Jelaskan Yg Di Maksud Dengan Tanaman Sayuran

Sayur yang dijual di pasar.

Sayur
atau
sayuran
yaitu sebutan awam bakal bahan alas nabati yang rata-rata mengandung kadar air yang tangga, yang dapat dikonsumsi setelah dimasak atau diolah dengan teknik tertentu, atau dalam keadaan segar.[1]
[2]
Istilah buat kumpulan berbagai jenis sayur yakni
sayur-sayuran
atau
sayur-mayur. Pengolahan sayur-mayur dapat dilakukan dengan cara berbagai rupa. Sayur merupakan makanan nan sehat untuk dikonsumsi. Sayuran berperan utama untuk individu karena memiliki kandungan eco dan fruktosa yang rendah, tetapi tangga vitamin, mineral dan cendawan makanan nan bermakna buat kesehatan.[3]
Banyak ahli gizi menunda orang buat mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dengan merekomendasikan konsumsi panca porsi atau makin kerumahtanggaan sehari.[4]
[5]
Awalnya, manusia mengumpulkan sayuran semenjak alam liar oleh pemburu-pengumpul sebelum adanya sistem perkebunan.[6]
Sayuran menginjak dibudidayakan di bilang bagian dunia, selama masa 10.000 SM sampai 7.000 SM.[7]
Banyak petani pedesaan di Afrika, Asia, Amerika Selatan, dan di tempat lain mempraktikkan sistem pertanian ini untuk menghasilkan makanan yang cukup dan menukar hasil pengetaman yang dipertukarkan dengan barang lain.[8]
Hal ini diiringi cara usia mereka dengan mengembangkan pertanian baru. Pada awalnya, sistem pertanaman dengan mengidentifikasi tanaman yang berguna diupayakan kerjakan merecup dan tumbuhan yang tidak diinginkan disingkirkan.Cina yakni penghasil sayuran terbesar, dan perbisnisan global produk pertanian memungkinkan pengguna bakal membeli sayuran yang ditanam di negara-negara nan jauh. Skala produksi bervariasi dari pembajak subsisten yang memasok kebutuhan alas keluarga mereka, hingga agribisnis dengan areal luas pohon komoditas solo.[9]

Etimologi

[sunting
|
sunting sumber]

Kata
vegetable
pertama bisa jadi terdaftar di Inggris pada awal abad ke-15. Alas kata tersebut pecah berpokok bahasa Prancis Kuno yang awalnya digunakan untuk menyebut semua tanaman. Kata tersebut diserap bahasa Latin Abad Medio vegetabile atau vegetabilis terbit kata
vegetō
(“berkembang”) +
-ābilis
yang berarti “bertaruk, berkembang” (yaitu tumbuhan).[10]
[11]
[2]
Kata tersebut merupakan hasil perubahan semantik dari bahasa Latin Akhir yang berarti “menghidupkan, mengacapkan.[2]
Secara awam, kata sayur merupakan segala sesuatu yang berasal dari tumbuhan yang bisa (tapi tidak harus) dimasak, atau dengan kata lain
disayur.[12]
[13]
Istilah “sayur” tidak diberi batasan secara ilmiah. Sebagian besar sayur mencakup bagian-bagian vegetatif dari pokok kayu, yang galibnya maujud daun (dan kebanyakan beserta tangkainya), tetapi dapat juga aktual layon cukup umur (mis. rebung), umbi layon (mis. kentang) atau umbi akar (mis. wortel ). Sementara yang lainnya berasal dari organ generatif, yang umumnya berupa polong-polongan (mis. buncis dan kapri), tetapi dapat juga berupa bunga (mis. kecombrang dan turi) ataupun biji kemaluan utuh (misalnya terung dan tomat). Terdapat pula babak-bagian khas bermula beberapa tumbuhan nan juga tergolong andai sayur-sayuran, sebagaimana tongkol milu remaja (baby corn) dan jantung pisang. Selain itu, rabuk ataupun baja besar yang dapat dimakan lagi digolongkan ibarat sayur, meskipun secara taksonomi bukan tumbuhan.[14]
[15]
[16]

Terminologi

[sunting
|
sunting sumur]

Secara terminologi, “sayuran” dapat bervariasi karena banyak babak tanaman yang ada di manjapada, sebagai halnya akar tunjang, umbi-umbian, batang, daun, atau bagian anakan yang dapat dikonsumsi sebagai makanan. Internal arti luas, istilah sayuran laksana pembukaan sifat berharga “berpangkal dari tanaman”. Secara khusus, istilah sayuran dapat didefinisikan perumpamaan “tumbuhan apapun yang bagiannya dapat dimakan”.[17]
Kemudian internal arti sekunder menjadi “episode yang dapat dimakan dari tumbuhan”.[17]
Definisi yang lebih tepat adalah “setiap episode pokok kayu yang boleh dikonsumsi perumpamaan alat pencernaan kecuali buah ataupun biji, tetapi termasuk buah matang yang dimakan sebagai makanan utama”.[18]
Selain berusul definisi itu, serabut yang dapat dikonsumsi (sebagaimana serat alas) dan rumput laut, walau enggak bagian berpokok pohon, pelahap dikelompokkan laksana sayuran.[19]
[20]

Dalam manjapada kuliner, buah-buahan, sungguhpun mengandung banyak air, secara eksklusif dianggap terpisah dari kerumunan sayur-sayuran terutama untuk biji zakar-buahan yang rasanya manis. Definisi buah dalam mayapada kuliner berbeda dengan biji pelir dalam hobatan botani, sehingga beberapa kandungan yang terdaftar buah menurut ilmu botani, dianggap sebagai sayur kerumahtanggaan kuliner. Beberapa kandungan tersebut bagaikan contoh adalah terung, paprika, dan tomat.[21]
Biji-bijian dan sebagian bermula kacang-kacangan juga dianggap perumpamaan terpisah mulai sejak sayur-mayur. Beberapa episode tumbuhan nan bisa digunakan sebagai sendang penyembuhan, bumbu matang, maupun rempah-rempah pun terkadang (tapi tidak semua) dianggap terpisah pecah sayur-sayuran.

