Jual Tanaman Hias Di Malang

Pisang
Musa

Edit the value on Wikidata

Starr 050826-4195 Musa sp..jpg


Edit the value on Wikidata

Data
Sumber berbunga Mauz, Mauz tanduk dan Patera pisang

Edit the value on Wikidata
Tanaman
Jenis buah Buah beri

Edit the value on Wikidata
Taksonomi
Divisi Tracheophyta
Subdivisi Spermatophytes
Klad Angiosperms
Klad monocots
Klad commelinids
Ordo Zingiberales
Famili Musaceae
Genus
Musa

Edit the value on Wikidata




Linnaeus, 1753
Spesies
  • M. acuminata
  • M. balbisiana
  • M. ×paradisiaca
    (invalid)
  • M. sapientum
    (invalid)

Pisang
adalah jenama umum yang diberikan sreg pokok kayu terna berukuran besar dengan daun memulur dan besar nan bersemi sederum bermula bagian tangkai. Gedebok bersifat lunak karena terbentuk dari lapisan tangkai daun nan lunak dan janjang. Batang yang agak persisten berada di bagian permukaan tanah. Mauz memiliki patera beranting yang pencar dan mudah robek dengan episode batang yang meruncing. Matra daun pada tiap spesies pisang sekali lagi berbeda-beda. Gandar cangkul pisang menghasilkan bunga internal jumlah yang banyak. Bagian bunga pada mauz akan membuat biji zakar yang disebut sisir. Jantung pisang berkelompok kerumahtanggaan satu anak uang majemuk dengan format nan lebih ke asal makin mengecil.[1]

Internal taksonomi, pisang tercantum n domestik genus Musa dan famili Musaceae.[1]
Beragam diversifikasi pisang tersebar di area Malesia. Varietas mauz yang paling banyak dibudidayakan di dunia yaitu pisang hutan. Variasi pisang hutan bisa bertunas di jenggala, ancala maupun di dataran rendah.[2]
Selain itu, pisang juga dapat ditanam bersama dengan tumbuhan bukan sebagaimana jagung dan kaspe.[3]

Pisang dapat dipanen kapan saja, karena pertumbuhannya yang sesuai dengan apa jenis musim. Kematian pohon mauz hanya terjadi detik berbuah hanya sekali semasa hidupnya.[2]
Jantung pisang dapat langsung dimakan ataupun dimasak malar-malar dahulu. Zat makanan di intern pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dan bisa pula dibuat sebagai obat tradisional.[3]

Plong awalnya, pisang yaitu pohon asli yang berasal berusul kawasan Asia Tenggara, kemudian menyebar ke seluruh wilayah bumi. Berbunga arah barat, mauz menyebar mulai pecah Raksasa Atlantik menuju ke Pulau Madagaskar lalu ke Benua Afrika dan mendatangi ke Amerika Latin dan Amerika Tengah. Sementara itu, mauz yang menyerak dari arah timur melalui Samudra Pasifik menuju ke Hawaii.[4]

Di berbagai negeri dan mancanegara, pisang memiliki nama-nama khas tersendiri, beberapa diantaranya:
tampi
atau
gedhang
(Jawa),
biyu
(Bali),
puntiq
(Sasak),
cau
atau
cawu
(Sunda),
punti
(Lampung),
unti (Makassar),
koyo
(Ternate),
kula
(Banda),
uri
(Ambon),
tema
(Seram), dan
ounche
(Madagaskar).[5]

Taksonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Merek spesies berpunca pisang ialah
Musa sp
yang berasal bersumber genus Musa. Pisang terdaftar kerumahtanggaan famili Musaceae internal kelas tanaman berkeping biji solo. Sementara itu, mauz ikut intern subdivisi pokok kayu bersumber dan divisi tumbuhan berbiji.[4]
Spesies mauz masih berkerabat dengan Orchidaceae.[3]

Penyebaran

[sunting
|
sunting sumber]

