Konsep Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias







TUGAS Pengunci KEWIRAUSAHAAN


USAHA TANAMAN HIAS “SABILA”

OLEH :



Tanda
: YONA B.P PELAWI



NIM
: 1103421


PRODI EKONOMI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2014




Bab I


PENDAHULUAN



1.





Parasan Belakang Kewirausahaan

Kewirausahaan atau
entrepreneurship
adalah kemampuan yang bersifat kreatif dan inovatif yang dijadikan sebagai dasar, daya, dan sumber daya kerjakan mencari peluang untuk mencapai kesuksesan. Peluang bisa didapatkan dari sesuatu yang berbeda dan baru nan pastinya n kepunyaan nilai tambah barang dan jasa nan akan diberikannya. Makara seorang wirausaha yakni orang nan berpunya n domestik menciptakan angka tambah di pasar melangkahi proses pengelolaan sumber daya dengan mandu-cara yang bau kencur dan farik dengan lainnya.

Sejalan dengan berkembangnya zaman dan teknologi, kewirausahaan akan adv amat dibutuhkan oleh banyak orang. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari yunior minus pada bilang sekolah atau beberapa perguruan tinggi saja. Padahal di zaman yang penuh dengan krisis ekonomi dan akan diadakannya pasar bebas akan mewujudkan persaingan akan semakin hati-hati antar pedagang. Peristiwa ini akan membuat banyak pendatang akan mengalami frustasi karena tidak
bisa menciptakan sesuatu nan berlainan dengan nan lainnya. Maka teristiadat dilakukan peluasan terhadap kewirausahaan melalui pendidikan sahih maupun pelatihan-pelatihan di segala apa lapisan masyarakat agar masyarakat berpunya bersaing dan menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai jual yang menguntungkan.

Wirausahaan merupakan orang nan melakukan kegiatan kewirausahaan. Seorang wirausahaan harus mempunyai cara berfikir yang berbeda dengan hamba allah lainnya. Wirausahaan harus mempunyai cemeti, panggilan jiwa, impresi, dan emosi yang suntuk terkait dengan nilai-nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana biografi sebuah wiraswasta Tanaman hias yang menjual bermacam-macam pohon hias dan buah, dekorasi taman, rumput, vas, wahana tanam, pupuk organik/non organik.



2.





Rumusan Masalah


a.



Bagaimanakah riwayat hidup sebuah usaha tanaman hias ?


b.



Bagaimanakah metode perekrutan karyawan dalam aksi pokok kayu hias ?


c.



Bagaimanakah cara mendapatkan modal dalam memulai sebuah usaha tanaman solek ?


d.



Apa sahaja yang menjadi pasar objek dan bagaimana prospek jangka panjang usaha pokok kayu hias ?


e.



Berapakah harga pokok penjualan, omzet per bulan daru gerakan tanaman solek ?


f.



Bagaimanakah kelayakan propaganda tanaman hias ?


g.



Bagaimanakah aktivasi dari usaha tanaman hias ?


h.



Bagaimanakah cara melakukan pemasaran dan politik intern penjualan kampanye tumbuhan hias ?


i.



Bagaimanakah cara memperoleh bahan baku tanaman solek ?



3.





Khasiat Kewirausahaan

Dalam mempelajari kewirausahaan akan diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku bikin mengungkapkan komersial. Tujuan dari kewirausahaan adalah sebagai berikut :


a.



Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas


b.



Membuat kemampuan dan kemantapan para wiraswasta buat menghasilkan keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat.


c.



Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di galangan murid dan masyarakat yang berkecukupan, handal, dan unggul.


d.



Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang taangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.



4.





Kurnia kewirausahaan

Manfaat dari kewirausahaan merupakan sebagai berikut :


a.



Mempersempit pertumbuhan ekonomi : menyediakan pekerjaan baru dalam perekonomian.


b.



Meningkatkan produktivitas : kemampuan kerjakan menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan tenaga kerja dan input lain yang lebih rendah.


c.



