Fungsi Kartel Pada Mesin Bubut

35 a. Larutan penyejuk diberikan sebanyak siapa b. Ujung pahat diatur pada upet benda kerja c. Posisi pahat atau pemegang pahat tepat 90 ⁰ terhadap api-api benda kerja d. Panjang pemegang pahat atau tatah yang menonjol ke arah benda kerja sependek mungkin agar pahat ataupun benda kerja bukan bergetar e. Dipilih batang pahat yang terbesar f. Kecepatan cucuk dikurangi 50 berusul kecepatan potong bubut ratakecepatan cenderung tekor. g. Gerak makan dikurangi 20 dari gerak makan bubut rata h. Cak bagi silsilah aksial, penyayatan pertama dimulai dari diameter terbesar untuk mencegah berhentinya pembuangan beram.

3. Membubut tirus

Membubut tirus dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, kaidah yang paling mudah merupakan dengan tambahan alat bubut taper, akan cuma cara ini selain membutuhkan kecukupan juga harus memasang peranti tersebut pada meja eretan. Cara stereotip merupakan dengan memesongkan eretan atas dan menganjurkan eretan seumpama anju pemakanan, khususnya untuk benda tirus yang pendek. Gambar 2.20: Bubut tirus, memiringkan eretan atas Cara yang tidak yaitu dengan membubut antara dua lampu baterai dan meminggirkan posisi kepala pemaafan sesuai dengan tinggi kemiringan yang diinginkan. 36 Rajah 2.21 : Bubut tirus, dua lampu baterai Gambar 2.22 : Penggeseran posisi penasihat lepas Kerjakan menghitung pergeseran kepala lepas a, dicari dengan rumus a = D – d 2 D = diameter besar d = penampang kecil Karena keterbatasan sentuhan lampu baterai patuh dengan lubang senter plong benda keja , maka harga pergeseran “a” bukan kian dari 150 tinggi benda kerjanya. Kerja persiapan, – Tentukan putaran mesin 37 – Persiapkan tatah kasar, tampang, dan pahat finishing – Kotak kunci tool box – Pemasangan benda kerja – Pemasangan dan penyetelan pahat bubut. – Penyetelan kemiringan sudut puas eretan atas benda kerja ringkas atau pergeseran kepala lepas benda kerja tinggi. Langkah Kerja – Bubut bagian muka benda kerja bagi menentukan titik awal kemiringan – Bubut diameter asing setakat dengan ukuran diameter terbesar yang diinginkan, gunakan pahat kasar – Rubah posisi tatah maupun posisi kepala belas kasihan bakal menentukan sudut kemiringannya – Bubut bagian tirusnya – Bahas kebenaran sisi dan ki perspektif ketirusannya – Ganti pahat dengan tatah finishing. – Periksa hasil ketirusannya.

4. Proses Meng-kartelbubut Kartel Tugas 3.2

Lakukan pembubutan bikin benda kerja dibawah ini 38 Kartel knurling adalah proses membentuk injakan ke permukaan benda kerja berbentuk permata diamond atau garis literal beraturan untuk menyunting penampilan atau memudahkan internal pemegangan agar enggak licin Gambar 5.67. Bentuk injakan kartel Gambar 5.68 ada dalam majemuk ukuran merupakan kasar 14 pitch, medium 21 pitch, dan lumat 33 pitch. Rajah 2.23. Proses pembuatan kartel rancangan verbatim, berlian, dan alat tatah kartel. Gambar 2.24. Rencana dan kisar injakan kartel. Pembuatan injakan kartel dimulai dengan mengidentifikasi lokasi dan panjang bagian yang akan dikartel, kemudian mengatur mesin untuk proses kartel. Putaran spindel diatur puas kecepatan rendah antara 60- 80 rpm dan gerak makan sedang sebaiknya 0,2 setakat 0,4 mm per putaran spindel. Pahat kartel harus dipasang pada tempat pahat dengan tunam berpangkal kepalanya setinggi murang Mesin Bubut, dan permukaannya paralel dengan permukaan benda kerja. Harus dijaga bahwa kumparan tatah kartel dapat 39 bergerak adil dan plong kondisi pemotongan nan bagus, kemudian puas pit pahat yang asosiasi dengan benda kerja harus diberi pelumas. Skema mengkartel dan bentuk pahat kartel dapat dilihat plong gambar 2.25. Gambar 2.25. Pahat kartel dan pendirian mengkartel Moga tekanan tadinya sreg pahat kartel menjadi kerdil, sebaiknya ujung benda kerja dibuat pinggul chamfer, lihat Gambar 2.26. dan kontak mulanya untuk penyetelan hanya setengah dari rata gigi pahat kartel. Dengan cara demikian semula penyayatan menjadi lembut. Kemudian tatah ditarik mengaret dan dibawa ke luar benda kerja. Gambar 2.26. Ujung benda kerja di-champer cak bagi memperkecil tekanan tatah kartel Setelah semua diatur, maka spindel Mesin Bubut kemudian diputar, dan tatah kartel didekatkan ke benda kerja menyentuh benda selingkung 2 mm, kemudian gerak makan dijalankan otomatis. Setelah benda kerja berputar sejumlah barangkali misalnya 20 kelihatannya, kemudian Mesin Bubut dihentikan. Telaah hasil proses kartel maupun ada bekas injakan nan ganda. Apabila hasilnya 40 mutakadim bagus, maka mesin dijalankan lagi. Apabila akhirnya masih ada kancah injakan ganda, maka sebaiknya benda kerja dibubut rata lagi, kemudian diatur untuk membuat kartel sekali lagi. Selama proses penyayatan kartel, gerak makan pahat tak boleh dihentikan seandainya spindel masih berputar, karena di permukaan benda kerja akan muncul ringcincin. Apabila ingin menghentikan proses, misalnya lakukan menginvestigasi hasil, maka mesin dihentikan dengan menginjak rem. Gambar 2.27. Spesies-spesies injakan kartel. a Injakan kartel yang benar, b injakan kartel ganda salah, dan c gelang-gelang nan ada pada benda kerja karena berhentinya kampanye pahat kartel temporer benda kerja tetap berputar.

5. Membubut Eksentrik

Source: https://text-id.123dok.com/document/4zp22e54y-membubut-tirus-proses-meng-kartelbubut-kartel-tugas-3-2.html