Karena tradisi dan cara penyajian perut yang berbeda di setiap negara, penggolongan sayur-mayur sekali lagi berlainan puas masing-masing negara. Misalnya, avokad nan rajin dianggap umpama sayur di negara-negara barat karena belalah menjadi pendamping selada, tetapi dianggap biji zakar di Indonesia karena sering dibuat andai jus.

Sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Anak adam dulunya adalah pemburu-pengumpul sebelum adanya sistem pertanian. Mereka mencari bangkai hewan dan mengejar bikin mendapatkan makanan. Mereka juga mencari biji pelir-buahan, kacang-kacangan, batang, dedaunan, dan umbi-umbian nan boleh dimakan.[6]
Pertamanan jenggala dengan mengungkapkan lahan di rimba tropis diyakini menjadi awal mula sistem pertanaman dengan mengidentifikasi tumbuhan yang berjasa diupayakan untuk tumbuh dan tumbuhan nan tidak diinginkan disingkirkan. Kemudian berikutnya dilakukan pemujaan tanaman menerobos seleksi silsilah dengan sifat yang diinginkan seperti buah raksasa dan perkembangan nan kuat.[22]
Kemudian bukti pertama domestikasi serealia seperti mana gandum dan barli ditemukan di Hilal Congah di Timur Tengah. Prospek samudra manusia di seluruh manjapada mulai bertani antara lega 10.000 SM hingga 7.000 SM.[7]
Banyak peladang pedesaan di Afrika, Asia, Amerika Daksina, dan di bekas lain mempraktikkan perladangan subsisten detik ini, menggunakan satah tanah mereka bakal menghasilkan perut yang cukup untuk keluarga mereka sambil memperdagangkan hasil pengetaman yang berlebih untuk dipertukarkan dengan barang lain.[8]

Sejarah mencatat, turunan mewah telah mampu membeli makanan yang beragam seperti daging, sayuran, dan buah. Namun, daging adalah makanan bernas bagi individu miskin. Mereka hanya mengonsumsi rezeki hambar nan sebagian besar terdiri dari beras, gandum hitam, gandum, barli, milet, alias jagung. Penambahan sayuran memberikan variasi sreg rezeki. Suku Aztec di Amerika Paruh menanam tomat, alpukat, kacang-kacangan, paprika, waluh, labu, kacang tanah, antara tidak, bagi melengkapi tortilla dan bubur mereka. Tungkai Inca di Peru mengonsumsi milu di dataran terbatas dan kentang di dataran tinggi sebagai makanan muslihat. Untuk melengkapi peranakan mereka, mereka mengonsumsi biji kinoa, paprika, tomat, dan alpukat.[23]

Di Cina bersejarah, makanan kancing di selatan adalah nasi, dan makanan pokok di utara adalah gandum, yang dibuat menjadi pangsit, mie, dan panekuk. Sayuran yang digunakan sebagai lauk antara tidak ubi jalar, polong, kara oncet, lobak, patera bawang, dan dasun putih. Nafkah rahasia orang Mesir kuno adalah roti, yang sering terkontaminasi maka dari itu pasir yang mewujudkan gigi mereka terkikis. Daging ialah peranakan mewah, tetapi ikan masih cukup sering dikonsumsi. Kemudian dihidangkan dengan beraneka ragam sayuran, termasuk zukini, kacang babi, lentil, umbi lapis bombai, bawang prei, bawang salih, radis dan selada.[23]

Roti adalah makanan pokok di Yunani kuno, bersama dengan keju kambing, zaitun, biji pelir ara, iwak, dan terkadang daging. Bawang bombai, berambang merah, dasun masif, kubis, melon, dan lentil termasuk sayuran yang dibudidayakan.[24]
Di Romawi Bersejarah, mereka memakan Bubur kental dibuat dari gandum atau angka-bijian dengan lauk sayuran hijau sonder daging dan ikan. Orang Romawi menguburkan kacang kartu ceki, kapri, bawang bombai, dan radis, serta memakan patera bit, tak akarnya.[25]

Beberapa sayuran mahajana

[sunting
|
sunting sumur]

Sayuran umum
Gambar Jenis Bagian nan dikonsumsi Kapling asal Kultivar
Filoma-Kohl vor der Ernte.jpg Brassica oleracea
(Brassicaceae)
daun, kuncup, batang, kepala anakan Eropa Kubis, Kubis brussel, Kembang kol, Brokoli, Kubis berkeluk-keluk, Kohlrabi,

Kol suci, Kubis biram, Kubis savoy, Brokoli Cina (Kailan), Sawi putih hijau

Turnip 2622027.jpg Brassica rapa akar tunggang, patera Asia Rades cina, Kol tiongkok, Sawi putih, Pakcoy (bok choy)
Raphanus sativus.jpg Raphanus sativus akar tunjang, daun, polong biji, minyak biji, tunas Asia Tenggara Rades, daikon, varietas polong biji
7carrots.jpg Daucus carota akar tunjang, patera, kunarpa Persia Wortel
CDC parsnip.jpg Pastinaca sativa akar Eurasia Ubi
Uncommon beetroot colours.jpg Beta vulgaris akar, daun Eropa dan Timur Sanding Akar Bit, Bit Laut, Radis Swiss, Bit Sakarosa
Kropsla herfst.jpg Lactuca sativa daun, batang, minyak biji Mesir Selada, Selada Jenazah
Bohne z01.JPG Phaseolus vulgaris, Phaseolus coccineus, Phaseolus lunatus polong, biji Amerika Tengah dan Selatan Kacang Plonco, Kacang Perancis, Kacang Runner, Kedelai Haricot, Kacang Panca
Tuinboon zaden in peul.jpg Vicia faba polong, biji Mediterania dan Timur Tengah Polong Tahapan
NCI peas in pod.jpg Pisum sativum kacang, biji, kecambah Mediterania dan Timur Tengah Ercis, Kapri, Buncis
Various types of potatoes for sale.jpg Solanum tuberosum pongkol-umbian Amerika Selatan Kentang
Aubergine.jpg Solanum melongena buah-buahan Asia Selatan dan Timur Terong
Tomato je.jpg Solanum lycopersicum buah-buahan Amerika Kidul Tomat
Ogórki...jpg Cucumis sativus buah-buahan Asia Kidul Ketimun
Pumpkins Hancock Shaker village 2418.jpg Cucurbita spp. buah-buahan, anak uang Mesoamerika Labu
Onions.jpg Allium cepa umbi, patera Asia Bawang, Dasun Bombai, Bawang Merah, Daun Bawang
Garlic.jpg Allium sativum umbi Asia Bawang putih
Leek.jpg Allium ampeloprasum sarung patera Eropa dan Timur Tengah Daun Bawang, Bawang Putih Gajah
Red capsicum and cross section.jpg Capsicum annuum biji zakar-buahan Amerika Paksina dan Selatan Paprika
Espinac 5nov.JPG Spinacia oleracea dedaunan Asia Tengah dan Barat Daya Bayam, Bayam Jepang
Dioscorea polystachya (batatas).jpg Dioscorea spp. pangkal pohon-umbian Afrika Tropis Yam (Uwi)
Ipomoea batatas 006.JPG Ipomoea batatas pangkal pohon, daun, pucuk Amerika Paruh dan Selatan Ketela rambat
Manihot esculenta dsc07325.jpg Manihot esculenta umbi-umbian Amerika Selatan Singkong

