Tari merupakan seni yang menggunakan gerak tubuh bak media pengutaraan ponten estetis, ekspresi, dan sepenuh fragmen keindahannya yang lain. Namun demikian, seni tari juga merupakan pelecok satu seni pergelaran yang tidak boleh berdiri seorang. Kinerja tari tidak saja mengenai gerak jasmani tetapi, melainkan satu kesendirian dari bilang seni secara sekaligus tercatat seni musik. Oleh karena itu, sebelum meragakan gerak tari kita harus mengarifi kurnia dari penampilan tari secara keseluruhan terlebih sangat.

Denotasi Penampilan Tari

Dalam sebuah pagelaran seni tari, musik dibutuhkan untuk membantu pertunjukannya. Minus musik maka tari akan terasa tekor spirit dan kurang menarik kerjakan disaksikan. Iringan musik juga boleh membantu menggambarkan suasana tertentu begitu juga kesukaan, kedukaan, kemarahan dan bisa memberikan penandasan dalam ungkapan gerak.

Obstulen-bunyian yang mengiringi disko sekali lagi dapat membantu mengenali tarian tersebut. Dengan kata bukan, iringan tari laksana atom pendukung harus bisa mengiringi tarian secara serasi yaitu antara gerak dengan iringannya. Oleh karena itu, penampilan tari sangat enggak dapat dipisahkan dari berbagai elemen pendukung lainnya seperti iringan musik.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian penampilan tari adalah penyajian seni tari beserta seluruh elemen pendukung tari seperti iringan musik, seragam, dekorasi, palagan agar tari dapat ditampilkan secara maksimal dan dapat dinikmati sebagai karya seni yang dapat menghilangkan serta memukai pemirsa.

Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan

Dapat dipahami bahwa manifestasi tari merupakan suatu penyajian holistik yang menyangkut keseluruhan molekul intrinsik dan ekstrinsik seni tari. Namun demikian sejatinya gerak merupakan molekul utama yang membentuk seni tari berbeda dari seni lainnya. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk memahami pengejawantahan tari adalah dengan mempraktikannya.

Keseleo satu pertunjukkan tari nan paling kecil banyak digemari di negeri ialah penampilan tari tradisional. Rasanya tak mengherankan, karena di Indonesia beragam peninggalan tradisi tari amatlah banyak di seluruh penjuru area. Oleh karena itu, privat mempelajari gerak tari kita bisa memulainya dari mempelajari gerak tari tradisional terlebih dulu. Kita dapat melakukannya dengan hitungan malah dahulu sebelum melakukannya dengan iringan nada.

Berikut adalah gerak dasar tari ada dua jenis ialah gerak dasar tari Betawi dan gerak sumber akar tari Melayu Lenggang Patah Sembilan.

Gerak Dasar Tari Betawi

Berikut adalah berbagai gerak pangkal dari tari Betawi nan disajikan berlandaskan gerak atau sikap nan harus diambil makanya fisik nan meliputi kaki, jasmani, tangan, dan kepala.

1. Sikap Gabang

Kaki
kanan di depan kaki kidal Ditekuk sehingga lutut menghadap serong kanan dan kiri.
Badan
merendah, dada di busungkan dengan mengempiskan makanan.
Tangan
kanan di tekuk depan dada ujung tangan tangan menumpu ke depan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan punggung tangan ke bawah.
Komandan
lurus memandang ke depan.


sikap gibang

2. Gibang

Gibang dilakukan dengan gerak
kaki

yang berjalan melangkah kanan kidal dengan posisi tangan sikap gibang (gerak pokok nan telah dijelaskan di atas).
Badan
merendah, dada dibusungkan dengan mengempiskan perut. Posisi
tangan
kanan di tekuk depan dada deriji tangan mendekati kedepan telapak tangan samping kidal, tangan kiri ditekuk seimbang pinggang jari2 ke depan jejak kaki tangan ke bawah (bergantian posisi tangan kanan dan kiri setiap 8 hitungan). Gegar
pembesar
sesuai dengan gerak langkah kaki.

3. Koma Putes

Rapatkan kedua
suku
jarak antara tungkak 2 genggam, lutut mendelongop. Telapak tungkai berkiblat diagonal.
Badan
sedikit condong ke depan. Kedua
tangan
direntangkan ke samping sebatas bokong, jejak kaki tangan kiri kanan condong ke atas. Kemudian jari2 tutup seperti menggenggam diputar terlampau dibuka jari2 mengarah ke atas, telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke samping.
Kepala
membidik ke depan.