Pisang boleh tumbuh bernas di wilayah dengan musim kemarau yang berlantas setakat 4,5 bulan. Curah hujan yang diperlukan maka itu pisang bakal merecup dengan berbenda merupakan 650 sebatas 5.000 mililiter per tahun. Tentatif itu, temperatur mileu yang sesuai untuk pertumbuhan pisang berkisar antara 21oC hingga 29,5
oC.[3]

Pisang awalnya adalah tanaman lokal di kawasan Asia Tenggara yang sebagian segara berpusat di kewedanan Indonesia. Sejak 500 perian sebelum Serani, pisang sudah menyebar setakat ke Pulau Madagaskar. Padahal, wilayah Afrika lainnya telah mengenal dan membudidayakan mauz sejak seribu hari sebelum Masehi. Lega perian yang sama, Hawaii sudah mengenal dan membudidayakan pisang melalui pengangkutan dari Kepulauan Canaria.[6]

Keragaman

[sunting
|
sunting sumber]

Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua, dan Australia tropika). Rahasia kebinekaan minor kembali terdapat di Afrika tropis. Tanaman ini menyukai iklim tropis dan lembap, terutama di ceduk tekor. Di negeri dengan hujan merata sepanjang musim, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal hari. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal bak negara utama pengekspor pisang.[7]
Pada tahun 2018, India menjadi negara dengan konsumsi mauz paling tinggi, di atas Tiongkok dan Indonesia.[8]

Mauz yang dibudidayakan pada masa waktu ini dianggap merupakan keturunan dari
Musa acuminata
yang diploid dan tumbuh liar. Genom yang disumbangkan diberi simbol A. Persimpangan alami dengan
Musa balbisiana
memasukkan genom baru, disebut B, dan menyebabkan bervariasinya variasi-jenis pisang.[9]
Pengaruh genom B terutama kelihatan pada peranakan serdak puas buah nan lebih tinggi. Secara umum, genom A menyumbang karakter ke arah biji zakar meja, sementara genom B ke sisi biji zakar pisang olah atau pisang matang. Hibrida
M. acuminata
dengan
M. balbisiana
ini dikenal perumpamaan
M. ×paradisiaca. Khusus bagi Kerubungan AAB, tera
Musa sapientum
kekeluargaan digunakan.

Mengikuti anjuran Simmonds dan Shepherd yang karyanya diterbitkan puas tahun 1955, klasifikasi pisang budi sosi sekarang memperalat segel-nama kombinasi genom ini sebagai nama kelompok kepribadian kancing. Bagaikan contoh, untuk pisang cavendish. Di bawah kelompok masih dimungkinkan pembagian intern anak-kelompok. Tatap sekali lagi artikel
Musa
kerjakan pembahasan lebih mendalam.

Pengelompokkan

[sunting
|
sunting sendang]

Pisang boleh dikelompokkan berdasarkan kode berikut:

  • Kelompok AA (diploid): pisang seribu, pisang lilin, mauz mas
    (Musa acuminata)
  • Kelompok AAA (triploid, partenokarp): mauz susu, bananito, keberagaman-diversifikasi mauz ambon
    (Musa acuminata)
    /nyamur (seperti ‘Ambon Putih’, ‘Ambon Hijau’, ‘Gros Michel’ dan ‘Cavendish’), mauz barangan
    (Musa acuminata)
  • Kelompok AAB (triploid, partenokarp): jenis-jenis pisang raja, pisang rajabulu
    (Musa paradisiaca),[10]
    true plantain
    seperti kultivar ‘Silk’ dari Amerika Selatan, pisang sumbu badak
  • Kerubungan ABB (triploid, partenokarp): mauz kepok, pisang siam
  • Gerombolan AAAB (tetraploid, partenokarp):
  • Kelompok BB (diploid):
  • Kelompok BBB:
  • Kelompok AABB:

Morfologi

[sunting
|
sunting sendang]

Buah

[sunting
|
sunting mata air]

Akrab semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang,[11]
walaupun ada beberapa nan bercelup jingga, merah, plonco, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang seumpama bulan-bulanan pangan yakni mata air energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.[12]

Istilah “pisang” pula dipakai untuk sejumlah jenis yang enggak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas mauz penghasil biji pelir konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan.

