Kelebihan Dan Kekurangan Budidaya Tanaman Sayur Menggunakan Irigasi Tetes

Sumber Gambar :


        Irigasi ampas gula adalah metode irigasi nan digunakan lakukan menghemat air dan baja dengan membiarkan air menetes secara lapangan-tanah lapang ke akar tunggang tanaman, baik melewati permukaan tanah atau langsung ke akar tunjang melalui jaringan katup, culim dan emitor.Sistem tali air ini sekata diterapkan pada kapling kering dengan topografi yang nisbi landai. Kaidah kerja berusul irigasi tetes ini adalah dengan menampung air dalam arena dan mengalirkannya ke pohon menggunakan tekanan mode gravitasi melalui gua yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman.
      Bila sistem irigasi tidak menerapkan prinsip air bertekanan tahapan, tidak demikian halnya dengan sistem irigasi tetes. Air dibuang secara lambat, mulai dari tetes demi tengguli, saja menyebar akurat mengaras bagian akar tanaman. Irigasi tetes ini biasanya menggunakan selang drip yang disusun sedemikian rupa untuk mendistrikbusikan air ke pokok kayu. Kini ini banyak dijual bineka diversifikasi selang drip dengan bineka merek dan kualitas, berangkat berpangkal yang minimum murah menyentuh yang minimal mahal terampai dari kualitas dan modelnya.
Terwalak tiga model nasihat drip nan sering dijual di pasaran:
      1. Ujar-ujar drip model biasa (wejangan drip yang belum suka-suka lubangnya) berwarna bening dan hitam nan galibnya harganya lebih murah dan terulur. Apabila menggunakan selang drip dengan model ini, berjasa petani harus melubanginya sendiri menunggangi jarum sebelum digunakan.
     2. Abstrak lainnya adalah selang drip yang sudah cak semau lubang dari pabriknya. Harganya lebih mahal pecah yang model biasa. Kelebihannya adalah lubang dibuat dengan teknologi canggih sehingga semprotan airnya seragam.
     3. Lebih jauh, ada pun model ular-ular irigasi tetes (tubing emiter/drip tape), kualitasnya lebih baik berbunga dua tipe ujar-ujar drip sebelumnya. Ular-ular drip model ini didesain cak bagi melimpahkan air secara perlahan dengan spasi emiter (lubang tetes) bervariasi, mulai 20 cm, 30 cm dan 60 cm.

Padahal, untuk pemasangannya sendiri, apapun tipe dan komplet dari selang drip nan akan digunakan biasanya punya teknik pemasangan yang hampir proporsional. Berikut ini merupakan tingkatan yan dilakukan dalam memasang ujar-ujar drip irigasi :
    1. Permulaan, perlu dilakukan pengukuran total pangkat bedengan yang akan dipasangi selang drip. Ini diperlukan bakal mengetahui seberapa banyak wejangan drip yang dibutuhkan.
    2. Kemudian, nasihat drip boleh dipasang 1 ataupun 2 biji pelir disetiap bedengnya, tergantung kebutuhan. Panjang ular-ular drip sedikit dilebihkan bermula panjang bedengan.
    3. Selanjutnya, disiapkan nasihat indung dengan diameter 2 atau 3 inch, tersidai kebutuhan. Biasanya, bisa menggunakan selang plastik garis tengah 3 inch ataupun pipa PVC/paralon.
    4. Untuk menyambat selang induk dengan selang drip diperlukan konektor, yaitu shok drat n domestik dan shok drat luar. Ukuran shok drat disesuaikan dengan diameter wejangan drip yang digunakan. Umumnya penampang selang drip sesuai dengan pipa 3/4 inci
    5. Shok drat dipasang pada selang induk, lubang lega selang induk dibuat sedikit lebih kecil daripada garis tengah shok drat supaya kuat dan tidak mencuru/span. Supaya lebih awet hendaknya dipasang ring yang dapat dibuat koteng menggunakan karet lepasan lin motor.
    6. Disiapkan pipa paralon ukuran 3/4 inch dengan panjang 10 cm. Pipa ini digunakan bak penghubung antara selang drip dengan shok drat yang terpasang pada selang induk.

    7. Takdirnya sudah selesai, setiap ujung ular-ular drip diikat kemudian pompa dihidupkan kerjakan mengetahui apakah selang drip berfungsi dengan baik atau tidak.

    8. Jika menggunakan nasihat drip biasa (yang belum ada lubangnya), 1 nasihat drip diikat ujungnya kemudian drip ditusuk menggunakan jarum. Posisi dan kuantitas tusukan penusuk disesuaikan dengan banyaknya lubang tanam di setiap bedengan. Kemudian dilanjutkan ke nasihat drip yang lain sampai selesai.
   9. Seandainya bedengan akan ditutup menggunakan mulsa, melubangi selang drip dilakukan setelah mulsa dipasang dan dilubangi supaya posisinya pas dengan gua tanam.
  10. Air yang digunakan sreg drip pengairan seharusnya air nan bersih. Penggunaan air resah/cemar akan menyumbat gaung-lubang pada drip dan boleh memperpendek umur selang drip.

Penyalin :
MARIA REINELDIS RIBERU,SP
Penyuluh Perkebunan Pakar MADYA

               BPP GONSALU- KECAMATAN LARANTUKA- KAB. FLORES TIMUR

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/94823/sistem-irigasi-tetes-untuk-tanaman/

Posted by: holymayhem.com