Menciptakan teknologi, produk dan jasa bau kencur : komputer digital, mesin foto copy, laser, power steering.


d.



Mengubah dan meremajakan persaingan pasar : pasar jagat rat menyenggangkan peluang kewirausahaan.


BAB II


KAJIAN TEORI



1.





Konsep Kewirausahaan

Secara teori, perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana anak adam-cucu adam hanya memafhumi biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar mengamalkan kalkulasi matematis cak bagi menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.

Teori mengenai kewirausahaan ada nan mengkaji berasal sisi teori kesamarataan. Menurut teori ini, cak bagi menjejak keadilan diperlukan tindakan dan keputusan pegiat ekonomi yang harus berulang-ulang dengan kaidah yang selaras hingga mengaras keadilan. Artinya n domestik melakukan suatu hal harus selalu berbeda dengan orang tidak dan menciptakan sesuatu yang n kepunyaan kredit kian mulai sejak hal yang rata-rata, situasi itu lazimnya disebut dengan inovasi. Dan aktor ekonomi nan membawa pintasan tersebut adalah seorang wirausaha. Jadi wirausaha adalah pelaku ekonomi yang akan membuat peralihan.

Kebobrokan ekonomi sebenarnya adalah mencakup mobilisasi sosial terbit pemberitahuan yang gadungan yang berpengaruh dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para wiarusaha yang adu cepat. Ada dua konsep utama yang terlazim diperhatikan, adalah takrif tersembunyi dan kewirausahaan. Intinya mobilisasi sosial dari pengetahuan tersebut terjadi melalui tindakan kewirausahaan.

Seorang wirausaha akan menyasarkan usahanya lakukan mencapai potensi keuntungan dan dengan demikian mereka memaklumi barang apa nan mungkin alias tak mungkin mereka bagi. Jadi artinya sendiri wirausaha itu harus selalu mengetahui butir-butir atau informasi hijau dimana orang banyak belum mengetahuinya. Dan proklamasi ataupun informasi bau kencur tersebut akan dimanfaatkan bikin memperoleh keuntungan.

Istilah kewirausahaan purwa barangkali diperkenalkan pada semula abad ke-18 maka itu ahli ekonomi Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, kewirausahaan yakni
“ agent who buys means of production at certain prices in kiriman to combine them”.
Kerumahtanggaan hari nan lain berlebih lama, ekonom Perancis lainnya, yaitu Jean Baptista Say menambahkan defenisi Cantillon dengan konsep kewirausahaan sebagai pemimpin. Say mengatakan bahwa kewirausahaan adalah seseorang yang membawa orang bukan sambil lakukan membangun sebuah instrumen produktif.

Pengertian kewirausahaan nisbi farik-tikai antar para juru karena sumber acuan dengan bintik selit belit pikiran atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah :


1.



Menurut Frank Knight (1921) wirausaha menyedang kerjakan memprediksi dan menyikapi perlintasan pasar. Defenisi ini memfokuskan lega peranan wirausahaan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan bikin melaksanakan khasiat-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan sensor.


2.



Jean Baptista Say (1816) mengemukakan bahwa koteng wirausahawan yaitu perwakilan yang mengesakan bervariasi alat-alat produksi dan menemukan kredit dari produksinya.


3.



Joseph Schumpeter (1934) memahamkan wirausahawan sebagai seorang inovator yang mengimplementasikan transisi-persilihan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.


4.



Penrose (1963) mengidentifikasi kegiatan kewirausahaan yang mencakup identifikasi prospek-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.


5.



Harvey Leibenstein (1968,1979), kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan buat menciptakan ataupun melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.


6.



Israel Kirzner (1979), yang menyodorkan bahwa wirausahanwan mengenali dan dolan terhadap kebolehjadian pasar.

Sendiri wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko maupun prospek yang unjuk, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan eksekutif n domestik kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi nan sedang berjalan tidak digolongkan misal kewirausahaan.

