Identifikasi Tanaman Sayuran Di Desa Cot Yang Aceh Besar

1
Atrium Saintia, Vol. V, No. 1, April 2017 ISSN : Identifikasi Tumbuhan Sayuran di Desa Cot Yang Aceh Osean Nurliana, Anita Noviyanti, Azwir Pendidikan Biologi Universitas Atrium Mekkah Abstrak Intensi penajaman ini bakal mengetahui berbagai jenis tanaman sayuran yang dibudidaya di Desa Cot Nan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Lautan. Metode penekanan ini adalah survei nan bertujuan untuk mengumpulkan informasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal Nopember 2016 dengan memperalat instrumen penyelidikan positif lembar observasi, pedoman soal jawab, dan dokumentasi. Berbunga observasi yang dilakukan ditemukan hasil yaitu terletak 6 jenis pohon sayur-sayuran yang dibudidaya di Desa Cot Yang. Tanaman-tanaman sayuran tersebut masing-masing berasal mulai sejak satu family yang berbeda diantaranya, Apiaceae, Brassicaceae, Caricaceae, Convolvulaceae, Gnetaceae, Euphorbiaceae. Bermula hasil wawansabda dengan orang tani sayuran ditemukan bahwa sayur-sayuran ini yaitu mata pencaharian mereka yang di jual dengan jumlah dan harga sesuai permohonan pasar. Introduksi Kunci: Identifikasi, Sayuran PENDAHULUAN Negara Indonesia dianugrahi makanya Tuhan Yang Maha Esa dengan iklim tropis. Maka dari itu sebab itu, kita rakyat Indonesia wajib bersyukur kepada Almalik Yang Maha Kuasa karena kita memiliki jenis hayati tingkatan bila dibandingkan dengan sebagian besar negara lain di manjapada. Indonesia teragendakan ke internal delapan negara udara biodiversitas di dunia, karena baik flora maupun dabat penyebarannya tinggal luas. Perbendaharaan hayati ini menutupi berbagai jenis pokok kayu, hewan dan basil. Kurang makin sebanyak variasi tumbuhan, jenis hewan dan mikroba yang kehidupan secara alami di Indonesia (Surtikanti, 2009:124). Keberagaman hayati (biodiversity) meliputi keragaman dari semua varietas pokok kayu, hewan dan jasad renik serta proses-proses ekosistem dan ekologis dimana mereka menjadi bagiannya. Dalam riset ini tipe hayati kian difokuskan lega mayapada tumbuh-tumbuhan/spesies tanaman (plantae), yaitu di khususkan pada jenis sayursayuran yang dibudidaya oleh masyarakat di Desa Cot Nan Kecamatan Kuta Baro. Internal hal ini berkaitan dengan persawahan yang merupakan kegiatan pemakaian sumur muslihat hayati yang dilakukan insan cak bagi menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau perigi energi. Kegiatan pemanfaatan perigi daya hayati yang termasuk dalam pertanian baku difahami orang sebagai budidaya pokok kayu ataupun bertanam. Sayuran organik merupakan komoditas hortikultura yang banyak diminati untuk dikembangkan pada perladangan organik saat ini. Sayuran organic merukan sayuran yang dalam proses pemelihannya tidak memperalat incaran-alamat ilmu pisah tiruan melainkan menggunakan mangsa kimia organic misalnya berpokok tanaman pohon liar yang ada di sekitar huma. Salah satu tanaman yang jamak dipakai laksana pestisida alami adalah 55

2