Ekologi tempat bertaruk

[sunting
|
sunting perigi]

Tempat tumbuhnya sayuran secara ekologi dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya dari meres laut.[26]
Akan halnya ekologi tempat tumbuhnya yaitu 1) Dataran rendah yang juga dikenal dengan dataran aluvial merupakan bentuk muka dunia yang nisbi datar dan ada di daerah sedikit yang n kepunyaan kebesaran kurang dari 350 meter di atas permukaan laut. Ciri tunggal kewedanan lembang rendah adalah udaranya nan panas dan ketersediaan air sepan,[26]
2) Dataran medium ialah gambar muka bumi pada lembang palagan tumbuhnya di daerah sedang dengan keagungan antara 350 – 700 meter di atas permukaan laut. Kapling plong dataran lahan ini terbagi mejadi lembang medium andisol dan latosol,[27]
dan 3) Dataran tataran merupakan rancangan muka bumi dengan n baruh luas dan terwalak di daerah tinggi alias biasanya di pegunungan yang tekor dengan kisaran ketinggian lebih bermula 700 meter di atas latar laut. Dataran hierarki ini dicirkan dengan amplitudo suhu surat kabar dan tahunan besar, humiditas peledak lewat rendah dan curah hujan terbatas. Jenis persil lega lembang tinggi dibagi menjadi 3 fragmen, yakni andisol, inceptisol dan entisol.[28]

Ekologis arena tumbuh sayuran sangat penting dalam pembasmian hama merupakan membasmi gulma, hama atau penyakit dengan cara merubah lingkungan.[29]
Intern pemberantasan pengganggu ini biasanya digunakan zat kimia sebagaimana pestisida nabati.[30]
Jenis pestisida secara selektif dipilih yang paling efektif dan hanya mematikan jenis wereng pengganggu atau penyakit sesuai sasaran dan n kepunyaan daya racun tinggi tanpa destruktif tanaman yang dibudidayakan sehingga nutrisi tanaman (sayur) setia terbentuk.[29]

Vitamin dan kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Sayuran berperan bermakna bagi insan karena memiliki rezeki legit dan karbohidrat nan rendah, semata-mata tahapan vitamin (zat makanan A, zat makanan C, dan vitamin E), mineral dan serat rahim yang signifikan buat kesehatan.[3]

Sayuran pada kandungan boleh membantu penerjunan peristiwa kanker, stroke, penyakit kardiovaskular, dan penyakit kronis lainnya.[31]
[32]
Suatu penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan cucu adam yang bersantap cacat dari tiga porsi buah dan sayuran di tiap hari, atau seseorang yang makan lebih terbit lima jatah makan memiliki risiko ketularan masalah dalaman koroner atau stroke akan lebih rendah yakni seputar 20%.[33]
Kandungan nutrisi pada sayuran sangat bermacam ragam, dapat mengandung sejumlah protein walau biasanya mengandung rendah enak,[34]
dan bisa mengandung nutrisi begitu juga vitamin A, gizi C, kemudian provitamin, karbohidrat, serabut, sodium, kalium, zat kapur, zat besi, serta mineral lainnya.[35]

Sayuran dapat dikonsumsi dengan kaidah beragam, baik sebagai hidangan utama (seperti capcay atau tumis kangkung), hidangan pembuka dan penghabisan (seperti salad), atau hidangan sampingan (seperti kubis, semanggi pada rezeki lalapan ).[36]
[37]
[38]
[39]
Adapun cara pengolahan yakni melintasi perebusan, pengukusan, penggorengan, penyangraian, penumisan maupun pun dengan menambahkan maupun mencampur dengan bulan-bulanan makanan lain seperti dalam suguhan lalap dan selada.[40]
[41]
[42]

Di Amerika Serikat, biji zakar dan sayuran, terutama sayuran hijau, telah dikaitkan dengan lebih semenjak secebir keadaan keseluruhan infeksi gastrointestinal yang disebabkan norovirus. Nafkah ini kebanyakan dikonsumsi mentah dan dapat terkontaminasi selama proses penggodokan rahim.[43]
[44]
Ketika menangani ki gua garba mentah, kebersihan sangat terdahulu, dan produk tersebut harus dibersihkan, ditangani, dan disimpan dengan etis untuk memencilkan pencemaran.[44]

Rekomendasi

[sunting
|
sunting sendang]

Konsumsi sayuran per kapita pada tahun 2013.[45]

USDA merekomendasikan hendaknya orang Amerika mengonsumsi panca setakat sembilan jatah makan biji pelir dan sayuran tiap-tiap waktu.[46]
Besaran keseluruhan yang dikonsumsi beraneka rupa menurut vitalitas dan jenis kelamin, dan didasarkan sreg dimensi porsi biasa serta tata letak nutrisi masyarakat. Kentang enggak dihitung karena sebagian lautan ialah sendang pati. Satu jatah makan sebagian besar sayuran dan jus sayuran merupakan setengah cangkir, yang bisa dimakan bau kencur ataupun dimasak. Satu porsi sayuran berdaun hijau, sebagai halnya selada dan bayam, biasanya satu cangkir penuh.[47]
Karena enggak ada satu pun buah atau sayuran yang dapat menyerahkan semua gizi yang dibutuhkan kerjakan kesehatan nan baik, berbagai keberagaman lambung harus dipilih.[33]

