Ilustrasi Khotbah Kristen Tentang Pengharapan

Satu hari sendiri ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah tanaman pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi puas musim dingin. Momongan ke-2 pada musim semi. Anak ke 3 pada periode panas. Dan anak asuh yang ke-4 pada musim gugur.

Anak 1: Tumbuhan pir itu terlihat sangat jelek dan batangnya bengkok.

Momongan 2: Tanaman itu dipenuhi kuncup-kuncup baru nan menjanjikan.

Anak 3: Pohon itu dipenuhi dengan rente-bunga yg menebarkan bau nan harum.

Anak asuh 4: Engkau tidak setuju dengan saudaranya, ia bercakap bahwa tanaman itu penuh dengan buah yang menguning dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya sahaja kalian meluluk di waktu nan farik.

Ayahnya berpesan, “Menginjak sekarang jangan pernah menilai spirit hanya beralaskan satu masa nan sulit.”

Ketika kamu sedang mengalami musim-masa berat, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak pil dan pil, jangan cepat menyalahkan diri dan turunan lain bahkan berkata bahwa kamu bukan mampu, dungu dan bernasib sial. Ingatlah, sira berharga di alat penglihatan Tuhan, tidak suka-suka istilah nasib sial bagi insan beriktikad.

Takdirnya kamu tidak mengelus dada momen subur di periode tawar rasa, maka kamu akan kehilangan perian semi dan musim sensual nan prospektif harapan, dan sira tidak akan menuai hasil di musim gugur. Bersama Tuhan sayang ada pengharapan nan yunior.


Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah n domestik kesesakan, dan bertekunlah kerumahtanggaan doa!

Source: https://shareberkat.blogspot.com/2018/12/ilustrasi-pengharapan.html