Cara Menanggulangi Tungau Pada Tanaman

MENGENAL HAMA DAN Ki kesulitan TANAMAN Cili


Admin distan |

18 September 2020 |

86790 kali


Budidaya tanaman cabe yaitu kegiatan usaha bercocok tanam yang prospektif keuntungan menggandeng. Di Indonesia, permintaan akan cabe cukup tahapan. Cabe seakan-akan sudah menjadi bahan kebutuhan ki akal awam. Di masa-masa tertentu, seperti mana menjelang waktu raya harga cabe bisa meningkat hingga puluhan kali lipat.Persuasi tani tanaman cabe (Capsicum annuum L.) memerlukan modal osean dan kelincahan yang cukup. Tak jarang peladang cabe merugi karena abai memperhitungkan faktor cuaca, kelabilan harga ataupun serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, segala apa resiko dalam budidaya tanaman cabe harus dipertimbangkan secara menguning.Terjangan hama dan problem yaitu salah satu faktor resiko yang cukup besar dalam budidaya cabe. Moga sukses menjalankan usaha berbendang cabe, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis wereng dan penyakit nan baku menyerang tanaman cabe.
Hama pokok kayu cabe

Hampir semua hama yang menuduh tanaman terung-terungan bisa mengamati pohon cabe. Bidasan hama ini bisa menempatkan kapasitas pokok kayu, lebih lagi pada tingkat tertentu mengakibatkan gagal pengetaman. Berikut ini sejumlah jenis hama utama yang sering menyerang tumbuhan cabe di Indonesia.

a. Hama ulat
Ulat nan sering menyarang tanaman cabe diantaranya ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat jenis ini meratah daun sampai bolong-bolong sehingga menganggu kemampuan pernapasan pokok kayu. Plong tingkat nan parah ulat grayak memakan habis seluruh daun dan cuma menyisakan tulang-lemak tulang daun.

Selain itu ada juga variasi ulat yang menyerang biji pelir cabai, adalah jenis Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua. Ulat jenis ini membuat lubang pada buah cabe baik nan masih hijau maupun abang.

Ulat biasanya memperhatikan pada lilin lebah musim atau saat matahari teduh. Plong siang yang terik, larva bersembunyi di pangkal tumbuhan alias berteduh di balik mulsa sehingga ulat-ulat ini bisa lolos berpangkal penyemprotan.

Pengendalian teknis. Ulat diambil saat malam hari ketika mereka tiba gentayangan. Pengambilan larva semoga dilakukan secara menyeluruh dan sederum. Bisa juga dipasang haring imago hama. Pencegahannya adalah dengan menjaga kebersihan tegal. Siangi gulma sreg balai penghadapan bedengan, parit atau lubang-lubang mulsa.
Pengendalian kimiawi. Pemancaran dilakukan apabila serangan sudah parah. Jenis obat yang digunakan adalah insektisida. Penyemburan seyogiannya dilakukan ketika malam tahun.
b. Hama tungau
Kutu yang biasa menyerang tanaman cabe ialah tuma kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Tungau dijumpai pun menghakimi tanaman tanaman kaspe.

Pada pokok kayu cabe, ofensif tungau membuat daun keriting menggulung ke bagian kebawah sama dengan sendok terbalik. Daun menjadi deras dan kaku sehingga pembentukan pucuk terhambat. Lama kelamaan patera akan menjadi coklat dan antap.

Pengendalian teknis. Tanaman yang terserang parah dicabut sedangkan yang belum parah dipotong pucuk-pucuknya. Pungkur tanaman yang terserang dibakar agar tidak merayapi yang enggak. Bagi mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak bersanding dengan tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun efektif mengurangi serangan tuma.
Pengendalian kimiawi. Tungau hanya bisa diberantas dengan venom tungau seperti akarisida, tak dengan insektisida. Dilihat semenjak fisiknya, tungau berkaki delapan berbeda dengan serangga (insek) yang berkaki empat.

c. Hama kutu daun
Kutu patera nan menyerang tumbuhan cabe galibnya berasal bersumber jenis Myzus persicae. Kutu daun mengupas dengan menghisap cairan puas daun. Daun menjadi kering dan permukaan daun patah mayang.