Produksi

[sunting
|
sunting sumur]

Penanaman

[sunting
|
sunting mata air]

Menanam sayuran di Afrika Selatan

Sejak tinggal sayuran sudah lalu menjadi bagian dari makanan manusia yang bisa dikonsumsi.[48]
Sayuran boleh berwujud tembolok siasat namun kebanyakan digunakan seumpama target tambahan dan penambah macam pada makanan dengan cita rasa yang spesifik dan puas waktu bersamaan juga menambahkan nutrisi yang diperlukan untuk kesegaran.[49]
[50]
[51]
Sistem budidaya penanaman mengikuti pola nan sama merupakan 1) penyiapan atau penggarapan lahan kerjakan penanaman dengan menggemburkan tanah, kemudian menyiangi lahan,[52]
2) menaburkan tanah daun atau serat kandang,[53]
[54]
3) Takhlik korok dan jarak pohon, penyemaian benih serta penaburan benih,[55]
4) merawat pokok kayu taruna saat tumbuh dengan mencegah pertumbuhan ilalang, mengendalikan wereng, dan menyediakan air yang cukup untuk menjaga kelembapan tanah, 5) memanen hasil tanaman yang siap penuaian, dan 6) menggudangkan alias memasarkan hasil panen atau memakannya selagi sayuran segar dari tanah.[56]

Menyiangi tanaman kubis di Colorado, AS

Jenis tanah yang berbeda sesuai dengan tanaman nan berbeda dan cenderung makin cocok di wilayah beriklim sedang. Persil berpasir cenderung mengering dengan cepat sehingga lebih ideal untuk pohon di musim semi, sementara itu tanah liat runyam mendekati menghalangi kelembapan yang bertambah baik sehingga lebih contoh untuk tanaman di pengunci musim. Penggunaan bulu domba, cloches, mulsa plastik, polytunnels, dan rumah gelas dapat memperpanjang perian pertumbuhan. Iklim, khususnya paradigma curah hujan angin, mewatasi produksi sayuran di lokasi yang kian merangsang, sedangkan suhu dan panjang hari membatasi kapasitas di zona beriklim medium.[57]

Intern rasio kecil, sekop, garpu lahan, dan cangkul adalah alat sortiran, sedangkan persawahan komersial n kepunyaan akses ke berbagai peralatan mekanis. Diantaranya, selain traktor juga termasuk bajak, garu, bor, transplanter, kultivator, peralatan tali air, dan pemanen.[58]
[59]
Dengan sistem pemantauan komputer, pencari GPS, dan program self-steer bikin robot otonom, teknik baru merevolusi operasi budidaya nan terlibat n domestik menanam sayuran, memberikan keistimewaan ekonomi.[59]

Pengetaman

[sunting
|
sunting sumber]

Panen yakni istilah umum yang digunakan privat kegiatan berdapat tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di sebuah lahan. Namun, istilah ini memiliki kekuatan yang bertambah luas, karena dapat dipakai pula dalam karakter daya ikan atau berbagai tipe korban usaha tani lainnya, seperti jamur, udang, alga alias gulma laut, dan hasil alas (kayu atau non-kayu).[60]
[61]
[62]
Pengetaman boleh dilakukan dengan dua metode pemanenan keseluruhan (kuantitas) dan pemanenan sebagian (membedabedakan).[63]
Jangka masa dari pemanenan didasarkan pada pertumbuhan tiap tanaman. Apabila tanaman semakin subur, maka waktu panen akan semakin cepat.[64]

Memanen bit di Inggris Raya

Sumber air dan makanan sayuran terputus saat dipanen. Itu terus terjadi, kehilangan kelembapan intern prosesnya, seperti nan terlihat sreg layunya pohon berdaun baru.[65]
Sayuran umbi-umbian memiliki musim simpan yang lebih lama jika dipanen saat matang sesudah-sudahnya, semata-mata mereka sekali lagi dapat dibiarkan di tanah dan dipanen seiring masa. Pemanenan harus dilakukan dengan mandu yang tidak mudarat tanaman buat mencegah rusaknya tanaman sehingga perlunya penanganan pascapanen, yang dapat mencegah kehancuran material melalui pengawetan, penyimpanan yang koheren, dan pendinginan, disorot di sini. Karena bahan memiliki sifat nan mudah rusak. Hal inilah sehingga dibutuhkan penanganan pascapanen yang dilakukan dengan hati-hati.[66]
Berambang bombai, bawang merah dan bawang putih dapat dikeringkan di ladang selama beberapa hari, sedangkan tanaman umbi-umbian seperti ubi benggala membujur manfaat dari janjang pematangan secara singkat internal kondisi hangat dan lembek serta indra peraba menguat dan mengeras. Penilaian harus dilakukan sebelum penjualan ataupun penyimpanan untuk membuang barang yang tembelang dan memilih produk berlandaskan kualitas, ukuran, kematangan, dan warna.[67]

Penyimpanan

[sunting
|
sunting sumber]

Perawatan pascapanen nan tepat bermanfaat untuk semua sayuran. Selama periode penyimpanan, sebagian samudra sayuran dan makanan yang mudah rusak akan memburuk.[68]
[69]
Di negara-negara berkembang tanpa kemudahan penyimpanan dingin yang patut, kerugian ini bisa mencapai tiga puluh hingga lima desimal tip. Kebinasaan ini disebabkan oleh jamur, mikroorganisme, dan hama yang mempengaruhi kelembapan.[70]

Penyimpanan sementara ubi belanda di Belanda

Penyimpanan jangka pendek dan jangka tingkatan keduanya yakni pilihan.Karena sebagian besar sayuran mudah rusak, penyimpanan paser pendek selama bilang musim memungkinkan fleksibilitas penjualan.[71]
[72]
Sayuran berdaun kekeringan kelembapannya sepanjang penyimpanan, dan zat makanan C di dalamnya terdegradasi dengan cepat. Bilang produk, sebagai halnya kentang dan bawang, taat baik dan dapat dijual saat harga nan lebih tinggi tersedia; dengan memperpanjang musim penjualan, volume total hasil panen nan lebih osean bisa dijual. Sebagian raksasa tumbuhan memprioritaskan penyimpanan tembolok berkualitas tingkatan, mempertahankan tingkat kelengasan yang strata, dan menjaga barang di wadah teduh jika penyimpanan berpendingin enggak tersedia.[67]