Nurliana, Anita Noviyanti, Azwir daun kirinyuh (Eupatorium odoratum) (Octary, et. al, 2015). Manfaat dari sayuran organik adalah mengandung antioksidan tip di atas sayuran nonorganik rahim nitrat n domestik sayuran dan buah organic diketahui 25% lebih minus berpangkal yang non-organik. Keadaan tersebut membentuk sayuran organik layak untuk dikonsumsi dan menyehatkan (Isdiyanti, 2007:34). Sayuran disamping penting sebagai sumber gizi dan mineral juga dapat berfungsi umpama pemohon radang tenggorokan, misalnya bayam dan kemangi (Nuraflinda, dan Armi, 2015) Biasanya tumbuhan nan dimanfaatkan adalah bagian vegetatifnya terutama daun lagi beserta tangkainya. Bilang sayuran yaitu bagian tumbuhan yang terlayang tanah, seperti wortel (Daucus carota L), ubi belanda (Solanum tuberosum), dan lobak (Raphanus sativus). Terdapat kembali sayuran yang berasal dari organ generatif, sebagaimana bunga kecombrang (Etlingera elatior) dan turi (Sesbania grandiflora), buah misalnya terong (Solanum melongena) dan ercis (Pisum sativum), dan biji misalnya buncis (Phaseolus vulgaris) beserta kacang sirah (Vigna angularis). Hasil observasi awal yang peneliti temukan bahwa masyarakat di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar sreg umumnya memakamkan bervariasi jenis sayursayuran bikin dijual. Bertani dan berkebun merupakan pekerjaan yang awam dilakukan oleh umum di desa tersebut. Tanaman sayuran yang galibnya mereka tanam merupakan sayuran nan sering dikonsumsi oleh masyarakat dan banyak terjual di kodian seperti bayam, bongkok, daun kaspe (ubi), seledri, dan bukan-tak. Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Raksasa punya banyak lahan persawahan, sehingga hampir di sepanjang desa boleh dijumpai lahan nan digunakan kerjakan bersua dengan tanam makanya masyarakat. Hal ini lalu berfaedah buat publik di desa tersebut umpama indra penglihatan pencaharian bagi memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Selain itu, tanah pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam sayur-sayuran dapat sekali lagi dimanfaatkan sebagai sumur belajar bagi peserta-siswi sekolah dalam membudayakan jenis tumbuh-tumbuhan terutama sayur-sayuran, nan galibnya dipelajari dalam mata pelajaran yang bersambung dengan dunia bertunas-tumbuhan seperti keanekaragaman hayati, hortikultura, dan klasifikasi tumbuhan. Kejadian ini membantu siswa/mahasiswa lebih mengenal lingkungannya dan ki memasukkan rasa cinta terdap lingkungan serta kesadaran bakal melestraikan lingkungan khususnya tumbuh-tumbuhan sebagai penghasil oksigen terbesar di alam. Melampaui uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam eksplorasi ini yaitu: Apasaja jenis-jenis tumbuhan sayuran yang terdapat di Desa Cot Yang Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Ki akbar? TINJAUAN Bacaan Bulan-bulanan lambung nabati adalah yakni bahan makanan yang berpunca pecah tumbuh-tanaman, termuat pula sayur-sayuran. Sayur-sayuran tergolong jenis makanan yang harus sering hadir di meja makan karena mayoritas khalayak gemar gado sayur-sayuran, baik di konsumsi secara mentah maupun di matang dahulu. Sayuran kembali banyak di gunakan buat pengobatan alternatif guna mencegah beraneka ragam penyakit, dengan tidak mengandung efek samping yang membahayakan fisik. Berikut sejumlah jenis-spesies sayuran yang bernutrisi pangkat antara tak: Bayam: Merupakan tanaman hijau nan umumnya di konsumsi daun nya Bayam termasuk rezeki yang subur nutrisi dan habis baik sebagai perigi klorppil 56

3