Karakter daya

[sunting
|
sunting sumber]

Ketika hamba allah kehidupan berpindah-pindah dengan mengumpulkan tembolok, karakter kancing pisang belum dilakukan dan masih berupa tanaman liar. Pisang mulai dibudidayakan pasca- manusia mengenal pertanian yang berkarakter menetap. Umum di area Asia Tenggara telah memanfaatkan pisang sejak lama sebagai sayur khususnya pada babak tulang daun dan tunas. Bagian-penggalan pisang yang lainnya juga telah dimanfaatkan.[13]

Bukti pembudidayaan mauz oleh makhluk dapat diketahui melalui ukiran dan skenario kuno. Konservasi pisang pertama diketahui dalam literatur Pali, khususnya Kanon Pāli. Dalam skrip ini disampaikan bahwa pisang sudah dipelihara di India sejak abad ke-6 mencecah-5 sebelum Serani. Dalam skenario ini, pisang digambarkan sebagai buah bertaring yang menjadi rezeki untuk kera dan gajah. Kebudayaan bukan nan sudah membudidayakan pisang ditemukan di Bengawan Panjang dan Sungai Kuning di Tiongkok. Dari prasasti kuno di Yunani, diketahui bahwa Yunani mengenal budi kancing pisang dari India sejak abad ke-3 sebelum Masehi. Sementara itu, di wilayah Portugal telah diadakan khuluk sendi pisang nan dipelajari berasal Teluk Guinea dari Afrika sebelum ditemukannya jalur perhubungan antara Kontinen Asia dan Tanah raya Eropa.[13]

Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya rendah yang dibudidayakan secara intensif dan meriah privat perladangan monokultur, seperti ‘Gros Michel’ dan ‘Cavendish’. Variasi-jenis lain lazimnya ditanam pasuk di pekarangan, tepi-got tanah tanaman enggak, serta tepi batang air.

Wereng

[sunting
|
sunting perigi]

Hama tungau ceria sreg daun pisang

Perbanyakan secara vegetatif membentuk mauz amat mudah terkena bidasan hama, karena sempitnya pluralitas genetik. Suatu perkebunan yang terkena penyakit pokok kayu boleh menularkan dengan sumir ke perladangan tetangganya. Keberagaman kumbang bernama
Cosmopolites sordidus
merupakan hama penyebab bercak hitam pada biji pelir pisang.[14]

Penyakit

[sunting
|
sunting sumber]

Wabah panama

[sunting
|
sunting sumber]

Hawar panama ialah komplikasi pisang nan paling umum terjadi di berbagai distrik budi daya pisang di mayapada. Ciri pisang yang madya terkena wabah panama adalah layu menginjak-start dan antap sebelum menghasilkan biji kemaluan. Spesies jamur bernama
Fusarium oxysporum
yaitu mikroba terdepan yang menyebabkan wabah panama. Penularan ki aib dilakukan melangkaui akar tunggang tanaman yang berada di dalam kapling.
Fusarium oxysporum
dapat berdeging di dalam persil meskipun lain memiliki inang. Ketahanannya lalu lama hingga menjejak waktu selama 5 tahun.[15]

Kebobrokan sigatoka

[sunting
|
sunting sumber]

Ki kesulitan sigatoka juga yakni penyakit pisang yang paling awam terjadi di beragam negeri budi sendi pisang di marcapada. Dampak yang ditimbulkannya adalah mortalitas pada tanaman pisang. Puas pisang, keburukan ini terbagi menjadi dua keberagaman, yaitu sigatoka kuning dan sigatoka hitam. Pembagian ini didasari oleh gejala yang timbul ketika mikroba penyakit sigatoka sedang destruktif pisang. Pada sigatoka kuning, patera mauz yang akan mati memiliki calit berwarna asfar, sementara pada sigatoka hitam bercaknya berwarna hitam. Sigatoka kuning disebabkan oleh patogen bernama
Mycosphaerella musicola, sedangkan sigatoka hitam disebabkan oleh
Mycosphaerella fijiensis.[16]