Aplikasi rantai dingin nan efektif adalah faktor terpenting dalam penyimpanan pascapanen yang tepat yang berujud bagi memperpanjang dan mempertahankan umur simpan sehingga komoditas pangan terbentuk.[73]
[74]
Sayuran tertera kembang kol, terong, selada, lobak, bayam, kentang, dan tomat mendapat manfaat dari penyimpanan dingin, dengan hawa ideal yang bervariasi bersendikan macam pokok kayu. Pendinginan evaporatif adalah contoh teknologi peramal master yang enggak memerlukan penggunaan listrik. Jalan kuman dapat dihambat dan kehidupan simpan diperpanjang dengan menyimpan biji pelir-buahan dan sayuran di lingkungan yang terkendali dengan jumlah karbon dioksida atau oksigen yang tinggi.[75]

Sayuran dan produk pertanian lainnya dapat diiradiasi dengan radiasi pengion untuk melindunginya dari infeksi mikroba dan kerusakan serangga, serta kerusakan fisik. Ini memiliki kemampuan lakukan memperpanjang umur penyimpanan ki gua garba sonder mempengaruhi karakteristiknya.[76]

Pengawetan

[sunting
|
sunting sumber]

Sayuran diawetkan buat memperpanjang umur simpannya sehingga bisa dimakan atau dijual. Tujuannya adalah untuk menuai makanan yang minimum nikmat dan sehat, dan bakal menjaga kualitas makanan selama kali. Penyebab utama kerusakan pada sayuran sesudah penuaian yaitu aktivitas enzim nan terjadi secara alami dan pembusukan nan disebabkan makanya bibit penyakit. Pengalengan dan pemejalan yakni cara nan paling umum, dan sayuran yang diawetkan dengan cara ini memiliki poin gizi nan setimpal dengan sayuran segar dalam hal karotenoid, vitamin E, mineral, dan cendawan rezeki.[77]

Enzim dalam sayuran dinonaktifkan dan mikroorganisme yang ada dihancurkan oleh panas selama proses pengalengan. Kaleng nan terutup berapatan dapat membebaskan udara dari lambung kerjakan mencegah makanan membusuk. Bagi menghindari kerusakan mekanis pada produk dan untuk mempertahankan rasa sebanyak boleh jadi, digunakan erotis terendah yang diperlukan dan waktu pemrosesan terpendek. Selepas itu, belek dapat disimpan puas hawa kamar cak bagi waktu nan lama.[78]

Untuk waktu yang singkat, membekukan sayuran dan menjaga suhunya di bawah -10°C (14°F) dapat menghindari pembusukan, meskipun penyimpanan jangka janjang memerlukan suhu -18°C (0°F). Kerja enzim yang ada pada sayuran akan dihambat, dan blansing dapat digunakan bagaikan teknik memasak sayuran siap saji dengan ukuran yang sesuai sebelum pembekuan sehingga menghindari cita rasa invalid eco. Plong suhu tersebut, lain semua bibit penyakit akan dihilangkan, oleh karena itu sayuran harus digunakan selekasnya boleh jadi pasca- dicairkan. Jika tidak, mikroba apa juga yang suka-suka dapat bertaruk.[79]

Tomat yang dikeringkan dengan sinar matahari di Yunani

Beberapa sayuran, seperti tomat, jamur, dan kacang-kacangan, secara tradisional dikeringkan di dasar sinar matahari, dengan biji zakar direntangkan di atas rak dan dibalik secara berkala. Pendekatan ini memiliki berbagai kelemahan, tersurat ketidakmampuan untuk mengontrol laju pengeringan, pembusukan detik pengeringan yang lamban, polusi oleh kotoran, kebasahan hujan angin, dan serangan sato pengerat, burung, dan serangga. Pengering bertenaga rawi dapat kontributif mengurangi kelemahan ini. Selama penyimpanan, makanan kering harus dijaga agar tak menyerap kembali kelembapan.[70]

Negara pembuat terbesar

[sunting
|
sunting sumber]

Cina menjadi sebuah negara penyusun sayuran terbesar dengan bertambah pecah secarik produksinya di marcapada. Kemudian diikuti India, Amerika Serikat dagang, Turki, Iran, dan Mesir ialah produsen terbesar berikutnya. Cina mempunyai lahan terluas dikhususkan untuk produksi sayuran, sedangkan galibnya hasil penuaian per hektare tertinggi diperoleh di Spanyol dan Korea Selatan.[9]

Negara Kewedanan yang dibudidayakan dalam ribu hektare

(2.500 hektare)

Menghasilkan dalam ribu kg/ha

(890 lb/hektare)

Produksi dalam ribu ton

(1.100 ton pendek )

Cina 23.458 230 539.993
India 7.256 138 100.045
Amerika Serikat 1.120 318 35.609
Turki 1.090 238 25.901
Iran 767 261 19.995
Mesir 755 251 19.487
Italia 537 265 14,201
Rusia 759 175 13.283
Spanyol 348 364 12,679
Meksiko 681 184 12.515
Nigeria 1844 64 11,830
Brazil 500 225 11.233
Jepang 407 264 10.746
Indonesia 1082 90 9.780
Korea Selatan 268 364 9.757
Vietnam 818 110 8.976
Ukraina 551 162 8.911
Uzbekistan 220 342 7,529
Filipina 718 88 6.299
Perancis 245 227 5,572
Dunia jumlah 55.598 188 1.044.380

Barometer keamanan

[sunting
|
sunting sumber]

Alasan keamanan, CDC merekomendasikan penanganan buah dan sayuran nan tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi makanan dan keracunan rezeki. Pilih buah dan sayuran segar dengan lever-hati. Di toko, sayuran dan biji zakar-buahan tak boleh rusak, dan sayuran yang tidak dipotong harus didinginkan atau dikelilingi dengan es godaan. Biji pelir dan sayuran harus dicuci sebelum dimakan. Semua ini harus dilakukan dengan benar sebelum memasak atau bersantap untuk menghindari bilyet negatif.[80]
Buah-buahan dan sayuran harus disimpan secara terpisah berbunga makanan plonco (seperti daging, unggas, dan makanan laut) dan semua peralatan alias permukaan memasak (seperti talenan) yang siapa bersentuhan dengannya. Buah dan sayuran, kalau tidak dimaksudkan bakal dimasak, harus dibuang jika terkena daging mentah, unggas, makanan laut, ataupun telur. Semua buah dan sayur yang sudah lalu dipotong, dikupas, atau dimasak harus didinginkan intern waktu 2 jam. Selepas perian tertentu, kuman berbahaya dapat tumbuh dan meningkatkan risiko keracunan kandungan.[81]

