Kenapa Argapura Cocok Ditanami Sayuran

*Rilis Kementan, 10 Agustus 2020*
Nomor : 1063/R-KEMENTAN/08/2020

Majalengka (9/8) – Di tengah musim kemarau perian ini, produksi rupa-rupa sayuran di berbagai sentra terpantau aman. Bahkan beberapa komoditas seperti kol, sawi putih putih sampai umbi lapis bangkang produksinya melimpah sehingga harganya mendekati turun. Begitu juga halnya di Majalengka, produksi sayuran tetap stabil memasok pasar lokal dan luar area.

Hal ini tentunya menggembirakan. Pasalnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo senantiasa mengingatkan, kendati dalam kondisi wabah, sektor pangan harus tegar menjadi fokus utama pemerintah. Menjaga simpanan bersumber hulu ke hilir merupakan riuk satu nawa cita Presiden RI yang menjadi amanah Kementerian Pertanaman.

Kondisi tersebut terungkap saat Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, melakukan kunjungan lapang ke sentra produksi aneka sayuran Kecamatan Argapura dan Pasar Induk Sayuran Majalengka, Pekan (9/8). “Menghirup, ternyata produksi sayuran tetap melimpah di tengah musim kemarau momen ini. Selain di persil, saya pun cek refleks ke pasar induk setempat. Stok beberapa komoditas sebagai halnya bawang Merah, Kubis, Sawi, Wortel dan Ubi belanda tampak luber,” ucap Prihasto.

Menurut pria nan kerap disapa Anton tersebut, kawasan Argapura Majalengka cocok untuk pengembangan sayuran dataran tinggi. “Selama ini kawasan Argapura dikenal perumpamaan sentra sayuran terbesar di Majalengka. Bagi berambang merah saja, dalam satu kali musim tanam bisa mencapai 450 hektar hamparan di suatu provinsi. Setahun bisa tanam 2 siapa. Diversifikasi yang banyak dikembangkan adalah Bencana Ijo dan Sumenep. Harga di orang tani sangat menguntungkan, merupakan Rp 17.000 tiap-tiap kilonya,” terangnya. Dalam sekali panen petambak mampu meraup untung lebih dari Rp. 100 juta rupiah.

Darurat saat melakukan penuaian berambang ikhlas di lahan ujicoba kemitraan antara pegiat usaha impor dengan petani di Desa Cibunut Argapura, Anton menyaksikan bawang ceria domestik dapat tumbuh dan berumbi. “Alhasil pas baik biar belum maksimal akibat kekurangan air. Hasil ubinan timbal basahnya sekitar 13 ton saban hektar,” ungkapnya. Lahan disini seia bagi peluasan bawang putih, semata-mata perlu membedabedakan dalam melembarkan benih. “Gunakan siung lautan cak bagi kaprikornus semen hendaknya alhasil kreatif berdaya sangir dengan impor” seri Anton.

Pengurus Gapoktan Sinar Raharja Desa Cibunut, Iwan, menyanggupi senang bermitra dengan pelaku propaganda impor untuk mengembangkan berambang suci. Iwan berharap programa pertolongan pemerintah maupun importir bisa dilaksanakan tepat masa sesuai musim tanamnya. “Kami berhasrat program penanaman bawang putih maupun bawang merah boleh tersalurkan tepat sesuai dengan musim tanam, semoga hasilnya lebih maksimal,” sebut Iwan. Juga petani berharap dukungan wahana tali air dari pemerintah untuk menghadapi hari kemarau, tambahnya.

Turut hadir sreg kunjungan kerja Dirjen Hortikultura tersebut Direktur Sayuran dan Tumbuhan Obat, Dandim 0617/Majalengka, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka, BPSB Jawa Barat, Pengawas Mani Tanaman (PBT), Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Sinse Tani, Penyuluh Lapang, Pekerja Persuasi, Pembajak dan inisiator publik setempat.

Source: https://hortikultura.pertanian.go.id/?p=5510

Posted by: holymayhem.com