Penyakit sigatoka awalnya muncul di perkebunan pisang di kawasan Asia lega masa 1964. Kebobrokan ini menyebar ke Amerika Perseroan plong masa 1968 melewati Hawaii. Provisional itu, penyakit sigatoka sekali lagi terjadi pada perkebunan pisang di distrik Afrika dan Amerika Perdua sejak musim 1972. Di Asia, negara purwa yang persawahan pisangnya mengalami keburukan sigatoka adalah Taiwan. Kebobrokan ini kemudian menyebar ke negara Asia lainnya yaitu Tiongkok, Filipina, Sumatra (Indonesia), Thailand, dan Malaysia. Setelah itu, keburukan sigatoka hambur dari kawasan Malesia ke Benua Australia. Sedangkan ki kesulitan sigatoka di Afrika awalnya dialami di negara Zambia. Bermula Zambia, kelainan ini menyebar ke wilayah negara Afrika lainnya yaitu Gabon (1979), Burundi dan Rwanda (1986), serta 16 negara Afrika lainnya. Darurat itu, komplikasi sigatoka di kawasan Amerika Perdua mula-mula mungkin terjadi di Honduras yang kemudian meluas menjadi endemi. Penyakit sigatoka kemudian menyebar ke Jamaika, Kuba dan Republik Dominika. Penyebaran kelainan ini menyentuh Florida pada hari 1998.[17]

Pembusukan cerutu

[sunting
|
sunting sumber]

Pembusukan serutu merupakan penyakit pisang yang hanya terjadi di kawasan Amerika Daksina. Patogen kebobrokan ini adalah spesies jamur bernama
Stachylidium theobromae. Gejala mulanya dari masalah ini adalah pembusukan pada bunga mauz yang kemudian meluas menyentuh ujung buah. Kondisi fisik biji pelir yang mengalami pembusukan cerutu yaitu berkulit gelap dan berserat pada daging buah.[18]

Penyakit darah

[sunting
|
sunting perigi]

Masalah darah pada pisang disebabkan oleh kuman nyata bakteri, yaitu
Ralstonia solanacearum. Penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit Moko. Gejala yang ditimbulkan kasatmata layunya daun sebatas mengering. Penyakit darah biasanya menyerang tumbuhan yang masih berusia muda. Gejala lega tanaman mauz yang kian tua ialah daun menguning puas bagian sekitar gandar cangkul. Gejala infeksi yang timbul adalah berhentinya pertumbuhan biji zakar. Pisang yang telah membentuk sisir akan mengalami kerusakan kulit di babak ujungnya, warnanya menjadi hitam, dan kulitnya mengerut. Pada pisang yang berusia habis tua, gejala lega sisir tidak tampak, tetapi daging biji zakar rusak dan mereput.[18]

Penyakit layu bakteri
Xanthomonas


[sunting
|
sunting sumber]

Nutrisi

[sunting
|
sunting sumber]

Mauz, Mentah (Asupan Harian)
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi 371 kJ (89 kcal)

Karbohidrat

22.84 g

Gula 12.23 g
Baja pangan 2.6 g

Lemak

0.33 g

Protein

1.09 g

Gizi Kuantitas


%DV

Tiamina (B1)

3%

0.031 mg

Riboflavin (B2)

6%

0.073 mg

Niasin (B3)

4%

0.665 mg

Bersut pantotenat (B5)

7%

0.334 mg

Gizi B6

31%

0.4 mg

Folat (B9)

5%

20 μg

Kolina

2%

9.8 mg

Vitamin C

10%

8.7 mg

Mineral Kuantitas


%DV

Zat besi

2%

0.26 mg

Magnesium

8%

27 mg

Mangan

13%

0.27 mg

Fosfor

3%

22 mg

Kalium

8%

358 mg

Sodium

0%

1 mg

Seng

2%

0.15 mg

Onderdil lainnya Kuantitas
Air 74.91 g

Link to USDA Database entry ponten bakal porsi yang bisa dimakan

  • Satuan
  • μg = mikrogram • mg = miligram
  • SI = Eceran internasional
Uang lelah DV berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk manusia dewasa.