4. Rapat Nindak

Sikap
kaki
dilakukan dengan lutut longo menghadap diagonal.
Badan
menggenjot dan merendah.
Tangan
kidal tekor ditekuk, jejak kaki tangan diputar, telapak tangan menghadap pencong kiri Pembantu menjawat sandang lampau dibuang ke samping kanan.
Kepala
berpaling ke kiri ke depan (tu), pun ke kiri.
Kaki
kiri dirapatkan ke kaki kanan melangkah kaki kiri. Sikap
badan
merendah.


rapat nindak

Selanjutnya bilamana badan merendah, tangan kanan tekor ditekuk, jejak kaki tangan diputar, jejak kaki tangan memusat serong kanan. Tangan kiri memegang sandang lalu dibuang ke samping kidal. Kemudian kepala menoleh ke kanan ke depan, pula ke kanan. Gerak berdempetan nindak dilakukan dalam hitungan 1×8+6

5. Koma pendek

Koma pendek diawali dengan sikap
kaki
yang merapat dibarengi dengan sikap
jasad
yang seram. Selanjutnya kedua  tangan direntangkan ke samping hingga pinggang, telapak tangan menghadap ke samping jari-jemari ke bawah.
Komandan
memfokus ke depan.
Tangan
ataupun tepatnya lengan sedikit di tekuk Kedua bekas kaki tangan ditutup diputar di buka ke 2 lengan harfiah jari-jari.

6. Selancar

Tungkai
kanan melangkah di depan kaki kiri, lutut tetap mengarah diagonal (cak semau rongga di antara ke dua lutut), momen melangkah suku menggenjot. Sikap
badan
ski adalah melembut.
Tangan
kanan menumpu ke samping sekufu pinggul, bekas kaki tangan ke samping kanan jari2 ke atas. lengan kiri balik ke depan siku di tekuk, pergelangan tangan di putar keluar sehingga jejak kaki tangan menghadap diagonal, ujung tangan-jemari ke pangkal.
Kepala
mengawasi ke tangan kiri.
Kaki
kiri melangkah di depan kaki kanan, lutut tetap mengarah diagonal (ada rongga di antara ke dua lutut), Ketika melangkah kaki menggenjot.

Lebih lanjut sembari masih merendahkan badan tangan kiri merentang ke samping sejajar pinggul, telapak tangan ke samping kiri jari2 ke atas, lengan kanan di tekuk pergelangan tangan di putar keluar sehingga telapak tangan menghadap diagonal, jari-jari ke bawah. Puas hitungan ini, penasihat melihat ke tangan kanan. Kaki kiri melangkah ke depan kaki kanan. Dengan sikap badan merendah, tangan kiri di pinggang, tangan kanan ditekuk jari telunjuk mencapai pundak kanan. Kemudian kepala menyibuk ke kanan. Gerak ski di lakukan 6×8 hitungan +7.

Suku kanan melangkah di depan tungkai kiri. Tangan kiri tetap di pinggang, ajudan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang, bekas kaki tangan mengarah ke samping kanan, jari2 menjurus ke atas. Superior melihat ke kiri. Gerak perubahan dari gerak pokok ski ke gerak pokok kewer. Pada hitungan ini, kepala melihat ke kiri.

7. Kewer

Kaki
melakukan lelangkah ke suku kiri. Posisi
badan
merendah.
Tangan
kanan ditekuk sehingga jari2 mencecah pundak. Tangan kiri tetap di pinggang.
Komandan
menghadap ke samping kanan.


kewer

Lebih jauh tungkai kanan melangkah di depan kaki kiri dengan awak merendah. Pembantu direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang, telapak tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kiri di pinggang. Kepala menghadap ke kiri.

Gerak kewer dilakukan sebanyak 3×8 pada hitungan dengan cara nangkring sekilas, demikian juga pada hitungan sejenak, dilanjutkan dengan hitungan selanjutnya.

Persuasi kaki dilanjutkan dengan merapat ke tungkai kanan. Badan merendah kemudian tangan kiri ditekuk sehingga jari tangan menyentuh pundak kiri, tangan kanan direntangkan ke samping kanan setimbang pinggang,telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 tangan kanan ke atas. Kepala mengawasi ke samping kiri.