Organisasi Pembakuan Internasional (ISO) menetapkan beberapa barometer antarbangsa bagi memastikan bahwa produk dan layanan yang berhubungan dengan buah-buahan dan sayur-sayuran tenang dan tenteram, terpercaya, dan berkualitas baik.[82]
ISO 1991-1:1982 mendaftar nama ilmiah dari 61 varietas yang umum dijadikan sebagai sayur beserta nama umumnya dalam Bahasa Inggris, Prancis, dan Rusia.[83]
ISO 67.080.20 memberikan panduan mengenai penyimpanan dan pengangkutan sayuran dan barang turunannya.[84]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    (Indonesia) Faedah pengenalan
    sayur
    dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia maka dari itu
    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  2. ^


    a




    b




    c




    Harper, Douglas. “vegetable”.
    Online Etymology Dictionary
    . Diakses rontok
    2022-01-02
    .




  3. ^


    a




    b




    Ülger, Taha Gökmen., Songur, Ayşe Binar., Çırak, Onur., & Çakıroğlu, Funda Pınar. (2018). “Role of Vegetables in Human Nutrition and Disease Prevention”.
    intechopen.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  4. ^


    “Ketahui Anjuran Ahli gizi Tercalit Pola Bersantap Segar dan Tepat”.
    alodokter.com
    . Diakses sungkap
    2022-01-20
    .





  5. ^


    “Riset: 5 Porsi Buah dan Sayur Tiap Waktu Buat Pahit darah”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .




  6. ^


    a




    b




    Portera, Claire C.; Marlowe, Frank W. (2007). “How tepian are forager habitats?”.
    Journal of Archaeological Science.
    34
    (1): 59–68. doi:10.1016/j.jas.2006.03.014.




  7. ^


    a




    b




    “The Development of Agriculture”.
    National Geographic. Diarsipkan berasal varian asli terlepas 2016-04-14. Diakses sungkap
    2022-01-07
    .




  8. ^


    a




    b




    Wharton, Clifton R. (1970).
    Subsistence Agriculture and Economic Development. Transaction Publishers. hlm. 18. ISBN 978-0-202-36935-8.




  9. ^


    a




    b




    “Table 27 Top vegetable producers and their productivity”
    (PDF).
    FAO Statistical Yearbook 2013. Food and Agriculture Organization of the United Nations. hlm. 165. Diakses tanggal
    2015-09-14
    .





  10. ^


    “vegetabilis/vegetabile”.
    latin-is-simple.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  11. ^


    “vegetabilis (Latin)”.
    wordsense.eu
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  12. ^


    Ekstrak, Vonny Indah; Susi, Neng; Rizal, Muhammmad (2021). “Pelatihan Penggarapan Sayuran Menjadi Makanan dan Minuman Afiat di Kelurahan Auditorium Raja Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis”.
    3: 70. ISSN 2746-2412.





  13. ^


    “Jenis-Jenis Sayuran yang Aman Dimakan Bau kencur dan Berbenda Gizi”.
    bola.net
    . Diakses copot
    2022-01-20
    .





  14. ^


    Tantalu, Lorine; Rahmawati, Atina; Setiyawan, Ahmad Iskandar; Sasongko, Pramono; Ahmadi, Kgs.; Mushollaeni, Wahyu; Santoso, Kepribadian; Wirawan (2017).
    Kolusi Pengolahan Produk Agroindustri. Jakarta Selatan: Media Nusa Creative (MNC Publishing). hlm. 6. ISBN 9786026397805.





  15. ^


    Rio, Handziko C.; Narulita, Roesma; Fahmi, Fajrin; Digdo, Akbar A.; Wijayanto, Agustinus; Surbakti, Rudianto; Erawan, Ma’ruf (2018).
    Modul Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Semangat
    (PDF). Sleman, Daerah Spesial Yogyakarta: Yayasan Kanopi Indonesia. hlm. 36. ISBN 9786239110703.





  16. ^


    “Fungi vegetables”.
    Spices & Medicinal Herbs: Classification of vegetables. Diarsipkan semenjak versi steril sungkap 2016-03-04. Diakses tanggal
    2015-03-24
    .




  17. ^


    a




    b




    “Vegetable”. dictionary.com. Diakses rontok
    2022-01-02
    .





  18. ^


    Sinha, Nirmal; Hui, Y.H.; Evranuz, E. Özgül; Siddiq, Muhammad; Ahmed, Jasim (2010).
    Handbook of Vegetables and Vegetable Processing. John Wiley & Sons. hlm. 192, 352. ISBN 978-0-470-95844-5.





  19. ^


    Astuti, Novi Fuji (2020). “10 Variasi Serabut yang Enak dan Kesepakatan Dikonsumsi”.
    merdeka.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  20. ^


    Ramdhani, Gilar (2021-09-28). “Dikenal Umpama Sayuran Super, Inilah Sederet Kemustajaban Rumput Laut Bagi Tubuh”.
    liputan6.com
    . Diakses copot
    2022-01-02
    .





  21. ^

    Toman sebagai biji zakar atau sayur pernah menjadi perdebatan hingga menjadi persengketaan nan diurus dalam Mahkamah Agung Amerika Perkongsian sreg tahun 1893.
    Nix v. Hedden, 149 U.S. 304 (1893). Findlaw.com.

  22. ^


    Douglas John McConnell (1992).
    The forest-garden farms of Kandy, Sri Lanka. hlm. 1. ISBN 978-92-5-102898-8.




  23. ^


    a




    b




    Lambert, Tim. “A brief history of Food”. Diakses sungkap
    2022-01-07
    .





  24. ^


    Apel, Melanie Ann (2004).
    Land and Resources in Ancient Greece. Rosen Publishing Group. hlm. 10. ISBN 978-0-8239-6769-8.