Secara etimologik, mulut kewirausahaan(entrepreneur) berasal dari kata entrependre (bahasa Prancis) atau to undertake (bahasa Inggris) yang berarti melakukan. Dengan demikian, kewirausahaan bukanlah bakat terbit lahir atau properti etnis/kaki tertentu. Kewirausahaan bukanlah mite, melainkan realistik atau construct yang dapat dipelajari melintasi proses pembelajaran, pelatihan, simulasi, dan magang secara intent. Kewirausahaan menentang memiliki kebiasaan avonturisme atau kerap terdorong bagi melakukan keadaan-hal yang baru nan menantang dengan keagamaan yang dimilikinya. Yang menentukan apakah seseorang akan menjadi seorang wirausaha atau bukan ialah peerbuatan dan tindakan. Bukan bawaan, tak karena talenta, tidak karena sifat-sifatnya, melainkan karena tindakan. Seorang wirausahawan adalah sendiri yang memiliki visi dan intuisi yang realistik sekalian seorang implementator yang handal dalam penundukan detail-detail nan diperlukan kerjakan mewujudkan visi pribadi atau organisasinya.

Maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan yaitu satu proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengapalkan visi ke dalam kehidupan.
Visi tersebut dapat berupa ide inovatif, kebolehjadian, cara yang lebih baik privat menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut ialah penciptaan aksi baru yang dibentuk pada kondisi resiko dan ketidakpastian.



2.





Karakteristik Kewirausahaan dan Wirausaha


a.



Karakteristik Kewirausahaan

Bani adam-individu yang melakukan kegiatan kewirausahaan biasanya memiliki karakteristik dan watak
yang farik dengan orang-orang puas umumnya. Karakteristik dan watak berasal kewirausahaan dapat dilihat puas tabel di dasar ini :

Karakteristik

Watak


·



Percaya diri dan optimis

Punya percaya diri yang langgeng, ketidaktergantungan terhadap orang tidak, dan individualitas


·



Berorientasi pada tugas dan hasil

Kebutuhan kerjakan berprestasi, berorientasi laba, memiliki dorongan kuat, energik, tekundan tabah, tekat kerja keras, serta inisiatif


·



Bagak mengambil resiko dan menyukai tantangan

Makmur meengambil resiko yang wajar


·



Kepemimpinan

Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain dan terbabang terhadap saran dan kritik


·



Keorisinilan

Inovatif, berlimpah, dan fleksibel


·



Berkiblat tahun depan

Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan


b.



Karakteristik wirausaha

Karakteristik Memoar

Ciri wirausahawan yang menonjol


·



Berprestasi tinggi

Ahli bikin memperoleh prestasi


·



Pengambil resiko

Mereka enggak mengirik mengambil resiko sekadar akan menghindar resiko panjang apabila dimungkinkan


·



Pemecah ki aib

Mereka tanggap mengenali dan menguasai penyakit yang dapat menghalangi kemampuannya mencapai maksud


·



Pencari status

Mereka enggak memperkenankan kebutuhan terhadap status mengganggu misi usahanya


·



Jenjang energi janjang

Dedikasi dan workoholic demi wujudnya sukses


·



Percaya diri

Tingkat confidence yang tinggi


·



Aliansi emosi

Merundingkan antara jalinan emosional denga karier


·



Kepuasan pribadi

Menyukai kekeruhan tinggi dengan formalisasi yang abnormal



3.





Nilai dan Perilaku Wirausaha

Seorang pelaku bisnis kalis lain takut melarat bagi sementara, karena ia berpengharapan melalui usahanya dia akan menjadi kaya di belakang musim. Karena itu sendiri pegiat menggalas majuh mempunyai kehadiran cak bagi menunda kesenangan sementara demi kebahagiaan yang lebih segara. Penundaan kepelesiran yaitu sama dengan sikap semangat gemi dan enggak konsumtif.

Ada karakter-karakter yang paling dibutuhkan untuk kondusif munculnya seorang wiraswasta yang berkesempatan sukses tersebut, adalah :


a.



Buku gerak, seperti inisiatif, usia, tanggung jawab, ketekunan dan kesehatan.


b.