Hitungan selanjutnya langkahkan kaki kidal ke depan kaki kanan sambil mengotorkan badan. Tangan kiri lurus ke samping kidal sederajat pinggang punggung tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kanan di pinggang kanan. Kepala mengintai ke samping kanan.

Gerak kewer dapat divariasikan dengan pendirian mengingkari arahnya berpunca ke kanan menjadi ke kidal. Tipe selanjutnya adalah kewer-kewer, dilakukan dengan pendirian melakukan kewer kanan dan kidal secara bergantian.


kewer 2

8. Cendol Ijo

Sikap
tungkai
merapat, jarah ke dua tungkak satu kepal.
Badan
melembut, bokong di yoyang ke kanan dan ke kiri. Kedua
tangan
ditekuk, tangan diletakkan di pinggang.
Kepala
melongok ke kanan dan ke kiri.


cendol ijo

Selanjutnya gerakan transisi dilakukan dengan menjinjitkan kedua suku, kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan bak poros pencong ke kiri sehingga ke dua tungkai menjadi setinggi, menghadap ke belakang (membelakangi pirsawan). Fisik merendah berputar ke kanan. Badan diluruskan setelah kedua kaki seimbang kemudian kembali rendah. Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kidal. Ajun direntangkan sejajar pinggang. Setelah kedua kaki setolok (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lampau lengan ditekuk. Kedua tangan yang menggenggam ulos diletakkan di belakang pinggang. Pada saat mengalir ketua melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi pirsawan.


cendol ijo 2

9. Pakblang

Tungkak
kaki
kanan diletakkan ke samping kanan, jari-ujung tangan kaki menghadap ke atas. Jarak kaki kiri dan tumit kanan setengah lengan. Sikap
badan

harfiah ke depan. Siku
tangan
kiri ditekuk hingga jari tangan kidal menyentuh pundak, tangan kanan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang. Pemimpin menumpu ke kiri.


pakblang

Tumit suku kiri diletakkan ke samping kidal, ruji-ruji kaki menghadap ke atas. Jarak kaki kanan dan tungkak kiri setengah lengan. Pada bagian ini badan lurus ke depan. Siku ajudan ditekuk hingga jari kepercayaan menyentuh pundak kanan, tangan kiri direntangkan ke samping kiri setolok pinggang. Kepala merentang ke kanan.

10. Blongter

Kedua
tungkai
merapat kedua tumit bertemu, lutut mendekati kencong ke samping (terbuka).
Awak
merendah tegak, torso digerakkan ke kanan dan ke kidal sehingga bahu mengikuti gerak torso. Pengkolan
tangan
kanan ditekuk segaris samping dada, telapak tangan menghadap ke depan, jari2 menghadap ke atas. Lengan kidal direntangkan setinggi pinggang, tangan menjimpit syal dengan jari2 kearah dasar.
Kepala
menoleh ke arah kanan dan kiri sesuai dengan gerak torso.


blongter

Gerakan transisi blongter dilakukan dengan menjinjitkan kedua kaki, dengan elus suku kiri dibelakangi suku kanan. Kaki kanan misal poros serong ke kiri sehingga kedua kaki menjadi sejajar, condong ke belakang (membelakangi penonton). Badan melembut berputar ke kanan. Badan diluruskan setelah kedua tungkai sekelas kemudian kembali rendah. Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kidal. Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang . setelah kedua kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk. Kedua tangan yang menggenggam sandang diletakkan di pantat pinggang. Puas saat berputar kepala menyibuk ke kanan, kemudian lurus ke depan sesudah membelakangi penonton.

11. Goyang Plastik

Posisi kaki, jasad, tangan dan kepala proporsional dengan ge pingggang di gerakkan dua boleh jadi dalan satu hitungan. (go 2 x 8 ditutup dengan koma putes.

12. Geleyong

Gerak sambung antara goyang plastik pertama ke kedu tiga ke catur.

13. Tindak Catur

Tumit
kaki
kanan mencapai lurus ke depan. Posisi
raga

mengalir perlahan-lahan. Kedua
tangan
verbatim ke depan serong sekufu bos, punggung tangan kidal memfokus ke n domestik jari2 kanan membidik ke samping kanan, bekas kaki pendamping menghadap ke depan/ke asing jari2 tangan ke arah sorong kidal. (ski Empat). Komandan mengawasi ke tangan kanan.

