Kebutuhan Air Pada Tanaman Sayuran Pdf


Unduh PDF


Unduh PDF

Tani memang sangat menyenangkan dan berguna. Akan belaka, sewaktu-waktu Kamu musykil menentukan total air yang dibutuhkan tumbuhan tertentu secara tepat. Ini karena kebutuhan tumbuhan akan berbeda-beda tergantung prinsip menanam, lingkungan, jenis tanah, dan sebagainya. Pada akhirnya, menentukan besaran air yang diperlukan tanaman merupakan proses ilmiah nan menyertakan tindakan coba-coba (trial and error). Dengan mengejar segel-tanda penyiraman nan berlebihan, pergi kurangnya penyiraman, dan mencari amanat yang terperinci adapun tanaman yang dimaksudkan, Anda akan dapat menentukan total air nan diperlukan maka dari itu tanaman.

  1. 1

    Berikan air sesuai dengan lingkungan sejati tumbuhan.
    Cari tahu tempat bertunas tanaman di alam haram. Selanjutnya, sediakan air berdasarkan mileu atau ekosistemnya. Sebagai contoh, jika tanaman berasal dari wilayah tropis dan Kamu tinggal di area nan kering, sirami tanaman dengan air yang lebih banyak daripada tanaman tulus wilayah Sira.[1]

    • Apabila Ia tinggal di area nan kering (seperti daerah Nusa Tenggara Timur), berikan lebih banyak air pada tanaman biji pelir dan sayuran tinimbang pokok kayu masif. Selain itu, sediakan lebih banyak air pada tanaman pakis dan anakan yang bukan berpangkal berpunca area Anda.
    • Jikalau tinggal di area tropis, mungkin Anda tidak terbiasa membagi air tambahan puas tanaman biji pelir dan sayuran.
    • Kalau Dia habis di area yang beriklim sedang, carilah informasi mengenai tanaman yang Engkau miliki (khususnya pada tanaman buah dan sayuran) kerjakan mengetahui besaran air yang dibutuhkan secara tepat.
  2. 2

    Guyur area di sekitar tanaman dengan banyak air setelah Kamu menanamnya di tanah.
    Tanaman nan baru dipindah ke pot baru maupun tanah harus lekas disiram dengan banyak air langsung sreg akar tunjang dan petak di sekelilingnya. Pada minggu permulaan, siram tanaman setiap hari. Di ahad berikutnya, pantau pohon dengan saksama, apakah tanahnya masih lembap. Siram dengan air tambahan setiap ketika apabila tanahnya tandus.[2]

    Di musim kemarau mungkin Ia harus menyiram tanaman 2 mungkin dalam sehari.

  3. 3

    Periksa kelembapannya dengan deriji.
    Masukkan ujung jari ke kerumahtanggaan tanah di rapat persaudaraan tanaman hingga ruas jari purwa. Jika tanahnya terasa dingin, basah, maupun lempem, bermakna airnya sudah mencukupi. Jikalau tanah terasa tandus, mungkin tumbuhan memerlukan bertambah banyak air.

  4. 4

    Gunakan irigasi melase pada tanaman nan memiliki akar dangkal.
    Apabila tanaman Anda memiliki akar yang dangkal, buatlah sistem irigasi tetes. Sistem ini akan menyiramkan air secara perlahan intern periode perian yang lama. Dengan mandu ini, tanaman nan memiliki akar dangkal akan bisa mengakses air secara lebih baik.[3]

    • Pengairan melase sangat sepakat digunakan sreg tumbuhan buah dan sayuran di kewedanan yang kering. Bilang jenis pohon yang sekata buat diberi irigasi tengguli di antaranya stroberi, tomat, dan paprika.
  5. 5

    Carilah informasi kepada orang yang tukang, atau pengelola nurseri.
    Apabila Beliau ragu-ragu adapun jumlah air nan tepat cak bagi tanaman, Ia bisa menghubungi orang yang berpengalaman di bidangnya. Tenaga kerja nurseri,
    arborist
    (spesialis yang merawat dan menanam pohon), atau pakar biologi tumbuhan boleh membagi embaran akan halnya jumlah air yang diperlukan oleh tanaman.

