Dosis Furadan Untuk Tanaman Hias

  1. PENDAHULUAN

Kedelai (Glycine max (L) Merrill) ialah salah satu tumbuhan sendang zat putih telur nan penting di Indonesia. Berdasarkan luas penuaian, di Indonesia kedelai menempati sa-puan ke-3 sebagai tanaman palawija sesudah jagung dan ubikayu. Faktor yang cangap menyebabkan rendahnya hasil kedelai di Indonesia adalah :

  • Kekeringan
  • Banjir
  • Hujan abu plus besar pada saat panen
  • Ofensif Hama
  • Persaingan dengan rerumputan (gulma)

Dengan penyiaran pertanaman polong secara luas di manjapada, persoalan hama dan komplikasi selalu makin banyak baik dalam jumlah maupun jenisnya. Wereng dan penyakit mempunyai daya rusak terhadap tanaman, sejak dari biji tanaman sebatas kepada pengambilan akibatnya. Hama dan komplikasi menurunkan kredit ekonomis berpunca belasan persen sampai gagalnya perkebunan tersebut. Secara jumlah dan kualitasnya adalah akibat bidasan hama bin.

 2.HAMA

  1. Kumbang Daun Kedelai (Phaedonia inclusa)

Hama ini memakan dempang semua bagian tanaman di antaranya patera kedelai terutama yang masih muda, pucuk, semi, polong muda dan bunga. Terjangan banyak dijumpai pada sore dan pagi perian. Biasanya ulat mago dari naning ini juga ikut meratah babak tumbuhan bin.

Siklus hidunya adalah antara 20-21 hari yang berarti dalam satu kali musim perkebunan kedelai bisa diserang oleh 2 atau 3 generasi. Bagi memberantas serangan hama ini yakni dengan menyemprotkan Azodrin, Karphos dan Tamaron kepada tanaman dengan dosis berkisar antara 1-2 cc/liter sangat terampai dari stadia pertumbuhan tanaman.

       2. Lalat Bibit (Agromiza phaseoli)

Gejala terjangan hama ini mula-mula tampak noda-noda lega keping nilai atau daun pertama pada perladangan yang masih taruna. Pada waktu keping kredit terlepas berpokok asal batang, ulat mago sudah berada di dalam  pangkal batang.

Jika larva sudah lalu sampai pangkal akar, daun mulai layu dan menguning kemudian pokok kayu mati. Siklus vitalitas laler bibit 21-28 hari tersangkut faktor lingkungan. Gempuran dapar ditekan dengan mengadakan penyemprotan dengan Azodrin, Surecide, Tamaron, Karphos dan Furadan dengan dosis 1-2 cc/liter diberikan 1 minggu sehabis tanam sampai tanaman berumur 1 bulan dengan selang waktu 1 minggu. Khusus internal penggunaan Furadan harus diberikan bilamana mananam, dengan dosis 2-3 butir per terowongan pohon.

       3. Kepik Polong (Riptortus linearis)

Imago dan ymphanya memperhatikan baik polong renta ataupun bin akil balig dengan cara subversif dan mengisap. Kedelai muda yang terserang akan kempis dan polong tua yang terserang menyebabkan biji berwarna hitam.

Kepik dewasa seperti belalang sangit tetapi bergores putih dan asfar selama tepi sisi badannya. Untuk mengurangi serangan kepik kedelai ini dapat disemprotkan Bayrusil dengan dosis 1-2 cc/liter.

      4.Kepik Mentah (Nezara viridula)

Imago dan nympha kepik ini juga menyerang kacang muda dan polong jompo dengan cara menusuk mengisap. Kacang yang terserang akan kempis atau bijinya keriput. Bedanya dengan kepik kedelai imago penyeru kepik ini berwarna hijau sesuai

dengan namanya. Insektisida yang boleh dipakai bakal menekan ofensif kedelai ini merupakan Azodrin dengan dosis 1-2 cc/liter.

      5.
Penggerek Kedelai Polong (Etiella zinckenela)

Penggerek polong kedelai menyerang polong musim masih berupa ulat. Bin kedelai dilubangi kemudian masuk dan habis di dalam kedelai. Siklus hidup hama ini adv minim lebih 25 hari dan dapat ditekan serangannya dengan umpatan Surecide dan Karphos.

       6.Ulat Prodenia (Prodenia litura)

Belatung yang masih kecil memakan jaringan gelimir tumbuhan baru pasca- cukup besar mulai meratah helai patera. Ulat ini aktif di pagi dan sore hari. Oleh karena galibnya bernga ini bersembunyi di permukaan patera bagian bawah maka semprotan akan lebih efektif jika arah semprotan dari bawah ke atas.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/81449/Pengendalian–Hama-pada-Tanaman-Kedelai/

Posted by: holymayhem.com