Israf Tabzir Gibah Dan Fitnah

Materi PAI Inferior 12 – Senin , 1 Maret 2022 Akan halnya : Israf , Tabzir , Gibah , Fitnah

MENGHINDARI ISRAF, TABZIR, GIBAH, DAN FITNAH

  1. ISRAF (BOROS)
  1. Pengertian Israf dan dalil tentang larangan berwatak Israf

Secara bahasa israf berpokok dari kata sarafa, yasrafi, israfa yang artinya memboroskan, membuang- buang, melintasi batas atau berlebih- lebihan. Dan secara Istilah merupakan melakukan satu perbuatan yang melampaui batas ataupun matra nan sebenarnya. Sikap ini lazimnya terjadi pada anak adam-orang nan rakus dan lain pada atas nikmat nan telah diberi maka dari itu Tuhan SWT. Israf merupakan perbuatan nan tidak disenangi oleh Allah karena polah ini merupakan bagian pecah tulangtulangan tidak mensyukuri lemak yang telah diberikan oleh Almalik SWT.

Ayat yang berkenaan dengan larangan berbuat israf:

Artinya :  Hai anak asuh Adam, pakailah pakaianmu nan indah di Setiap (memasuki) mesjid,  Bersantap dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sepatutnya ada Allah bukan menyukai orang-orang yang plus-lebihan.(Q.S Al- A’raf;31).

Contoh dan bentuk Israf

1. Israf dalam makan dan minum

Allah SWT. Telah menyuruh cucu adam bagi makan dan minum, tetapi Sang pencipta melarang kita buat makan dan menenggak dengan melampaui sempadan. Hal tersebut diperintahkan seyogiannya kita dapat hidup dengan tertib dan terkonsolidasi serta bermanfaat untuk diri kita sendiri. Bayangkanlah apabila sosok tidak memiliki format dalam keadaan- hal tersebut. Pasti mereka akan menghancurkan diri mereka sendiri karena melewati senggat sehingga berakibat kebinasaan dalam semangat maupun berusul segi kebugaran.

Dari segi kesehatan, apabila makanan kekenyangan atau sesak banyak makan berbuah negatif (tidak segar), seperti sulit berpikir, mudah mengantuk sehingga sesak banyak tidur, mendekati enggan dan risikonya menghilangkan produktivitas.

2. Israf kerumahtanggaan berpakaian ataupun nilik

Internal berpakaian atau nilik, Islam tidak mengajarkan agar kita berpakaian compang- camping atau keadaan yang enggak pantas untuk dilihat. Akan tetapi, Selam menganjurkan seharusnya kita menyarungkan pakaian nan baik dan bersih. Dalam berhias, Islam juga menampilkan semoga kita berkemas diri sehingga pantas, simpatik, dan menarik serta indah dipandang selama dalam batas kewajaran dan tidak menyalaahi syariat agama.

2. TABZIR

  1. Pengertian Tabzir dan dalil nan menyertainya

Berlebihan atau boros adalah menghamburkan harta dalam situasi yang tak diperintahkan Allah dan tidak punya faedah bagi orang lain, lebih-lebih terkadang merusak. Adapun mubazir adalah orang yang melakukan perbuatan boros tersebut. Kejadian ini hukumnya berdasarkan firman Allah SWT.

Artinya : dan berikanlah kepada keluarga-tanggungan nan dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros . (Al- Isra:26).

Pemborosan cenderung cepat menjadi miskin atau orang papa. Maka itu karena itu, seorang muslim yang baik tidak bersikap boros dan tidak pula pangur dalam membelanjakan hartanya.

2. Akibat dari perbuatan Tabzir ;

  1. Membujur berang Allah swt.
  2. Asian azab yang teramat pedih makanya Tuhan swt.
  3. Mendapat kesengsaraan manjapada dan akhirat.
  4. Mendapat semburan berbunga orang bukan.

3. Anak kunci pergi perilaku jebah

  1. Hemat dan tepat dalam mengguanakan harta (efektif dan efisien)
  2. Menabung untuk perian depan.
  3. Bersedekah atau menunaikan zakat apabila sampai nisabnya.
  4. Menyerahkan sambung tangan kepada pengembara (orang yang dalam perjalanan) kerjakan pamrih nan diridhai Yang mahakuasa, adalah berupa bantuan dan pertolongan agar tujuannya tercapai.
  5. Mempererat utas perantaraan dan hubungan kasih majuh, bersikap ter-hormat, dan membantu meringankan kaum duafa.
  6. Mengadakan kegiatan darmabakti saleh seperti membiayai anak asuh, lanjur usia, dan prasejahtera.

