Cara Memulai Bisnis Butik Pakaian Dan Contoh Gambarnya

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA Lor

FAKULTAS EKONOMI

Programa DIPLOMA III

Medan

PERENCANAAN Dagang PADA Aksi

“BUTIK MUSLIMAH”

TUGAS Penghabisan

Diajukan Makanya :

DAHLIA SUMAH

082101037

D-III KEUANGAN

Kebaikan Menyempurnakan Pelecok Satu Syarat Untuk Mengendalikan

Pendidikan Puas Program Pengkhususan Diploma III

Fakultas Ekonomi

Perkumpulan SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI

Programa Pendalaman DIPLOMA III Keuangan

MEDAN

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR


Tera

: DAHLIA SUMAH


NIM

: 082101037


JURUSAN : DIPLOMA III Moneter


JUDUL

: PERENCANAAN Jual beli Lega USAHA BUTIK MUSLIMAH

Rontok : Juni 2011


Dosen Instruktur

(Dra. Ulfa, MS)


NIP . 19491114 198303 2 001

Sungkap : Juni 2011


Ketua Program Studi

(Drs. Tuanku Bongsu Hutagalung, M.Si)

NIP. 19591229 198903 1 002

Tanggal : Juni 2011


Dekan Fakultas Ekonomi


(Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec)


NIP : 19550810 198303 1 004

(3)

Alas kata PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Yang mahakuasa SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia kepada penulis bakal dapat tanggulang tugas akhir ini. Shalawat beriring salam katib sampaikan kepada laki Nabi Muhammad SAW. Penulisan tugas akhir ini ditujukan bikin menyempurnakan salah satu syarat nan sudah ditetapkan dalam rangka membereskan Program Studi Diploma-III Jurusan Keuangan pada Fakultas Ekonomi Jamiah Sumatera Utara. Akan halnya judul tugas akhir yang
dipilih ialah ”PERENCANAAN Bisnis Puas Persuasi BUTIK MUSLIMAH”.

Tidak lupa penulis sekali lagi mengedepankan rasa cak dapat hidayah yang sebesar-besarnya kepada kedua Orang Tua Penulis Ayahanda Maruli Sumah dan Ibunda Nursaimah Lubis nan telah mengasihkan kasih sayang, doa, kehidupan, dan dukungan baik secara moril maupun materil.

Penulis menyadari bahwa tugas pengunci ini memiliki banyak kehabisan baik dari segi ikatan ataupun tata bahasa karena masih terbatasnya ilmu laporan dan camar duka yang dabir miliki. Selama proses penyelesaian tugas pengunci ini, penulis telah banyak memufakati bantuan dan bimbingan. Untuk itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati serta rasa puja perkenankanlah dabir menitahkan terima hadiah sebesar-besarnya kepada :

1. Kiai Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Jamiah Sumatera Paksina.

2. Bapak Drs. Paduka tuan Bongsu Hutagalung, M.Sang selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Ulfa, MS selaku dosen pengajar yang dengan sabar telah membimbing notulis intern penulisan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Jurusan program Studi Finansial Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

5. Kepada seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Ekonomi Perguruan tinggi Sumatera Lor.

(4)

6. Teristimewa kepada adik-adikku tersayang Pai, amir, Dinda, dan Salsa

7. Notulis kembali menyabdakan terima kasih banyak kepada Fatimah Yani Lubis, Zulkifli L, A. Sulaiman L, dan anak bini besar lainnya.

8. Sahabat-sahabat terbaik penulis yakni Desi Lianti, Lia Syahfitri, Desi ”pos-pos”, Ellyasna ”milala”, Maria ”belen”, Melan dan sahabat-sahabat lainnya nan namanya tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah menyerahkan persahabatan yang sani kepada pencatat. Serta teman-teman kerumunan magang Vina, Perempuan, Ratih, Dhara. Terima rahmat atas kolaborasi nan baik selama berlangsungnya kegiatan magang.

Penulis mengucapkan terima kasih dan semata-mata bisa berdoa hendaknya sepatutnya pertolongan, hayat dan kebahagiaan nan telah diberikan kepada katib hendaknya dapat dibalas maka itu Allah SWT. Penulis berharap agar tugas akhir ini memberikan kemujaraban bagi semua pihak.

Wadah, Maret 2011 Penulis

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

Kata PENGANTAR …

i

DAFTAR ISI … iii

DAFTAR Diagram … vi

DAFTAR GAMBAR … vii

BAB I PENDAHULUAN …

1

1.1 Satah Belakang … 1

1.2 Tujuan Perencanaan Komersial … 4

1.3 Manfaat Perencanaan Kulak … 4

BAB II PEMBAHASAN …

5

2.1 Data Perusahaan … 5

2.2 BiodataPemilik/Pengurus … 6

2.3 Struktur Organisasi … 6

2.4Aspek Pasar… 8

2.4.1 Dagangan yang Dihasilkan … 8

2.4.2 Stempel Barang … 12

2.4.3 Bayangan Pasar … 13

2.4.4 Target/Segmen Pasar … 13

2.4.5 Trend Urut-urutan Pasar … 14

2.4.6 Proyeksi Penjualan… 15

2.4.7 Strategi Pemasaran… 15

2.4.8 Analisis Pesaing … 18

2.5 Analisi SWOT … 21

2.6 Analisis Sumber Sosi Bani adam … 23

(6)