14. Gonjingan

Tumit
kaki
kanan di jejakkan ke samping kanan, lutut kaki kiri ditekuk.
Badan
samar muka merendah. Kedua
tangan
diayun ke samping kanan sehingga tangan kiri mewah di depan dada, kedua telapak tangan membidik ke samping kanan, jari2 merentang ke atas. Komandan mengintai ke tangan kanan. Bisa divariasikan dengan meniadakan arah ke kiri.


gonjingan

15. Gibang Selendang

Tungkai
kanan dan kidal berjalan dengan posisi
fisik
merendah. Pendamping direntangkan ke samping kanan memegang selendang jari-jari ke bawah. Tangan kiri harfiah ke depan memegang selempang. Kepala condong ke kanan dan kiri disamakan dengan gerak kaki.


gibang selendang

16. Nindak Kagok

Kaki
kiri kanan ditekuk , jari-jari kaki kanan dijejakkan ke lantai, dahulu diangkat dan menendang.
Badan
menghadap ke samping kanan, merendah doyong ke depan.
Tangan
ditekuk, kedua tangan berpotongan di depan, telapak tangan menghadap ke atas jari2 ke bawah. Kemudian kedua tangan mengambil syal nan ada di samping pinggang. Lebih lanjut ketua melihat ke tangan di depan dada adv amat ke depan. Gerakan nindak kagok dapat dilakukan dengan arah sebaliknya.


nindak kagok

Ragam Gerak Tari Lenggang Patah Sembilan

Dinamakan tari Lenggang Putus Sembilan karena sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Terpotong Sembilan, semut dipijak tidak mati, alu terlanda kutung tiga” (Tim Kemdikbud, 2022, hlm. 127). Makna yang tersirat plong tarian mengungkapkan corak tarian ini sangat renik namun tentu. Menyatakan bahwa seseorang itu harus memiliki khuluk pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berpikir dan bermain.

Lagu yang mengiringi tarian Ayunan Rantas Sembilan yakni Kuala Deli, Damak, Makan Sirih, Anak Tiung, Caping Periuk, Batu Belah, Tudung Saji, Mas Merah, Burung Putih. Berikut ialah kelakuan gerak tari Lenggang Kudung Sembilan.

  1. Lenggang di tempat dan Buntung Sembilan 1 x 8.
  2. Ayunan mengubah arah dan patah sembilan (sisi ke bokong) 1 x 8.
  3. Lenggang menidakkan arah dan patah sembilan (arah ke asing) 1 x 8.
  4. Lenggang mengingkari jihat dan patah sembilan ( sebelah ke privat ) 1 x 8.
  5. Lenggang mengingkari sisi dan putus sembilan ( kembali ke depan ) 1 x 8.
  6. Lenggang memutar satu galengan dan abtar sembilan , 1 x 8.
  7. Ayunan maju harfiah ke depan dan patah sembilan, 1 x 8.
  8. Lenggang mengebur satu lingkaran dan patah sembilan, 1 x 8.
  9. Lenggang mengubah arah, maju verbatim dan patah sembilan (ke luar) 1 x 8.
  10. Buai mengebur satu lingkaran dan tersayat sembilan , 1 x 8.
  11. Lenggang meniadakan arah, maju lurus dan patah sembilan (ke belakang ) 1 x 8.
  12. Buai memutar satu dok dan terpotong sembilan 1 x 8.
  13. Lenggang memungkirkan sisi, maju lurus dan buntung sembilan ( ke dalam ) 1 x 8.
  14. Hitungan 1 – 4 menentang ke depan.

Tari Cokek Onde-Onde

Tari Cokek Onde-Onde (diciptakan oleh Joko S.S) adalah disko perantaraan yang menceritakan tentang umur penari Cokek, karena perkembangannya tari Cokek dipentaskan oleh sepasang remaja-mudi dengan rasa riang, doyan canda dan gembira (Skuat Kemdikbud, 2022, hlm. 130). Penari-tukang tari tersebut selain berjoget juga sambil bernyanyi. Tari Cokek ini dibawakan secara berpasangan yaitu terserah penari wanita dan penari laki-laki.

