Jenis Hama Pada Tanaman Sayuran

10 Hama Tanaman Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 1
– Andai orang tani, sobat belajartani.com tentu pernah merasa kesal saat tanaman anda rusak akibat serangan wereng. Serangan hama merupakan salah satu faktor penyebab gagal panen.

Tidak adv minim berbunga petambak nan meluapkan kekesalannya dengan mengumpat, lebih-lebih cak semau yang membiarkan tanamannya tersebut sunyi karena saking parahnya bidasan hama tersebut. Lega akhirnya enggak sedikit pula penanam yang mengibarkan liwa perang melawan mereka (wereng). 😀

Hama didefiniskan sebagai organisme yang keberadaannya lain diinginkan, organisme yang dianggap merugikan, baik secara jasad maupun ekonomis, tapi secara praktis wereng adalah semua jenis hewan yang menyebabkan kerugian dalam produksi pertanian.

Kerugian tersebut disebabkan maka itu aktivitas bersantap hama terhadap bagian tanaman baik itu akar tunjang, patera, batang dan biji kemaluan. Secara hakikat, kita tidak boleh menyalahkan eksistensi (keberadaan) hama sepenuhnya, karena Tuhan sang maha kreator menciptakan insting mereka bersamaan dengan keikhlasan mereka.

Oleh karena itu kita lain berkuasa kerjakan menyetip mereka dari wajah bumi ini, karena kehadiran mereka pada hakikatnya sebagai penyeimbang ekosisten dan alam ini. Tugas kita sebagai petani hanyalah melakukan pengendalian terhadap eksistensi mereka.

Kesanggupan wereng dapat diketahui dengan memperhatikan gejala yang nampak lega tanaman. Pengetahuan tentang deskripsi hama, gejala serangan serta prinsip penanggulangannya dulu terdepan bakal diketahui oleh penanam dan khalayak-orang yang berkecimpung di rataan pertanaman, agar bisa diambil tindakan pengendalian yang tepat antara lain tepat dosis, tepat periode, tepat cara, tepat sasaran dan tepat keberagaman.

Ambillah sobat belajartani.com berikut ini hama tumbuhan sayur/hortikultura yang wajib anda adv pernah:


1.

Bernga tanah (Agrotis ipsilon)

Ulat persil bewarna hitam ke abu-abuan. Menyerang pohon yang baru pindah tanam dengan cara memakan kunarpa utama tanaman serta bintik tumbuhnya. Aktif merusak tanaman pada lilin lebah hari.

agrotis
larva agrotis (sumber rencana : http://www.entej.com/)

Agrotis dewasa (sumber gambar: http://www.lepinet.fr/)

  • Gejala serangan : Ditandai dengan adanya tanaman mulai dewasa yang patah pada batang tanamannya ataupun batang cangkul daunnya kudung.
  • Pengendalian : Dapat dilakukan secara mekanis, teknis dan ilmu pisah. Secara mekanis dilakukan ialah dengan cara mencari, lalu dikumpulkan kemudian dimatikan. Pengendalian secara teknis yaitu melakukan sanitasi lahan sehingga lahan adil dari gulma dan tempat tumbuhan bukan yang dijadikan sebagai temapt bertelur. Secara ilmu pisah dilakukan dengan penyemburan racun serangga berbahan aktif karbofuran, beta siflutrin, Lamda sihalotrin, deltametrin, imidakloprid, sipermetrin, karbosulfan, dan lain-tidak.
  • Tanaman inang : milu, timun, melon, tomat, sahang, kubis, dan kacang strata.


2.  Uret (Holotrichia sp)

uret tebu
belatung uret (sumber gambar : lampung.litbang.perkebunan.go.id)
uret dewasa
uret dewasa (sumber gambar : www.flickr.com)

Uret merupakan istilah cak bagi larva sigenting coklat. Uret bewarna steril dengan tubuh melengkung dan kepala putih kemerahan.