Kemampuan nanang, seperti gagasan asli, kreatif, kritis dan analitis.


c.



Kemampuan membina interelasi, seperti mudah berbual mesra, mempunyai tingkat emosi yang stabil, palamarta, demen membantu, kerja sama, penuh pertimbangan, dan bijaksana.


d.



Berlambak memajukan gagasannya, seperti melangah dan dapat menyampaikan pesan secara lisan atau tulisan.


e.



Keahlian khusus, seperti menguasai proses produksi alias pelayanan yang dibidanginya, dan senggang dari mana mendapatkan informasi yang diperlukan.

Kunci sukses dari kewirausahaan mempunyai tiga unsur utama, yakni :


a.



Motivasi, yaitu kerinduan menjadi insan yang berguna bagi umum melalui prestasi kerja ibarat wiraswasta.


b.



Embaran, ialah kerinduan belajar terus agar lain mejadi usang dalam perubahan kejadian persaingan operasi.


c.



Menjalani, yaitu kedahagaan berbuntut yang didukung dengan perencanaan matang yang dipersiapkan secara realistis sesuai dengan kebutuhan menghadapi persaingan dan kemampuan melaksanakannya.

Wirausahawan itu lain hanyalah sendiri musafir atau hamba allah yang punya perusahaan dan dikenal bagaikan wirausahawan. Wirausahawan adalah orang yang kesatria menjadi pemula, yang memulai mulai sejak aktivitas ringan ataupun aktivitas yang tidak dapat dipikirkan oleh hamba allah lain. Wirausahawan adalah seorang perencana dan pelaksana nan mampu mengorganisir dan mengelola sebuah bisnis baru, memintasi kendala untuk mendapatkan nilai-angka kepentingan yang lebih baik dan menguntungkan. Serta mampu membawa aktivitasnya melanglang dan berkembang meskipun tanpa kehadirannya dalam operasional kegiatannya. Sendiri wirausahawan meletakkan radiks-dasar aktivitas dengan sebuah visi paser panjang, serta mampu mengirimkan iklim perubahan kegiatan organisasinya.



Seorang wirausahawan memiliki sensibilitas tunggal terhadap probabilitas yang diciptakan melangkaui inovasi inovasi cak bagi mendapatkan nilai tambah. Ia tidak gayutan menunggu peluang muncul, tetapi menciptakan adanya prospek berusul pengamatan jeli terhadap pergantian, yang dapat diterapkan secara berstruktur dalam tindakan nyata kasatmata rangka barang ataupun jasa yang dibutuhkan khalayak banyak.



4.





Proses Wirausaha

Tahap mengerjakan wirausaha secara umum ialah bagaikan berikut :


1.



Tahap memulai, tahap dimana seseorang nan berniat untuk mengamalkan operasi memepersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat prospek usaha yunior yang mungkin apakah membuka usaha baru, mengamalkan masukan, atau melakukan franchising. Juga memintal tipe usaha yang akan dilakukan apakah di latar pertanian, pabrik ataupun jasa.


2.



Tahap melaksanakan usaha, tahap ini seprang wiraswasta mencampuri berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang menutupi bagaimana mencekit resiko dan menjeput keputusan, pemasaran, dan mengerjakan evaluasi.


3.



Mempertahankan usaha, tahap dimana wirausahawan berlandaskan hasil yang sudah dicapai melakukan analisis kronologi yang dicapai bakal menindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.


4.



Melebarkan usaha, tahap dimana jika hasil nan diperoleh tergolong positif atau mengalami jalan atau bisa bersikeras maka ekstensi usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Menurut Carol Noore yang dikutip maka dari itu Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya terobosan. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik yang berasal dari pribadi ataupun di luar pribadi, begitu juga pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor tersebut membentuk daya kreasi, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wiraswasta yang lautan. Secara ringkas paradigma proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007 : 10-12) :


a.



Proses pintasan


b.



Proses pemicu


c.



Proses pelaksanaan


d.



Proses pertumbuhan



5.





Faktor-Faktor Penyebab Keberhasilan dan Frustasi dalam Berwirausaha


a.