2.8 Analisa Keuangan … 24

2.8.1 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Pendanaan … 25

2.8.2 Proyeksi Keuntungan Perbulan … 26

2.8.3 Rencana Persebaran Kas … 28

2.8.4 Proyeksi Takrif Arus Kas… 30

2.9 Amatan Resiko … 31

2.9.1 Analisis Resiko Aksi … 31

2.9.2 Anggaran Resiko Usaha … 31

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN … 32

3.1 Kesimpulan … 32

3.2 Saran … 32
Daftar pustaka

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel Pekarangan

Tabel 2.1 Karakteristik Konsumen … 14

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan … 15

Tabel 2.3 Keunggulan dan Kelemahan Kompetitor … 20

Tabel 2.4 Analisis SWOT………… … 22

Diagram 2.5 Kebutuhan Pembiayaan / Modal Pemodalan … 25

Grafik 2.6 Daftar Penyusutan……… … 26

Tabel 2.7 Rancangan Sirkulasi Kas………. … 28

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar


Jerambah

Gambar 1.1 Struktur Organisasi … 7

Gambar 2.1 Gamis … 9

Lembaga 2.2 Jilbab… 9

Gambar 2.3 Rukuh … 10

Tulang beragangan 2.4 Aksesoris Jilbab … 10

Bentuk 2.5 Tas … 11

Tulangtulangan 2.6 Sepatu … 12

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Pantat

Seiring dengan perkembangan zaman, maka manjapada usaha dan industri lagi mengalami perkembangan nan semakin pesat, terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro atau makro dengan berjenis-jenis operasi. Kerjakan memulai sebuah operasi harus didahului dengan taktik dan strategi. Mewujudkan usaha yang besar tak selalu membutuhkan modal yang besar. Dengan modal yang kecil sebuah usaha bisa tumbuh menjadi raksasa.

Wirausahawan (entrepreneur) merupakan seseorang yang mampu menciptakan bisnis baru dengan cekut resiko demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi prospek dan menggabungkan sendang-sumber daya yang diperlukan sehingga sumur-sumber-sumber-sumber daya tersebut bisa digunakan secara maksimal. Dengan berwirausaha kita boleh mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu juga dapat memberi keuntungan dalam segi ekonomi, karena situasi ini akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan perekonomian satu negara.

Memilih jenis gerakan alias bisnis yang tepat merupakan peristiwa nan musykil. Karena dalam seleksi usaha kita harus dapat melihat dan mendaras selera pasar dengan cermat. Adapun prinsip sederhana intern memilih dan memulai usaha yaitu :

(10)

1. Kekuatan

Kekuatan disini adalah maslahat yang harus dibangun baik dari segi tempat usaha, modal usaha, ide dan konsep. Memilih tempat usaha yang tepat bagi membangun operasi ialah riuk satu maslahat karena jika salah mengidas tempat usaha maka propaganda tidak akan berjalan lampias.

2. Kelemahan

Selalu pintar dalam menganalisa kelemahan nan dimiliki dari usaha yang akan dibangun. Jangan memaksakan diri jika memang tidak mampu untuk menjalankan usaha tersebut.

3. Kemungkinan

Berisi memilih setiap macam prospek nan ada namun tetap harus kecam fungsi dan kelemahan. Selain itu sikapi dengan bijak setiap kebolehjadian gerakan agar setiap peluang yang cak semau dapat berjalan dengan baik. 4. Ancaman

Amati gaham nan mungkin terjadi terhadap persuasi yang dijalankan. Apalagi Lebih lagi jika ada pesaing yang punya kemampuan yang lebih baik berpangkal komersial yang kita jalankan.

Adapun salah satu varietas kampanye yang sekarang sangat di minati maka dari itu masyarakat yaitu kulak butik muslimah. Jual beli butik muslimah kini

(11)

semakin suar digeluti oleh para wanita. Kejadian ini dikarenakan komersial butik muslimah mempunyai peluang potensial dalam mayapada fashion yang kini terus berkembang.

Menutup berapit seluruh bagian badan yang dianggap aurat telah menjadi mode berbusana sebagian samudra wanita muslim di tanah air. Cak agar demikian keinginan para muslimah untuk menyelimuti diri tersebut tidak terlepas dari keinginan untuk tetap tampil modis dan penuh gaya. Hal itu memurukkan para perancang busana bakal terus berkarya mencari bentuk-bagan baru nan berkecukupan alternatif.

Privat menjalankan bisnis butik muslimah, seseorang tidak harus memecahkan bidang jahit-menyisip. Sebab sebuah butik lain harus memproduksi pakaiannya sendiri, seseorang dapat doang membeli maupun menempah dari pihak lain. Kemampuan membaca selera pasar serta sortiran target pasar yang tepat, didukung promosi serta tata tertib administrasi yang baik, merupakan langkah mulanya dalam menjalankan kulak butik. Belaka dengan keahlian menjahit merupakan modal keahlian yang bisa menyemangati kretifitas dalam memilih gaya dan ciri khas berusul busana muslimah yang dijual. Gaya dan ciri khas ini menjadi sangat terdepan seyogiannya usaha yang dijalankan punya poin lebih dibandingan butik sejenis. Selain menjual busana mukmin, dapat juga menjual berbagai aksesoris baju wanita lainnya seperti jilbab, mukena, pancaragam jilbab, dan tak-tak. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dengan ini penulis mau mengangkat perencanaan niaga tersebut dalam sebuah paper dengan tajuk
“PERENCANAAN BISNIS Plong Kampanye BUTIK MUSLIMAH”.