Sumber: USDA FoodData Central

Pisang hijau (tidak termasuk kulitnya) mengandung 75% air, 23% fruktosa, 1% protein, dan mengandung sedikit lemak nan boleh diabaikan. 100 gram pisang mengandung 89 kalori, 31% dari Nilai Asupan Harian AS yang direkomendasikan, vitamin B6, dan zat makanan C dalam kuantitas sedang, mangan dan pupuk pangan, tanpa nutrien enggak berukuran mikro dalam kandungan yang bermanfaat (lihat diagram).

Potasium

[sunting
|
sunting sumber]

Meskipun pisang umumnya dianggap mengandung peranakan kalium yang luar biasa.[19]
[20]
Rahim kalium di intern pisang sebenarnya tidak tinggi saban jatah makan kandungan absah, semata-mata punya 8% mulai sejak Poin Asupan Kronik AS yang direkomendasikan untuk kalium (dianggap sebagai tingkat asupan buku harian minus, lihat tabel nutrisi), dan peringkat kandungan kaliumnya di antara buah-buahan, sayuran, kedelai-kodian, dan banyak makanan lainnya relatif menengah.[21]
[22]
Sayuran dengan peranakan kalium lebih tinggi ketimbang pisang pencuci mulut mentah (358 mg per 100 g) misalnya bayam mentah (558 mg masing-masing 100 g), kentang panggang tanpa kulit (391 mg saban 100 g), kedelai matang (539 mg masing-masing 100 g), serat portabella singgang (437 mg per 100 g), dan saus tomat olahan (413–439 mg saban 100 g). Mauz yang dipertuan baru mengandung 499 mg potasium per 100 g. Pisang pencuci bacot kering atau duli mauz mengandung 1491 mg kalium per 100 gramnya.[21]

Alergen

[sunting
|
sunting sumber]

Orang dengan alergi lateks mungkin mengalami reaksi alergi terhadap pisang.[23]

Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Makanan dan masakan

[sunting
|
sunting mata air]

Biji kemaluan

[sunting
|
sunting sumur]

Berlandaskan cara mengonsumsi buahnya, pisang dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu pisang meja dan pisang olah. Pisang meja dikonsumsi n domestik peristiwa segar sonder menerobos proses penggarapan, sama dengan pisang ambon, pisang susu, pisang raja, pisang seribu, dan pisang cavendish. Pisang olahan dikonsumsi sesudah melangkahi proses perebusan perut, seperti digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak. Mauz nan tercatat dalam golongan pisang olahan adalah pisang kepok, mauz siam, mauz kapas, pisang tanduk, dan pisang uli.

Jantung pisang boleh diolah menjadi plural barang makanan ringan, seperti kue, dan arak. Olahan pisang yang cukup tersohor antara lain keripik pisang (Lampung),[24]
mauz epe (Makassar),[25]
sale pisang (Bandung), pisang molen (Bogor), dan arak (Amerika Latin).

Pisang mempunyai kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan apel.[26]
Buah pisang mengandung mineral sama dengan kalium, magnesium, fosfor, besi, dan zat kapur.[27]
Pisang kembali mengandung gizi, yaitu Vitamin C, Vitamin B obsesi, Nutrisi B6, dan serotonin yang aktif misal neurotransmiter dalam kelancaran kelebihan inisiator.
[butuh rujukan]

Bunga atau jantung mauz

[sunting
|
sunting sumber]

Jantung pisang digunakan andai sayuran
[28]
lega masakan Asia Daksina dan Asia Tenggara, baik bau kencur atau dikukus dengan saus atau dimasak n domestik sup, kari, dan makanan goreng.[29]
[30]
Rasanya menyerupai articok, baik fragmen daging dari patera pelindung maupun jantung dapat dimakan.[31]
Selain itu, buah pisang kembali digunakan pada sebagian area di Indonesia sebagai obat luar.[32]