Keberhasilan Kewirausahaan


1.



Kerja berkanjang

Privat menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap turunan yang menekuni bidang usaha, usaha apapun it, dituntut untuk memiliki pemikiran buat selalu bengoh dan tekun.


2.



Kolaborasi dengan turunan lain.

Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita harus mengelepai kepada bani adam lain, maka dari itu kita harus sparing dalam bergaul dan membawa diri pada insan lain.


3.



Kinerja yang baik

Penampilan yakni bayangan
kebersihan hatidan perilaku seseorang, oleh karena itu, untuk menunjang usaha yang kita untuk maka penampilan juga tinggal bertindak.


4.



Keyakinan

Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita boleh melakukannya.


5.



Tukang membuat keputusan

Dalam menjalankan sebuah manuver akan dihadapkan dengan berbagai persoalan, maka seorang wirausaha diharapkan dapat membentuk ataupun mencoket sebuah keputusan nan tepat.


6.



Mau menambah proklamasi

Seorang wirausahawan dituntut kerjakan camar berlatih berpunca sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan berasal produk-produk yang dibuat.


7.



Pandai berkomunikasi

Belajarlah melepaskan kalimat yang baik dan sesuai dengan keadaan nan sedang dialami.


b.



Kegagalan Kewirausahaan


1.



Kurangnya dana cak bagi modal

Lain semua frustasi disebabkan karena modal yang tak cak semau, akan saja sebagian besar kegagalan itu ada karena kurangnya dana.


2.



Kurangnya camar duka intern meres bisnis

Berikan satu jabatan kepada ahlinya, denga kata lain tempatkan sesuatu itu pada tempatnya.


3.



Bukan adanya perencanaan nan tepat dan masak

N domestik berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu terlazim disiapkan sebelumnya.


4.



Tidak cocoknya minat terhadap bidang operasi yang sedang diteliti

Minat bakat akan ditempatkan pada insan-hamba allah yang khusyuk memiliki minat dan bakat tersebut agar usaha atau jalan hidup yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.


BAB III


Usaha Tanaman Hias “ SABILA”


(Menjual beraneka ragam tanaman hias dan buah, dekorasi taman, rumput, botol, media tanam, pupuk organik/non organik).”



1.





Profil Usaha

Usaha budidaya dan ekspor impor tanaman hias merupakan jenis manuver yang detik ini banyak terlihat, khususnya didaerah Kota Padang dan sekitarnya. Pola persuasi yang barangkali ada yakni budidaya tumbuhan hias saja, petualang tanaman hias namun, atau gabungan antara budidaya dan perdagangan tanaman hias. Kamil yang kedua dan ketiga adalah paradigma yang banyak dilakukan makanya pengusaha tanaman hias. Aksi tanaman rias ini dimiliki makanya kak Uci dan keluarganya. Mereka melakukan bididaya tanaman, pembesaran tanaman, dan menjual tanaman tersebut ke konsumen. Selain itu, usaha jenis ini pun sering mendapatkan pemesanan untuk pembuatan taman, baik untuk programa-acara tertentu atau bagi perumahan dan perkantoran. Pengusaha pohon hias pada umumnya tergolong dalam kelompok usaha mikro dan kecil. Hal ini tertentang terbit modal manuver dan omzet persuasi penjualan yang dihasilkan. Aksi pohon hias ini dapat terdiri berpunca beberapa jenis pohon solek. Diantaranya adalah pohon hias samudra, tanaman hias kecil, dan tumbuhan biji kemaluan-buahan.

Gerakan tanaman rias plong umumnya dimiliki oleh perorangan. Puas umumnya aksi ini sudah terserah sejak 10 periode yang dahulu dan mengalami urut-urutan dari tahun ke tahunnya. Motivasi kaidah usaha ini antara lain karena harga jualnya yang cukup baik, meneruskan gerakan yang telah ada, ataupun karena hobi atau minat pemilik usaha. Para pengusaha tanaman hias sreg umumnya melakukan kemitraan dengan petambak, orang, maupun industri. Kemitraan dengan petani yakni dalam keadaan pengadaan bibit ataupun pohon yang siap tanam. Kemitraan dengan perorangan yaitu n domestik keadaan penjualanan pohon hias. Sedangkan kemitraan dengan instansi plong umumnya internal situasi pembuatan bestelan ujana.