Serambi Saintia, Vol. V, No. 1, April 2017 ISSN : atau klorofil, selain itu bayam juga mengandung Vitamin A, B kompleks C, E, K dan karbohidrat, Beta karoten, Zat kapur, Fosfor, dan serta nan tinggi. Wortel: Merupakan tipe sayuran nan popular setelah kentang, jenis sayuran ini tercantum tumbuhan yang menyimpan karbohidrat intern jumlah lautan, Wortel adalah sayuran yang berwarna kuning jingga kaya akan zat gula, Vitamin, serta garam mineral, dan banyak mengandung beta koranen, Bagian nan di bersantap adalah pangkal pohon akarnya. Kubis /Kubis: Merupakan jenis sayuran/pohon patera yang banyak diolah masyarakat bikin berbagai jenis lambung atau sayuran, Kol/kol yang afiat banyak mengandung Vitamin A, B, C, E,. Perut vitamin C nan tinggi bisa mencegah sariawan nan akut. Kandungan mineral yang terwalak dalam kubis yakni ; Kalium, Fosfor, Zat kapur, Natrium, dan zat besi. Kubis/kubis yang segar juga mengandung banyak sintesis yang erotis pembentukan glutation, Zat yang dibutuhkan tubuh buat mematikan zat racun dalam raga. Di samping itu juga kubis mempunyai zat aktif nan baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah indol-3 karbinol nan bertindak mencegah dan memulihkan penyakit kanker. Kubis/kol sekali lagi ternyata kreatif mengobati penyakit giang akibat pupuk candida, menyembuhkan radang sendi, serta bisa mencagar tubuh dari radiasi, seperti computer, microwave, kurat X-ray, serta televisi. Sawi hijau: sayuran caisim ini adalah nan di konsumsi daunnya, sawi sering di gunakan dalam kebutuhan sayuran sehari-musim, Caisim ini tertera sayuran yang rendah kalori, dan mengandung serat nan baik untuk fisik kita, selain itu juga terwalak kandungan Fosfor, Zat besi, Zat makanan A,B1,B2, B3, dan C serta vitamin K. Ubi benggala: Berlandaskan warnanya, pohon kentang ini terbagi 3 bagian yaitu; kentang putih, kentang kuning, dan kentang merah. Kentang juga mengandung qada dan qadar air nan tinggi seputar 78%, kandungan potassium plong kentang dua mungkin bekuk lebih banyak di bandingkan kas dapur potassium internal fiber dan pisang. Ubi benggala terlampau bagus di konsumsi bagiorang nan mengalami kekurangan kadar gula dalam darah, rahim lemaknya cacat pecah 25% sehingga mampu membancang endapan kolesterol didalam saduran saluran darah. Bin Sirah: Ini merupakan variasi makanan nabati kerumunan kacang polong, bin bangkang ini memiliki nutrisi yang tinggi. Tembolok nan terdapat pada polong ahmar merupakan mengandung asam polat, karbohidrat kompleks, kawul, kalsium, dan protein nan terbilang pangkat. Peranakan kadar seratnya sangat tinggisehingga bisa memangkalkan kadar kolesterol dalam bakat. Brokoli: Ini tercatat dalam jenis kubis-kubisan, Sayuran ini bersumber dari Asia katai dan dataran tataran mediterania. Sayuran ini merupakan keseleo satu sayuran yang padat gizi diantaranya Zat putih telur, Vitamin C, Zat besi, Serat, kalium, serta bervariasi zat aktif lainnya yang terkandung di internal brokoli. Kandungan pupuk pada brokoli mampu melancarkan system pencernaan, selain itu juga brokoli berkhasiat mengurangi resiko kanker dan mewah menjaga keadilan gula drah privat tubuh (Yuliza, 2015). METODE PENELITIAN Jenis penekanan ini adalah jajak pendapat (survey) yang digunakan bagi mengumpulkan pengetahuan dari hasil observasi yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (Qualitative research). Instrumen penelitian terdiri terbit makao observasi, benang dengar pendapat, dan pengarsipan. 57