Selain itu, tungau daun bisa menjemput bermacam-macam keburukan secara bukan kontan. Kutu ini dapat menjadi vektor pengusung virus, menghasilkan cairan berwarna kuning kehijaun yang menjemput semut dan mengundang datangnya serabut yang menimbulkan jelaga hitam pada permukaan daun.

Pengendalian teknis. Petik daun-daun nan terserang kemudian bunuh. Hindari pula penanaman cabe berdekatan dengan semangka, melon dan bin panjang. Menjaga kebersihan tipar dan penggunaan plastik mulsa perak efektif mengimpitkan perkembangan kutu patera.
Pengendalian kimiawi. Gunakan varietas insektisida yang mengandung fipronil maupun diafenthiuron. Penyempotan minimal efektif dilakukan pada sore hari.

d. Wereng lalat biji pelir
Serangan laler buah (Bactrocera dorsalis) plong tanaman cabe menyebabkan alopesia buah. Buah cabe tidak sempat dipanen karena keburu sungkap ke tanah. Sreg buah yang terserang apabila di belah terletak larva laler. Bila tidak dibersihkan, larva pada buah cabe yang rontok akan menjadi kepompong di dalam tanah, sehingga siklus serbuan akan terus tautologis.

Pengendalian teknis. Kutip dan kumpulkan biji kemaluan cabe yang rontok, kemudian musnahkan dengan cara membakarnya. Hal tersebut penting, seharusnya lalat tidak menjadi pupa yang bisa bersemayam di intern petak. Lalat buah legal juga menyerang jenis buah-buahan enggak seperti belimbing, pisang, jeruk, dll. Jadi hindari membudidayakan tanaman cabe berdekatan dengan kebun buah.
Pengendalian kimiawi. Bisa menggunakan perangkap lalat dengan menunggangi atraktan yang mengandung methyl eugenol. Teteskan pemohon tersebut plong kapas dan masukkan puas pot eks air mineral. Pemasangan perangkap bisa dilakukan setelah umur tanaman cabe satu rembulan. Bila bidasan parah, ki bentakan dengan insektisida sreg pagi hari, ketika daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.

e. Hama trips (Thrips)
Tanaman cabe yang terserang trips daunnya akan terlihat garis-garis keperakan, terdapat noda-bercak kuning sebatas kecoklatan dan pertumbuhannya boncel. Bila dibiarkan daun akan kersang dan mati. Serangan trips kebanyakan merajalela lega musim kemarau. Hama ini juga berperan sebagai pengiring virus dan mudah sekali menyebar.

Pengendalian teknis. Bisa memanfaatkan pemangsa alami hama ini, sebagaimana kumbang dan kepik. Eksploitasi mulsa dan menjaga kebersihan kebun efektif menindihkan perkembangannya. Selain itu, sirkulasi tanaman membantu mengendalikan hama variasi ini.
Pengendalian kimiawi. Penyemprotan dilakukan bila serangan menjangkit. Gunakan insektisida yang berbahan aktif fipronil dan lakukan lega senja hari.
Penyakit pohon cabe
Keburukan yang menyerang tumbuhan cabe bisa disebabkan virus, basil, cendawan maupun jamur. Setidaknya ada enam macam problem yang biasa mengkritik pohon cabe, diantranya:

a. Bercak patera
Penyakit calit patera yang mencamkan pohon cabe disebabkan oleh kawul Cercospora capsici. Gejalanya terwalak bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan perbatasan coklat pada daun. Bila terjangan menghebat daun akan berwarna kuning dan karenanya bertitikan. Kelainan ini galibnya mencaci plong tahun hujan dimana kondisi kelembaban cukup tinggi.

Keburukan ini menyebar momen cendawan masih konkret spora dan dapat dibawa oleh kilangangin kincir, air hujan, hama vektor, dan radas pertanian. Spora jamur pula bisa terikut lega benih ataupun skor cabe.