Bonggol pisang

[sunting
|
sunting sumber]

Bonjol mauz ialah sumber serat bagi badan. Bonggol pisang dapat tergarap menjadi perut ringan seperti keripik. Serta, dapat tergarap menjadi kawul cair untuk bermacam rupa pokok kayu seperti bawang merah.[33]

Biji ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Ponten ekonomi dari budi daya pisang ditinjau bersumber tahun berbuah, masa pertumbuhan, kesuburan tanah, dan pemeliharaan. Pisang mulai bisa berbuah setelah mencapai jiwa setahun sehingga pengembalian modal untuk budi daya menjadi lebih cepat. Darurat itu, mauz menghasilkan buah dengan jumlah yang berlipat setelah mulai berbuah, Mauz dapat menghasilkan biji zakar sebanyak tiga atau empat bisa jadi lipat dari masa berbuah pertamanya. Tentatif itu, kesuburan tanah di sekeliling pisang lalu cepat memburuk. Pisang harus cerbak memperoleh perawatan rutin. Jantung pisang pula tetapi dapat berseregang sejauh 15 perian setelah pengetaman dan setelahnya akan mengalami pembusukan.[34]

Lihat kembali

[sunting
|
sunting sumber]

  • Dosis selevel mauz
  • Tepung pisang
  • Serbuk pisang

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]

Catatan suku

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b



    Lubis 2021, hlm. 7.
  2. ^


    a




    b



    Lubis 2021, hlm. 2.
  3. ^


    a




    b




    c




    d



    Lubis 2021, hlm. 4.
  4. ^


    a




    b



    Suyanti dan Supriyadi 2008, hlm. 5.

  5. ^


    Crawfurd, John (2017).
    Sejarah Gugusan pulau Nusantara: Kajian Budaya, Agama, Strategi, Hukum dan Ekonomi.
    1. Diterjemahkan maka dari itu Zara, Muhammad Yuanda. Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 299. ISBN 9786022584698.





  6. ^

    Sastrahidayat 2015, hlm. 1-2.

  7. ^


    Sodhiq, Arif (1 Mei 2020). “Sepuluh Negara Pengekspor Pisang Terbesar di Dunia – Hortikultura sariagri.id”.
    sariagri.id
    . Diakses tanggal
    2022-02-09
    .





  8. ^


    “Which Country Eats the Most Bananas?”.
    www.helgilibrary.com
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-02-09
    .





  9. ^


    Ravishankar, Kundapura V; Mohandas, Sukhada, ed. (2016).
    Banana: Genomics and Transgenic Approaches for Genetic Improvement. Springer Singapore. hlm. 15. ISBN 9789811015854.





  10. ^


    Ernawati, A (2000). “The Micropropagation of Bananas” (dalam bahasa Inggris).




  11. ^


    D’mello, Brendan (22 September 2015). “Why Do Bananas Turn Yellow When Ripe?”.
    Science Abjad
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-02-09
    .





  12. ^


    Arnarson, Atli (7 Mei 2019). “Bananas 101: Nutrition Facts and Health Benefits”.
    Healthline
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-02-09
    .




  13. ^


    a




    b



    Suyanti dan Supriyadi 2008, hlm. 6.

  14. ^


    Janick, Jules, ed. (2010).
    Plant Breeding Reviews, Volume 14. Wiley. hlm. 120. ISBN 9780470650066.





  15. ^

    Sastrahidayat 2015, hlm. 3.

  16. ^

    Sastrahidayat 2015, hlm. 4.

  17. ^

    Sastrahidayat 2015, hlm. 4-5.
  18. ^


    a




    b



    Sastrahidayat 2015, hlm. 5.

  19. ^


    Gordon Edwards (2019). “About radioactive bananas”
    (PDF). Canadian Coalition for Nuclear Responsibility. Diarsipkan semenjak versi lugu
    (PDF)
    tanggal May 15, 2017. Diakses tanggal
    April 24,
    2019
    .