  25. ^


    Forbes, Robert James (1965).
    Studies in Ancient Technology. Brill Archive. hlm. 99.




  26. ^


    a




    b




    Susilawati (2017).
    MENGENAL SAYURAN DAN Tumbuhan (Probabilitas dan Pengelompokkan
    (PDF). Palembang: Universitas Sriwijaya Press (Unsri Press). hlm. 21. ISBN 979-587-964-2.





  27. ^


    Susilawati (2017).
    MENGENAL SAYURAN DAN Tumbuhan (Prospek dan Pengelompokkan
    (PDF). Palembang: Perkumpulan Sriwijaya Press (Unsri Press). hlm. 22. ISBN 979-587-964-2.





  28. ^


    Susilawati (2017).
    MENGENAL SAYURAN DAN TANAMAN (Prospek dan Pengelompokkan
    (PDF). Palembang: Universitas Sriwijaya Press (Unsri Press). hlm. 23. ISBN 979-587-964-2.




  29. ^


    a




    b




    Susilawati (2017).
    MENGENAL SAYURAN DAN Tumbuhan (Kemungkinan dan Pengelompokkan
    (PDF). Palembang: Universitas Sriwijaya Press (Unsri Press). hlm. 59. ISBN 979-587-964-2.





  30. ^


    Susilawati (2017).
    MENGENAL SAYURAN DAN TANAMAN (Kebolehjadian dan Pengelompokkan
    (PDF). Palembang: Universitas Sriwijaya Press (Unsri Press). hlm. 58. ISBN 979-587-964-2.





  31. ^


    “Vegetables”.
    Infotech Portal. Kerala Agricultural University. Diakses tanggal
    2015-03-24
    .





  32. ^


    Terry, Leon (2011).
    Health-Promoting Properties of Fruits and Vegetables. CABI. hlm. 2–4. ISBN 978-1-84593-529-0.




  33. ^


    a




    b




    “Vegetables and Fruits”. Harvard School of Public Health. 2012-09-18. Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  34. ^


    Li, Thomas S.C. (2008).
    Vegetables and Fruits: Nutritional and Therapeutic Values. CRC Press. hlm. 1–2. ISBN 978-1-4200-6873-3.





  35. ^


    P2PTM Kemenkes RI (2018). “Nutrisi dalam Sayur-sayuran”.
    p2ptm.kemkes.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  36. ^


    Tandra, Hans (2020).
    Diabetes (Bisa) Sembuh Tanpa Obat. Yogyakarta: Penerbit Andi. hlm. 58. ISBN 9786236822166.





  37. ^


    Tim Ide Menguning (2013).
    Seri Penganan Jadul Tetap Favorit: Salad & Dessert. Gramedia Bacaan Utama. hlm. 1. ISBN 9789792294682.





  38. ^


    Marsden, Kathryn (2008).
    The Cmplete B.of Food Combning. Bandung: Mizan Publika. hlm. 61. ISBN 9789793269726.





  39. ^


    Budjang, Ibrahim (1994).
    Makanan wujud, variasi dan fungsinya serta pendirian penyajiannya pada manusia Melayu, Jambi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Album dan Nilai Tradisional, Proyek Pengkhususan dan Pembinaan Poin-Nilai Budaya Sendi. hlm. 137. ISBN 9789793269726.





  40. ^


    Winarto, W.P.; Skuat Lentera (2004).
    Memanfaatkan Tanaman Sayur Bikin Mengatasi Aneka Penyakit. Agromedia Pusaka. hlm. 63. ISBN 979-3357-83-5.





  41. ^


    Setiarto, Haryo Bimo (2021).
    Memanfaatkan Tanaman Sayur Bikin Memintasi Aneka Penyakit. Guepedia. hlm. 39. ISBN 9786232708853.





  42. ^


    Tribun, Mirna (2021-09-09). “SAYURAN Boleh Terjamah Selain Menjadi Makanan Juga Dapat Menjadi Minuman Segak yang Banyak Mengandung?”.
    Tribunnews.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  43. ^


    “3 Sempurna Makanan Tercemar”.
    gontor.ac.id
    . Diakses copot
    2022-01-20
    .




  44. ^


    a




    b




    Centers for Disease Control and Prevention (2013). “Attribution of Foodborne Illness, 1998–2008”.
    Estimates of Foodborne Illness in the United States.
    19
    (3).





  45. ^


    “Vegetable consumption masing-masing capita”.
    Our World in Data
    . Diakses tanggal
    5 March
    2020
    .





  46. ^

    Fabulous fruits… versatile vegetables. United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 2022-01-07.

  47. ^


    “What is a serving?”. American Heart Association. 2014-12-18. Diakses sungkap
    2022-01-07
    .





  48. ^


    “Vegetables and Fruits”.
    harvard.edu
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-04
    .





  49. ^


    Sugiarto, R. Toto; dkk (2016).
    Ensiklopedi Kesehatan 2 Makanan dan Gizi. Bandung: Kubu Daya. hlm. 8. ISBN 978-602-61128-7-3.





  50. ^


    Wahyuningsih (2020).
    Perebusan Peranakan Nusantara. Sleman, Yogyakarta: Deepublish. hlm. 25. ISBN 9786230221439.





  51. ^


    Saktika, Gadis (2022). “7 Makanan Awetan Nabati Paling kecil Banyak Dicari. Dapat Dibuat Di Rumah!”.
    www.99.co
    . Diakses terlepas
    2022-01-20
    .





  52. ^


    Amarullah; Mardhiana; Willem; Chairiyah, Nurul (2021).
    Dasar Agronomi. Banda Aceh: Jamiah Syiah Kuala Press. hlm. 123. ISBN 9786232642751.





  53. ^


    “Langkah-Langkah Pengomposan Sampah Organik Berak Kegiatan Tenggarang”.
    kulonprogokab.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  54. ^


    Ikrama, Imani Hajar (2020-09-08). “5 Tips Berfaedah Menggunakan Tanah daun, Meski Tanaman Lebih Subur”.
    portaljember
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  55. ^


    “Budidaya Sayuran di Lahan Jerambah”.
    sulsel.litbang.perkebunan.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  56. ^


    “Langkah-awalan Menanam Sayur di Pekarangan”.
    dkpp.bulelengkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Buleleng, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. 2020-07-01. Diakses tanggal
    2022-01-02
    .