(12)

1.2 Tujuan Perencanaan Menggandar

Adapun intensi pecah usaha butik muslimah ini, yaitu

1. Menciptakan baju muslimah yang modis dan nyaman dipakai 2. Menganjur minat masyarakat buat lebih menyukai baju muslimah 3. Memproduksi busana islami agar punya kredit jual tinggi

4. Menerapkan strategi pemasaran pada aksi pembuatan baju islami 5. Untuk memperoleh laba

6. Membuka lapangan aksi

7. Mengembangkan vitalitas wirausaha bagi carik

1.3 Manfaat Perencanaan Menggandar

Tentang fungsi terbit operasi butik muslimah ini, yaitu :

1. Memberikan alternatif kepada masyarakat internal memintal gaya berbusana 2. Diharapkan perencanaan bisnis ini dapat menambah pengetahuan dan

camar duka yang pastinya bermanfaat diwaktu yang akan nomplok

3. Diharapkan perencanaan bisnis ini dapat dijadikan sebagai referensi atau masukan untuk kebijakan kebijakan gerakan puas periode-hari selanjutnya

(13)

Ki II

PEMBAHASAN

2.1Profil Perusahaan

Nama firma Butik Muslimah “Salsa”

Bidang Usaha Butik pakaian

Target Perusahaan Jl Penggalasan no 11 Arena

Nomor Telepon 061-8211470

Alamat E-mail butikmuslimahsalsa@yahoo.com

Berangkat Berdiri Januari 2012

Perusahaan gengsi konstruksi menyewa sementara itu fasilitas lainnya telah hoki pribadi.

(14)

2.2Biodata Empunya/ Pengurus

Nama Dahlia Sumah

Jabatan Pemilik

Tempat,Sungkap Lahir Kancah, 02 Juni 1990

Nomor Telepon 087769449761

Incaran E-mail

Pendidikan Terakhir Diploma III

2.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi diperlukan buat mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan intern menjalankan tugasnya. Oleh karenanya setiap perusahaan akan punya
struktur yang berbeda tergantung neraca perusahaan dan jenis firma. Ada enam

elemen kunci yang perlu diperhatikan ketika hendak menciptakan menjadikan struktur organisasi, yaitu : spesialisasi pencahanan, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, dan formalisasi.

(15)

Lembaga 2.1

Struktur Organisasi Butik Muslimah Salsa

Didalam perencanaan bisnis ini, peranan/faedah dari masing-masing manajemen skuat, diantaranya ialah :

a.
Pemilik

Pemilik main-main dalam mengatur dan mengambil seluruh keputusan lakukan memajukan butik, mengawasi prestasi sida-sida, mengasihkan pelayanan terbaik kepada personel.

b.

Pemasaran

Pemasaran dolan didalam mempromosikan hasil dagangan nan dihasilkan, menjual, serta menerima bestelan. Babak pemasaran bertanggung jawab atas kepuasan pelanggan / pengguna.

Pemilik

Dahlia Sumah

Pemasaran

Desi

Accounting

Lia

Fungsionaris

Dinda

Sida-sida

(16)

c.

Accounting

Accounting dolan didalam menata aliran kas masuk dan keluar. Bagian accounting berkewajiban atas kelancaran moneter. Lampias tidaknya moneter mempengaruhi berkembangnya suatu usaha.

d.

Karyawan

Pegawai berperan dalam menawarkan produk nan suka-suka di butik terutama produk yang terbaru, membantu pelanggan dalam mengejar dan mengepas dagangan, melayan pembeli bilamana melakukan pembayaran, serta mangawasi dan menjaga
barang agar tidak hilang atau rusak.

2.4 Aspek Pasar

2.4.1
Komoditas yang dihasilkan

Seluruh produk nan ada di butik muslimah salsa tidak diproduksi sendiri, melainkan membeli dari pihak lain. Walaupun bukan memproduksi sendiri, doang produk yang ditawarkan setia berkualitas agar tidak mengecewakan konsumen. Berikut beberapa produk yang ditawarkan oleh butik muslimah salsa adalah :

Gamis

Gamis adalah pakaian mukmin wanita dengan model lurus, jenjang dan longgar menutupi seluruh jasad berangkat terbit dada sampai mata kaki, sehingga pemakainya tak harus mencari atasan ataupun antek karena telah dalam satu kesatuan. Gamis yakni komoditas andalan dalam bisnis ini. Bakal harga gamis varietas ini adalah Rp. 200.000 – Rp. 500.000

(17)

Gambar 2.2

Gamis

Sumber :

Jilbab

Jilbab yaitu penutup pemimpin yang digunakan maka dari itu wanita. Bakal harga jilbab jenis ini adalah Rp. 25.000 – Rp. 75.000

Rancangan 2.3

Jilbab

Mata air :

(18)

Rukuh

Mukena merupakan pakaian yang digunakan maka dari itu para wanita privat menjalankan ibadah sholat. Untuk mukena ini dijual dengan harga Rp. 200.000 – Rp. 350.000

Tulangtulangan 2.4

Mukena

Sumber :

Aksesoris jilbab

Aksesoris ialah komoditas yang dibuat sebagai tambahan pakaian agar terbantah lebih menghirup. Harga kerjakan berbagai macam aksesoris jilbab yaitu Rp.
20.000 – Rp.50.000

(19)


Gambar 2.5

Peniti kerudung


Tas

Tas merupakan kemasan atau wadah berbentuk persegi dan sebagainya, dipakai bikin menaruh, menyimpan atau mengapalkan sesuatu. Bakal tas ini dijual dengan harga Rp. 250.000 – Rp. 400.000




Gambar 2.6

Tas

(20)

Sepatu

Sepatu adalah satu macam alas kaki (footwear) yang lazimnya terdiri bagian-bagian sol, peruntungan, kap, lungsin, dan lidah. Pengelompokkan sepatu biasanya dilakukan berdasarkan fungsinya, seperti sepatu konvensional (pesta), sepatu santai (kasual), sepatu dansa, sepatu gerak badan, dan sepatu kerja. Kerjakan sepatu variasi ini dijual dengan harga Rp. 150.000 – Rp. 300.000

Gambar 2.7 Wedges

2.4.2 Keunggulan

Keunggulan berasal operasi “Butik Muslimah” antara lain : 1. Menawarkan busana muslimah yang lebih variatif dan modern 2. Menawarkan busana muslimah dengan bahan yang berkualitas

3. Menyerahkan potongan harga untuk even-even tertentu atau bakal pembelian dalam jumlah yang banyak

(21)

4. Menyepakati komplain dari pelanggan dengan cara menukar baju yang cacat atau kemungkus

5. Memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pengguna 6. Menjaga kebersihan butik

7. Membuat display nan menyeret dan beres

Selain keunggulan-etiket nan di atas ada beberapa pelayanan yang diberikan sebagai ciri khas “Butik Muslimah Salsa” antara lain : pembungkusan kado, souvenir, stiker, dan tidak-tak.

