Jurnal Pengaruh Tekstur Tanah Liat Berdebu Terhadap Tanaman Sayuran Pdf


Oleh Rina D
Kamis, 19 November 2015 15:14

Kondisi tanah adalah salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan pokok kayu.  Cak bagi tanaman, tanah berfungsi umpama :

  1. Panggung tumbuhnya tumbuhan
  2. Arena persediaan udara bagi pernafasan akar susu pohon dan semangat mikroorganisme
  3. Tempat persediaan partikel hara bagi pertumbuhan tanaman, baik berupa zat organik maupun anorganik
  4. Tempat persediaan air bakal melarutkan unsur hara seharusnya boleh diserap tanaman


Berdasarkan fungsi di atas, maka petak nan melanggar kesuburan tanaman ialah tanah nan mengandung zat organik, anorganik, air, dan mega intern keadaan cukup dan cawis sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Zat organik merupakan zat yang terbentuk bermula hasil pelapukan atau peragian hajat-ampas tumbuhan dan hewan. Galibnya zat organik terdapat plong lapisan petak paling atas

(top soil)

hingga kedalaman

+

15 cm dan berwarna kehitaman.  Sedangkan zat anorganik ialah zat yang berasal dari hancuran bebatuan dan mineral, biasanya tersebar lega salutan tanah bawah pada kedalaman lebih dari 15 cm. Tanah dikatakan berharta apabila mengandung mangsa-korban tersebut dengan komposisi 45% bahan organik, 5% zat anorganik, 25% air dan 25% udara.

Selain dipengaruhi oleh peranakan atom privat kapling, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh struktur tanah alias gumpalan elemen-partikel penyusun kapling.

  1. Tanah bergerak-gerak, yakni jenis kapling yang paling kecil baik lakukan tanaman karena memiliki rongga-sinus nan sepan untuk menggudangkan partikel hara, air dan udara serta sesuai bagi kehidupan mikroorganisme.
  2. Tanah liat, tidak sesuai untuk tanaman karena zarah-unsur tanah bersisa rapat sehingga sirkulasi air dan udara tidak berlangsung laju dan perakaran tumbuhan sekali lagi sulit menembusnya.
  3. Lahan pasir, juga kurang baik bagi pokok kayu karena anasir-molekul tanah terlalu berongga sehingga berat buat menyimpan air dan unsur hara.

Kesuburan persil mulai sejak perian ke tahun selalu berubah. Tanah yang subur bisa menjadi kurus bila tidak terpelihara, sebaliknya tanah yang kurus bisa menjadi makmur bila dipelihara dengan baik.  Faktor penyebab mundurnya kesuburan tanah adalah:

  1. Tanah ditanami terus-menerus, sehingga banyak unsur hara yang diserap pohon dan terangkut saat pengetaman.
  2. Kapling digunakan kerjakan menggembala ternak secara kontinu, sehingga tanah yang terdampal-pijak menjadi padat dan rerumputan tidak bertunas pun.
  3. Adanya petaka sama dengan banjir, abrasi, petak longsor, dan gunung meletus, sehingga menyebabkan erosi atau hilangnya lapisan top soil.
  4. Musim kering yang tingkatan, sehingga menyebabkan tumbuhan dan sejumlah organisme tidak dapat hidup, karenanya petak tidak memufakati bulan-bulanan organik nan cukup.
  5. Pencemaran lingkungan, sehingga menyebabkan mikroorganisme pengurai bahan organik mengalami keracunan dan tanah tidak berkecukupan lagi.

Untuk menimbangi kesuburan kapling, maka terlazim dilakukan berbagai upaya antara lain:

  1. Perebusan tanah secara minimal
  2. Memberi kesempatan pada kapling kerjakan istirahat atau diberakan
  3. Kasih serabut lampiran, terutama serabut organik
  4. Mengadakan pergiliran pohon
  5. Pergi penggembalaan ternak secara terus-menerus plong petak yang seimbang
  6. Mengadakan penghijauan dan reboisasi
  7. Membangun pematang, serokan dan terasering.

Artikel tersapu :

Source: http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=735&Itemid=59

Posted by: holymayhem.com