Jurnal Potensi Pemasaran Tanaman Sayuran Pada Lahan Gambut Pdf

Petak gambut memiliki banyak imbangan kata kerumahtanggaan bahasa Inggris, antara tak peat, bog, moor, mire maupun fen. Istilah-istilah ini berkenaan dengan perbedaan jenis atau sifat gambut antara di satu tempat dengan tempat lainnya. Introduksi gambut berasal bermula bahasa Larik di Kalimantan Selatan. Menurut Andriesse (1988), tanah gambut ialah tanah organik (organic soils), tetapi enggak semua tanah organik disebut gambut. Noor (2001) memahamkan gambut sebagai material atau bulan-bulanan organik yang tertimbus secara alami internal keadaan basah berlebihan, tidak mampat dan ataupun hanya sedikit mengalami reformasi. Pengertian lahan gambut sangat bervariasi, bergantung plong keperluannya. Tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman berbeda dengan tanah gambut buat industri atau energi. Dalam tulisan ini pengertian tanah gambut didasarkan pada konsep pedologi yang sifat morfologinya sangat dipengaruhi oleh predestinasi bahan organik, tingkat dekomposisi, dan keberagaman bahan organiknya. Petak gambut ialah tanah yang terbentuk terbit bahan induk endapan bulan-bulanan organik, yang merupakan hasil proses penumpukan sempelah-geladir tumbuhan/vegetasi yang telah melapuk pada kondisi anaerob. Pada kondisi anaerob, tingkat dekomposisi bahan organik melanglang lambat, sehingga terjadi penumpukan bahan organik nan pas tebal, sehingga terbentuk kapling gambut, atau Organosol (Soepraptohardjo, 1961) alias Histosols (Soil Survey Staff, 2010, 2014; FAO, 1979). Menurut Soil Survey Staff (2014), tanah gambut maupun Histosols mempunyai salutan bahan organik dengan ketebalan >40 cm, sukar isi (BD) >0,1 g cm-3 , atau dengan ketebalan >60 cm apabila BD-nya <0,1 g cm-3. Lambung C-organik lahan gambut minimal 182%. Pembentukan Tanah Gambut Petak gambut terbentuk dari timbunan sisa-berak tanaman yang telah mati, baik yang sudah bercendawan maupun belum. Gundukan terus bertambah karena proses dekomposisi tersuntuk oleh kondisi anaerob dan/maupun kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pemancar. Pembentukan lahan gambut merupakan proses geogenik, merupakan pembentukan tanah nan disebabkan maka dari itu proses deposisi dan tranportasi, farik dengan proses pembentukan lahan mineral yang umumnya merupakan proses pedogenik (Hardjowigeno, 1986). Tanah gambut terasuh secara sedikit berangsur-angsur sehingga menunjukkan lapisan-lapisan yang jelas. Keadaan ini berkaitan dengan faktor umbul-umbul yang cak semau di sekelilingnya. Lapisan-lapisan tersebut berupa perbedaan tingkat dekomposisi, jenis pokok kayu yang diendapkan atau lapisan tanah mineral secara berselang-seling. Lapisan-salutan mineral tersebut menunjukkan gejala alam banjir dan sedimentasi berasal waktu ke waktu lega lahan rawa.

Source: https://www.academia.edu/28925682/LAHAN_GAMBUT

Posted by: holymayhem.com