2.4.3
Gambaran Pasar

Perkembangan dunia fashion sekarang sangat berkembang, seiring dengan bertambahnya pemanfaatan busana muslim dalam hayat sehari-musim. Oleh karena itu, membahu butik muslimah merupakan bisnis yang prospektif untuk dapat menghasilkan keuntungan nan besar.

Internal prosesnya nanti penulis akan terus memberikan pelayanan nan terbaik bagi para konsumen sehingga akan menciptakan loyalitas bagi para konsumen.

2.4.4 Target/Segmen Pasar

Dalam perusahaan tentu akan memiliki korban maupun segmentasi pasar nan dituju untuk mengembangkan usaha nan diproduksi oleh perusahaan. Beberapa

(22)

faktor yang diperlukan kerumahtanggaan menentukan target pasar yaitu : kehidupan, pendapatan, tren hidup, dan jenis kelamin. Dari faktor-faktor yang ada, penulis menentukan pasar bulan-bulanan dengan karakteristik sebagai berikut :

Tabel 2.1

Karakteristik Konsumen

Karakteristik Wara-wara

Wilayah Geografis Jl Perkulakan no 11 Medan

Jenis Kelamin Wanita

Umur 17 – 50 musim

Kecondongan Spirit Menyukai fashion

Sumber : “Butik Muslimah Salsa”

Menurut analisa pasar yang cak semau, pasar ikan merupakan wadah yang memilliki potensi nan baik bakal mengembangkan jual beli ini. Penulis yakin usaha ini akan berkembang karena melihat bermula kampanye akan yang dilakukan dan demografi yang dahulu baik untuk usaha ini.

2.4.5
Trend Perkembangan Pasar

Bila dilihat dari trend pasar yang ada, terlihat jelas bahwa trend pasar terhadap industri fashion sangatlah pesat, dapat dilihat dari semakin maraknya

(23)

butik yang menjual busana muslimah. Selera konsumen akan sangat mempengaruhi trend urut-urutan pasar, maka dari itu penulis akan berusaha cak bagi menarik perasaan pemakai dengan menawarkan busana yang bertambah modis dan nyaman dipakai.

2.4.6
Proyeksi Penjualan

Diproyeksikan penjualan setiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 10%
Table 2.2

Proyeksi Penjualan

2.4.7 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran nan akan dilakukan bagi mengenalkan produk manuver butik muslimah salsa, antara lain :

1. Dengan memakai sendiri produk yang dijual, dengan begitu orang bisa meluluk serta merta dan tertarik bagi membelinya

2.
Membuat website yaitu www.butikmuslimahsalsa.com buat bisa diakses makanya

semua khalayak dimanapun berbenda seyogiannya favorit pengguna bisa melihat contoh komoditas yang ditawarkan. Kerumahtanggaan website ini akan ditampilkan segala keberagaman

Periode

Perkiraan Penjualan (unit)

2011 2400

2012 2640

2013 2904

2014 3194

(24)

kamil yang ada di outlet “butik muslimah salsa”. Tidak hanya sekedar informasi berupa data-data atau karekteristik tentang spesifikasi barang, akan tetapi juga menampilkan buram secara jelas. Dengan serupa itu pelanggan alias unggulan pelanggan dapat bisa menilai langsung.

3. Promosi mulut ke bacot

4. Bosor makan mengikuti pameran dan melakukan sms berkala ke pelanggan.

5. Memberikan diskon kepada pembeli nan membeli dalam kuantitas yang segara 6. Lega ketika grand opening memberikan rabat kepada pelanggan sebesar 20%

Garis haluan Pemasaran Firma juga dapat dilakukan beralaskan

analisa 7 P dengan perlengkapan kajian SWOT menurut Kottler nan terdiri atas :



Product

Strategi mengenai bagaimana komoditas usaha ini dapat menyentak hati konsumen untuk membelinya. Komoditas yang ditawarkan yaitu pakaian yang nyaman dipakai dengan beraneka ragam jenis model yang detik ini sedang trend.



Price

Politik adapun bagaimana dagangan ini lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Biasanya konsumen lebih jatuh cinta kepada komoditas dengan harga yang lebih murah. Pricing menurut Raymond Corey yaitu ekspresi angka nan menyangsang kegunaan dan kualitas produk, citra yang terlatih melalui iklan dan promosi, ketersediaan dagangan melalui jaringan sirkulasi, dan layanan yang menyertainya.

(25)

Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah dengan margin keuntungan yang akan kita rebut. Melainkan sebuah ponten yang mencerminkan value proposition. Dalam menentukan harga, katib merefleksikan hal-situasi yang sudah lalu disebutkan oleh Raymond Corey. Harga yang tepat akan mempunyai ikatan yang erat antara pemohon dan penghasil. Harga produk kerjakan masing-masing barang adalah : gamis Rp. 200.000 – Rp. 500.000, jilbab Rp. 25.000 – Rp. 75.000, rukuh Rp.
200.000 – Rp. 350.000, aksesoris jilbab Rp. 20.000 – Rp.50.000, tas Rp.