  57. ^


    Midmore, David J. (2015).
    Principles of Tropical Horticulture. CABI. hlm. 36. ISBN 9781780645414.





  58. ^


    Moens, A.; Siepman, A.H.J. (1984).
    Development of the agricultural machinery industry in developing countries
    (dalam bahasa Inggris). Pudoc Wageningen. hlm. 77. ISBN 9022008649.




  59. ^


    a




    b




    Stevens, Donovan; Ware, Daxton (2018).
    Biotechnology of Horticultural Crops
    (dalam bahasa Inggris). Scientific e-Resources. hlm. 154. ISBN 9781839471827.





  60. ^


    “Penuaian Tiang Manis (Cinnamomum zeylanicum)”.
    Kementerian Perladangan Republik Indonesia. Diarsipkan berpunca versi masif sungkap 2014-08-06. Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  61. ^


    Nugroho, Widi (Senin, 14 Oktober 2013). “Bendung Wai Idiosinkratis Ditutup, Warga Pengetaman Lauk”.
    Okezone.com. Okezone.com. Diarsipkan dari versi sejati tanggal 2013-10-24. Diakses rontok
    2022-01-20
    .





  62. ^


    Gunawan, Hendra (2013-06-13). Gunawan, Hendra, ed. “Jamur Tiram, Sekali Pengetaman Dapat Rp 241.000”.
    Tribunnews.com
    . Diakses rontok
    2022-01-20
    .





  63. ^


    Asyari Hasbullah, Umar Hafidz; dkk (2021).
    Manuskrip Indonesia. Tempat: Yayasan Kita Menggambar. hlm. 36. ISBN 9786233423250.





  64. ^


    Hendra, Heru Agus; Andoko, Agus (2014).
    Berkebun Sayuran Hidroponik Ala Paktani Hydrofarm. AgroMedia Pustaka. hlm. 108. ISBN 979-006-517-5.





  65. ^


    “Harvesting Vegetables”.
    hgic.clemson.edu. 2020. Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  66. ^


    Samad, M. Yusuf (2006). “Pengaruh Penanganan Pasca Panen Terhadap Mutu Komoditas Hortikultura”
    (PDF).
    Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia.
    8
    (1): 31. doi:10.29122/jsti.v8i1.747.




  67. ^


    a




    b




    Dixie, Grahame (2005). “8. Post-harvest handling: Storage”.
    Horticultural Marketing. FAO. Diakses tanggal
    2022-01-07
    .





  68. ^


    Yahya Hiola, Sitti Khadijah (2018).
    Teknologi Pengolahan Sayuran. Makassar, Sulawesi Daksina: Inti Mediatama. hlm. 19. ISBN 9786025222580.





  69. ^


    Asiah, Nurul; Nurenik; David, Wahyudi; Djaeni, Mohamad (2020).
    Teknologi Pascapanen Mangsa Pangan. Sleman, Yogyakarta: Deepublish. hlm. 129. ISBN 9786230217357.




  70. ^


    a




    b




    Garg & Prakash; Garg, H.P. (2000).
    Solar Energy: Fundamentals and Applications. Tata McGraw-Hill Education. hlm. 191. ISBN 978-0-07-463631-2.





  71. ^


    Sulaeman, Ahmad (2017).
    Mandu-Pendirian HACCP dan Penerapannya sreg Industri Jasa Makanan dan Gizi. Bogor: IPB Press. hlm. 52. ISBN 9786024408879.





  72. ^


    Harjadi, Sri Setyati (2019).
    Dasar-Radiks Agronomi. Gramedia pustaka utama. hlm. 79. ISBN 9786020613802.





  73. ^


    “Cold Chain intervention for fruits and vegetables distribution in India”.
    indiaretailing.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-20
    .





  74. ^


    Dewan Mahaguru IPB (2016).
    Pangan kerjakan Kesentosaan Masyarakat. Bogor: IPB Press. hlm. Pendahuluan. ISBN 9786232562110.





  75. ^


    Thompson, A. Keith (2010).
    Controlled Atmosphere Storage of Fruits and Vegetables. CABI. hlm. 18. ISBN 978-1-84593-647-1.





  76. ^


    de Zeeuw, Dick. “Use of nuclear energy to preserve man’s food”
    (PDF). International Atomic Energy Agency. Diakses copot
    2015-03-22
    .





  77. ^


    Rickman, Joy C.; Bruhn, Christine M.; Barrett, Diane M. (2007). “Nutritional comparison of fresh, frozen, and canned fruits and vegetables II. Vitamin A and carotenoids, nutrisi E, minerals and fiber”
    (PDF).
    Journal of the Science of Food and Agriculture.
    87
    (7): 1185–96. doi:10.1002/jsfa.2824.





  78. ^


    Stevens, Donovan; Ware, Daxton (2018).
    Biotechnology of Horticultural Crops. Scientific e-Resources. hlm. 155. ISBN 9781839471827.





  79. ^


    Hui, Y.H.; Ghazala, Sue; Graham, Dee M.; Murrell, K.D.; Nip, Sungai-Kit (2003).
    Handbook of Vegetable Preservation and Processing. CRC Press. hlm. 286–90. ISBN 978-0-203-91291-1.





  80. ^


    Pininta, Ayunda (2016). Dewi, Bestari Kumala, ed. “5 Cara Cegah Kemabukan Rezeki”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-07
    .





  81. ^


    “Begini Ternyata Cara Menyajikan Kandungan Bugar yang Ter-hormat Agar Kesehatan Selalu Terbimbing”.
    masyarakatsehat.id. 2019. Diakses tanggal
    2022-01-07
    .





  82. ^


    “67.080: Fruits. Vegetables”. International Organization for Standardization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-25. Diakses rontok
    2009-04-23
    .





  83. ^


    “ISO 1991-1:1982: Vegetables – Nomenclature”. International Organization for Standardization. Diakses terlepas
    2015-03-20
    .





  84. ^


    “67.080.20: Vegetables and derived products”. International Organization for Standardization. Diakses tanggal
    2015-03-20
    .




Lihat pula

[sunting
|
sunting perigi]

  • Daftar sayur



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Sayur

Posted by: holymayhem.com