4
Nurliana, Anita Noviyanti, Azwir Penimbunan data dalam penelitian ini adalah observasi. Tumbuh-tumbuhan yang teridentifikasi melangkahi observasi, dikumpulkan dalam bentuk tabel berdasarkan jenis semenjak masing-masing divisio tumbuhan. Selanjutnya di analisis secara deskriptif. Data hasil wawancara terhadap masyarakat diberi makna secara deskriptif kerjakan mengungkap hasil penajaman, yang berlanjut pada kesimpulan penelitian. HASIL Pengkajian DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil studi tentang identifikasi tipe tanaman sayuran di Desa Cot Yang Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar dianalisis, direkap dan disajikan, selanjutnya diuraikan untuk menjawab soal penelitian yang mutakadim dirumuskan. 1. Keberagaman-Jenis Tanaman Sayuran yang Teridentifikasi di Desa Cot Yang Kecamatan Kuta Baro Hasil riset mengenai varietas sayur-sayuran nan teridentifikasi di Desa Cot Yang, sejak tgl 18 s/d 30 Nopember 2016 ditampilkan dalam masing-masing tabel berikut ini. Plong Tabulasi 4.1 di bawah ini di sajikan data adapun tanaman sayuran yang terwalak di Desa Cot Nan. Tabel 4.1. Diversifikasi-spesies Tumbuhan Sayuran di Desa Cot Yang Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar No Cap Sayur-sayuran Famili Daerah Indonesia Ilmiah/Latin 1 Oun Sop Seledri Apium graveolens Apiaceae 2 Sawi Sawi Brassica juncea Brassicaceae 3 Oun Peutek Daun Pepaya Carica papaya Caricaceae 4 Oun Kangkong Kodok Ipomea aquatica Convolvulaceae 5 Oun Muling Daun Melinjo Gnetum gnemon Gnetaceae 6 Oun ubi kayu Patera ubi/kaspe Manihot Utilissima Euphorbiales Sumber: Hasil Identifikasi Tumbuhan Sayuran di Desa Cot Yang Desember 2016 Data dalam Tabel 4.1 menunjukkan hasil identifikasi Tanaman sayuran di Desa Cot Yang Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Samudra. Tertentang dalam tabel ada 5 jenis tanaman sayur-sayuran nan teridentifikasi yaitu seledri, sawi, pepaya, kecebong, dan melinjo. Dua berpunca variasi pokok kayu sayuran yang terdapat di Desa Cot Nan seperti jenis sayuran yang terdapat di Desa Cot Yang adalah seledri dan sawi. Selain itu identifikasi juga dilakukan di Desa Tumpok Lampoh. 2. Deskripsi Ciri-ciri Tanaman Sayur-sayuran di Kecamatan Kuta Baro a. Seledri (Apium graveolens) Seledri yakni salah satu tanaman dikotil alias biji berkeping dua. Seledri nan memiliki keunggulan latin Apium graveolens L ini berbentuk seperti suket alias semak dan termasuk tanaman setahun ataupun dua musim. Tanaman seledri hanya tersusun dari akar tunjang, batang, daun, anakan, biji pelir, dia kembali bukan n kepunyaan cabang seperti pohon lainnya. Seledri ini tercatat keseleo suatu tanaman unik yang memiliki warna hampir keseluruhan berwarna baru dan rasa selisih berusul nan lainnya. 58

5