250.000 – Rp. 400.000, sepatu Rp. 150.000 – Rp. 300.000.



Promotion

Strategi mengenai bagaimana barang kita boleh dikenal makanya pengguna melalui cara Personal Selling yaitu promosi melalui penjualan serempak ke konsumen dengan menawarkan dan mencoba dagangan
sedarun.


Place

Merupakan cara untuk memperdagangkan produk yang dijual lakukan sampai ke tangan pengguna. Sistem distribusi yang dilakukan secara refleks ke konsumen.



People

Merupakan barometer sumber sentral individu secara publik yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara sekalian atau enggak langsung. Bisnis butik muslimah memiliki personel yang bonafide,

(26)

cekatan, dan ramah sehinga dapat memasrahkan pelayanan yang baik kepada pelanggan.



Process

Proses yang ditampilkan kepada konsumen sepatutnya konsumen tergoda lakukan membeli adalah dengan memajang pakaian sehingga pelanggan dapat menyibuk dengan jelas produk nan ditawarkan.



Physical Evidence

Kinerja badan dari fasilitas pendukung ataupun sarana kerumahtanggaan menjual produk yang boleh dilihat langsung oleh konsumen. Penampilan fisik yang dapat dilihat dalam butik muslimah adalah berupa logo, papan
nama, dan alamat manuver.

2.4.8 Analisis Pesaing

Pesaing yaitu faktor yang terdepan n domestik mengekspresikan keberhasilan pemasaran. strategi mengenali 5 (lima) kelebihan persaingan merupakan ancaman masuknya pengelana baru, tingkat rivalitas diantara para pesaing yang ada, guna berunding pembeli, impitan dari produk pengganti, serta kekuatan batil-menawar pemasok. Kelima keistimewaan persaingan tersebut secara sekalian menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan kekuatan yang minimal besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang dahulu utama berpunca kacamata pandang perumusan strategi.

(27)

1.
Ancaman Masuknya Petualang Baru

Perantau baru privat industri dapat mengancam pesaing nan ada. Untuk usaha butik muslimah ini bentakan akan masuknya pendatang plonco boleh merebut pangsa pasar pecah produk usaha ini. Misalnya masuknya produk nan sejenis atau yang berbeda.

2.
Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Terserah

Persaingan ada nan berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan strategi-kebijakan seperti mana persaingan harga, promosi, meningkatkan pelayanan dan sebagainya. Untuk aksi butik muslimah ini tingkat rivalitas sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan turunnya permintaan akan produk ini. Untuk membereskan hal ini, butik muslimah salsa menawarkan harga produk yang makin murah serta pelayanan yang lebih baik.

3.
Faedah Tawar Menawar Pembeli

Pembeli rata-rata membeli sebuah produk dengan harga yang bertambah murah dan meminta kualitas yang tinggi dan pelayanan nan lebih baik. Hal ini membuat persaingan antara perusahaan dalam industri yang sama. Dalam usaha butik muslimah ini yang menentukan harga kaya di tangan aksi butik Muslimah, ini disebabkan karena harga sudah tertera di dalam website.

(28)

4.
Tekanan dari komoditas pemindah

Produk pengganti/substitusi merupakan salah satu persaingan dalam menjalankan sebuah membahu. Oleh karena itu, butik muslimah menawarkan produk yang sesuai dengan trend, nyaman dipakai dan memilik berkualitas yang baik

5.
Kekuatan batal-menawar pemasok

Pemasok bisa menekan perusahaan yang ada dalam satu pabrik dengan kaidah memanjatkan harga serta mengedrop kualitas komoditas nan dijual. Untuk mengatasi hal ini, butik muslimah membuat perjanjian dengan pemasok sehingga ada ketetapan harga terhadap produk yang dibeli.

Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing butik muslimah ini adalah dari produk yang sebangsa. Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk nan kami tawarkan dan kompetitor umpama berikut:

Tabulasi 2.3

Merek dan Kelemahan Kompetitor

PESAING

KEUNGGULAN

KELEMAHAN

Departemen store Tempat yang nyaman Harga makin adv minim mahal Pasar tradisional Harga lebih murah Kualitas komoditas yang rendah

(29)

2.5 Kajian SWOT

Amatan SWOT berisi evaluasi faktor internal firma berupa guna dan kelemahan dan faktor eksternal perusahaan berupa kemungkinan dan tantangan. Strategi nan dipilih harus sesuai dan cocok dengan kapabilitas internal firma serta hal eksternal perusahaan. Analisis SWOT hanya berfaedah dilakukan apabila telah secara jelas ditentukan jual beli segala yang akan dijalankan, kemampuan perusahaan privat mempertahankan bisnisnya serta ukuran apa saja nan digunakan cak bagi menilai kemajuan manajemen dalam menjalankan visi dan misi perusahaan. Hasil analisis SWOT akan menggambarkan posisi perusahaan terhadap lingkungannya dan menyenggangkan saringan strategi yang sesuai, serta dijadikan radiks dalam menetapkan sasaran-mangsa organisasi bagi memenuhi kebutuhan dan maksud dari para stakeholders.