3. GIBAH

Ragam menggunjing kerumahtanggaan bahasa Arab disebut gibah, yaitu membicraakan aib atau cela (kebobrokan) seseorang maupun satu phak kepada khalayak tak. Hukum ragam ini yaitu dosa. Firman Allah swt.: Q.S Al-Hujurat : 12.

Kecurigaan yang berlebihan pada anak adam lain akan menimbulkan penyakit hati, seperti tajasus, yakni memojokkan bani adam bukan agar kehormatannya tercemar. Sang pencipta mengumpamakan orang yang meresik itu ibarat seorang kanibal yang meratah daging saudaranya yang telah mati.

Trik kerjakan menjauhi sifat gibah di antaranya sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan kegiatan sosial mudah-mudahan terhindar berusul permusuhan
  2. Memupuk kolaborasi atas dasar kebajikan dan takwa sehingga bisa tercipta ketahanan sosial.
  3. Memelihara hubungan persaudaraan, persatuan, dan kesatuan sesama umat dan bangsa.
  4. Permasalahan yang timbul dipecahkan dengan mandu pembicaraan
  5. Mengasihkan izin atas kesalahan khalayak enggak tanpa harus menunggu kian adv amat dan bakir menghalangi amarah sebagai latihan kerjakan meningkatkan kualitas ketakwaan.

4. FITNAH

Fitnah adalah mengada- adakan dan menyebarkan berita- berita bohong nan sengaja disampaikan oleh orang- bani adam tertentu, karena adanya suatu sebab supaya hamba allah yang dikehendaki memperoleh celaka (hancur etiket baiknya) di masyarakat. Orang yang mengerjakan fitnah atau juru fitnah merupakan hamba allah- orang yang sering membukit- nambahi berita dan senang memutarbalikan kenyataan.

Agama Islam melarang gentur terhadap perbuatan caci, yang berjasa secara tidak sedarun menuduh seseorang melakukan tidak sewajarnya. Dakwaanya itu dituturkan ke mana- mana, padahal dirinya sendiri tidak mengetahui secara pasti, perbuatan demikian haram hukumnya. Halikuljabbar SWT.berfirman kerumahtanggaan Surah Al- Baqarah ayat 191.

artinya: dan fitnah  itu lebih osean bahayanya dari pembantaian.

Umpat dapat terjadi karena hal- kejadian berikut:

  1. Penyakit hati seperti syirik, angkuh, dengki, dan kikir
  2. Congor yang salah atau melebar dari yang sebenarnya.
  3. Kebebalan, sebagaiaman perbuatan nabi nabi muhammad rasul Muhammad saw. Artinya “Bahwa fitnah itu juga dapat timbul karena kebodohan merajalela, ilmu sudah lalu tercabut, dan banyak kompleksitas serta pembunuhan”. (H.R Bukhari dan mukminat).

Menyabung domba adalah menyebarluaskan sesuatu nan tidak disukai pihak bukan ataupun mengedepankan berita- berita buruk kepada manusia lain sehingga kulur kejijikan dan dendam sehingga jalinan antar teman menjadi retak ataupun terpenggal akibat berita atau cerita yang belum tentu kebenarannya.

Oleh karena itu, bikin mencegah terjadinya penyerantaan cerca ataupun menangkal fitnah, setiap manusi terutama mukminat hendaknya melakukan hal- hal sebagai berikut:

  1. Gemar mengadakan gerakan sosial (beramal saleh) secara terus- menerus,dan lain- tidak.
  2. Memupuk silaturahmi atau membina pergaulan.
  3. Jangan kikir, artinya harus mempunyai hati penyayang dengan merealisasikannya dengan memberi sedekah kepada duafa miskin, yatim piatu.
  4. Ikut aktif melaksanakan amar perbuatan baik nahi munkar.

Source: http://pkbmtunas.sch.id/berita/read/materi-pai-kelas-12-senin-1-maret-2021-tentang-israf-tabzir-gibah-fitnah