Atrium Saintia, Vol. V, No. 1, April 2017 ISSN : Akar susu nan dimiliki oleh seledri yaitu akar susu bagasi dengan serabut sedalam 30 cm da bawah meres lahan dan menyebar ke samping dengan radius sekitar 5 9 cm berasal pangkal batang seledri yang berwarna tahir kumuh. Bentuk batang seledri bisa dibilang unik, karean bentuknya berupa persegi tapi bukan n kepunyaan kayu, beruas ruas, bercabang banyak dan juga tak berambut. Bagan patera seledri ini menyirip ganjil, tepinya beringgit, setiap helai patera yang dimilikinya tipis, rapat denagn pangkal, dan ujungnya jirus. Memiliki anak patera sebanyak 3 7 helai, panjangnya sekitar 2-7,5 cm dan lebar 2.5 cm. setiap patera punya tangkai sepanjang cm, smeua berwarna hijau. Seledri memiliki rente yang berbentuk paying dengan jumlah 8 12 biji pelir kecil dipucuk tnaman lanjut usia. Bunga majemuk berwarna murni tersebut tumbuh pada ketiak yang menbghasilkan 3 8 anakan per tangkai dan memebentuk bulatan pada ujungnya. Bunga akan menjadi buah selepas dibuahi. Seledri n kepunyaan buah nan berwarna mentah ketika masih muda dan bercelup coklat tua bangka momen telah tua dan bentuk bunga tersebut adalah bulat kecil. Secara tradisional tanaman seledri diguanakan misal pemacu enzim pencernaan maupun sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni, dan penurun impitan bakat. Di samping itu digunakan lagi untuk memperlancar keluarya air seni, mengurangi rasa linu pada rematik dan gout, juga digenakan laksana bentrok kejang. Selebihnya daun dan batang seledri digunakan sebagai sayur dan lalap untuk penyedap masakan b. Sawi hijau (Brassica juncea) Secara umumnya tanaman sawi memiliki tiga variasi yang dapat di budidayakan yaitu sawi putih ( sawi damar ), sawi bau kencur, dan caisim buma. Pakcoi tahir ( B.juncea L. Var Rugosa Roxb & Prain ) mempunyai bentil batang sumir, takut, dan sekali lagi memiliki daun dempak bercelup plonco renta. Sawi bau kencur memiliki mayit ringkas, patera berwarna keputih-putihan dan juga mempunyai rasa yang pahit. Sedangkan sawi ladang punya batang sumir, katai dan juga tanamannya mini ataupun kerdil. Tanaman Sawi yang paling sering dimanfaatkan dan dibudidayakan maka itu masyarakat adalah caisim zakiah. Berikut ini akan diuraikan ilmu saraf tumbuhan pakcoi atau sawi hijau: Akar tunjang pada tumbuhan sawi merupakan akar tunjang bercabang dan akar tunggang nan punya rang yang bundar dan hambur di permukaan kapling, umumnya akar tunjang dapat menembus tanah dengan kedalaman cm. fugsinya yaitu untuk menyerap hara yang berada di permukaan tanah. Batang pada tanaman sawi umumnya beruas dan memiliki mayit nan pendek. layon sawi memilifi peraan laksana penopang dan menyangga berdirinnya daun sawi di atasnya. padahal daun pakcoi itu sendiri n kepunyaan gagang cangkul yang berbentuk linyak. Daun plong tanaman sawi berbentuk lonjong dan memanjang, lebar dan n kepunyaan rona hijau remaja hingga hijau berida dan tidak memiliki bulu. tanaman sawi memiliki tangkai daun yang singkat hingga panjang tersangkut jenis tumbuhan sawinya. Tanaman sawi diketahui memiliki bunga yang memiliki bentuk memanjang dan memiliki banyak cabang. Tanaman sawi memiliki anakan dari empat kelopak daun, catur mehakota bunga yang n kepunyaan rona kuning sinar, empat helai makao sari dan satu buah pitik nan berongga dua. sedangkan dalam proses Penyerbukan tanaman ini dilakukan secara alami dengan vabtuan angin dan hewan kecil sekitar. Pokok kayu sawi memiliki buah dengan rangka buntar sebatas lonjong, memiliki warna keputihan 59

6