Kerumahtanggaan praktik gegares ditemui bahwa pemanfaatan kajian SWOT sebagai perangkat perencanaan strategic tidak menyerahkan hasil yang diharapkan. Keadaan ini disebabkan maka dari itu beberapa faktor, antara lain :

1. Visi, misi dan format keberhasilan organisasi tidak ditetapkan secara jelas dan tegas atau tidak digunakan dalam mengidentifikasi kemungkinan dan ancaman yang dihadapi serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki firma

2. Data dan maklumat yang digunakan invalid lengkap, kurang partikular dan abnormal akurat, sehingga privat formulasi faktor strategisnya tidak titik api

3. Analisis kian ditekankan kepada kecanggihan metode dan bukan pada filosofi, kebulatan hati dalam melakukan analisis serta kegunaan hasil SWOT itu seorang

(30)

4. Terlalu beragamnya pendekatan analisis yang dikenal dan ditawarkan, tetapi sedikitnya referensi dan sasaran bacaan nan komprehensif dan studi kasus nan ada menyebabkan teoretis dan pendekatan yang digunakan sering invalid sesuai dengan khuluk organisasi yang bersangkutan

5. Pemberian bobot dan peringkat buat menempatkan perusahaan pada posisi yang diinginkan.


Table 2.4

Analisis SWOT

Analisis SWOT

Proklamasi

Strength (kekuatan) 1. Manajemen yang baik

2. Inovasi produk nan sesuai dengan trend Weakness

(kelemahan)

1. Membutuhan modal yang raksasa 2. Pesaing yang sudah lalu punya image

Opportunity (peluang)

1. Daya beli awam nan cenderung konsumtif 2. Mayoritas masyarakat nan beragama Islam 3. Lokasi propaganda yang taktis

Threat (tantangan) 1. Perubahan selera masyakatkrakat 2. Terdapat dagangan substitusi/pengalih

(31)

2.6 Analisis Sumber Gerendel Cucu adam (SDM)

Sumber Daya Bani adam merupakan salah satu faktor produksi yang silam penting. Maka takrif karyawan/SDM terlampau perlu ditingkatkan, sehingga bahan dan tujuan berpunca organisasi dapat di capai. Untuk mengembangkan Perigi Daya Manusia di perlukan perencanaan yang baik, dengan tujuan buat mendukung bimbingan/pemilik dalam meningkatkan produktifitas penjualan.

Kompetensi SDM juga terlampau berpengaruh terhadap organisasi untuk mencapai performasi prima dalam suatu satah karier. Sehingga setiap organisasi/bisnis dapat menyusur bikin satah pencahanan yang punya karakteristik tersendiri. Intern usaha butik muslimah, SDM atau karyawan harus memiliki kemampuan untuk membaca dan menganalisis amanat keuangan suatu organisasi/bisnis. Dan untuk bidang pelayanan koteng karyawan harus gemuk menarik simpati para pemohon/pengguna. Selain itu, SDM sekali lagi harus memiliki sifat ramah-tamah, teruji, dan berpenampilan yang ter-hormat sehingga pelanggan merasa senang dengan pelayanan yang diberikan.

2.7 Eksploitasi IT

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan hati-hati ketika ini, IT memegang peranan terdepan dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui jual beli mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi menggandar dan selalu terkebat dalam bermacam ragam perencanaan serta eksplorasi politik bisnis.

Dalam pengusahaan IT, “Butik Muslimah Salsa” menggunakan jaringan internet kerjakan mengusahakan usaha ini. Karena bukan sekadar umum selingkung nan mengetahui

(32)

tetapi siapa doang yang akan membuka internet. Karena manuver ini punya alamat di internet nan boleh dikunjungi oleh siapapun.

Pemakaian system teknologi informasi memberikan tiga peranan terdahulu di dalam organisasi:

1. Meningkatkan efesiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.

2. Meningkatkan efektivitas, yaitu menyediakan informasi cak bagi para manajer di organisasi bakal mendukung proses pemungutan keputusan dengan makin efektif yang didasarkan dengan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sehingga mendapatkan hasil produksi yang akurat dan bebas dari invalid produksi nan diinginkan.

3. Meningkatkan komunikasi, yaitu mengintegrasikan pemanfaatan system teknologi keterangan dengan menggunakan email.

2.8 Kajian Finansial

Keseleo satu komponen yang mendukung pembangunan kebangsaan yaitu tersedianya lembaga keuangan yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari mahajana dan menyalurkan lagi ke umum

privat rangka biji dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga finansial yang ada dibedakan kerumahtanggaan 3 kategori yaitu :

a. Berbentuk Bank takluk lega Undang-Undang Sentral Perbankan

b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam takluk lega Undang-Undang Koperasi c. Rancangan Moneter Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang.

(33)

Proyeksi Moneter

Aspek moneter berasal proposal bisnis dapat ogok potensi dana nan dimiliki, kebutuhan dana eksternal, anggaran kelayakan usaha, termasuk deklarasi keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, boleh diberikan ukuran tersisa perhitungan kelayakan usaha secara moneter sebagai berikut :


2.8.1 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi

Grafik 2.5

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi

Keterangan

Jumlah Biaya

Sewa tempat

Stock Perlengkapan Butik Ampaian Baju Etalase Meja Singgasana Kipas angin Patung baju Beling Dan lain-lain

Total Modal Investasi

Rp. 18.000.000 Rp. 20.000.000 Rp. 300.000 Rp. 1.000.000 Rp. 350.000 Rp. 200.000 Rp. 300.000 Rp. 750.000 Rp. 200.000 Rp. 500.000 Rp. 41.600.000

(34)

Table 2.6

Daftar Penyusutan

Penyusutan

Biji

Hidup Manfaat Penyusutan/bln

1. Peralatan 3.600.000 3 tahun 100.000

2. Sewa ajang 18.000.000 1 masa 1.500.000

Besaran

1.600.000

2.8.2 Proyeksi Keuntungan Perbulan

Proyeksi keuntungan nan akan diperoleh perbulan merupakan sebagai berikut:

Penjualan

30 Gamis x Rp. 2.500.000 = Rp. 7.500.000 40 Jilbab x Rp. 40.000 = Rp. 1.600.000 10 Rukuh x Rp. 200.000 = Rp. 2.000.000 100 Aneka Aksesoris x Rp. 25.000
= Rp. 2.500.000

