Jurnal Poc Limbah Sayuran Untuk Tanaman Bayam

Authors


  • Siti Amalia Karyanto


    Perhimpunan PGRI Adi Buana Surabaya

  • Kutip Pungut


    Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

  • Widodo Widodo


    Perkumpulan PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:


https://doi.org/10.36456/waktu.v20i01.5142

Keywords:


Limbah Pasar Tradisional, Rabuk Organik, Kualitas Pupuk

Abstract

Setiap harinya pasar tradisional  menghasilkan limbah seperti limbah sayur. Apabila limbah tidak dikerjakan maka limbah tersebut menjadi sarana untuk pertumbuhan dan kronologi mikroba nan mengalami proses pembusukan. Maksud pengkajian ini unntuk memahami kadar C-organik, N, P, dan K. penelitian ini menggunakan 3 reaktor dengan kapasitas 10 L yang dilengkapi dengan saluran buih udara. Bahan nan digunakan pada penelitian ini ialah limbah sayur dan larutan
effective microorganisme
4 yang difermentasi selama 25 tahun. Laur bebas plong penelitian ini yakni variasi bahan resmi limbah sayur (kangkong; bayam; sawi putih). Sedangkan plastis terbawa penelitian ini adalah kualitas pupuk organik cair yang mengacu pada Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Hasil dari investigasi adalah macam alamat jamak berpengaruh pada kualitas baja organik enceran yang dihasilkan. Varietas bahan baku yang memenuhi standart Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Baja Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Kapling bahwa Persyaratan Teknis Paling Pupuk Organik Cair yakni plong variasi bahan stereotip pada variasi bahan baku limbah sayur bayam dengan hasil C=13.65, N=3.06, P=3.18, K=3.32, dan variasi bahan jamak limbah sayur sawi dengan hasil C=16.21, N =3.45, P =3.84, K =4.44. Sementara itu Pementan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 C= min 6, Falak=3-6, P=3-6, K=3-6, artinya produk jamur cair ini layak digunakan.

Downloads

Download data is titinada yet available.

References

Budiyani, Ni Komang, Ni Nengah Soniasari, dan Ni Sulung Sri Sutari. 2016. “Kajian Kualitas Cair Mikroorganisme Tempatan (MOL) Bonggol Pisang”. E-Jurnal Akroekoteknologi Tropika.Vol. 5, No. 1.

Cerah, Andhika. (2009). Pembuatan bunga tanah dengan limbah padat organik (sampah sayuran dan ampas tebu). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Kimia UNDIP. Yogyakarta.

Hadisuwito, Sukamto. (2012). Mewujudkan Cendawan Pupuk hijau Cair. Jakarta :PT. Agromedia Referensi.

Hermawati, Wati.et al. (2014). Pengelolaan Dan Pemanfaatan Sampah Di Perkotaan. Yogjakarta: Plantaxia.

Nayaka Perladangan Republik Indonesia. (2006). Pupuk Organik dan Pembenah Lahan. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 02/pert/hk.060/2/2006.

Mulyani, H. (2014). Buku Ajar Analisis Teori dan Aplikasi Optimasi Perancangan Model Pengomposan. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Statuta Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 Adapun Pupuk Organik, Rabuk Hayati dan Pembenahan Lahan. Jakarta.

Rahmaningtyas P. D. (2017). Pembuatan Cendawan Organik Cair (POC) Dari Limbah Sayuran Dengan Interpolasi Bioaktivator EM4 [Skripsi]. Surabaya, Jamiah PGRI Adi Buana Surabaya.

Sucipto, C. D. S. 2012. Teknologi Pengolahan Daur Ulang Sampah, Yogyakarta: Gosyen publishing.

Sundari, E. Sari, E. dan Rinaldo, R. (2012). Pembuatan Baja Organik Larutan Menggunakan Bioaktivator Biosca dan EM4. PROSIDING SNTK Kulah-kulah.

How to Cite

Amalia Karyanto, S. ., Pungut, P., & Widodo, W. (2022). PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYUR (KANGKUNG, BAYAM, SAWI).
Tahun: Jurnal Teknik UNIPA,
20(01), 49–54. https://doi.org/10.36456/masa.v20i01.5142

Source: https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5142

Posted by: holymayhem.com