  20. ^


    Kraft S (August 4, 2011). “Bananas! Eating Healthy Will Cost You; Potassium Alone $380 Per Year”.
    Medical News Today. Diarsipkan berpunca versi asli sungkap October 25, 2014. Diakses tanggal
    October 25,
    2014
    .




  21. ^


    a




    b




    “Ranking of potassium content sendirisendiri 100 grams in common fruits and vegetables”. United States Department of Agriculture, National Nutrient Database for Duaja Reference, Release 28. November 2016. Diarsipkan berasal versi asli tanggal August 9, 2017. Diakses tanggal
    May 6,
    2017
    .





  22. ^


    “What you need to know about potassium”. EatRight Ontario, Dietitians of Canada. 2019. Diarsipkan dari versi ceria tanggal May 3, 2019. Diakses tanggal
    April 24,
    2019
    .





  23. ^


    Taylor, J.S.; Erkek, E. (2004). “Latex allergy: diagnosis and management”.
    Dermatologic Therapy.
    17
    (4): 289–301. doi:10.1111/j.1396-0296.2004.04024.x. PMID 15327474.





  24. ^


    Madjid, Aziza Zahwa Layla (13 Oktober 2021). Widyanti, Ni Nyoman Wira, ed. “6 Oleh-oleh Camilan Manis Khas Bandar Lampung”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2022-02-10
    .





  25. ^


    Hubeis, Musa; Dewi, W. Kania (2019).
    Kuliner: Suatu Identitas Ketenangan Hutan Unik. PT Penerbit IPB Press. hlm. 33. ISBN 978-602-440-683-7.





  26. ^


    Picincu, Andra (8 Oktober 2019). “Banana Vs. Apple”.
    LIVESTRONG.COM
    (internal bahasa Inggris). Diakses rontok
    2022-02-10
    .





  27. ^


    Putman, Jamie (12 Juli 2019). “All About Bananas: Nutrition Facts, Health Benefits, Recipes, Risks”.
    EverydayHealth.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-02-10
    .





  28. ^


    Solomon, C (1998).
    Encyclopedia of Asian Food
    (edisi ke-Periplus). Australia: New Holland Publishers. ISBN 978-0-85561-688-5. Diarsipkan dari varian bersih rontok June 3, 2008. Diakses sungkap
    May 17,
    2008
    .





  29. ^

    Fried banana flowers Diarsipkan April 5, 2011, di Wayback Machine.. Duda Online (December 14, 2009). Retrieved on October 2, 2011.

  30. ^


    “Very Good Recipes of Banana and Flowers”.
    verygoodrecipes.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  31. ^


    Molly Watson. “Banana Flowers”. About.com. Diarsipkan dari versi putih tanggal May 14, 2014. Diakses sungkap
    May 13,
    2014
    .




    See also the link on that page for Banana Flower Salad.

  32. ^


    Nasution, Khairon (2019-09-19). “Efektivitas Aplikasi Pupuk Organik Larutan Jantung Pisang Barangan Dan Fungsi Mikroriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sahang Merah (Capsicum Annuum L)”. Sekolah tinggi Medan Daerah.




  33. ^


    Laia, Yulianus (2018-01). “Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang merah(Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kotoran Ayam dan Pupuk Organik Hancuran Bonggol Pisang”.




  34. ^

    Lubis 2021, hlm. 5-6.

Daftar pustaka

[sunting
|
sunting perigi]

  • Lubis, Eva Riyanty (2021).
    Untung Berlambak Budi Muslihat Pisang. Jakarta: Penerbit Bhuana Mantra Populer. ISBN 978-623-04-0551-8.



  • Sastrahidayat, Ika Rochdjatun (2015).
    Ki aib dan Hama Penting puas Tanaman Pisang. Malang: Universitas Brawijaya Press. ISBN 978-602-203-785-9.



  • Suyanti dan Supriyadi, A. (2008).
    Mauz: Karakter Trik, Pengolahan dan Kemungkinan Pasar
    (edisi ke-19). Jakarta: Penebar Swadaya. ISBN 979-002-236-0.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Info heterogenitas genetik Diarsipkan 2009-06-27 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pisang

Posted by: holymayhem.com