10 Tas x Rp. 200.000 = Rp. 2.000.000 15 Sepatu x Rp. 150.000 = Rp. 2.250.000

Total Penjualan tiap-tiap bulan = Rp.17.850.000

Biaya Operasional

Gaji karyawan 4 orang = Rp. 4.000.000

(35)

Sewa tempat = Rp. 1.500.000

Biaya Peralatan = Rp. 100.000

Biaya Listrik dan telepon = Rp. 150.000 Packaging / pembungkus = Rp. 200.000

Biaya pemasaran = Rp. 150.000

Biaya tranportasi = Rp. 300.000

Biaya lain-lain = Rp. 150.000

Total Biaya Operasional = Rp.14.550.000

Keuntungan = Pendapatan – Biaya Operasional = Rp. 17.850.000 – Rp 14.550.000

= Rp. 3.300.000

(36)

2.8.3
Rencana Arus Kas

Tabel 2.7

Rajah Sirkulasi KAS BUTIK MUSLIMAH SALSA

Rembulan 1 Bulan 2 Wulan 3 Wulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7 Bulan 8 Rembulan 9 Wulan 10 Bulan 11 Wulan 12

Pendedahan

Penerimaan penjualan 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850

Penerimaan Pinjaman 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Penerimaan Lain-Lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Jumlah 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850 17.850

Pengeluaran

Persediaan Butik 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000

Biaya kontrak 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500

Peralatan 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Upah Karyawan 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000

Biaya Transportasi 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300

Biaya Elektrik,

Telepon 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150

Biaya Pembungkus 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200

Biaya Pemasaran 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150

Biaya Lain-lain 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150

Total 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550 14.550

(37)

Saldo kas awal 0 3.300 6.600 9.900 13.200 16.500 19.800 23.100 26.400 29.700 33.000 36.300

(38)

2.8.4
Proyeksi Mualamat Arus Kas

Tabel 2.9

PROYEKSI LAPORAN Revolusi KAS 5 Periode KE DEPAN

”Butik Muslimah Salsa”

Proyeksi Aliran Kas Propaganda (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan sebesar 10% per tahun)

Payback Period = Kuantitas Investasi / Keuntungan = Rp. 41.600.000 / Rp. 3.300.00 =12, 6 Bulan

Uraian

Perian

1 2 3 4 5

a. Sumber dana

(in flow)

214.200.000

235.620.000

259.182.000

285.100.200

313.610.220

b. Penggunaan

dana
(out flow)

174.600.000 192.060.000 211.266.000 232.392.600 255.631.860
d.

Arus kas

bersih (net

flow)

= (a – b)

39.600.000 43.560.000 47.916.000 52.707.600 57.978.360 d. Kejadian kas

awal 0
39.600.000

83.160.000

131.076.000

183.783.600

e. Keadaan kas

akhir (c + d)

(39)


2.9 Analisis Resiko

Resiko ialah satu macam berasal hasil-hasil yang dapat terjadi selama perian tertentu atau probabilitas sesuatu hasil ataupun outcome nan berlainan dengan yang diharapkan. Resiko dapat pun dikatakan ketidakpastian yang mungkin bersalin peristiwa kegeruhan. Resiko dapat dipengaruhi maka itu beberapa hal yaitu :

1. Keterbatasan dalam hal perigi kiat wara-wara yang tersedia 2. Kelemahan dalam perencanaan yang tidak komprehensif 3. Keterbatasan pengetahuan berpangkal para pengambil keputusan

2.8.1 Analisis Resiko Aksi

1. Modal yang cinta berubah ubah pada masa tertentu akibat politik ekonomi pemerintah yang menyebabkan harga berubah.

2. Model baju yang cak acap berubah sesuai dengan trend yang semenjana berkembang

3. Pelanggan yang tidak patuh yang setiap tahunnya terus berpalis 4. Munculnya propaganda nan setolok

5.Jeli melihat selera pasar yang sedang mode

2.8.2 Rekaan Resiko Operasi

1. Modal dan pasokan modal nan ki akbar akan menguasai ketika perekonomian tidak stabil

2. Terus melakukan promosi, sehingga mujur pelanggan baru 3. lebih meningkatkan kualitas produk dan juga SDM

(40)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

1. Baju yang ditawarkan harganya relative murah sehingga target pasar tidak hanya berfokus puas satu kerubungan individu saja, melainkan baju yang ditawarkan dapat digunakan oleh remaja, basyar dewasa.

2. Dengan melihat hasil amatan baik segmentasi pasar, keuntungan dan lain-lain dapat disimpulkan bahwa gerakan butik muslimah ini memadai cak bagi dijalankan bagaikan usaha yang sukses

3.
Bayangan pasar untuk usaha ini dahulu menjanjikan karena usaha butik muslimah

terletak dilokasi nan sangat strategis. Keadaan ini dilihat dari kuantitas petisi yang ki akbar.

3.2 Saran

1. Sebelum mengerjakan suatu usaha hendaknya membuat satu perencanaan menggandar justru suntuk bikin melancarkan penanganan usaha tersebut sehingga dapat berkembang.

2. Agar para pelaku dagang hendaknya memiliki keberanian yang besar, dan n kepunyaan perencanaan nan masak sebelum melakukan suatu bisnis.

3. Bagi analisa pasar dengan mengerjakan beraneka macam survei untuk mengetahui minat pasar.

(41)

4. Perencanaan bisnis yang matang seharusnya boleh meminta pendapat plong para wirausaha nan sudah berpengalaman.

5. Sudah sewajarnya apabila kita mau memulai usaha berlatih kepada mereka yang kian sukses agar kita dapat memilah mana yang baik dan mana yang kurang, dengan demikian kita akan terhindar terbit resiko yang lebih besar.