  • Gejala bidasan : Sama halnya dengan ulat tanah, ofensif uret ditandai dengan adanya tanaman mudah yang radiks batangnya patah akibat dimakan oleh uret.
  • Pengendalian : Pengendalian dilakukan secara peradaban teknik dan kimia. Secara kultur teknik yakni dengan pergiliran tanaman dengan family yang berlainan, atau berbuat pola tumpangsari dengan tanaman beda family. Secara kimia dengan pemancaran insektisida berbahan aktif karbofuran, beta siflutrin, Lamda sihalotrin, deltametrin, imidakloprid, sipermetrin, karbosulfan, dan lain-tak.
  • Pokok kayu inang : padi, jagung, tomat dan ubi belanda


3.  Kumbang/oteng-oteng (Epilachna sparsa)

Kerawai ini menyerang tanaman pada bagian atas dan bawah patera yaitu dengan cara memakan bagian daun tersebut.

oteng-oteng
ulat dan imago (dewasa) oteng-oteng (sumber rajah : http://gardeningsoul.blogspot.co.id)
  • Gejala serangan : Ditandai dengan patera tanaman yang nampak bertembuk-lubang.
  • Pengendalian : Pencegahan dan pengendalian secara ilmu pisah menggunakan racun serangga berbahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, emamektin benzoat, spinoteram, abamektin dan lain-tidak.
  • Pohon inang  : gambas, pare, semangka, timun, melon, bayam, kacang tingkatan, katak, kentang, dan tomat.


4.  Trips (Thrips sp)

Trips merupakan wereng yang bertindak umpama vektor pendakyahan virus. Berukuran kira-taksir 1 mm. Hama trips mengupas bagian bunga dan daun tanaman. Trips dikenal sebagai vektor virus mozaik (kebobrokan keriting).

trips
imago trips (sendang rencana : www.omafra.gov.on.ca)
gejala serangan trips (mata air bentuk : dok pribadi)
  • Gejala serbuan : Anak uang nan terserang tanaman trips akan mengering dan rontok sedangkan kalau patera yang diserang makan daun akan kering ke atas, daun menguning menggulung ke atas kesannya pertumbuhan boncel. Pada adegan bawah daun bewarna keperak-perakan.
  • Pengendalian : Pengendalian secara kimia dengan insektisida berbahan aktif tiametoksam, emamektin, imidakloprid, beta siflutrin, deltametrin, spinoteram, abamektin dan lain-lain.
  • Tumbuhan inang : melon, timun, gambas, kentang, kambeh, waluh, polong panjang, embalau, bawang merah, semangka, tomat dan terong.


5.  Kutu daun

Terserah dua jenis tungau daun nan menuding tanaman horti merupakan tuma daun persik (Myzus persicae) yang bewarna kuning, asfar kemerahan, dan kutu patera kapas (Aphis gossipy) yang bewarna mentah palsu dan hitam. Bertakaran 1-2 mm. Wereng ini juga sebagai vektor virus antara lain vektor virus mozaik (problem berkeluk-keluk).

fase larva (sumber rajah: https://en.wikipedia.org)

Aphis_gossypii02
fase dewasa (sendang lembaga: https://en.wikipedia.org)
  • Gejala gempuran : Pucuk daun menjadi keriput, keriting dan menggelendong. Pada serangan nan berat menyebabkan pertumbuhan tumbuhan terhambat, layu bahkan hening.
  • Pengendalian : Pengendalian secara kimia dengan racun serangga berbahan aktif tiametoksam, emamektin, imidakloprid, beta siflutrin, deltametrin, spinoteram, abamektin dan lain-lain.
  • Tanaman inang  : melon, cili, timun, keramboja, pare, oyong, kubis, kentang, dan tomat

Gimana sobat belajartani.com, masih roh-kah membacanya? Untuk artikel penggalan 1 nya sampai disini lewat ya. Kalo masih semangat silahkan lanjut membaca artikel bagian ke-2
10 Hama Pokok kayu Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Babak 2 (selesai).

Kalo anda sedikit mengantuk boleh lah istirahat sekilas, tapi jangan lupa untuk share ke teman-saingan anda yang enggak. Sekian terimakasih ^^

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.


Source: https://belajartani.com/10-hama-tanaman-sayurhortikultura-yang-wajib-anda-tahu-bagian-1/

Posted by: holymayhem.com