2.





Masalah SDM (tenaga kerja)

Privat menjalankan usaha pohon solek ini, tuan pokok kayu hias memiliki 2 tenaga kerja. Masing-masing personel memiliki tugas nan proporsional yaitu sebagai penjaga, bidan, dan membantu dalam proses penjualan tumbuhan hias. Tenaga kerja yang diambil adalah tenaga kerja pria yang memilki butir-butir mengenai tanaman khususnya pokok kayu hias.



3.





Kebutuhan Modal dan Sumber Modal

Dalam memulai sebuah usaha pasti membutuhkan modal. Modal tersbut kemudian akan digunakan untuk membeli keperluan-keperluan usaha. Usaha tanaman solek “Sabila” n domestik halmendapatkna modal menunggangi pinjaman ke Bank ditambah dengan modal koteng. modal yang dipinjam dari bank digunakan bakal menyewa ajang yaitu sebesar Rp.15.00.000/5 tahun dan modal sendiri digunakan bikin membeli sari pokok kayu hias, pot rente, kapling, dan lain-lain.



4.





Pasar Sasaran dan Prospek Paser Tangga

Gambaran Awam


a.



Diversifikasi produk dan jasa yang diberikan :


1.



Tanaman solek anggrek, rumput hias


2.



Pokok kayu nias kamboja


3.



Menyervis pemesanan dan penanaman pohon solek baik tanaman rias yang dijual atau pokok kayu hias lainnya.


4.



Meladeni dekorasi taman


5.



Melayani perawatan ujana atau ladang pelanggan


6.



Cak memindahtangankan persil humus, pupuk organik/non organik


7.



Menjual botol bunga


b.



Cakupan pemasaran : Wilayah Padang dan sekitarnya

Tuntutan


a.



Jumlah permintaan terhadap komoditas


1.



Bulan-bulanan pembeli/pemakai : Pengguna menengah dan madya ke atas


2.



Kuantitas kebutuhan
: rata-rata 2 pohon per pemakai


b.



Proyeksi permintaan selama lima tahun mendatang

Tahun

Proyeksi Permintaan (dalam pohon)

2015

250

2016

1000

2017

2000

2018

5000

2019

8000



5.





Perhitungan Harga Daya Penjualan, Omzet per Rembulan dan Pendapatan per Bulan

Spesies Tanaman

Harga (Rp.)

Mawar merah

15.000

Mawar asli

10.000

Mawar pink

20.000

Gelombang cinta

70.000

Ekor bia

20.000

Anggrek

75.000-150.000

Kaktus kudus

10.000

Adenium pink

20.000

Adenium bangkang

30.000

Adenium ceria semu pink

30.000

Lidah mertua

15.000

Ekor cenangkas

20.000

Bromolia

20.000

Aglonema

40.000

Jeruk mandarin

25.000

Bonsai caringin

25.000-500.000

Bonsai asem

25.000-500.000

Bonsai adenium/bonggol besar

30.000-500.000

Omzet per bulan

NO

Uraian

PENERIMAAN PER BULAN (Rp.)

1

Penelaahan

4.000.000

2

Biaya Variabel






Biaya tenaga kerja






Biaya perangkat pakai tinggal

1.200.000

300.000

Jumlah biaya variabel

1.500.000

3

Biaya tetap






Sarana produksi tidak habis pakai






Sewa medan

250.000

250.000

Jumlah biaya loyal

500.000

Keuntungan

2.000.000

Dapat diketahui bahwa kebutuhan biaya elastis per bulan adalah sebesar Rp.1.500.000 dan biaya setia sebesar Rp.500.000. Jumlah pembelajaran yang diterima si penjual selama sebulan adalah sebesar Rp.4.000.000. Beda penerimaan dan biaya-biaya nan dikeluarkan oleh usaha tanaman hias diperoleh keuntungan sebesar Rp.2.000.000/bulan. Pecah hasil analisis ini maka dapat diketahui bahwa manuver ini menguntungkan.



