciri tunggal, yaitu terdapatnya dua buah tutul hitam sebagai halnya wulan sabit pada tiap ruas abdomen, terutama ruas keempat dan kesepuluh nan dibatasi oleh garis-garis lateral dan dorsal bercat kuning yang membujur sepanjang badan. Sehabis telur menetas, larva tinggal untuk sementara waktu di tempat telur diletakkan. Beberapa hari kemudian, larva tersebut bertaburan. Larva tua bersembunyi di dalam lahan pada siang hari dan giat menyerang tanaman pada malam tahun. Stadium larva terdiri atas enam instar dan berlanjut selama 13-17 musim dengan rata-rata 14 tahun. Pupa terbentuk di dalam sinus-rongga di dalam persil, damping meres tanah. Stadium pupa berlantas selama 7-10 hari dengan umumnya 8,5 hari. Stadium imago (ngengat) berlangsung selama 1-13 hari dengan kebanyakan 9,3 hari.

   8. Heliothis

Heliothis (Helicoverpa armigera) merupakan hama pemakan daun dan bunga kacang persil. Selain kacang tanah, tanaman inangnya ialah bin, tembakau, jagung, garai, kapas, kentang, jamur hijau, sayur-sayuran, dan tumbuhan hias. Larva tua berwarna-warni; hijau kekuningan, yunior, kecoklatan atau merentang hitam dengan garis lateral yang terang taksir bergelombang. Bodi larva ditutupi maka dari itu jendul dan surai. Belatung bersifat kanibal sehingga yaitu keseleo suatu faktor kematian alami yang bersifat density dependent. Imago (ngengat) lebah ratulebah bercat sawo menguning, sementara itu yang gagah berwarna kehijauan. lmago galibnya bertelur secara berpencaran pada pucuk tanaman atau bunga lega malam hari. Telur berwarna warna lemon dengan arwah telur 2-5 perian. Kehidupan ulat mago 18-25 tahun, roh pupa 10-15 hari, dan umur imago 8-9 hari, pra peneluran 2-3 masa, dan kapasitas bertelur 1.062 butir sendirisendiri imago lebah ratulebah.

 Adapun jenis hama lain pada kacang persil merupakan :

  1. Uret

Gejala: memakan akar susu, mayat fragmen bawah dan bin kesannya tanaman layu dan mati. Pengendalian: memakamkan serempak, penyiangan intensif, tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan.

     2. Ulat berwarna

Gejala: patera terlipat masak, jadinya mengering. Pengendalian: penyemprotan racun serangga Azodrin 15 W5C, Sevin 85 S alias Sevin 5 D. c) Ulat grapyak Gejala: ulat gado epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam kontan, pergiliran tanaman; (2) penyemburan insektisida lannate L, Azodrin 15 W5C.

    3. Ulat jahitan

Gejala: mengupas daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C, Lannate L Sevin 85 S.

    4. Sikada

Gejala: menghisap cairan daun. Pengendalian: (1) penghutanan serampak, pergiliran pohon; (2) penyemburan racun serangga lannate 25 WP, Lebaycid 500 EC, Sevin 5D, Sevin 85 S, Supraciden 40 EC.

  5. Kumbang patera

Gejala: daun tampak bertembuk, daun tinggal tulang, pun makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan Agnotion 50 EC, Azodrin 15 W5C, Diazeno 60 EC.

    6. Panen

  1. Ciri dan Umur Panen

Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu kehidupan pendek ± 3-4 rembulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara tak:

    1. Batang tiba memadat.
    2. Daun menguning dan sebabian mulai berluruhan, Bin sudah lalu berisi penuh dan keras.

    3.  Warna polong coklat kehitam-hitaman

       2.Cara Panen

Pencabutan tanaman, suntuk memetik kacang (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari, melembarkan bila diperlukan bagi benih dan lebih lanjut dilakukan penyimpanan, untuk konsumsi bisa di pasarkan serampak maupun bisa kontan dibuat berbagai tipe komoditas alat pencernaan.

     3.  Perkiraan Produksi

Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas, misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi jamak berkisar antara 1,5-2,5 ton polong kering.

(BPP Kecamatan Pulubala – Abdul Samad, SP – Penyuluh Pertanian)

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83309/Budidaya-Tanaman-Kacang-Tanah/

Posted by: holymayhem.com