Nurliana, Anita Noviyanti, Azwir hingga kehijauan, dan dalam satu biji pelir punya angka 2-8 butir biji. Kredit berbentuk bulat dan kecil dan memiliki warna coklat hingga kehitaman, memiliki permukaan licin, mengkilap, gentur dan pula sedikit berlendir. c. Pepaya (Carica Papaya) Semak alias pohon kecil batangnya lain berkayu, daun idiosinkratis berbagi atau majemuk menjari duduknya tersebar menurut rumus 3/8 biasanya terkumpul sreg ujung batang atau silang, tanpa daun penumpu. Anak uang banci atau berkelamin singularis, aktinomorf. Daun mahkota 5, pada rente jantan berlekatan, pada rente betina berlekatan menjadi buluh yang pendek atau bebas. Bakal kredit banyak pada 3-5 tembuni yang terwalak pada dinding lakukan biji pelir, per dengan 2 integumen. Buahnya buah buni dengan daging biji zakar nan rimbun dan lunak. Angka dengan endosperm dan rajah yang lurus. Tungkai ini banyak ditanam sebagai pohon biji pelir-buahan. Selain buahnya eco dan segar, patera-daun yang muda boleh dimakan sebagai sayuran. Getahnya mengandung papine, lakukan melunakkan daging ( d. Bancet (Ipomea aquatica) Tanaman bongkok yaitu jenis tanaman yunior nan memiliki akar tunjang, batang, daun bunga, buah dan biji. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping. Akar tunggang tumbuh dari batangnya yang berongga dan berbukubuku. Daun kangkung berbentuk daun tunggal dengan ujung runcing maupun tumpul mirip dengan bentuk jantung hati, warnanya hijau mendung ataupun bercat hijau keputihputihan dengan semburat ungu dibagian tengah. Bunganya berbentuk begitu juga terompet berwarna ceria ada juga yang salih keungu-unguan. Buah bancet berbentuk seperti mana telur intern bentuk mini warnanya cokelat kehitaman, masing-masing biji kemaluan terdapat ataupun memiliki tiga butir biji. Umumnya banyak dimanfaatkan sebagai bibit tanaman. Spesies dari kodok ini terdiri dari dua diversifikasi yaitu kangkung air dan berudu darat. Semata-mata diversifikasi pohon yang minimum umum dibudidayakan oleh umum kita yaitu tanaman kangkung darat ataupun nan biasanya dikenal baik dengan sebutan bancet rampas. (Arham Alpian, 2013). e. Ciri-ciri Melinjo (Gnetum gnemon) Mempunyai habitus berwujud pohon-pohon yang literal, banyak bercabang-silang (tetapi silang-cabang itu seringkali tidak bersambungan dengan bagian kayu batang, hingga mudah maaf). Daun tunggal, duduknya tatap muka. Buntang mempunyai kambium, fleoterma, dan aur-buluh kayu, tanpa parit resin. Rente majemuk, bercabng-cabang dikasial (berbentuk anak payung menggarpu), keluar mulai sejak ketiak daun. Ujung rente beragam, berbentuk bulir dengan anak uang yang berkarang privat katek dua daun pelindung yang berlekatan. Bunga kosen dengan tenda bunga berbentuk rengkung dan pada ekstensi sumbu bunga nan berbentuk benang terletak 1-2 kantong sari. Bunga betina dengan tenda anakan berbentuk kerongkongan dengan satu bagi ponten di dalamnya yang punya dua integumen. Biji diselubungi suatu jas hujan yang terdiri atas integumen luar yang menjadi persisten dan tenda anakan yang berdaging dan akhirnya berwarna sirah jika buah telah masak. Suku ini banyak ditanam di halaman-jerambah. Perempuan muda bisa dijadikan sayur, begitu pula buahnya. Bijinya kerjakan pembuatan emping. Serabut kulitnya dipakai bikin pembuatan jala yang lestari dan tahan air laut (Tjitroesoepomo, 2005). 60

7