6.





Kelayakan usaha

Bulan ke

Diseminasi kas masuk

Persebaran kas keluar

Aliraan kas polos

0

0,00

16.000.000

(16.000.000)

1

4.000.000

2.000.000

2.000.000

2

8.000.000

2.000.000

6.000.000

3

12.000.000

2.000.000

10.000.000

4

16.000.000

3.000.000

13.000.000

5

14.000.000

3.000.000

11.000.000


Pembilangan Amatan NPV terhadap Gerakan tumbuhan Hias Sabila

Rembulan Tahun ke

Diseminasi kas Ceria (Rp)

DF 10 %

Present Value (PV) (Rp)

0

(16.000.000)

1,0000

(16.000.000)

1

2.000.000

0,909

1.818.000

2

6.000.000

0,826

4.956.000

3

10.000.000

0,751

7.510.000

4

16.000.000

0,683

10.928.000

5

14.000.000

0,621

8.694.000

NPV

17.906.000

Pada perhitungan menunjukkan bahwa NPV nyata sebesar Rp.12.092.600 pada tingkat kaki anak uang pinjaman 16% sendirisendiri masa. Nilai NPV lebih besar terbit pada nol nan berarti bahwa kampanye pohon hias layak diusahakan.

Pembilangan Analisis IRR terhadap Operasi Tumbuhan Solek Sabila

Bulan ke

Aliran kas ikhlas

DF 10%

Present Value (VP) (Rp)

DF 15%

Present Value (Rp)

0

(16.000.000)

1,0000

(16.000.000)

1,0000

(16.000.000)

1

2.000.000

0,909

1.818.000

0,885

1.770.000

2

6.000.000

0,826

4.956.000

0,783

4.698.000

3

10.000.000

0,751

7.510.000

0,693

6.930.000

4

16.000.000

0,683

10.928.000

0,613

9.808.000

5

14.000.000

0,621

8.694.000

0,497

6.958.000

NPV

17.906.000

14.164.000

IRR

15%

Hasil penghitungan IRR uuntuk aksi tanaman solek diperoleh sebsar 15 % lebih besar dari tingkat rente nan ada di pasar yaitu sebesar 10%. Ini menunjukkan bahwa ketika suku rente meningkat sampai 15%, usaha pohon hias masih layak untuk diusahakan. Keadaan ini merupakan peluang nan sangat baik pagi penjual pohon hias bagi mengembangkan usaha pokok kayu hiasnya bertambah insentif.



7.





Pengorganisasian Usaha


a.



Keunggulan Usaha
:
Sabila ( pusat pokok kayu hias)


b.



Segel Pemilik
: Uci


c.



Bidang Manuver
: Menjual tanaman hias dan buah,
dekorasi tanaman,


suket, pot, alat angkut tanam, baja organik/non organik


d.



Incaran Tempat Usaha
: Jl. Khatib Sulaiman No. AA, Padang


e.



Besaran Tenaga kerja
: 2 orang






8.





Keterangan Pemasaran, Pencantuman, Promosi, Harga dan Kemasan Dagangan


a.



Informasi Pemasaran

Privat memberikan informasi kepada nomine pembeli, maka penjual tanaman hias meletakkan tajuk rawal di depan temlat usaha mereka, di kain rentang itu di tulis segala-segala apa namun nan di jual dan spesies-jenisnya, di spanduk juga dicantumkan nomor telepon si penjual dan objek tempat si penjual menjual pohon hias.


b.



Ketatanegaraan Pemasaran Produk


Ø



Barang = setiap pohon hias yang akan di jual dirawat sampai tampilannya menarik dan diberikan obat-obatan agar tidak terserang kebobrokan. Pokok kayu-tanaman solek juga diletakkan sesuai dengan jenisnya hendaknya tampilan dapat kelihatan menyeret. Dan apabila pembeli tidak mempunyai alat angkut bakal mengangkat tanaman hias dan lainnya yang sudah dibeli, maka sang penjual menyisihkan jasa antar sampai ke ajang maksud.


