Jurnal Vol 2013 Penanaman Sayuran Dengan Sistem Tanam Vertikultur

DimasSandaOnggyYosandyAm
(2016)
Pengaruh Alat angkut Tanam Sreg Sistem Vertikultur Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman
Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L.).

Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Vertikultur adalah penanaman di persil tegak yang sangat sesuai untuk diterapkan di perkotaan. Menurut Guntoro (2011) budidaya tumbuhan vertikal ataupun vertikultur sangat menguntungkan bagi pemukim kota besar yang memiliki tanah kurang. Media nan digunakan adalah tanah, kompos, arang sekam dan cocopeat dengan penambahan pupuk kandang. Salah satu jenis pokok kayu nan bisa ditanam dengan teknik vertikultur yaitu tanaman bayam biram (Amaranthus tricolor L.) Pusat penanaman bayam di Indonesia ialah Jawa Barat (4.273 ha), Jawa Tengah (3.479 ha), dan Jawa Timur (3.022 ha). alias menempati gosokan ke 11 berusul 18 jenis sayuran kulak nan dibudidayakan dan dihasilkan oleh Indonesia. Produk bayam kewarganegaraan sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63 kwintal per hektar. Penelitian ini berujud untuk mempelajari dominasi dari beragam interelasi media tanam plong sistem vertikultur terhadap pertumbuhan dan hasil tumbuhan bayam biram. Studi telah dilaksanakan di Jl. Bunga Inskripsi (Surat Estate) , Malang lega bulan Oktober hingga November 2015. Gawai nan digunakan dalam penelitian ini antara lain penggaris, timbangan analitik, kodak, oven, dan LAM. Bahan yang digunakan yakni benih bayam berma, tanah, cocopit, arang sekam, humus, pupuk kandang ayam, paranet, urea, tangki (sprayer). Pengkhususan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Keramaian (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. M0 : Tanah, M1 : Tanah + Pupuk Kandang (1:1), M2 : Tanah + Kompos (1:1), M3 : Kapling + Arang sekam (1:1), M4 : Tanah + Cocopeat (1:1), M5 : Tanah + Rabuk kandang (1:2), M6 : Tanah + Kompos (1:2), M7 : Tanah + Arang Sekam (1:2), M8 : Kapling + Cocopeat (1:2). Parameter yang diamati ialah suku cadang pertumbuhan menghampari tinggi tanaman, jumlah daun dan luas patera. Komponen hasil meliputi bobot total tanaman, bobot cengkar pohon, bobot total akar tanaman, dan bobot sangar total akar tunggang. Data nan diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis polah pada taraf 5% . Cak bagi mencerna perbedaan diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan pengujian BNT taraf 5%. Hasil studi menunjukkan bahwa perlakuan wahana tanam dengan komposisi tanah + serat kandang (1:1), persil + bunga tanah (1:2) serta kendaraan tanah + pupuk kandang (1:2) menghasilkan bobot kering kuantitas pokok kayu dengan bobot tandus yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan nan lainnya masing-masing 0,94 g.tan-1 , 1,26 g.tan-1 dan 0,95 g.tan-1. Selain itu penambahan arang sekam lega media tanah belum bisa meningkatkan bobot segar dan bobot sangar tanaman bayam merah, sedangkan penyisipan pupuk kandang dan kompos pada wahana lahan dapat meningkatkan bobot kering total pokok kayu bayam abang.

English Abstract

Vertikultur adalah reboisasi di lahan tegak yang tinggal sesuai untuk diterapkan di perkotaan. Menurut Guntoro (2011) budidaya tanaman vertikal atau vertikultur dahulu menguntungkan bagi penghuni daerah tingkat besar yang memiliki lahan tekor. Media yang digunakan adalah tanah, tanah daun, arang sekam dan cocopeat dengan penambahan jamur kandang. Pelecok satu jenis pokok kayu yang dapat ditanam dengan teknik vertikultur ialah tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) Trik penanaman bayam di Indonesia yaitu Jawa Barat (4.273 ha), Jawa Perdua (3.479 ha), dan Jawa Timur (3.022 ha). atau menempati elus ke 11 berpunca 18 diversifikasi sayuran komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan maka dari itu Indonesia. Produk bayam kewarganegaraan sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63 kwintal per hektar. Penelitian ini berujud bikin mempelajari yuridiksi dari bermacam rupa hubungan media tanam pada sistem vertikultur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam bangkang. Investigasi sudah dilaksanakan di Jl. Bunga Piagam (Dokumen Estate) , Malang puas wulan Oktober hingga November 2015. Instrumen yang digunakan dalam penggalian ini antara lain penggaris, timbangan analitik, kamera, oven, dan LAM. Bulan-bulanan yang digunakan adalah semen bayam merah, tanah, cocopit, arang sekam, humus, baja kandang ayam, paranet, urea, tangki (sprayer). Pendalaman ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Rambang Gerombolan (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. M0 : Persil, M1 : Persil + Rabuk Kandang (1:1), M2 : Tanah + Humus (1:1), M3 : Tanah + Arang sekam (1:1), M4 : Tanah + Cocopeat (1:1), M5 : Tanah + Pupuk kandang (1:2), M6 : Tanah + Soren (1:2), M7 : Tanah + Arang Sekam (1:2), M8 : Tanah + Cocopeat (1:2). Indikator yang diamati adalah komponen pertumbuhan menghampari tinggi tumbuhan, kuantitas daun dan luas daun. Komponen hasil menutupi bobot total tumbuhan, bobot kering tumbuhan, bobot total akar tanaman, dan bobot gersang kuantitas akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ulah plong taraf 5% . Untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan pengujian BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dengan komposisi tanah + baja kandang (1:1), tanah + kompos (1:2) serta media persil + jamur kandang (1:2) menghasilkan bobot sangar total tanaman dengan bobot kering yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya sendirisendiri 0,94 g.tan-1 , 1,26 g.tan-1 dan 0,95 g.tan-1. Selain itu interpolasi arang sekam pada wahana tanah belum boleh meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman bayam merah, sedangkan penyisipan pupuk kandang dan kompos pada media tanah dapat meningkatkan bobot kering jumlah tanaman bayam biram.

Item Type: Thesis (Akademikus)
Identification Number: SKR/FPR/2016/502/051609189
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Persawahan
Depositing User:
Sugiantoro
Date Deposited: 07 Oct 2016 09:41
Last Modified: 20 Oct 2021 10:55
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135216
[thumbnail of 1._COVER.pdf]


Preview



Text

1._COVER.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 2._KATA_PENGANTAR.pdf]


Preview



Text

2._KATA_PENGANTAR.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 4._BAB_2.pdf]


Preview



Text

4._BAB_2.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 5._BAB_3.pdf]


Preview



Text

5._BAB_3.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 3._BAB_1.pdf]


Preview



Text

3._BAB_1.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 6._BAB_4.pdf]


Preview



Text

6._BAB_4.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 7._BAB_5.pdf]


Preview



Text

7._BAB_5.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of 8._DAFTAR_PUSTAKA.pdf]


Preview



Text

8._DAFTAR_PUSTAKA.pdf


Download (1MB) | Preview

[thumbnail of JURNAL_(DIMAS_SANDA_ONGGY_Y-115040207111022).pdf]


Preview



Text

JURNAL_(DIMAS_SANDA_ONGGY_Y-115040207111022).pdf


Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item

Source: http://repository.ub.ac.id/135216/

Posted by: holymayhem.com