Preventif terhadap penyakit ini dengan memintal jauhar yang sehat bebas patogen. Merenggangkan jarak tanam berguna meminimalkan serangan seyogiannya mileu tak terlalu lembab. Pengendalian teknis boleh dilakukan dengan memberantas pohon nan meradang dengan cara dibakar. Bila terjangan merajalela bisa diberikan fungisida.

b. Patek maupun antraknosa
Penyakit ini disebabkan maka dari itu pupuk Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Sreg fase pembibitan penyakit ini menyebabkan kecambah layu saat disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa menyebabkan ranah pucuk, serangan sreg patera dan layon menyebabkan busuk kering. Temporer itu, pada buah akan menjadi tembelang seperti terbakar.

Penyakit ini boleh tergiring dari semen maupun biji cabe. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengidas benih nan bugar dan bebas patogen. Pengendalian dapat dilakukan dengan membinasakan tanaman yang terserang dan penyemprotan fungisida.

c. Busuk
Terwalak dua macam penyakit busuk yang jamak menyerang tanaman cabe, merupakan busuk simpang dan kemungkus kuncup. Rusak cabang pada tanaman cabe disebabkan makanya Phytophthora capsici. Menyerang saat musim hujan dan penyebarannya sangat cepat.

Kemungkus kuncup disebabkan oleh baja Choanosearum sp. Penyakit ini masih berat dijumpai di Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.

Problem ini bisa dikendalikan dengan mengurangi dosis fertilisasi nitrogen seperti urea dan ZA. Kemudian mengeset jarak tanam agar sirkulasi mega berjalan lampias. Pohon yang terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Penyemprotan bisa dilakukan dengan fungisida, bila dilakukan momen musim hujan pilih fungisida yang punya perekat.

d. Layu
Penyakit layu merupakan penyakit yang layak elusif dikendalikan pada budidaya tanaman cabe. Kebobrokan layu bisa ditumbulkan oleh berbagai rupa jasad penganggu tumbuhan seperti berbagai jenis serabut dan mikroba.
Layu yang disebabkan cendawan disebut layu fusarium. Jenis cendawannya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Rabuk ini atma di lingkungan yang masam.

Sementara itu layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan bangkai. Pengendalian problem layu harus diamati dengan bertambah spesifik agar penanganannya bisa lebih tepat.

e. Andan maupun virus kuning
Tanaman cabe nan terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terbantah menguning. Penyakit ini disebut juga penyakit albino ataupun bulai. Penyebabnya adalah virus mintuna, penyakit ini bisa dibawa berpangkal sperma atau biji dan ditularkan oleh kutu.

Problem nan disebabkan virus bukan akan mempan dengan pemancaran venom-venom kimia. Pengendalian harus dilakukan bermula dini, dengan memilih sperma unggul dan resistan serangan virus. Selain itu bisa juga dengan membasmi hama nan menjadi vektornya, seperti kutu.

Bikin menaikan muslihat resistan tanaman cabe terhadap bidasan virus kuning, bisa dengan menumbuhkan pemupukan, misalnya penggunaan serat organik cairan yang mengandung zat hara makro dan mikro teoretis. Tujuannya moga tanaman cabe tumbuh subur sehingga makin tahan terhadap basil.

f. Patah mayang daun maupun mosaik
Penyebab terjangan penyakit mosaik adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi katai, warna daun bertelang-telang yunior tua lontok dan hijau mulai dewasa, format daun lebih kecil, tulang daun akan berubah matang.

Keburukan ini dapat menyebar dan merebak ke pohon lain oleh aktivitas insekta. Pemancaran kimia bertujuan bikin menghilangkan serangga tak penyakitnya. Bikin mengurangi problem, musnahkan tumbuhan cabe yang telah parah terserang.

Pemilhan benih tahan virus membantu menjauhi resiko terjangan penyakit ini. Hal lain nan boleh kondusif mengurangi resiko serangan yaitu pemupukan nan baik dan tepat.

Sumber:https://alamtani-com.cdn.ampproject.org/v/s/alamtani.com/tanaman-cabe/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=16003942006454&amp_ct=1600394285555&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Berusul%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Falamtani.com%2Ftanaman-cabe%2F

Source: https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/mengenal-hama-dan-penyakit-tanaman-cabai-20

Posted by: holymayhem.com