  6. 6

    Bacalah takrif akan halnya tanaman yang Anda miliki.
    Carilah buku atau kunjungi situs internet yang meluangkan kabar tentang tanaman yang Sira miliki. Laksana teoretis, apabila Anda ragu akan halnya kuantitas air untuk tanaman tomat, carilah pokok tentang tanaman tomat (dan keberagaman nan Kamu tanam), lalu ikuti saran yang diberikan di siasat tersebut.[4]

    Iklan

  1. 1

    Gunakan alat pengukur kelembapan lahan.
    Beli alat pengukur humiditas tanah, lalu tancapkan ke dalam persil di dempet pohon. Biarkan radas tersebut di sana dan gunakan untuk memantau kapling. Peranti pengukur akan menampilkan informasi apakah tanahnya lembap, kering, atau basah. Biasanya tanaman akan bertaruk subur apabila tanahnya kurang lembap.

    • Beberapa alat pengukur kelembapan menyempatkan rasio 1 hingga 10. Angka 1-3 menunjukkan bahwa tanahnya kering, 4-7 adalah lembap, dan 8-10 menandakan tanahnya basah. Biasanya tanaman akan bagus jika tanahnya berada di kisaran 4 sampai 5. Tomat sangat bagus takdirnya lahan memiliki ponten 5-6.
    • Sekiranya Ia mutakadim mengetahui juluran kelembapan yang optimal untuk tanaman Anda, gunakan gawai tersebut kerjakan mempertahankan kelengasan yang ideal.[5]
  2. 2

    Periksa apakah ada genangan air di penggalan bawah pot.
    Jika tanaman ditempatkan di privat vas, lihat apakah terdapat banyak air yang menggenang di bawahnya. Air yang menggenang ialah logo bahwa Beliau telah menyiram tanaman secara berlebihan. Ini peristiwa yang penting karena genangan air yang berlebihan di bawah pot bisa membuat akar tanaman mereput dan menyebabkan masalah lain.[6]

    • Sekiranya terdapat genangan air di privat jambangan, cobalah meletakkannya di atas bebatuan. Ini dapat membantu mengalirkan air secara makin efisien.
  3. 3

    Periksa apakah akar di bagian bawah vas membusuk.
    Balikkan vas atau gali media tanam setakat menyentuh babak bawah jambangan. Jika akar tunjang tanaman berwarna cokelat, hitam, abu-abu, atau berlendir, mungkin akar tersebut mutakadim terendam air. Akar yang sehat harus berwarna lugu, keras, dan segak.[7]

    • Pembusukan akar susu silam majuh terjadi pada petak yang memiliki drainase buruk, misalnya wahana tanam yang mengandung lempung.
    • Periksa dengan saksama adanya busuk akar tunggang apabila Ia memakamkan beberapa jenis sayuran, seperti selada, bit, buncis, wortel, ataupun bawang merah.
  4. 4

    Bahas adanya patera berwarna baru, kuning, dan cokelat yang terlepas.
    Apabila wahana tanam lembap dan ada daun yang rontok, mana tahu Sira menyiraminya secara berlebihan. Kurangi jumlah air penyiraman.[8]

  5. 5

    Selidik drainase tanah.
    Apabila Anda menangani tanaman yang cak semau di tanah, periksa apakah lahan mempunyai drainase yang baik. Lakukan ini dengan menggali lubang di petak sedalam 30 cm. Masukkan air ke dalam lubang dan biarkan airnya kuap. Lebih lanjut, masukkan lagi air ke n domestik lubang dan hitung berapa lama airnya lucut terbit dalam lubang. Hasilnya akan memberi gambaran tentang tingkat drainase kapling:

    • Jika airnya meresap sejauh sedikit dari 4 menit, umumnya tumbuhan bisa umur dengan baik di tanah tersebut.
    • Jika airnya kuap internal tahun 5-15 menit, kebanyakan tanaman akan bersemi produktif di sana.
    • Takdirnya airnya mengangop internal periode 16-60 menit, tanaman nan mengesir tanah nan mudah tandus harus dikurangi total air penyiramannya.
    • Sekiranya airnya memerlukan tahun berjam-jam untuk kuap ke kerumahtanggaan tanah, berarti namun tanaman nan tumbuh di paya atau di genangan air yang boleh usia di sana.[9]

    Iklan

  1. 1

    Bahas apakah tanaman layu.
    Dedaunan dan batang yang layu boleh jadi adalah tanda bahwa pokok kayu kehilangan air. Patera nan layu akan terlihat lemas, lemah, dan menggantung ke asal. Daun nan fit akan terlihat fit dan lestari. Sekiranya tumbuhan layu, siapa Kamu harus menyiraminya dengan lebih banyak air.[10]

    • Walaupun ini kebolehjadian besar terjadi karena kehabisan air, layu pun bisa menandakan bahwa pokok kayu disiram secara berlebihan. Bakal memafhumi tanaman layu karena kekurangan atau kelebihan air, selidik juga faktor lain sama dengan humiditas tanah. Pada kebanyakan, jika tanahnya kering dan tanaman menjadi layu, berjasa Engkau harus menyiraminya dengan lebih banyak air.
    • Daun yang layu merepresentasi bahwa tanaman biji pelir dan sayuran akan menjatah hasil panen yang minus atau mempunyai masalah tidak.
  2. 2

    Bahas apakah tanahnya lembap di kedalaman 8-10 cm.
    Sebagai panduan, tanah bikin kebanyakan pohon harus sedikit lembap di kedalaman 8-10 cm. Ini hal yang penting karena Kamu harus memastikan bahwa akar tanaman mendapatkan memadai air. Jika tanahnya tidak lembap di kedalaman 8-10 cm, pokok kayu tidak bisa mendapatkan air dalam besaran nan mencukupi.[11]

    • Ini tinggal utama puas tomat, stroberi, dan buah-buahan tak yang membutuhkan banyak air.
  3. 3

    Berikan 2,5 cm air setiap minggu untuk sayuran.
    Baik Dia menanamnya di dalam pot maupun bedeng, berikan sekeliling 2,5 cm air setiap minggu. Apabila Engkau tinggal di area dengan iklim yang kering, berilah air sekitar 5 cm. Jika Anda tinggal di distrik yang sangat panas, tambahkan kira-sangkil 1,2 cm air untuk setiap 6 derajat apabila suhunya berada di atas 15,5 derajat Celcius. Tidak ki kesulitan jika airnya dari bermula hujan abu alias penyiraman.

    • Hitung suhu rata-rata di wilayah Anda dengan menjumlahkan master di siang hari nan pangkat dan suhu di malam hari nan lebih rendah, kemudian bagi 2 hasilnya. Sebagai lengkap, jika di lilin batik hari 20 derajat Celcius dan suhu di siang periode 30 derajat, berarti suhu rata-ratanya adalah 25 derajat. Apabila Anda tinggal di area beriklim semenjana, berikan air sekitar 4 cm setiap minggu.[12]
  4. 4

    Ukur air yang didapatkan maka dari itu tanaman.
    Belilah alat pengukur hujan di toko instrumen. Lebih lanjut, tempatkan peranti ini di kebun. Periksa jumlah air yang dikumpulkan makanya alat tersebut sehabis anjlok hujan angin atau setelah Dia menyiram tanaman.

    • Takdirnya air nan diterima di seputar tanaman kurang terbit jumlah yang dinasihatkan kerjakan pokok kayu dan iklim di wilayah Anda, berilah tanaman lebih banyak air dengan memasang radas penyiram (sprinkler) maupun membuat pengairan tetes koteng.[13]

    Iklan

Tentang wikiHow ini

Jerambah ini telah diakses sebanyak 5.738 boleh jadi.

Apakah kata sandang ini kondusif Anda?

Source: https://id.wikihow.com/Menentukan-Jumlah-Air-yang-Dibutuhkan-Tanaman

Posted by: holymayhem.com