Irigasi Sprinkle Pada Tanaman Sayuran

Intern sistem irigasi biasa, 50% air nan digunakan untuk irigasi digunakan lakukan tanaman, dan sisanya belaka tersingkir percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler boleh menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi. Air adalah faktor daya kerumahtanggaan meningkatkan kualitas semenjak pokok kayu. Tali air merupakan cara nan boleh digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Pelecok satu cara irigasi moderen yaitu dengan menggunakan sistem tali air sprinkle. Cara ini dulu tenar di seluruh negara modern di dunia.

Sistem irigasi sprinkle ini plong dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu alat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler). Penyiram (sprinkler) galibnya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian terban masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman nan ada di sekitarnya.

Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem pemancaran air seperti mana curah hujan abu alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melewati nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar sebagai halnya titik-titik air hujan angin. Tekanan air berbunga pecah pompa nan mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi ibarat pemecah air, juga boleh digunakan cak bagi mengatur impitan jarak dan banyak sekurang-kurangnya air yang keluar.

Suku cadang n domestik sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumur air, baik dari perigi air nan terbuka (misalnya, sungai, kolam, situ, waduk, dll) maupun yang berpunca dari bekas tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumber, dll). Unit kerjakan menjorokkan air sehingga menghasilkan air yang bertekanan bakal kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melangkahi nozzle (misalnya pompa). Terakhir adalah sprinkler, yang merupakan komponen utama, meliputi pipa lateral, pipa riser, dan penyiram (nozzle).

Berikut ini merupakan beberapa aksesoris apendiks nan biasa digunakan lega sistem tali air sprinkle:

1. Reducers

2. Elbows

3. End plug Tees

4. Regulators and Gauges

5. Valves

6. Filters

Lazimnya sistem irigasi sprinkler ini comar digunakan lega lahan sahih, maupun tanah dangkal. Setuju juga untuk ajang yang berpasir, bekas nan bergeombang, sampai banyak diadopsi lakukan pengairan di distrik perbukitan. Kerjakan penanaman ladang cocok cak bagi semua jenis kebun / tipar, saja tidak cocok digunakan untuk tanaman gabah (sawah) dan kembali jerami. Untuk perkebunan begitu juga kebun pokok kayu kersang, sayuran, tanaman berbunga, kebun teh dan kopi, sangat sepakat dan dapat mengadopsi sistem pengairan sprinkler ini.





Source: https://greenartindonesia.co.id/content/blog/sistem_irigasi_sprinkle

Posted by: holymayhem.com