6. Perhitungan yang menguning sememangnya dilakukan di awal-awal memulai usaha karna sekali kita salah dalam perhitungan awal maka yang terjadi adalah efek berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan, sementara modal lama kelamaan akan habis.

(42)

DAFTAR Referensi

Charlie, Lie. 2006. Kilas-Kilau Menggalas, Penerbit Gramedia : Bandung

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini. 2010.
Kewirausahaan, Penerbit USU Press : Medan.

Kotler, Philip, Kevin Lane Keller. 2006. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi 12, Penerbit

Penunjuk : Jakarta.

Malahayati, Hendry E. Ramdhan. 2010. 99 Bisnis Anak Muda, Cetakan Kedua, Penerbit

Penebar Plus : Jakarta

(1)

Saldo kas awal 0 3.300 6.600 9.900 13.200 16.500 19.800 23.100 26.400 29.700 33.000 36.300 Saldo kas pengunci 3.300 6.600 9.900 13.200 16.500 19.800 23.100 26.400 29.700 33.000 36.300 39.600

(2)

2.8.4
Proyeksi Laporan Distribusi Kas

Tabel 2.9

PROYEKSI LAPORAN Revolusi KAS 5 Hari KE DEPAN

”Butik Muslimah Salsa”

Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi eskalasi antaran penjualan sebesar 10% sendirisendiri tahun)

Payback Period = Total Investasi / Keuntungan = Rp. 41.600.000 / Rp. 3.300.00

=12, 6 Bulan Uraian

Hari

1 2 3 4 5

a. Sumber dana

(in flow)

214.200.000

235.620.000

259.182.000

285.100.200

313.610.220

b. Penggunaan

dana
(out flow)

174.600.000 192.060.000 211.266.000 232.392.600 255.631.860
d.
Sirkulasi kas

putih (net

flow)

= (a – b)

39.600.000 43.560.000 47.916.000 52.707.600 57.978.360 d. Keadaan kas

awal 0
39.600.000

83.160.000

131.076.000

183.783.600

e. Keadaan kas

akhir (c + d)

(3)


2.9 Analisis Resiko

Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil maupun outcome yang berlainan dengan yang diharapkan. Resiko dapat pun dikatakan ketidakpastian yang mungkin melahirkan keadaan kerugian. Resiko boleh dipengaruhi oleh beberapa hal ialah :

1. Keterbatasan internal hal sumber siasat manifesto yang terhidang 2. Kelemahan dalam perencanaan nan tidak komprehensif 3. Keterbatasan pengetahuan dari para pengambil keputusan

2.8.1 Analisis Resiko Operasi

1. Modal nan cak acap berubah ubah puas masa tertentu akibat ketatanegaraan ekonomi pemerintah yang menyebabkan harga berubah.

2. Abstrak busana nan gelojoh berubah sesuai dengan trend yang sedang berkembang

3. Pelanggan yang lain tetap yang setiap tahunnya terus berganti 4. Munculnya manuver yang proporsional

5.Awas melihat selera pasar nan sedang tren

2.8.2 Antisipasi Resiko Aksi

1. Modal dan cadangan modal yang segara akan tanggulang ketika perekonomian tidak stabil

(4)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

1. Pakaian nan ditawarkan harganya relative murah sehingga target pasar enggak sekadar berfokus pada satu kerubungan individu saja, melainkan pakaian yang ditawarkan dapat digunakan makanya remaja, khalayak dewasa.

2. Dengan meluluk hasil analisis baik segmentasi pasar, keuntungan dan lain-tidak dapat disimpulkan bahwa usaha butik muslimah ini memadai untuk dijalankan sebagai usaha nan sukses

3.
Gambaran pasar untuk operasi ini lewat menjanjikan karena operasi butik muslimah

terletak dilokasi yang sangat strategis. Kejadian ini dilihat bermula jumlah permintaan yang besar.

3.2 Saran

1. Sebelum melakukan suatu usaha seyogiannya menciptakan menjadikan suatu perencanaan membahu terlebih dahulu bakal melampiaskan penanganan usaha tersebut sehingga dapat berkembang.

2. Agar para pelaku bisnis semoga n kepunyaan keberanian yang raksasa, dan memiliki perencanaan nan matang sebelum mengamalkan satu bisnis.

3. Lakukan analisa pasar dengan melakukan berbagai survei untuk mengetahui minat pasar.

(5)

4. Perencanaan jual beli nan matang hendaknya bisa meminang pendapat pada para wirausaha yang sudah berpengalaman.

5. Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai operasi belajar kepada mereka yang lebih sukses hendaknya kita dapat memilah mana yang baik dan mana yang adv minim, dengan demikian kita akan terhindar pecah resiko nan lebih raksasa.

6. Ancangan yang matang sememangnya dilakukan di awal-mulanya memulai persuasi karna sekali kita riuk privat perhitungan tadinya maka nan terjadi adalah bilyet berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan, sementara modal lama kelamaan akan terlampau.

(6)

Daftar bacaan

Charlie, Lie. 2006. Kilas-Kilau Memikul, Penerbit Gramedia : Bandung

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini. 2010.

Kewirausahaan, Penerbit USU Press : Wadah.

Kotler, Philip, Kevin Lane Keller. 2006. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi 12, Penerbit

Indeks : Jakarta.

Malahayati, Hendry E. Ramdhan. 2010. 99 Bisnis Momongan Cukup umur, Cetakan Kedua, Penerbit

Penebar Terlalu : Jakarta

Source: https://text-id.123dok.com/document/4zpng60y-perencanaan-bisnis-pada-usaha-butik-muslimah.html

Posted by: holymayhem.com