Serambi Saintia, Vol. V, No. 1, April 2017 ISSN : f. Singkong (Manihot utilissima) Terutama terdiri atas bertaruk-pohon berkayu, saja termasuk pula didalamnya terna. Karena pembiasaan terhadap lingkungannya kadang-kadang mempunyai habitus seperti Cactaceae, ada juga yang mempunyai filokladium. Daun tunggal maupun bermacam-macam, duduknya tersebar atau bertatap, dengan patera-daun penumpu yang seringkali menyerupai kelenjar-kelenjar. Hampir semua episode tubuh tumbuhan n domestik suku ini mengandung getah kerumahtanggaan susukan sipulut (Tjitroesoepome, 2005). 3. Hasil Soal jawab Dengan Petani Sayuran di Kecamatan Kuta Baro Data hasil wawancara yang dilakukan dengan petani sayur-sayuran di kecamatan Kuta Baru Kabupaten Aceh Lautan ditampilkan dalam Tabel 4.1 berikut ini. Tabel 4.1 Data Wawanrembuk Bersama Pembajak Sayur-sayuran No Indikator 1. Sudah lalu berapa lama Kiai/Ibu menanam sayursayuran 2 Selama bertani sayur, berapa banyak macam sayursayuran nan Buya/Ibu tanam? 3. Jangka musim berapa lama biasanya sayur-sayuran tersebut dapat di panen? 4. Apakah sayur-sayuran tersebut Bapak/Ibu panen intern keadaan baik. 5. Apakah Bapak/Ibu menunggangi jamur bagi mewujudkan pokok kayu sayur-sayuran ini menjadi lebih baik? Apabila ada pupuk apa nan digunakan? 6. Apakah tanaman sayur-sayuran yang ada disini hanya bakal dijual kepada masyarakat, maupun adakah pemanfaatannnya intern hal nan enggak, misalnya bak sumber belajar bagi siswa/mahasiswa? Apabila terserah mohon penjelasan Bapak/Ibu 7. Apakah sepanjang ini ada pemanfaatannya intern parasan pendidikan? Apakah selama ini cak semau pemanfaatannya dalam bidang pendidikan? Jikalau lain, apakah diperbolehkan apabila suka-suka suatu sekolah ataupun bentuk yang ingin memanfaatkan kebun I sayuran ini dalam bidag pendidikan? 8 Pernahkah suatu sekolah atau perserikatan memanfaatkan pohon-pohon yang ada disini sebagai sumber belajar maupun hinggap mengunjungi kebun Bapak/Ibu untuk belajar? 9 Sejauh bertani sayur-sayuran disini kendalakendala apasaja yang Bapak/Ibu alami dalam pemeliharaannya? 10 Apa solusi yang dilakukan agar sayur-sayuran ini terus dapat ditanam dan menghasilkan produk yang baik, sehingga kerukunan di konsumsi oleh masyarakat? 1 tahun Hasil Temu duga Kamis, 27 Des 2016 Cot Yang Biasa setakat 4 diversifikasi, selada, bayam, ubi/ubi, belimbing 2-3 rembulan Kontak dipanen dalam peristiwa baik, dan pernah juga n domestik keadaan kurang baik (patera tidak tumbuh baik) Menggunakan pupuk alami, tahi lembu yang dicampur dengan tanah atau kawul kandang Selama ini belaka untuk dijual di pasar, belum cak semau yang datang lakukan menunggangi dalam pembelajaran. Selain itu juga mengkonsumsi sendiri Belum terserah Boleh, yang penting bukan merusak Belum pernah Kendala pemasaran, karena pemohon hanya ingin dalam hal segar Tidak mennggunakan penyemprot racun hama, berusaha pelahap memperalat pupuk alami dan menjaga kebersihan area tanam Pembahasan Hasil pengamatan terhadap tanaman-tanaman sayuran di Desa Cot Yang Kecamatan kuta Baro telah di data intern tabel identifikasi pada bagian hasil penelitian, 61

8
