Folder Materi Penyuluhan Tanaman Sayuran

Sendang Gambar : www.google.com

Berdasarkan karakteristiknya masing-masing, macam produk hortikultura secara garis dikelompokkan atas biji zakar-buahan, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias. Secara lebih rinci komoditas sayuran dibagi pula menjadi: 1) sayuran umbi: umbi lapis bangkang, umbi lapis kalis, ubi belanda dan wortel; 2) sayuran daun: berambang daun, kol/kubis, petsai/pakcoi, kembang kubis, kangkung dan bayam; 3) sayuran biji zakar: cabe besar, cabe rawit, kacang merah, paprika, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kacang janjang, melinjo, petai dan jengkol; dan 4) cendawan.

Terwalak beberapa karakteristik komoditas sayuran, yaitu:
1. Sebagian besar dikonsumsi afiat, sehingga perlu penanganan khusus;
2. Memiliki masa panen tertentu, sesuai dengan sifat tanaman musiman;
3. Harga suntuk dipengaruhi makanya besar pasokan (supply) dan permintaan, sehingga setiap saat dapat berubah;
4. Bikin sayuran yang pada umumnya dikonsumsi segak, kegiatan pengolahan enggak selalu boleh menciptakan angka tambah.

Sebagian besar barang sayuran tersebut diarahkan untuk menjamin ketersediaan pasar dalam negeri. Saja demikian, terdapat beberapa barang yang diarahkan buat peningkatan ekspor, misalnya kucai sirah dan kol/kubis, serta cendawan; sementara sebagian pula diarahkan untuk pemenuhan objek sahih industri, diantaranya ubi benggala, bawang bangkang, cabe dan kawul.
Kesiapan pasar internal negeri dan tingkat konsumsi

Ketersediaan sayuran selama periode 2005 – 2009 meningkat secara konsisten, adalah mulai sejak 39,30 kg/kapita/tahun (2005) menjadi 42,62 kg/kapita/waktu (2009). Tingkat konsumsi buah dan sayur selama periode tersebut pun mengalami kenaikan yang tegar, yaitu terbit 60,50 kg/kapita/tahun (2005) menjadi 73,25 kg/kapita/waktu (2009).

Tetapi demikian, kenaikan konsumsi ini masih jauh mulai sejak tenggat minimal yang direkomendasikan oleh FAO, adalah sebesar 64 kg/kapita/tahun (buah-buahan) dan 64,45 kg/kapita/tahun (sayuran). Tentu saja tingkat konsumsi ini terlazim terus ditingkatkan lagi, menghafal sayuran dan biji kemaluan-buahan memegang peranan penting n domestik keadilan alas, baik misal sumber vitamin, mineral, serat maupun antioksidan. Dengan perannya tersebut, hortikultura merupakan suku cadang terdepan dalam Acuan Pangan Harapan.

Peningkatan ekspor
Indonesia merupakan net importir untuk produk hortikultura. Secara neraca ekspor impor, barang hortikultura mengalami penurunan dalam volume alias nilai ekspor sepanjang periode 2005 – 2008, yaitu pecah 451.804.544 kg (2005) menjadi 296.478.733 kg (2008). Namun demikian pada tahun 2009 manifestasi ekspor mulai meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya. Untuk itu, beralaskan pertimbangan kemampuan penanam dan daya serap pasar, cabe rawit dan jamur dipacu pertumbuhannya secara cukup tinggi (lebih dari 5%), padahal laju pertumbuhan

komoditas sayuran lainnya, ialah cabe besar, dasun merah, ubi belanda, kol/kubis, sawi putih/petsay, tomat dan paprika ditargetkan kurang dari 5%.

Permasalahan
Biarpun Indonesia diuntungkan karena memiliki iklim tropis dan keunggulan komperatif dibidang pertanian, pembangunan hortikultura menghadapi berbagai persoalan, antara tak: 1) pabrik perbenihan belum optimal; 2) kompetensi SDM hortikultura masih tekor; 3) kelembagaan manuver belum optimal; 4) tingkat penerapan teknologi belum optimal; 5) publikasi ketersedian komoditas belum tersedia; dan 6) rantai penyejuk dan manajemen kalung sediaan belum berkembang optimal.
Upaya peningkatan produksi, kapasitas dan mutu produk
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, Kementerian Pertanian cq. Direktorat Jenderal Hortikultura selama perian tahun 2010 – 2014 mutakadim mematok kegiatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman sayuran dan tanaman penawar berkesinambungan sebagai salah satu penjabaran dari Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Barang Tanaman Hortikultura Berkesinambungan. Bulan-bulanan jumlah produksi sayuran pada hari 2013 ditetapkan sebesar 11.652.635 ton dan 12.078.322 ton pada tahun 2014. Hal ini sesuai dengan lancar pertumbuhan rata-rata target produksi sayuran, yaitu sebesar 3,33 % pada perian 2013 dan 3,54 % puas hari 2014.
Tentang upaya-upaya yang ditempuh, yaitu sebagai berikut:
1. Pengembangan area menerobos pembangunan lahan percontohan;
2. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP);
3. Pelaksanaan Sekolah Lapang GAP dan GHP;
4. Fasilitasi penataan manajemen rantai pasokan dari tingkat produsen ke konsumen, sehingga peladang memperoleh margin nan sepan;
5. Peningkatan kapabilitas petugas/petani;
6. Pemberdayaan kelembagaan kampanye;
7. Fasilitasi wahana budidaya dan pasca panen;
8. Registrasi lahan usaha;

9. Resgistrasi packing house.
Diana Prasastyawati, Agustus 2013
Sumber:
1. Anonim. 2010. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Hortikultura Waktu 2010 – 2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.
2. Anonim. 2007. Acara Pengembangan Budidaya Sayuran dan Biofarmaka. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/52471/komoditas-sayuran-arah-dan-upaya-peningkatan-produksinya/

Posted by: holymayhem.com