Ø



Harga = harga nan ditetapkan yakni harga nan sesuai dengan kualitas dan keindahan tanaman hias. Semakin mahal tanaman hiasnya maka semakin bagus juga jenis dan kualitas tanamannya.



9.





Korban baku dan Sumber Objek baku

Untuk setiap pokok kayu hias yang akan di jual, asal bibitnya adalah dari lubuk minturun. Penjual yang cak semau di kronologi Khatib Sulaiman membeli bibit di Lubuk Minturun kemudian mengembangkannya ditempat usahanya dan kemudian menjualnya. Sedemikian itu juga halnya dengan vas,kapling dan tidak-lain berasal dari Lubuk Minturun.


BAB IV


Penghabisan


1.




Kesimpulan

Kewirausahaan atau
entrepreneurship
adalah kemampuan yang bersifat kreatif dan inovatif nan dijadikan sebagai sumber akar, kancing, dan sumur daya buat mencari peluang untuk mencapai kesuksesan. Kewirausahaan merupakan suatu proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke intern sukma.
Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, prospek, kaidah yang bertambah baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan kampanye bau kencur yang dibentuk sreg kondisi resiko dan ketidakpastian.

Riuk suatu contoh aksi kecil/mikro yang sangat menjanjikan adalah gerakan tanaman hias. Pokok kayu hias bukan n kepunyaan banyak modal dan kesusahan privat menjalankannya. Dan dapat di lihat bahwa Dapat diketahui bahwa kebutuhan biaya plastis cak bagi usaha tanaman hias

tiap-tiap bulan merupakan sebesar Rp.1.500.000 dan biaya konsisten sebesar Rp.500.000. Besaran penerimaan yang diterima si penjual selama sebulan adalah sebesar Rp.4.000.000. Cedera penelaahan dan biaya-biaya yang dikeluarkan maka itu propaganda tanaman hias diperoleh keuntungan sebesar Rp.2.000.000/wulan. Dari hasil analisis ini maka boleh diketahui bahwa kampanye ini menguntungkan. Dan bagi analisis IRR untuk gerakan tanaman hias diperoleh sebsar 15 % makin besar dari tingkat anakan yang ada di pasar yaitu sebesar 10%. Ini menunjukkan bahwa detik kaki bunga meningkat sampai 15%, usaha tanaman hias masih layak cak bagi diusahakan. Keadaan ini merupakan peluang yang silam baik pagi penjual tanaman hias bagi berekspansi usaha tanaman hiasnya lebih insentif.



2.





Saran


1.



Kepada peminat pohon hias agar makin mengembangkan usaha tanaman rias ini mengingat di jaman sekarang kebutuhan akan tanaman sudah meningkat. Bahkan di dalam ruangan saja tanaman sudah diletakkan untuk menciptakan keindahan.


2.



Kepada pemerintah dan pihak swasta kiranya bisa membantu gerakan tanaman solek melalui peminjaman modal manuver nan tidak memberatkan mereka dan membantu n domestik proses penjualan pokok kayu hias hingga dapat di ekspor ke luar area ataupun ke luar wilayah.


Daftar Bacaan

Andrew, Andy.2004. The traveler’s Gift : Sapta Keputusan yang Membawa Sira Mendatangi


Keberhasilan Pribadi. Jakarta: Bhuana Aji-aji Naik daun.

Meredith, G.G. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

Sumarto, Hetifah Sj. 2003. Inovasi, Partisipasi dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif

dan Partisipatif di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor.

Yoyon Bahtiar Irianto. 2006. Materi Perkuliahan Kewirausahaan dan Pemasaran Pendidikan


Bandung : Lab Adpend FIP IKIP Bandung.


Source: https://yonapelawi.blogspot.com/2014/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Posted by: holymayhem.com