Tarian Cokek Onde-onde menampilkan gerakan-persuasi menggelikan dan lincah terutama pada bedaya wanitanya, yaitu gerak jongkok loncat Nguk-nguk, gerak berpegangan tangan, menyambut bahu, menunjuk dahi, Ski, Rapat Nindak, Selut, blongter dan melakukan gerak terlak silat Selat yang ialah penggalan dari Pencak Silat Beksi, Pencak terlak ini hanya bersifat pengembangan. Gerak-gerak dalam tari Cokek Onde-onde dilakukan sambil goyang pinggul, saling membelakangi dan saling berhadapan dengan pasangannya.

Tari Cokek Onde-Onde memiliki teknik gerak yang tidak terlau terik yang setiap melakukan satu motif gerak karuan selalu dibarengi dengan gerak merewang, dalam melakukan gerak Cokek Onde-onde harus lincah dan dinamis, sehingga penayub wanita dan laki-laki terlihat serasi.

Ajojing Cokek ini diiringi orkes Gambang Kromong nan terdiri pecah radas: gambang (dengan sumber suara miring sebanyak 18 biji kemaluan bilah, terbuat dari kayu), kromong (terdiri berusul 10 buah), gihyan/teh yan (rebab berukuran kerdil), kendang, kenong (kemung kecil), gong, kecrek (beberapa bilah perunggu yang diberi galengan tiang untuk dipukul-pengetuk sehingga berbunyi crek-crek. Judul lagu agu pembawa tari Cokek Onde-Onde adalah lagu Onde-Onde.

Ragam Gerak Tari Cokek Onde-Onde

  1. Jongkok (Sojah)

    Tangan sungkem dan tungkai setengah duduk (Sojah), goyang sambil berdiri dan puja.
  2. Mepet Nindak

    Tangan diukel kanan dan kiri, posisi suku kanan di depan bergantian sederum melangkah maju, seblak gleyong buang selempang kekanan suntuk kengser kekiri.
  3. Selancar

    Tangan diukel keluar separuh lingkaran, tungkai kanan didepan dan cak keramik melangkah memulur. Lalu Seblak, adegadeg, tangan dibuka dan gegar, koma.
  4. Gegar Plastik

    Posisi tangan selut ( tangan diagonal), goyang pinggul, posisi badan merndah,. Kaki cak keramik ke depan kanan dan kidal. Lalu seblak Nindak Kagok (buang syal dengan kaki kanan diangkat) kekanan dan kidal.
  5. Blongter

    Posisi silang diayun tinggal kedua tangan ke depan, koma muter trisik.
  6. Sabet sampur

    Sabet kiri ke depan, sabet kiri ke samping kiri, sabet ke kanan, samping kanan, seblak kalungkan selendang ke pasangan tarik dan Loncat Nguk-nguk. Kaitkan selendang ke lawan
  7. Kewer atas

    Pendamping ditekuk ke pundak dan tangan kidal lurus, berjalan ke samping. Gerak tungkai putra diangkat, koma, bedaya putra mengaitkan selendang ke pinggang kepada penari perempuan, bertatap. Terakhir merewang dan Gibang (kedua penari memegang syal ditarik ke depan) sederum berjalan pulang.
  8. Lompat Nguk-Nguk

    Kedua tangan harfiah ke depan, sambil loncat, koma gleyong, lalu kewer atas (tangan kanan ditekuk ke pundak dan tangan kidal literal) kaki di buka dan melembut dan bergantian lalu ngaca (tangan kanan di depan wajah dan tangan kiri di tekuk ke pundak) koma goyang mundur, koma tangan pak blang.
  9. Nindak 4

    Pegang bahu dan koma Pegang telinga koma Nguk-nguk Nindak Tunggak. Goyang, koma dan Nguk-nguk. Gegar munjuk, koma mincit, patok dan mincit. Putra Kuntau 1 x 8
  10. Silat

    Putra dan putri Silat Slewan (Sabung).
  11. Blongter

    Kedua tangan memegang selendang, verbatim ke samping. Putri putar pegang ulos dan putra jabat selendang berada di pantat nona. Koma putri guncang selut dan putra blongter fariasi lalu koma.

Referensi

  1. Tim Kemdikbud. (2018). Seni Budaya X, semester 2. Jakarta: Trik Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.