Nurliana, Anita Noviyanti, Azwir lebih kurangnya ditemukan 6 jenis spesies tanaman sayuran. Tipe-spesies tumbuhan sayuran yang terindentifikasi sebanyak 6 jenis diantaranya famili Apiaceae, Brassicaceae, Caricaceae, Convolvulaceae, Gnetaceae, Euphorbiaceae. Semua tanaman sayuran nan dibudidaya ini adv amat bermanfaat bikin raga, misalnya tanaman selada, diketahui tumbuhan ini mengandung protein yang strata, menghafaz tubuh setiap hari membutuhkan zat putih telur untuk merevisi sel-lembaga pemasyarakatan yang kemungkus serta berarti untuk pertumbuhan tubuh pada anak-anak, maka dapat membantu proses pertumbuhan. Selain itu selada juga dapat membantu mengobati diabetes. Diketahui patera selada ini punya rezeki gula yang rendah dan tenang dan tenteram untuk dikonsumsi dalam jumlah lautan sekalipun. Patera selada juga dapat membantu meninggi pembawaan, mencegah guam, mencegah resiko abnormal kandungan, kondusif mengatasi imsomnia, menetralisir nafkah venom internal tubuh (sebagai antioksidan), menjaga sendi resistan raga, dan menyepadankan gula kerumahtanggaan darah, (10-keefektifan-daunselada.com). Begitu juga buat pokok kayu-tumbuhan sayuran lainnya semua memiliki manfaat dan khasiatnya masing-masing. Selama ini para penanam membudidayakan pokok kayu sayuran tersebut, dikarenakan juga tuntutan pasar nan tinggi terhadap tanamantanaman sayuran ini. Pada umumnya masyarakat pulang ingatan bahwa sangat terdahulu mengkonsumsi sayur-sayuran intern kehidupan sehari-hari cak bagi menyeimbangkan kesehatan tubuh. Akhir Hasil analisis data dan pembahasan nan diperoleh kerumahtanggaan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Terdapat 6 jenis tanaman sayur-sayuran nan suka-suka di tiga desa Kecamatan Kuta Baro Desa Cot Yang, begitu juga seledri, sawi, keliki, bancet, ki pelor, singkong (kaspe). Tanaman sayur-sayuran yang terwalak di Desa Cot Yang terdiri dari 6 famili adalah Apiaceae, Brassicaceae, Caricaceae, Convolvulaceae, Gnetaceae, Euphorbiaceae. DAFTAR Wacana Indrawan, M. (2007). Ilmu hayat Konservasi. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia Isdiyanti. (2007). Analisis Gerakan Tani Sayuran Organik di Perusahaan Matahari Farm. Fakultas Pertanian IPB. Bogor. Skripsi KLH (2002). Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropolgi. Jakarta: Rineka Cipta. Kimmins, J.P. (1997). Forest Ecology, A Foundation for Sustainable Management. Second Edition. New Jersey 07458: Prentice-Hall, Inc Marni, A. (2011) karyatulisilmiah.com/pengertian-identifikasi-makhluk-nyawa/ 21 Jul Nuraflinda, dan Armi, Identifikasi Tumbuhan Penawar Tradisional bikin radang Tenggorokan. Atrium Akademica, 3:

9
Serambi Saintia, Vol. V, No. 1, April 2017 ISSN : Octary, A.P., M. Ridhwan, Armi, Ekstrak Patera Kirinyuh (Eupatorium odoratum) dan Laler Buah (D. melanogaster). Serambi Akademica, 3: Pujianto, S. (2008). Pembelajaran Ilmu hayat Papan bawah X, Platinum, Pustaka Mandiri Solo : PT Tiga Serangkai. Sukmadinata, N.S. (2010). Metode Studi Pendidikan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya Sudijono, A. (2001). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Rajawali Press. Sulasmi. E.S. (2000). Pengajaran Keberbagaian Tumbuhan di SMU, Persoalan dan Pemecahannya. Malang: Depdiknas UM, FMIPA. Makalah, 23 Pebruari Surtikanti, H.K. (2009). Ilmu hayat Lingkungan, Bandung: Prisma Press Prodaktama Tjitrosoepomo, G. (2007). Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 63

Source: https://docplayer.info/53450231-Identifikasi-tanaman-sayuran-di-desa-cot-yang-aceh-besar.html

Posted by: holymayhem.com