Hama Pada Tanaman Sayur-sayuran

Dalam budidaya tanaman sayuran yang menjadi kendala terdepan yaitu adanya serbuan organisme pengganggu tanaman yaitu serangan hama dan komplikasi.  Hama yang kecam tanaman sayuran n domestik pembudidayaannya dapat berupa insekta alias hewan bukan, akan saja nan mendominasi adalah hama bermula golongan insek.

Beberapa jenis hama potensial yang sering ditemukan pada tanaman sayuran adalah hama perusak patera tanaman serta hama peruntuh buah.  Kesediaan hama dapat diketahui dengan mencela gejala-gejala nan nampak pada tanaman.  Berikut ini beberapa hama-hama bermakna lega pokok kayu sayuran antara enggak:

  1. Tungau daun
    (Aphis gossypii Glover). Wereng ini bercat hijau muda sampai hitam dan kuning dengan matra 0,8 mm. Gejala terjangan: pucuk daun menjadi kerepot, keriting dan memuntal.  Pada serangan yang rumit menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, layu bahkan mati.  Pengendalian: mengeset waktu tanam, pergiliran pohon, mengurangi pemupukan Ufuk, pengendalian dengan insektisida ilmu pisah yang berbahan aktif atau dengan insektisida nabati dilakukan apabila populasi hama sudah diatas hilir kendali.  Wereng ini mencela tumbuhan sayuran mentimun, terong, tomat, cabai, polong strata, bayam, katuk, dan bukan-lain.
  2. Thrips
    (Thrips parvispinus Karny). Thrips merupakan hama yang berlaku sebagai vektor penyebaran virus mozaik (penyakit ikal). Hama thrips menyerang fragmen anakan dan daun pokok kayu, berukuran sangat kerdil sekitar 1 mm, berwarna kuning sampai coklat kehitam-hitaman.  Gejala serangan: anakan yang terserang akan mengering dan rontok sementara itu jika patera yang terserang maka patera akan mengeriting, menguning dan menggelendong keatas balasannya pertumbuhan tanaman jadi mungil dan pada fragmen bawah patera berwarna keperak-perakan.   Pengendalian bisa dilakukan dengan beberapa cara: pengendalian secara fisik (dengan mulsa atau penggunaan perangkap rekat), pengendalian secara hayati dan pengendalian secara kimia. Hama ini menyerang tanaman cabai, bawang merah, berambang daun, tomat, bayam, ubi benggala, terung dan kacang-kacangan.
  3. Lalat buah
    (Bactrocera sp.). Lalat ini menyerang tumbuhan pada episode biji kemaluan yang masih muda dengan pendirian menyunting dinding biji zakar dan mengedrop telur dan saat menjadi larva akan memakan isi buah sehingga biji zakar menjadi tembelang. Tanaman sayuran nan biasa diserang lalat buah adalah pohon: tomat, cabai, mentimun, pare, gambas, dan hampir semua tanaman buah.  Gejala serangan: buah tanaman yang terserang terletak ajang tikaman berwarna hitam, kulit menguning, dan sekiranya buahnya dibelah akan terlihat bijinya yang berwarna coklat kehitaman, daging buah tembelang dan buah gugur sebelum waktunya sehingga mengurangi total dan kualitas hasil produksi.  Pengendalian dapat dilakukan dengan bilang prinsip, begitu juga dengan secara kultur teknik (membungkus buah dengan kertas/plastik atau meletuskan perangkap), secara biologi (dengan semut, pemangsa lalat biji pelir), dan secara mekanis (membuang/membakar buah-buah nan rusak).
  4. Ulat grayak
    (Spodoptera sp.). Larva grayak menyerang tanaman lega fragmen daun dan buah. Ciri singularis ulat ini n kepunyaan bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan lega sisinya. Hama ini aktif pada malam hari.  Tanaman sayuran yang biasa diserang yaitu pokok kayu merica, kubis, tomat, buncis, berambang merah, terung, ubi belanda, kangkung, bayam, dan lain-tak.   Gejala serangan: ditandai pada daun dan buah yang berlubang karena dimakan makanya hama ini, selain itu tanaman yang diserang daunnya akan habisbahkan doang tinggal tangkai daun hanya. Serangan berat menyebabkan pohon sulah karena daun dan buahnya suntuk.  Pengendalian: dapat dilakukan secara fisik (mengonyot tumbuhan yang sakit), pendayagunaan agen hayati, dan penggunaan insektisida nabati.
  5. Ulat mago buah
    (Helicoverpa spp). Belatung biji pelir menyerang buah dengan kaidah menggigit biji zakar dan melubanginya, sehingga bentuk biji pelir menjadi tidak biasa dan mudah terserang penyakit busuk buah. Tanaman sayuran yang biasa diserang adalah tanaman cabai, tomat, brokoli, pakcoi.  Gejala serangan: pada buah ditandai dengan adanya lubang pada buah dan buah akan menjadi rusak, lama-lama rontok dan menjadi busuk basah setelah problem turut masuk dalam biji pelir.  Pengendalian: dapat dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan mendebah ulat secara manual dan secara kimiawi dilakukan dengan pendirian penyemprotan dengan target ilmu pisah pestisida sesuai dengan anjuran setempat.

Demikian bahasan akan halnya beberapa wereng berarti nan sering ditemui sreg tanaman sayuran nan dirangkum dari buku adapun Pengendalian Wereng dan Penyakit Tanaman Sayuran oleh Auditorium Pengkajian Teknologi Pertanaman Lampung Masa 2012, semoga berguna.

(Titiek Is. Penyuluh pertanian)

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/85515/Hama-hama-Penting-Pada-Tanaman-Sayuran/

Posted by: holymayhem.com