Gambar Tanaman Sayuran Kacang Panjang

Perigi Gambar : http://www.google.co.id

Begitu juga rasam sayuran pada umumnya, kacang tataran yaitu komoditi yang lain resistan lama, mudah kemungkus dan cepat melandai kualitasnya. Bagi melindungi hasil panen bermula kerusakan dan mempertahankan kualitas komoditas mudahmudahan dapat diterima konsumen dalam situasi segar maka perlu dilakukan penanganan pengetaman dan pasca panen. Penanganan panen dan pascapanen hendaknya dilakukan secara cermat dan pilih-pilih moga diperoleh hasil yang baik.

A. Panen


Perlakuan panen akan mempengaruhi hasil serta proses penanganan selanjutnya. Penanganan panen yang baik akan memberikan kualitas produksi yang baik kembali. Dalam pemanenan ada beberapa situasi yang harus diperhatikan, antara lain usia penuaian dan cara panen.

1. Ciri dan Umur penuaian

Panen kedelai panjang dibedakan 2 jenis, yaitu panen polong muda dan penuaian polong bertongkat sendok atau biji-bijinya.
Panen Kedelai Cukup umur. Pada lazimnya pemanenan polong muda kacang tataran pertama kali boleh dilakukan sehabis berumur 45 hari. Sukma panen ini tergantung sreg spesies, masa dan tinggi rendahnya area penghijauan. Polong remaja sudah dapat dipanen sesudah terisi penuh dan dandan polongnya hijau merata sampai hijau jirian. Polong yang remaja mudah dipatahkan. Semakin tua kacang akan semakin liat, berserat, dan warnanya menguning. Maka dari itu karena itu, pemanenan agar bukan setakat terlambat. Kedelai nan terlambat dipanen kurang baik bikin disayur dan enggak bisa dipasarkan.

Pemanenan umumnya dilakukan pada pagi hari dan sehabis dipanen biasanya kacang panjang langsung dipasarkan pada siang ataupun sore harinya. Bagi mendapatkan kacang panjang segar yang berkualitas baik, polong harus dipanen dengan wejangan waktu tiga hari sekali. Setelah pohon berusia sekitar 3-3,5 bulan pemanenan dihentikan, kapan itu biasanya buahnya sudah sangat.

Panen Polong Tua bangka. Dilakukan untuk kacang panjang varietas tegak begitu juga polong tunggak dan kedelai uci. Ciri-ciri bin siap dipanen yakni polongnya mutakadim memadai tua, biji-biji menonjol dan kulit luar berwarna baru kekuningan. Hidup pengetaman 3-3,5 bulan dan waktu panen pada pagi ataupun sore musim.

2.Cara Panen

Pemanenan kedelai panjang dilakukan dengan cara memetik merupakan dengan mengarau bagian bawah polong seyogiannya polong rontok seluruhnya dan lain menimbulkan luka yang besar. Panen dengan memutar hingga seluruh polong sungkap dari tangkainya boleh merangsang pembentukan buah bau kencur kian cepat. Pendirian panen dengan ranggah di episode radiks polong dapat meningkatkan hasil sampai 25%. Apabila panen dilakukan dengan menyisakan sedikit polong pada tiap tangkai akan menghasilkan 2-4 buah. Belaka bila seluruh polong dipetik, tanaman kaya menghasilkan 4-6 kedelai tiap tangkai.

Galibnya pemetikan polong dapat dilakukan 5-15 kali, sampai polongnya lampau semua. Bagi kedelai panjang tipe remang, pemanenan dengan cara membedol ataupun menyusup dasar batang tanaman seimbang 10-15 cm dari latar lahan. Selepas panen, kacang kacang panjang dikumpulkan ditempat penghimpunan, dicuci dan ditiriskan sedangkan bikin kacang polong renta, setelah dikumpulkan, dikeringkan dengan dijemur.

B. Penanganan Pasca Panen


Penanganan pasca panen bin tangga antara lain sortasi, pengemasan dan pengangkutan.
1.Sortasi.

Tidak semua bin yang sudah dipanen memadai dipasarkan, sehingga terlazim disortasi atau pemilihan bersendikan kualitas dan keseragaman, Polong polong panjang dipilah antara yang baik dan yang rendah. Polong yang sedikit berkarah hitam, berlubang, atau busuk disisihkan. Format sasaran ekspor, barometer ketuaan paling akil balig ialah matra polong sesuai permintaan pasar, tingkat ketuaan bin tergolong muda, manifestasi biji tidak menonjol dan berwarna hijau dan segar. Sedangkan polong tua nan mutakadim kersang dipisahkan dari kulit polong dan biji dikeringkan sampai 12%-14% suratan airnya. Buat pasar tradisional, sortasi invalid diperhatikan karena pasar tradisional tidak menuntut keseragaman kualitas yang baik sementara itu pasar swalayan yang menghendaki produk yang seragam dan baik kualitasnya.

2.Penyediaan

Pengemasan bertujuan bikin melicinkan dalam pengangkutan. Kedelai panjang yang akan dipasarkan di pasar tradisional biasanya tidak dikemas secara khusus. Pengemasan dilakukan sederhana internal bentuk kekeluargaan besar alias kecil yang beratnya sekeliling 250-2.000 gram tiap jaras. Ikatan kacang hierarki biasanya memperalat tali rafia maupun sutra aur. Gayutan dikemas dalam karung goni nan berventilasi atau dalam kantong plastik polyelene. Sesudah diikat, sayuran serampak disusun pada kendaraan pengangkut. Penyusunan diatur agar longgokan tidak terlalu padat karena akan merusak sayuran. Apabila kacang tangga akan dipasarkan untuk jarak jauh, sebaiknya dikemas internal boks, keranjang bambu atau plastik agar enggak cepat rusak.

Untuk konsumsi pasar swalayan, kacang panjang pun dikemas sederhana. Setiap kelompok diikat dengan plastik isolasi dan diberi logo. Ikatan-perikatan tersebut dimasukkan ke dalam keranjang plastik, selanjutnya siap dipasarkan.

Buat kedelai tua dikemas internal kaleng yang tertutup menempel, sebelumnya dimasukkan ke dalam palagan sebaiknya dicampur dulu dengan patra milu cak agar terlindung berpunca hama penggerek.

3.Pengiriman

Untuk pemasaran jarak jauh diusahakan sayuran terlindung dari sinar rawi dan hujan abu agar tidak cepat layu maupun kemungkus. Sebaiknya kedelai panjang nan selesai dipanen langsung diangkut agar diterima konsumen dalam keadaan masih segar.

Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan
Sumber : 1. Eko Haryanto, T. Suhartini, Ester Rahayu, 2008
Budidaya Kacang Tataran
2. Agrimaniax.blogspot.com

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/51110/penanganan-panen-dan-pascapanen-kacang-panjang/

Posted by: holymayhem.com